...

Memilih Scanner Atau Scantool Mobil Terbaik

June 23, 2018 0
Penggunaan scanner dalam melakukan diagnosa pada mobil sudah merupakan hal yang wajib saat ini. Ketika lampu cek engine mobil menyala maka kita harus mengakses onboard diagnostic mobil dengan menggunakan code reader, scanttool atau software scanner untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab lampu engine tersebut menyala.


Memilih Scanner Atau Scantool Mobil Terbaik



Membaca Kode Kerusakan Atau DTC

Pada mobil-mobil produksi tahun 1995 ke bawah, dimana masa sebelum penerapan sistem OBD II pada mobil, kode kerusakan dapat dibaca secara manual dengan menggroundkan atau menjumper terminal tertentu pada konektor diagnosa mobil, hal ini akan membuat komputer mobil atau engine control unit (ECU) masuk ke mode tampilan self diagnostic, untuk menampilkan kode kerusakan melalui kedipan lampu check engine atau lampu MIL (Malfunction Indicator Lamp). Kemudian dengan melihat daftar kode kerusakan kita akan dapat mengetahui apa yang menyebabkan lampu cek engine tersebut menyala.

Ada dua kendala yang dihadapi saat melakukan pembacaan kode kedipan DTC secara manual, yaitu:


  • Metode ini sudah tidak digunakan lagi pada kebanyakan mobil produksi tahun 1996 keatas, pengecualian pada mobil Nissan.
  • Menghitung rangkaian kedipan lampu cek engine memerlukan ketelitian.
  • Kebanyakan kode kedipan DTC menggunakan kombinasi kedipan lampu panjang dan pendek untuk membedakan dua digit kode, dan jika terdapat lebih dari dua kode DTC agak sulit untuk mengetahui kapan suatu kode berakhir dan awal dari DTC berikutnya.
  • Jadi cara yang paling mudah untuk membaca kode DTC adalah dengan menggunakan code reader atau scanner.



Pada mobil produksi tahun1996 pada umumnya tidak menggunakan lagi metode pembacaan kode DTC secara manual. Harus menggunakan code reader atau scanner.



CODE READER


Memilih Scanner Atau Scantool Mobil Terbaik

Alat diagnosa paling basic adalah code reader. Code reader dapat mengakses dan menampilkan kode DTC dari sistem komputer mobil. Code reader yang paling murah hanya dapat menampilkan kode DTC saja tanpa penjelasan, sedangkan yang harganya sedikit lebih mahal selain dapat menampilkan kode DTC juga menyertakan  penjelasan tentang DTC terkait. Harga code reader di pasaran cukup bervariasi mulai harga 500 ribuan.

Code reader juga dapat menghapus kode DTC untuk mematikan lampu cek engine. Beberapa code reader dapat menampilkan status "ready" dari berbagai sistem monitor OBD II. Status "Ready" mempunyai arti sistem monitor OBD II telah menyelesaikan proses self check.

Namun code reader bukanlah scantool karena hanya mampu membaca dan menghapus kode DTC. Code reader tidak dapat menampilkan data display sensor-sensor atau informasi sistem operasi yang lainnya. Untuk dapat membaca data display sensor dan sistem data yang lainnya diperlukan sebuah scantool atau software scanner.


Satu hal penting yang harus selalu diingat adalah bahwa kode DTC tidak menunjukkan komponen apa yang harus diganti. Kode DTC tersebut hanya menyatakan bahwa ada  kerusakan yang terdeteksi, bukan memberitahukan apa yang menyebabkan munculnya kode DTC tersebut.

Kode DTC berfungsi sebagai titik awal atau pedoman untuk melakukan diagnosa lebih lanjut. Banyak orang yang tidak mengetahui hal tersebut, kebanyakan beranggapan bahwa sebuah code reader merupakan alat serba bisa yang dapat "mendiagnosa" dan memperbaiki semua kerusakan mobil.



Jangan pula  bahwa sebuah code reader mampu menampilkan semua jenis kode DTC. Semua code reader hanya dapat menampilkan kode DTC  OBD II yang bersifat "generic" atau umum (Kode DTC dengan awalan P0). Tidak semua code reader dapat menampilkan kode DTC spesifik dari tiap pabrikan (Kode DTC dengan awalan P1), atau jika pun code reader tersebut bisa menampilkan kode DTC spesifik biasanya hanya mencakup beberapa merk mobil saja.

Salah satu hal yang harus diperhatikan sebelum membeli sebuah code reader adalah model dan tahun produksi mobil yang dapat diakses oleh alat tersebut. Umumnya  code reader dapat digunakan pada mobil produksi tahun 1996 keatas  yang sudah menggunakan sistem OBD II dengan diagnostic co0nnector 16 pin. Code reader tidak dapat digunakan pada mobil produksi tahun 1995 ke bawah karena bentuk konektornya yang berbeda.

Dipasaran juga beredar code reader hanya untuk  mengakses kode satu  jenis atau merk kendaraan saja seperti GM, Ford, BMW dll.

Hal lain yang harus diingat mengenai code reader atau scantool adalah pengembangan kode DTC baru dan sistem data yang selalu mengalami perubahan sesuai dengan munculnya model-model baru setiap tahunnya.Code reader yang dikeluarkan setahun seblumnya mungkin tidak dapat digunakan untuk mengakses keluaran model terbaru.

Alat diagnosa cepat sekali menjadi out-of-date dan harus di update secara berkala dengan software yang terbaru melalui chip plug-in memory, cartridge atau mendownload dari internet.

Jika Anda membeli code reader atau scantool melalui online, pastikan alat tersebut dapat digunakan pada mobil yang Anda inginkan atau dapat diupdate sesuai dengan perkembangan.

Satu hal yang harus juga diperhatikan saat akan membeli scantool DIY adalah kemungkinan alat tersebut tidang dapat mencakup mobil-mobil baru yang berusia kuran dari 4-5 tahun. Minta kepastian pada produsen atau distributor alat tersebut untuk mengetahui model mobil terbaru yang dapat diakses oleh alat tersebut dan berapa asering update harus dilakukan pada alat tersebut.



SCAN TOOL


Memilih Scanner Atau Scantool Mobil Terbaik

Untuk melakukan diagnosa yang lebih dalam lagi pada mobil-mobil modern maka dibutuhkan sebuah scantool dengan fitur yang lengkap. Scantool-scantool untuk pemakaian pribadi atau DIY dapat menampilkan nilai pembacaan sensor-sensor dan sistem data, namun alat seperti itu tidak dapat melakukan beberapa fitur atau sistem self test seperti memeriksa kerja fuel pump, cooling fan, idle speed control motor atau solenoid, EGR solenoid, AC compressor clutch, fuel injector, EVAP leak test, EVAP purge control dll.Tingkat analisa seperti itu membutuhkan sebuah scantool level profesional (harganya tentu lebih mahal) dengan kemampuan komunikasi dua arah dan software yang sesuai agar mampu mengkases dab menjalankan serangkaian fungsi test komponen atau sistem.


Scantool terdiri dari beberapa tingkat dan kemampuan. Scantool "generic" entry level mempunyai harga kisaran 2 juta rupiah.

Scantool tipe ini mempunyai kemampuan antara lain:

  • Membaca dan menghapus kode DTC
  • Menampilkan status dari berbagai sistem monitor OBD II
  • Menampilkan data berbagai operasi dasar seperti loop status (Open atau Close), air flow, coolant temperature, output oksigen sensor, throttle position dan sensor-sensor lainnya.
  • Nilai fuel trim untuk keperluan diagnosa.


Sebagian besar scantool cukup serbaguna dan dapat bekerja hampir pada semua merk mobil produksi Eropa, Amerika dan Asia.

Scantool entry level yang biasa dijual pada toko-toko peralatan biasanya didesain untuk para pemilik mobil yang senang melakukan perbaikan ringan sendiri dimobilnya dan tidak mempunyai kemampuan melakukan komunikasi dua arah. Alat ini juga hanya mampu menampilkan jumlah PID yang terbatas jika dibandingkan dengan scantool tingkat profesional atau scantool resmi pabrikan. (PID = Performance Information Data seperti nilai sensor-sensor, status switch, dan data operasional lainnya

Informasi Scan Tool  DIY

Klik link dibawah ini untuk melihat informasi produk dari produsen-produsen scantool.


Actron AutoScanner Plus with Code Connect (YouTube)

Actron CP9690 Review Video (YouTube)

Equus_Innova 3040S Scan Tool

Equus_Innova 3040 Scan Tool (YouTube)

Equus_Innova 3050BSRS Scan Tool with Air Bag capability

Equus_Innova 3120-3130 Scan Tools



Fitur-Fitur Scantool Tingkat Profesional

Scantoosacntol aftermarket tingkat profesional mempunyai fitur yang lebih lengkap dan dapat melakukan fungsi  yang sama seperti scantool OEM.  Satu perbedaan besar dengan scantool pemula adalah scantool profesional mempunyai kemampuan komunikasi dua arah dan dapat melakukan fungsi self test (seperti membuka dan menutup solenoid, mengaktifkan injector, mengaktifkan cooling fan dll.).


Memilih Scanner Atau Scantool Mobil Terbaik


Scantool profesional dapat mengakses hampir semua kontrol unit yang ada di mobil, manampilkan hampir semua nilai PID (sensor data, status sistem dll) untuk berbagai sistem di mobil seperti power train, body, suspensi, ABS atau airbag, dan scantool tersebut juga dapat digunakan untuk melakukan prosedur relearn dan initialization (seperti reset steering angle sensor setelah melakukan penyetelan keselarasan roda depan, reset putaran idle dll).


Scantool yang lebih baik juga mempunyai tampilam layar yang lebih baik pula seperti menggunakan layar LCD berwarna dengan ukuran besar dan mempunyai fitur touch screen.
Scantool juga mempunyai fungsi osiloskop multi channel yang memungkinkan menampilkan data dalam bentuk grafik atau gelombang. Hal ini akan mempermudah mendeteksi masalah yang mungkin terjadi sangat cepat untuk dapat dilihat menggunakan tampilan angka pada data display.

Kebanyakan scantool profesional mempunyai kemampuan "flight recorder" yang dapat merekam data sambil mengoperasikan mobil untuk analisa yang lebih lanjut.

Beberapa scantool profesional juga dapat dihubungkan secara wireless dengan wifi atau bluetooth untuk berkomunikasi dengan mobil, laptop atau printer.

Fungsi lain yang juga dimilik oleh scantool profesional adalah kemapuan melakukan flash programming PCM. Melakukan flashing PCM dengan software terbaru mungkin sangat penting untuk memperbaiki masalah drivability atau emisi gas buang.
Flashing juga sangat penting dilakukan saat melakukan penggantian PCM. Opsi lain adalah dengan menggunakan scantool standard  J2534 yang berfungsi sebagai interface antara PCM dan laptop.


CATATAN:
Pastikan scantool yang Anda beli dapat berfungsi pada mobil yang ingin diperbaiki. Beberapa klaim dari penjual kadak menyesatkan.
penjual scantool mungkin mengatakan bahwa produk mereka dapat digunakan pada hampir semua merk dan model mobil, namun mungkin saja hanya menampilkan informasi OBD II umum bukan informasi kode DTC detail pabrikan atau hanya dapat mengakses powertrain system.
Beberapa scantool profesional dapat menyediakan kode DTC generic dan advance namun tidak dapat menampilkan kode DTC untuk ABS atau airbag dan sistem yang lain. Beberapa mungkin memiliki kemampuan diagnosa yang terbatas dan tidak dapat melakukan prosedur self test.
Tanya secara detail mengenai kemampuan scantool sebelum memutuskan untuk membeli.


Biaya lain yang harus dikeluarkan ketika membeli sebuah scantool profesional adalah biaya update software secara rutin, biasanya satu tahun sekali. Update sangat penting untuk mengikuti perubahan yang terjadi setiap tahun. Biaya update bervariasi tergantung pabrikan scantool, biasanya berkisar 500.000 - 1000.000 Rupiah.


Video Training Scan Tool :

Autel scan tool training videos

AutoLogic scan tool training videos

Bosch scan tool training videos

Launch scan tool training videos

OTC scan tool training videos

Snap-On Scan tool training videos 



Informasi Mengenai Scantool Standard OEM

Berikut sumber informasi untuk mencari tahu mengenai sacntool standard OEM . ASA membuat sebuah halaman web yang memberikan link langsung ke service information scantool tiap-tiap pabrikan mobil.

 Klik disini untuk informasi mengenai scantool OEM.

Anda juga bisa mendapatkan informasi tentang scantool OEM pada website NASTF:
NASTF OE Scan Tool Information


Pabrikan mobil selalu memperbaharui scantoolnya secara kontinyu. Kebanyakan scantool OEM berbasis PC dan membutuhkan interface (cable atau wireless) untuk menghubungkan dengan kendaraan ke komputer dan website service information OEM.
Berikut beberapa contoh alat interface OBD dari GM , GM MDI 2 EL-52100-AM produksi AC delco:

Memilih Scanner Atau Scantool Mobil Terbaik
Interface Scantool GM MDI 2 



Deskripsi produk:

GM MDI 2 merupakan Global Diagnostic Interface tool generasi terbaru untuk kendaraan GM saat ini dan yang akan datang. GM MDI 2 merupakan modul komunikasi dengan desain yang kompak dan mempunyai keuatan processing dan security yang meningkat untuk mengatur transfer data  antar jaringan ECU onboard mobil dengan tambahan CAN bus. GM MDI 2 diperkenalkan pada tahun 2007 untuk menggantikan MDI yang menawarkan proses pemrograman secara langsung dengan kecepatan yang lebih baik dibandingkan MDI.

MDI 2 dapat digunakan untuk melakukan programming secara langsung pada semua mobil yang diproduksi sejak tahun 1996 dan yang akan diproduksi. Perbaikan kendaraan mengharuskan menggunakan software GDS 2, Global Diagnostic System 2 yang sudah diinstal pada konputer dan MDI atau MDI 2 dihubungkan dengan mobil.
MDI 2 dihubungkan ke mobil melalui konektor J1962 menggunakan kabel DLC. Hubungan antara MDI 2 dan PC dapat dilakukan menggunakan port USB dan dealership network (CAT5).



Mana Yang Lebih Baik Scantool OEM atau Aftermarket..?


Memilih Scanner Atau Scantool Mobil Terbaik


Scantool OEM prabikan memberikan akses penuh pada semua hal di mobil, namun harganya sanagt mahal jika dibandingkan scantool aftermarket ( walaupun beberapa scantool aftermarket high end mempunyai harga yang cukup mahal pula tergantung fitur-fitur yang ada). Santool pabrikan bisa berharga 60 jutaan atau lebih.

Scantool standard OEM yang lebih awal seperti Tech II untuk General Motor,  New Generation Star (NGS) tester untuk  Ford/Lincoln/Mercury, DRB III untuk Chrysler, dan scantol-scantool lainnya mobil-mobil Eropa dan Asia.

Kebanyakan scantool-scantool lawas tersebut sudah tidak disupport lagi oleh masing-masing pabrikan. Namun scantool tersebut masih dapat digunakan pada mobil-mobil yang memang didesain untuk scantool-scantol tersebut, jadi jika Anda memiliki mobil tua masih dapat menggunakan scantool tersebut. Scantool ini dapat dibeli secara online dengan harga yang lebih murah.

Scantool standard pabrikan mempunyai keunggulan dapat mengakses semua jenis kode DTC, melakukan prosedur self test dan dapat berkomunikasi pada semua kontrol modul yang terdapat dimobil seperti body control module, ABS module, air bag module, suspension module, climate control module dll.

Scantool OEM juga dapat digunakan untuk reset atau programming control module yang baru diganti, termasuk prosedur learning yang hanya dapat dilakukan oleh scantool OEM.


Satu-satunya kekurangan scantool OEM adalah hanya dapat digunakan atau didesain untuk satu merke mobil saja, tidak dapat digunakan pada merk dan model mobil lainnya. Konsekuensinya, scantool OEM hanya cocok digunaka oleh mekanik dealer resmi dan tidak cocok atau kurang efektif untuk dimiliki atau digunakan pada mekanik bengkel umum yang melayani semua merk dan model mobil.


Kebanyakan mekanik umum tidak dapat memiliki alat scantool dari masing-masing pabrikan mobil yang mereka kerjakan, sebgaian besar memilih untuk membeli dan menggunakan general scantool yang berfungsi untuk semua merk mobil dan menambahkan software atau hardware untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan scantool sesuai kebutuhan. Beberapa mungkin membeli satu atau dua scantool OEM jika mereka lebih banyak melakukan pekerjaan pada merk mobil tertentu. Ada juga yang tetap menggunakan basic code reader untuk melakukan pmeriksaan kode DTC secara cepat.



Apakah Semua Scantool Mengadopsi Sistem CAN

Pada beberapa tahun belakangan ini, sistem kelistrikan mobil-mobil modern telah mengadopsi protokol komunikasi onboard yang disebut CAN atau Controller Area Network. CAN mulai secara bertahap digunakan pada awal tahun 2000 dan menjadi standard pada mobil ditahun 2008.
CAN menggunakan baud rate yang lebih tinggi agar komunikasi antar modul dapat berlangsung dengan cepat, oleh karena itu sistem CAN pada mobil membutuhkan scantool  yang sesuai dengan sistem CAN agar dapat melakukan diagnosa.  Banyak scantool lama yang tidak dapat diupgrade untuk mendeteksi mobil yang sudah menggunakan sistem CAN.



SOFTWARE SCANNER 

Selain alat scantool khusus, Anda juga dapat membeli software yang dapat ditanam pada laptop atau PC, PDA, tablet atau smart phone dan menjadikan perangkat tersebut menjadi code reader atau scantool. Bereapa software hanya menawarkan fungsi dasar code reader dan ada juga yang dapat berfungsi seperti halnya scantool OEM.


Paket software paling sederhana dan paling murah yang dijual dapat digunakan untuk menghubungkan laptop, PDA, tablet atau smart phone ke konektor diagnostik mobil produksi tahun 1996 ke atas dan menggunakannya sebagai code reader untuk membaca dan menghapus kode DTC OBD II generic..

Paket software yang lebih baik memiliki kemampuan mebaca kode DTC spesifik dari pabrikan dan juga mapu untuk menampilkan berbagai data PID seperti tegangan sensor, status switch dll. Software yang paling baik mempunyai kemampuan lebih menampilkan data display dalam bentuk grafik.

Software scanner untuk laptop, PC tablet atau smart phone membutuhkan sebuah kabel interface yang dihubungkan ke konektor OBD 2 atau konektor OBD bluetooth atau wifi sehingga mobil dapat berkomunikasi dengan perangkat diagnosa tersebut.

Software scantool tidak akan berguna atau berfungsi tanpa interface baik berupa kabel maupun wireless yang menghubungkan komputer atau perangkat elektronik ke mobil.
Jika Anda cukup paham komputer dan ingin menghemat uang, di internet terdapat banyak sumber  dimana kita dapat membeli kabel interface secara terpisah atau kit untuk membuat kabel USB OBD sendiri.

Salah satu keuntungan menggunakan laptop atau PC sebagai scantool adalah mempunyai layar yang lebar, sehingga lebih mudah untuk membaca dan menampilkan informasi dalam satu halaman.

Laptop mempunyai ukuran layar 12 sampai 17 inchi sedangkan PC mempunyai ukuran layar 16 samapai 22 inchi.

Keuntungan lain menggunakan komputer sebagai scantool adalah lebih mudah untuk melakukan update melalui internet. Hal ini juga dapat dilakukan pada scantool keluaran terbaru (menggunakan PC sebagai interface dengan kabel USB). Update untuk scantool DIY biasanya gratis, namun untuk scantoo profesioanal ada biaya yang harus dibayarkan.

Alat scantool khusus didesain hanya sebagai alat diagnosa, tidak dapat digunakan untuk berselancar di dunia maya mencari informasi dan membuka e-mail. Alat tersebut benar-benar dirancang untuk mendiagnosa mobil saja.

Scantool profesional mempunyai hardware tambahan dan test lead yang dapat difungsikan sebagai multimeter atau osiloskop digital untuk mengukur tegangan, tahanan dan arus listrik. Fitur ini merupakan hal yang sangat penting karena mengurangi kebutuhan alat yang lain.


Scantool Dengan Osiloskop

Scantool-scantool profesional terbaru telah dilengkapi dengan kemampuan untuk berfungsi sebagai multimeter dan osiloskop digital. Dengan dapat menampilkan tegangan listrik dalam bentuk gelombang atau grafik akan memudahkan mendeteksi  masalah yang sangat sulit untuk didiagnosa dengan cara lain.

Jika Anda mencari tool serbaguna yang dapat digunakan sebagai scanner, multimeter dan osiloskop pilihlah yang dapat menampilkan lbih dari satu grafik pada satu layar dalam waktu yang bersamaan.  Kebanyakan scantool profesional dapat menampilkan sampai empat data PID secara bersamaan.


Saat osiloskop dihubungkan ke sebuah sensor atau sirkuit, osiloskop akan menampilkan apa yang saat itu terjadi di dalam sensor atau sirkuit. Tegangan ditampilkan dalam bentuk gelombang berdasarkan waktu pengukuran. Jika Anda mengetahui cara membaca bentuk gelombang, maka Anda akan dapat menentukan mana gelombang yang baik dan jelek.
Anda juga dapat membandingkan bentuk gelombang dengan data scantool untuk mengetahui apakah pengukuran sesuai dengan spesifikasi, hal ini sangat berguna untuk mengidentifikasi kerusakan PCM.

Menggunakan osiloskop juga memungkinkan untuk melakukan dan memverifikasi test "action-reaction". Anda dapat menggunakan satu saluran untuk memonitor action atau input dan menggunakan saluran kedua, ketiga dan keempat untuk melihat hasil dari action tersebut.
Sebagai contoh, Anda mungkin ingin melihat throttle position sensor, fuel injector waveform, crank sensor signal dan ignition pattern saat menginjak pedal gas untuk memeriksa gejala misfire intermittent.

Menggunakan osiloskop memang membutuhkan pengetahuan dasar tentang osiloskop serta mengetahui kemampuan osiloskop. sama seperti scantool, osiloskop juga mempunyai kemampuan yang bgerbeda-beda. Oleh karena itu pelajari dan bandingkan alat yang ingin dibeli agar sesuai dengan kebutuhan dan sesuai harapan.


Scantool Apa Yang Paling Disukai Mekanik..?

Berdasrakan survei yang dilakukan oeh iATN(International Automotive Technicians Network) pada 400 mekanik, didapatkan hasil scantool paling populer yang digunakan oleh para mekanik, yaitu:

61% lebih memilih hand-held scan tool

28% Lebih memilih  laptop dengan software scanner

11%  Lebih memilih menggunakan tablet dengan software scanner


Mekanik yang lebih memilih menggunakan han held scantool mengatakan alat tersebut lebih mudah dan lebih cepat digunakan dibandingkan dengan laptop atau tablet. Namun saat ini, kebanyakan scantool profesional mengunakan scanner software berbasis windows dalam bentuk han held (Snap-On Modis, Verus, Verdict, dll.).


Scantool Untuk Diagnosa Tingkat Advance

Untuk melakukan diganostik tingkat advance, Anda perlu mempelajati bagaimana mengakses informasi Mode 06 pada scantool, kebanyakan scantool yang berharga 2 juta keatas dapat mengakses Mode 06, namun Anda harus jeli untuk mencarinya karena tidak disebutkan secara jelas pada deskripsi scantool.


Mode 06 adalah data kode heksadesimal mentah yang dilihat oleh komputer mesin saat komputer menjalankan sistem monitoring. Ini adalah informasi yang sangat berguna untuk diakses saat mobil mengalami masalah drivability namun tidak memunculkan kode DTC, untuk memverifikasi apakah sebuah sensor atau sirkuit bekerja dalam nilai spesifikasi MIN dan MAX, dan untuk memverifikasi sensor dan komponen bekerja dengan baik setelah diganti.

Informasi untuk menerjemahkan dan mengubah kode hex Mode 06 untuk mobil Ford dan GM dapat ditemukan pada website International Automotive Technicians Network (www.iatn.com). Buka menu "Technical Resources" dan lihat pada section Ford and Toyota. Informasi Mode 06 tersebut merupakan karangan  Paul Baltusis dari  Ford Motor Company, informasi dibuat dalam berbentuk presentasi power point yang dapat diunduh dengan judul "An Introduction to Vehicle Networks, Scan Tools and Multiplexing."


Hal Lain Yang Anda Butuhkan Menyangkut Scantool

Ketika Anda membeli sebuah scantool, jangan berharap Anda akan menjadi seorang ahli diagnosa dalam semalam. Semua scantool mempunyai seluk beluk yang perlu dipelajari, dan dibutuhkan waktu untuk dapat mengetahui apa yang dapat dilakukan oleh alat tersebut (dan apa yang tidak dapat dilakukan), data PID dan sensor mana yang harus diperhatikan saat melakukan trobleshooting dari berbagai jenis kerusakan dan apa makna dari informasi tersebut.

Scantool Companion merupakan petunjuk praktis yang dapat membantu memanfaatkan alat scantool secara mkasimal. Program ini dapat dijalankan menggunakan CD pada laptop atau PC, dan dapat memberitahukan data PID yang perlu dilihat berdasarkan gejala, berdasarkan kode DTC atau berdasarkan sistem. Juga meliputi latar belakang informasi refernsi pada sensor-sensor mesin, monitor OBD II, OBD II emission testing dan kerja engine management system.Ini merupakan program referensi yang harus dimilik oleh pengguna scantool/


Satu hal yang harus selalu diingat adalah bahwa scantool itu sendiri tidak dapat memperbaiki kerusakan apapun. Dibutuhkan pemahaman yang baik untuk dapat mengoperasikan dan menggunakan informasi yang diberikan oleh scantool tersebut. Teknisi harus mempunyai pengetahuan tentang OBD II, engine management system dan diagnosa sensor.
Teknisi juga perlu dapat mengakses service information, technical service bulletin dan electrical wiring diagram.

Bagaimana Anda dapat memperbaiki kerusakan, jika Anda tidak memahami bagaimana cara kerja suatu sensor atau sirkuit, apa yang menyebabkan munculnya kode DTC dan bagaimana suatu sensor atau sirkuit terhubung.....?

Kita tidak dapat hanya mengandalkan Kode DTC saja untuk mengidentifikasi semua masalah. Banyak masalah yang terjadi pada mobil tidak memunculkan kode DTC.

Beberapa kode DTC kadang malah menyesatkan karena kombinasi keadaan yang menyebabkan munculnya kode DTC. Kode DTC yang muncul terkadang merupakan kode DTC palsu  yang tidak akan dapat dihilangkan dengan prosedur perbaikan normal. Anda mungkin harus melakuan flashing komputer untuk memperbaiki kerusakan tersebut.

Saran yang paling baik adalah selalu memeriksa informasi pada TSB terlepas ada atau tidak kode DTC yang muncul.

Pada beberapa kasus, ada informasi TSB yang mencakup masalah problem kendaraan yang sedang dikerjakan, hal ini akan sangat membantu mempercepat analisa dan perbaikan.


Kesimpulan

Semakin banyak riset yang dilakukan sebelum membeli scantool maka kemungkinan mendapatkan alat yang sesuai dengan kebutuhan akan semakin besar.

Jagan sungkan untuk bertanya secara detail mengenai scantool yang akan dibeli kepada penjualnya agar tidak merasa menyesal kemudian. Ingat scantool yang terbaik adalah scantool yang sesuai dengan kebutuhan Anda.


Ada masalah dengan mobil Anda...??  

Butuh Bantuan...???  

Silahkan hubungi kami..!!





...

Penyebab Dan Cara Memperbaiki Kerusakan Kunci Kontak Mobil

June 21, 2018 0
Kunci kontak atau ignition switch merupakan kontak utama yang menyuplai arus listrik ke sistem kelistrikan mobil, ECU, sistem bahan bakar dan sistem pengapian.
Ignition switch juga merupakan jalur arus listrik dari baterai ke motor starter untuk menghidupkan mesin.


Ignition switch mempunyai empat posisi, yaitu:

OFF - atau LOCK position.
Memutuskan arus listrik ke mesin dan aksesoris kelistrikan mobil.

ACC - Accessory position
Hanya memberikan suplai arus listrik ke komponen aksesoris kelistrikan mobil saja.

RUN -  "ON" position
Memberikan suplai kelistrikan ke mesin dan komponen aksesoris kelistrikan.
Ignition switch harus selalu dalam posisi RUN/ON agar mesin dapat hidup.

START -
Hanya digunakan pada start awal untuk menghidupkan mesin saja.



Penyebab Dan Cara Memperbaiki Kerusakan Kunci Kontak Mobil



Fungsi Anti Theft Ignition Switch (Anti Pencurian)

Ignition switch juga berfungsi sebagai perangkat pencegah pencurian mobil atau anti-theft. Anak kunci sebagai bagian dari ignition switch mempunyai fungsi yang sama seperti anak kunci pada umumnya.

Memasukkan kunci ke dalam switch akan menggerakkan barisan pin di dalam silinder kunci kontak. Jika pin dapat lurus dengan tepat  maka silinder akan berputar sehingga ignition switch dapat berputar berubah posisi.

Jika pin tidak dapat lurus, maka igniton switch tidak akan dapat berputar. Biasanya masalah yang sering timbul di bagian ini adalah keausan pada anak kunci dan pada pin-pin di dalam silinder.



Penyebab Dan Cara Memperbaiki Kerusakan Kunci Kontak Mobil
Komponen ignition switch



Pada aplikasi dimana bagian kelistrikan ignition switch merupakan komponen terpisah di belakang silinder kunci, melepaskan silinder akan membuat ignition switch dapat diputar secara manual, biasanya dengan menggunakan obeng minus besar.

Pada jaman dahulu pencuri mobil biasanya menggunakan palu atau pencongkel  untuk merusak silinder kunci sehingga mereka dapat menghidupkan mobil tanpa menggunakan kunci kontak.

Namun saat ini sudah jauh berbeda, pabrikan mobil sudah menerapkan anti theft system, termasuk menggunakan kunci kontak komputerize yang menggunakan kode.


Pada mobil-mobil keluaran terbaru, mobil tidak akan bisa dihidupkan walaupun silinder kunci dirusak karena komputer harus menerima kode yang benar dari kunci kontak.

Pada mobil yang sudah menggunakan sistem push button start (tidak menggynakan anak kunci), kode  anti theft yang dibutuhkan komputer dikirimkan oleh key fob.



Penyebab Dan Cara Memperbaiki Kerusakan Kunci Kontak Mobil
Key fob pada sistem push start button


Apabila  kode yang benar tidak dapat diterima oleh komputer, maka komputer tidak akan mengaktifkan fuel pump untuk menghidupkan mesin.

Masalah pada saat starting dapat terjadi apabila sirkuit yang harus membaca smart key atau key fob mengalami gangguan dan tidak mengenali atau tidak dapat  mengirimkan kembali sinyal yang benar ke komputer. Hal yang sama juga dapat terjadi jika smart key atau fob key mengalami kerusakan.

Pada beberapa aplikasi, sistem  anti theft dapat mengalami kebingungan jika terdapat lebih dari satu smart key pada key ring dan sistem membaca key yang salah. Hal ini dapat terjadi jika key kedua atau ketiga merupakan kunci untuk tipe dan merk kendaraan yang sama.


Fungsi Interlock Ignition

Ignition switch juga digunakan untuk mengunci steering wheel agar tidak dapat berputar saat kunci dicabut, hal ini untuk mengurangi resiko pencurian mobil.

Pada mobil dengan transmisi otomatis juga mempunyai solenoid shift interlock yang akan mengunci transmission linkage sehingga transmisi tidak dapat dipindahkan dari posisi P atau Park.

Masalah pada column lock (seperti bengkok) dapat membuat ignition switch tidak dapat berputar saat anak kunci dimasukkan, atau anak kunci tidak dapat dilepaskan saat mesin dimatikan.

Masalah pada solenoid shit interlock dapat menyebabkan transmisi tidak dapat dipindahkan ke posisi P saat kunci kontak ON. Penyebabnya bisa diakibatkan solenoid yang rusak, kerusakan kelistrikan antara sirkuit ignition switch dan solenoid interlock atau shift interlock linkage bengkok.


Masalah Yang Umum Terjadi Pada Ignition Switch

Beberapa masalah yang umum terjadi pada ignition switch antara lain:

Ignition switch tidak dapat berputar saat kunci dimasukkan

Apabila terjadi gangguan seperti ini, coba goyangkan steering wheel ke arah depan dan belakang. Steering column mungkin mengalami kebengkokan akibat salah satu roda depan  pernah mengalami benturan yang cukup kuat untuk membuat bengkok column lock dan igntion switch.

Keausan yang terjadi pada anak kunci dapat menyebabkan ignition switch tidak dapat berputar. Jika kunci cadangan ada, coba gunakan kunci cadangan untuk mengetahui apakah dapat berfungsi dengan normal. Jika kunci cadangan berfungsi maka masalahnya bukan pada ignition switch melainkan pada anak kunci yang sudah rusak.

Jangan gunakan lagi kunci yang lama dan buatlah kunci duplikat dengan berdasarkan  kunci cadangan yang ada.

Jika kunci cadangan tidak ada, seorang ahli kunci dapat membuat sebuah kunci baru dengan menggunakan rumah kunci yang lama. 

Pilihan paling akhir adalah dengan mengganti rumah kunci atau key cylider sekaligus dengan anak kunci yang baru.

Jika ignition switch sulit untuk diputar ke kedua arah, coba lumasi switch. Gunakan bahan pelumas yang tidak bersifat konduktif seperti grease silicone dielectric atau semprotan electronic cleaner.

Perhatian:
Jangan menggunakan penetrating oil atau graphite, karena bahan-bahan tersebut dapat mengakibatkan hubungan singkat di dalam switch.


Ignition switch diputar ON, namun mesin tidak dapat berputar

Saat kunci kontak diputar ke posisi STRAT namun mesin tidak dapat berputar kemungkinan terdapat masalah pada ignition switch dan sirkuit sistem starter.


Pertama, periksa apakah lampu-lampu peringatan pada instrument panel menyala saat kunci kontak diputar ke posisi ON...?

Jika tidak ada lampu peringatan yang menyala atau tidak ada tanda-tanda kelistrikan merupakan indikasi baterai benar-benar soak atau kabel baterai kendor atau korosi.

Coba hidupkan lampu depan..Apakah menyala...??

Jika lampu depan tidak menyala berarti ada masalah pada baterai atau koneksi baterai.

Jika lampu depan menyala, masalah bukan disebabkan oleh baterai namun kerusakan kelistrikan pada ignition switch, sirkuit ignition switch (wiring atau fuse), atau masalah pada sirkuit starting (relay starter rusak, solenoid, wiring atau motor starter).


Penyebab Dan Cara Memperbaiki Kerusakan Kunci Kontak Mobil
Sirkuit sistem starter





Ignition Switch Diputar Posisi ON, Mesin Dapat Distarter Namun Mobil Tidak dapat Hidup

Kemungkinan terjadi masalah pada sistem anti theft, atau kerusakan pada sirkuit fuel pump, sirkuit sistem pengapian atau ECU.

Jika lampu anti-theft di instrument panel berkedip berarti komputer tidak dapat mengenali key atau key fob sehingga mencegah mesin untuk hidup.

Hal ini juga dapat disebabkan kerusakan receiver di dalam ignition switch yang berfungsi untuk membaca kunci, kerusakan pada smart key atau key fob atau kerusakan pada wiring antara switch dan komputer.

Pada beberapa mobil perlu dilakukan programming ulang komputer agar dapat mengenali smart key atau key fob. Kita tidak dapat mengakali atau membypass sistem anti theft karena sistem ini terintegrasi dengan komputer.


Jika lampu sistem anti-theft tidak berkedip saat mesin dihidupkan  dan mesin dapat berputar dengan normal berarti komputer dapat mengenali smart key atau fob key, jika mobil tetap tidak bisa hidup kemungkinan ada masalah pada sistem bahan bakar dan sistem pengapian.

Periksa fuel gauge untuk memastikan bahan bakar di dalam tangki cukup.

Bahan bakar OK...?

Periksa apakah terdengar bunyi dengungan fuel pump saat kunci kontak pertama kali di putar ke posisi ON.

Jika  tidak terdengar bunyi dari fuel pump berarti ada kerusakan pada fuel pump, relay fuel pump atau wiring fuel pump.

Bisa juga ada masalah pada sistem pengapian yang menyebabkan mesin tidak bisa hidup ( kerusakan pada crankshaft position sensor, ignition control module atau ECU).


Jika mesin dapat berputar namun lebih lemah dari seharusnya masalah bukan pada ignition switch namun tegangan yang rendah pada motor strater (periksa baterai dan koneksi kabel baterai) atau kerusakan pada motor starter itu sendiri.



Mesin Dapat Distarter Dan Hidup Dengan Normal Namun Tiba-Tiba  Mati Mendadak

Ini merupakan gejala yang sering terjadi karena kerusakan igntion switch. Kontak yang tidak baik di dalam ignition switch dapat mengakibatkan hilangnya tegangan listrik sesaat akibat panas dan getaran (saat berkendara pada jalan yang rusak).

Hilangnya tegangan listrik dari igntion switch dapat mengakibatkan gejala seperti mesin tersendat, misfire dan bahkan mati secara mendadak.


Keausan ignition switch. 

Semakin sering mobil digunakan, semakin sering ignition switch diputar. Setelah beberapa lama dipakai kontak di dalam switch mungkin akan mengalami keausan dan korosi sehingga membuat gangguan pada kontak elektrikal.

Masalah keausan dapat bertambah buruk dan berlangsung lebih cepat apabila menggunakan gantungan kunci kontak yang berat sehingga memberikan tekanan yang lebih besar pada switch.

Gantungan kunci yang besar dan berat akan berayun dan bergoyang saat mobil berjalan di jalan rusak dan menikung, hal ini akan menghasilkan gesekan dan tekanan di dalam switch yang dalam jangka lama akan menimbulkan keausan yang parah di dalam switch sehingga switch tidak berfungsi dengan baik.


SARAN:
Usahakanlah menggunakan atau membuat gantungan kunci mobil seringan mungkin. Jangan biasakan menggantungkan benda-benda yang tidak perlu seperti kunci cadangan, remote, perhiasan dll yang hanya akan menambah berat gantungan kunci.


Kunci Tidak Dapat Dicabut Keluar 

Hal ini kemungkinan disebabkan oleh steering column lock yang macet atau bengkok. Coba goyangkan steering wheel maju dan mundur sampai terasa "klik" pada posisi locked, pada posisi ini kunci mungkin dapat dicabut.

Jika kunci tetap tidak bisa dicabut kemungkinan ada masalah pada mekanisme steering column locking atau kerusakan pada pin-pin di dalam key lock cylinder.


Kunci Patah Di Dalam Ignition Switch

Cara untuk mengatasi hal ini adalah dengan memanggil ahli kunci untuk mengeluarkan patahan kunci dari dalam ignition switch.

Jika patahan kunci sudah bisa dikeluarkan, buatlah kunci duplikat menggunakan kunci cadangan (jika ada) atau dengan menggunakan patahan kunci tadi (hal ini tergantung kerusakan yang terjadi).

Jika kunci duplikat tidak dapat dibuat menggunakan kunci yang rusak tadi dan kunci cadangan juga tidak ada, maka yang mungkin dilakukan adalah dengan mengganti lock cylinder dan key.

Jika mobil tersebut menggunakan smart key maka kunci yang baru harus diprogram agar dapat dikenali oleh komputer. Hal ini hanya dapat dilakukan di dealer resmi atau bengkel yang mempunyai alat program kunci.


Mengganti Ignition Switch

Ignition switch biasanya didesain agar sulit dibongkar dengan tujuan untuk mengurangi resiko pencurian kendaraan. Ignition switch yang dipasang pada steering column biasanya ditutupi cover yang harus dilepaskan terlebih dahulu sebelum melepas ignition switch.

Catatan:
Pada beberapa aplikasi, ignition switch harus berapa posisi tertentu agar dapat dilepas atau dipasang. Ikutilah petunjuk pada service manual sebelum melepaskan ignition switch.

Pada mobil-mobil terbaru yang menggunakan sistem anti-theft smart key, setelah melakukam penggantian ignition switch maka harus dilakukan program ulang atau prosedur "learning" agar mesin dapat distarter dan hidup dengan normal.


WARNING:
Pada mobil yang dilengkapi dengan airbag, maka sistem airbag harus dinonaktifkan terlebih dahulu sebelum memulai pekerjaan penggantian ignition switch untuk mencegah meledaknya driver airbag secara tidak sengaja.
Sebelum melakukan pekerjaan, tunggu 15 menit setelah menonaktifkan sistem airbag  agar muatan listrik di dalam kapasitor yang menyimpan tenaga listrik untuk airbag dikosongkan.

Pada mobil yang menggunakan column-mounted ignition switch, steering wheel perlu  dilepaskan agar ignition switch dapat dibongkar. Nonaktifkan airbag dan gunakan steering wheel puller untuk melepas steering wheel.


PERHATIAN:
Pekerjaan melepas dan memasang steering wheel harus dilakukan dengan ekstra hati-hati agar tidak merusak konektor  airbag dan dapat dipasang kembali dengan benar sehingga  sistem airbag dapat bekerja dengan baik.



...

Memahami Fungsi Engine Air Temperature Sensor

June 19, 2018 0

Engine Air Temperature Sensor

Intake Air Temperature sensor (IAT) berfungsi untuk mengukur temperatur udara yang masuk ke dalam mesin.

PCM atau engine control module memerlukan informasi tentang temperatur udara yang masukn ke mesin agar dapat mengetahui kepadatan oksigen atau densitas udara sehingga dapat mengatur campuran bahan bakar dan udara yang optimal.




Udara yang dingin kandungan oksigennya lebih padat dibandingkan udara yang panas, sehingga udara yang lebih dingin membutuhkan bahan bakar yang lebih banyak untuk menjaga campuran bahan bakar dan udara selalu seimbang.


PCM akan menyesuaikan campuran bahan bakar dan udara dengan mengatur injektor untuk membuka lebih lama.


Pada mobil-mobil yang belum menggunakan OBD II (Tahun 95 kebawah) Sensor ini mempunyai berbagai nama seperti :  Air Charge Temperature (ACT) sensor, Vane Air Temperature (VAT) sensor, Manifold Charging Temperature (MCT) sensor,  Manifold Air Temperature (MAT) sensor atau Charge Temperature Sensor (CTS).


Cara Kerja Air Temperature Sensor

Intake Air Temperature sensor biasanya dipasang pada intake manifold dan bagian ujung sensor akan bersentuhan dengan udara yang masuk ke dalam mesin. Pada mobil yang menggunakan  mass airflow (MAF) untuk memonitor udara yang masuk ke dalam mesin, biasanya juga menggunakan  MAP sensor  yang menjadi satu dengan air  temperature Sensor.


Air temperature sensor menggunakan bahan thermistor yang nilai tahanannya akan  berubah sesuai dengan perubahan temperatur. Cara kerjanya sama seperti sensor temperatur mesin.


PCM memberikan tegangan suplai 5 volt dan kemudian membaca sinyal tegangan (voltage drop) yang dihasilkan oleh temperatur sensor sesuai dengan perubahan temperatur udara masuk. Umumnya temperatur sensor menggunakan thermistor NTC atau Negative Thermal Coeffisient yang nilai tahanannya turun saat temperaturnya naik dan sebaliknya.


Namun ada juga yang menggunakan sensor PTC atau Positive Thermal Coeffisient yaitu sensor yang nilai tahanannya akan meningkat saat temperatur sensor lebih panas.
Perubahan tahanan pada sensor akan menghasilkan sinyal tegangan yang diterima PCM berubah-ubah pula.


Pada mobil tahun 95 kebawah yang belum menggunakan sistem OBD II sinyal dari air temperatur Sensor ini juga digunakan PCM untuk mengaktifkan cold start injector saat suhu dingin. Pada beberapa kendaraan sinyal ini juga digunakan untuk menunda pembukaan EGR Valve sampai mesin mencapai temperatur kerja.


Air temperature sensor juga digunakan pada  sistem Automatic Climate Control. Satu atau dua air temperature sensor digunakan untuk memonitor temperatur udara di dalam kabin mobil dan temperatur di luar mobil.


Sistem climate control biasanya juga mempunyai outside air temperature sensor tersendiri yang terletak di luar ruang mesin sehingga tidak akan terpengaruh oleh panas mesin.
Outside air temperature sensor biasanya dipasang pada belakang grill atau pada area cowl  di bawah kaca depan.


Kebanyakan cara kerja sensor-sensor ini sama dengan engine air temperature sensor. Namun ada juga beberapa mobil  yang menggunakan infrared sensor untuk memonitor temperatur tubuh penumpang mobil.



Penyebab Kerusakan

Air temperature sensor dapat mengalami kerusakan yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya : terjadi backfire pada intake manifold,  ujung Sensor tertutup oleh lapisan karbon sehingga sensor kurang responsif terhadap perubahan temperatur udara.

Kemampuan air temperature sensor juga dapat menurun drastis akibat panas dan waktu pemakaian yang sudah lama sehingga responnya melambat atau tidak berfungsi sama sekali.


Masalah pada sensor juga dapat disebabkan oleh koneksi yang tidak baik pada konektornya. Korosi dan koneksi yang kendor pada konektor dapat mempengaruhi sinyal ouput yang dihasilkan sensor, seperti halnya juga kerusakan kabel antara sensor dan PCM.



Gangguan Driveability

Jika pembacaan air temperature sensor tidak akurat, PCM akan menganggap temperatur udara lebih panas atau lebih dingin dari kondisi aktualnya sehingga akan salah menentukan campuran bahan bakar dan udara. Akibatnya campuran bahan bakar mungkin akan terlalu kurus atau terlalu kaya dan menimbulkan beberapa gejala gangguan yang berhubungan dengan driveability seperti  idle yang tidak bagus saat dingin, akslerasi yang tersendat pada saat dingin dan putaran idle mendadak menjadi tinggi saat mesin panas.


Jika PCM menggunakan sinyal dari sensor ini untuk mengaktifkan cold start injector maka pembacaan sensor yang tidak akurat akan membuat cold start injector tidak berfungsi sehingga mesin sulit dihidupkan pada saat dingin.


Kerusakan pada air temperature sensor juga akan mempengaruhi kerja dari valve EGR jika PCM menggunakan sinyal ini untuk menentukan apakah valve EGR harus tertutup atau harus dibuka (pada umumnya PCM menggunakan input dari Coolant temperature sensor untuk mengontrol valve EGR). 


Pada kendaraan yang sudah menerapkan sistem OBD II, kerusakan air temperature sensor dapat mencegah sistem monitor EVAP bekerja dengan sempurna. Hal ini dpat membuat akan gagal dalam uji emisi plug-in OBD II (Karena seluruh sistem monitor OBD II harus bekerja agar dapat lolos dari test ini).

Sistem monitor EVAP hanya akan mulai bekerja saat temperature luar sudah berada dalam sushu tertentu (tidak terlu dingin dan tidak terlalu panas).

Pembacaan air temperature sensor yang menunjukkan nilai lebih panas dari kondisi aktualnya biasanya akan membuat campuran bahan bakar lebih kurus. Hal ini akan meningkatkan resiko terjadinya detonasi dan lean misfire (membuat konsumsi bahan bakar menjadi boros dan meningkatkan emisi gas buang).

Kerusakan yang menyebabkan sensor selalu memberikan laporan temperatur selalu dingin dari normalnya akan membuat campuran selalu dalam kondisi kaya. Hal ini akan membuat boros bahan bakar dan meningkatkan emisi kendaraan.

Terkadang apa yang terlihat seperti masalah campuran bahan bakar karena kerusakan air temperature sensor sebenarnya disebabkan oleh faktor lain seperti kebocoran kevakuman mesin, dan sumbatan pada catalityc converter.

Sumbatan yang cukup parah pada saluran ekshaust akan mengurangi aliran udara intake dan air flow yang menyebabkan sensor memberikan input selalu panas dari kondisi sebenarnya (karena panas yang berasal dari mesin).



Mendiagnosa Air Temperature Sensor

Kerusakan air temperature sensor dapat atau tidak dapat memunculkan kode DTC dan menyalakan lampu cek engine. Jika sirkuit sensor terbuka atau mengalai short circuit  biasanya akan memunculkan kode DTC.  Namun jika pembacaannya hanya terlalu rendah atau tinggi dan karena respon yang melambat karena kontaminasi dan usia pakai biasanya tidak akan sampai menimbulkan kode DTC.

Cara yang paling cepat untuk memeriksa air temperature sensor adalah dengan menggunakan scantool dan membandingkan pembacaan air temperature sensor dengan coolant temperature sensor saat mesin mulai panas. Air temperature sensor yang bagus akan menunjukkan nilai beberapa derajat lebih dingin dari coolant temperature sensor.


Tahanan air temperature sensor juga dapat diperiksa dengan menggunakan ohm meter.
Lepaskan sensor dan kemudian hubungkan dua terminal ohm meter pada dua pin terminal sensor untuk mengukur tahanan dari sensor.
Ukur tahanan sensor saat dingin dan kemudian hembuskan udara panas pada ujung sensor dengan menggunakan hot air gun dan ukur kembali tahanan sensor.

Perhatikan perubahan nilai tahanan sensor saat sensor mulai panas.

Jika tidak terjadi perubahan nilai tahanan saat sensor sudah panas dapat dikatakan sensor sudah rusak dan perlu diganti.

Pembacaan nilai tahanan sensor harus berangsur-angsur menurun jika sensor yang digunakan jenis NTC (Negative thermal coefisient) dan sebaliknya menjadi naik jika menggunakan sensor PTC (Positive thermal coefisient).

Jika pembacaan nilai tahanan tiba-tiba terbuka (infinite resistance) atau short (nilai tahanan sangat kecil atau tidak ada tahanan) maka sensor telah rusak.







Untuk lebih akurat, pengukuran nilai tahanan harus melihat spesifikasi  tahanan sensor tersebut yang dikeluarkan pabrikan. Lalu ukur nilai tahanannya pada temperature rendah, sedang dan tinggi sesuai dengan spesifikasi.


Pembasaacan tahanan sensor bisa saja terlihat bagus saat dingin namun saat panas tidak sesuai spesifikasi atau sebaliknya. Sensor yang sudah sperti itu sudah tidak akurat dan perlu diganti.

Spesifikasi pembacaan nilai tahanan atau tegangan air temperature sensor saat terpasang dimesin dapat ditemulkan pada service manual.


Perbaikan Dan Penggantian  Air Temperature Sensor

Air temperature sensor merupakan komponen solid state sehingga tidak memungkinkan dilakukan penyetelan. Namun masih memungkinkan untuk mengembalikan fungsi sensor kembali normal dengan melakukan pembersihan pada sensor yang terkontaminasi kotoran.





Kotoran yang melekat pada ujung sensor dapat dibersihkan dengan menyemprotkan electronic cleaner . Untuk air temperature sensor yang menjadi satu dengan MAF sensor, kawat elemen sensornya dapat dibersihkan dengan aerosol electronic cleaner. Jangan menggunakan pembersih yang lain karena dapat merusak rumah sensor yang terbuat dari plastik dan menyisakan bahan kimia yang akan menimbulkan gangguan nantinya.




Jika sensor sudah tidak dapat bekerja dengan akurat atau sudah rusak maka harus diganti. Untungnya harga sebuaf air temperature sensor tidak terlalu mahal. Harga sensor tersebut di dealer resmi sedikit lebih mahal dari pada di toko-toko sparepart sehingga sebelum membeli lakukan sedikit riset dan perbandingan harga untuk mendapatkan harga yang paling kompetitif. Ongkos jasa untuk penggantian sensor tersebut juga tidak mahal, kecuali sensor tersebut terletak pada lokasi yang tersembunyi dan membutuhkan pembongkaran  komponen-komponen lainnya sebelum melepas sensor.



Hati-hati saat melakukan penggantian sensor agar tidak mengencangkan secara berlebihan karena dapat merusak rumah sensor atau alur pada intake manifold yang terbuat dari plastik.



Ada masalah dengan mobil Anda...??  

Butuh Bantuan...???  

Silahkan hubungi kami..!!





...

Penyebab Dan Cara Memperbaiki Konsumsi Bahan Bakar Boros Pada Mesin EFI

June 18, 2018 0
Apakah konsumsi bahan bakar mobil Anda menjadi lebih boros dari biasanya..?

Apakah konsumsi bahan bakar mobil yang boros tersebut terjadi secara mendadak ataukah secara bertahap..?

Beberapa Penyebab Bahan Bakar Mobil Dengan Sistem EFI Jadi Boros

Berikut ini merupakan penyebab umum yang membuat konsumsi bahan bakar mobil menjadi lebih boros dari biasanya. Beberapa penyebab tersebut dapat menyalakan lampu cek engine.



Respon Oksigen Sensor Yang Melambat

Oksigen sensor dimobil berfungsi untuk memonitor campuran bahan bakar dan udara  agar ECU dapat menambah atau mengurangi bahan bakar sesuai dengan kebutuhan dan perubahan kondisi kerja mesin.

Seiring dengan usia pemakaian. respon oksigen sensor akan mulai melambat terhadap perubahan campuran bahan bakar dan udara, dan biasanaya akan mengeluarkan sinyal campuran kurus palsu, karena laporan campuran kurus tersebut ECU akan merespon dengan menambahkan bahan bakar padahal faktanya mesin tidak membutuhkan penambahan bahan bakar. Hasil akhirnya adalah campuran bahan bakar menjadi lebih gemuk dari seharusnya yang mengakibatkan meningkatnya konsumsi bahan bakar.


Langkah perbaikan yang harus dilakukan adalah dengan memeriksa respon oksigen sensor dengan menggunakan scantool atau osiloskop digital.
Apabila jarak tempuh mobil sudah cukup tinggi diatas 100.000 Km, respon oksigen sensor biasanya sudah melambat dan harus diganti.


Baca Juga: Bagaimana Cara memeriksa Oksigen sensor


Dengan menggunakan scantool baca nilai  Long Term Fuel Trim (LTFT). Jika nilainya menunjukkan negatif berarti campuran bahan bakar terlalu kaya. Hal ini mengkonfirmasi mengapa mesin boros bahan bakar, namun tidak memberitahu mengapa mesin bekerja dengan campuran terlalu kaya. hal tersebut dapat disebabkan oleh respon oksigen sensor yang melambat atau beberapa penyebab lainnya.


Coolant Sensor Rusak Atau Tidak Akurat

Coolant sensor berfungsi untuk memonitor temperatur kerja air pendingin yang bersirkulasi di dalam mesin. Jika sensor mengalami kerusakan atau pembacaannya menunjukkan suhu lebih rendah dari normal atau selalu menunjukkan pembacaan suhu dingin, maka ECU akan tetap bekerja pada mode "open loop" yang berarti campuran bahan bakar akan selalu dalam keadaan kaya.

Campuran bahan bakar yang lebih kaya dibutuhkan saat mesin akan dihidupkan pada kondisi dingin agar mudah hidup. Namun jika campuran bahan bakar tetap dalam kondisi kaya saat mesin sudah panas bahan bakar akan terbuang percuma sehingga konsumsi bahan bakar menjadi sangat boros.


Cara mudah memeriksa coolant sensor adalah dengan menggunakan scantool dan membandingkan nilai pembacaan antara coolant sensor dan inlet air temperature saat mesin dalam keadaan dingin. Keduanya harus menunjukkan pembacaan nilai yang sama. Kemudian hidupkan mesin dan perhatikan pembacaan nilai coolant sensor harus berangsur-angsur naik. Jika pembacaan cooalnt sensor menunjukkan suhu 85-90 derajat celcius saat mesin sudah panas berarti sensor tidak ada masalah.

Jika pembacaan nilai coolant sensor tidak mengalami perubahan atau tidak mencapai temperatur kerja mesin yang noremal maka masalahnya dapat diakibatkan oleh kerusakan coolant sensor atau kerusakan pada thermostat yang tidak dapat menutup saat mesin dingin.

Langkah pemeriksaan selanjutnya adalah dengan memeriksa tahanan coolant sensor dengan menggunakan ohm meter. Jika hasil pengukuran tidak sesuai dengan spesifikasi maka coolant sensor telah rusak dan perlu diganti.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan coolant sensor tidak bermasalah maka kemungkinan penyebab masalah adalah thermostat.


Kerusakan Thermostat

Thermostat berfungsi untuk menjaga temperatur mesin selalu berada dalam temperatur kerja dan membantu untuk mempercepat mesin mencapai temperatur kerjanya saat dihidupkan pada suhu dingin. Thermostat biasanya dipasang pada housing tempat pemasangan selang radiator atas ke mesin.

Saat mesin masih dingin, thermostat harus tertutup untuk mencegah air radiator bersirkulasi ke radiator. Thermostat akan mulai terbuka saat mesin mulai panas dan temperatur coolant mencapai 85-90 derjat celcius.

Jika thermostat tidak tertutup dengan sempurna atau tidak tertutu sama sekali saat mesin dingin maka air radiator akan bersirkulasi ke radiator saat mesin berusaha mencapai temperatur kerjanya. Hal ini akan menghambat mesin untuk panas dengan cepat atau bahkan tidak dapat mencapai temperatur kerjanya sama sekali sehingga ECU tidak akan masuk ke mode "closed loop"  dan mengakibatkan konsumsi bahan bakar menjadi boros.


Untuk memeriksa kerja thermostat dapat dilakukan dengan merasakan aliran air pada selang radiator atas. Jika terasa sirkulasi air pendingin di dalam selang radiator pada saat mesin dingin berarti thermostat dalam keadaan terbuka. Gantilah thermostat untuk mengatasi masalah ini.

Baca Juga: Penyebab Mesin Mobil Overheat


Terjadi Masalah Misfire Pada Mesin 

Jika mesin mengalami misfire karena beberapa hal maka bahan bakar akan terbuang percuma dan konsumsi bahan bakar menjadi sangat boros.

Misfire dapat disebabkan oleh masalah sistem pengapian seperti:

  • Busi yang kotor dan aus
  • Kabel busi yang jelek 
  • Ignition coil lemah atau 
  • Kebocoran pada kabel busi atau igntion coil 


Misfire juga dapat disebabkan oleh injektor yang kotor, kebocoran kevakuman pada intake manifold atau tekanan bahan bakar yang rendah dan tejanan kompresi yang rendah pada satu atau lebih silinder mesin.


Pada mobil produksi tahun 1996 keatas dengan sistem OBD II gejala misfire yang cukup parah dan mempengaruhi emisi gas buang kendaraan  akan menyalakan lampu cek engine dan memunculkan kode DTC misfire.

Namun jika gejala misfire berada pada tingkat dimana kode DTC akan muncul maka kemungkinan lampu cek engine tidak akan menyala dan kode DTC misfire tidak tersimpan di dalam memori ECU.

Jika Anda mempunyai akses menggunakan scantool pabrikan atau scantool profesional yang dapt mambaca data "Mode $06" maka Anda akan dapat memeriksa tingkat misfire yang terjadi pada setiap silinder mesin. Melalui hasil pembacaan data ini dapat dilihat misfire pada satu atau beberapa silinder walaupun tidak ada kode DTC yang muncul.

Jika lampu cek engine mnyala dan terdapat kode DTC misfire yang spesifik seperti DTC P0301 yang menunjukkan terjadinya misfire pada silinder nomor ,  periksalah busi, kabel busi (jika menggunakan), ignition coil pada silinder tersebut.

Jika komponen sistem pengapian terlihat tidak ada masalah maka kemungkinan masalahnya adalah injektor yang mati atau kotor.

Jika terdapat kode DTC P0300 random misfire kemungkinan penyebabnya adalah campuran bahan bakar yang terlalu kurus akibat kebocoran intake manifold atau EGR valve dan tekanan bahan bakar yang rendah.



Kebocoran Intake Manifold Atau Valve EGR

Kebocoran kevakuman pada gasket intake manifold atau pada intake manifold itu sendiri serta selang kevakumannya dapat membuat campuran bahan bakar terlalu kurus dan menyebabkan misfire pada mesin yang meningkatkan konsumsi bahan bakar.

Baca Juga: Memahami Fungsi Manifold Absolute Pressure Sensor (MAP Sensor)

Begitu pula valve EGR yang tidak menutup saat idle, saat mesin dingin, atau mesin sedang tidak dalam beban berat dapat mengakibatkan gas buang masuk ke dalam intake manifold yang membuat campuran bahan bakar menjadi terlalu kurus dan suli terbakar sehingga bahan bakar menjadi boros.

Periksalah kebocoran kevakuman, dan lepaskan serta bersihkan bagian bawah valve EGR. Kebocoran kevakuman dapat diketahui dengan menyemprotkan throttle cleaner pada permukaan intake manifold saat mesin posisi idle. Jika putaran idle tiba-tiba meningkat berarti cleaner tersebut tersedot masuk kedalam mesin melalu tempat yang bocor di intake manifold. Perbaikan yang dapat dilakukan dapat mengganti gasket intake manifold atau intake manifold itu sendiri jika retak atau pecah. Trik sederhana dan murah untuk memperbaiki kebocoran pada intake manifold bisa menambalnya dengan menggunakan lem epoxy temperatur tinggi.

CATATAN:
Kebocoran yang kecil saja pada intake manifold sudah dapat mengacaukan campuran bahan bakar dan udara. Teknisi profesional biasanya menggunakan smoke machine untuk memeriksa kebocoran yang sangat kecil.
Smoke machine menghasilkan uap asap mineralyang dimasukkan ke dalam intake manifold demgam kondisi mesin mati. Jika terdapat kebocoran maka akan terlihat asap keluar melalu retakan tersebut.

.
Jika tidak ada kebocoran kevakuman pada intake manifold, lepaskan valve EGR dan periksa bagian bawah valve EGR dan lubang di intake manifold dari adanya deposit karbon yang menyebabkan valve EGR tidak dapat tertutup. Periksa juga sambungan selang vakum valve EGR dan solenoidnya untuk mengetahui apakah keduanya bekerja dengan baik. Tidak boleh ada kevakuman pada EGR valve saat mesin idle atau mesin dingin.



Busi Kotor Atau Aus

Busi yang kotor atau aus sudah pati akan membuat mesin misfire dan meningkatkan konsumsi bahan bakar menjadi sangat boros. Busi platinum atau iridium dapat dipakai sampai diatas 100.000 Km, namun jika mobil sering dipakai dengan jarak pendek atau pada jalan macet akan membuat elektroda busi cepat kotor tertutup deposit karbon. Mesin yang sudah mengkonsumsi oli cukup tinggi juga dapat membuat busi cepat kotor.


Baca juga: Mengapa Busi Harus Diganti..?


Lepaskan dan periksa kondisi busi. Bersihkan jika elektrodanya tampak kotor dan setel celahnya sesuai spesifikasi atau jika ragu lebih baik ganti saja busi satu set.



Fuel Injector Kotor

Deposit kerak bahan bakar dapat terbentuk di dalam fuel injector yang memuat injector tidak dapat menyuplai bahan bakar dalam jumlah yang normal. Hal ini akan membuat campuran bahan bakar menjadi lebih kurus dan memicu terjadinya misfire yang membuat konsumsi bahan bakar menjadi boros.

Coba tuangkan satu botol fuel injection cleaner yang berkwalitas tinggi ke dalam tangki bahan bakar. ini akan membutuhkan beberapa kali pengisian bahan bakar sebelum menunjukkan perubahan konsumsi bahan bakar.

Jika hal tersebut tidak memberikan hasil yang berarti, coba bersihkan fuel injector secara profesioanal untuk mengembalikan performanya yang normal.

Jika kondisi injector sangat kotor untuk dibersihkan atau memang sudah rusak maka penggantian injector merupakan satu-satunya jalan untuk mengatasi hal tersebut.





Tekanan Kompresi Yang rendah

Jika jarak tempuh mobil sudah sangat tinggi (diatas 100,000 Km), konsumsi bahan bakarnya mungkin sudah boros karena tekanan kompresinya sudah tidak seperti dulu lagi. Seiring dengan meningkatnya jarak tempuh mobil maka keausan pada ring piston dan valve juga semakin bertambah. Hal ini akan membuat tekanan kompresi mesin berangsur-angsur akan menurun  dan membauat tenaga mesin menjadi drop dan konsumsi bahan bakar menjadi boros.

Jika tekanan kompresi mesin dicurigai sudah lemah, periksalah dengan menggunakan compression test. Jika tekanannya memang sudah rendah dibawah spesifikasi maka satu-satunya jalan adalah dengan melakukan overhaul mesin dan mengganti komponen-komponen yang sudah aus.



Menggunakan Tingkat Kekentalan Oli Yang salah

Mobil-mobil keluaran tebbaru saat ini membutuhkan oli mesin yang lebih encer 5W-20 atau 5W-30. Beberapa mesin bahkan menggunakan oli  0W-20.


Oli mesin yang lebih encer tersebut memperbaiki konsumsi bahan bakar khususnya pada cuaca dingin dimana oli cenderung menjadi lebih kental.

Jika menggunakan oli yang lebih kental dari seharusnya maka akan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros (5 sampai 10 % tergantung oli yang digunakan).



Filter Udara  Kotor

Jika filter udara mesin sangat kotor akan menggangu sistem pernafasan mesin dan meningkatkan konsumsi bahan bakar .

Lepaskan dan periksa kondisi filter udara. Jika sudah sangat kotor gantilah dengan yang baru.



Catalytic Converter dan Saluran Ekshaust Tersumbat

Setiap sumbatan pada saluran ekshaust akan meningkatkan backpressure yang dapat membuat konsumsi bahan bakar menjadi boros.

Periksalah kondisi luar saluran ekshaust dari kemungkinan kerusakan seperti penyok atau pecah. Namun masalah pada bagian dalam saluran ekshaust seperti catalytic converter yang tersumbat atau muffler yang tersumbat tidak dapat diperiksa dari luar.

Sumbatan pada saluran eksahuat dapat deperiksa dengan menggunakan vacuum gauge pada intake manifold. Pada posisi mesin idle, mesin harus menunjukkan kevakuman yang tinggi dan stabil (Sekitar 18 inchi atau lebih). Jika pembacaannya dibawah spesifikasi dan turun secara bertahap kemungkinan ada sumbatan di dalam saluran ekshaust.



Kopling Atau Transmisi Selip

Jika plat kopling pada transmisi manual selip, band atau torque converter lockup pada transmisi otomatis selip maka sebagian tenaga mesin akan hilang sebelum mencapai roda.

Hal ini dapat menyebabkan penurunan tajam pada efisiensi bahan bakar dan sangat mahal untuk perbaikannya karena membutuhkan penggantian plat kopling atau transmisi assy.

Baca Juga: Memahami Gejala Selip Pada Transmisi Otomatis

Tekanan Ban Yang Rendah

Untuk mendapatkan konsumsi bahan bakar yang irit, ban harus diberikan tekanan sesuai spesifikasi. Pada mobil penumpang tekanan ban biasanya berkisar 32 sampai 34 PSI.

Tekanan ban yang rendah akan meningkatkan rolling resistance dan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros 5 sampai 10 %.

Periksa tekanan keempat ban saat dingin dengan alat yang presisi dan tambahkan sesuai rekomendasi jika kurang.



Rem Macet

Rem parkir yang tidak terlepas seluruhnya, brake caliper yang macet dapat menyebabkan rem macet dan mobil menjadi boros bahan bakar.

Cara cepat untuk memeriksa rem macet adalah dengan memarkirkan mobil pada jalan yang menurun, transmisi pada posisi netral, dan lepaskan rem parkir dan pedal rem. Jika kendaraan tertahan tidak bergerak berarti rem dalam keadaan macet.



Membawa Terlalu Banyak Barang Di Dalam Bagasi

Semakin berat mobil berarti semakin boros bahan bakar. Mesin membutuhkan tenaga yang lebih besar untuk mengangkut beban yang berat, jadi jika mobil mengangkut banyak barang yang tidak terlalu diperlukan di dalam bagasi maka sudah pasti akan meningkatkan konsumsi bahan bakar.


Baca Juga: Tips rahasia menghemat BBM mobil

Gaya Mengemudi Yang Kasar

Hal ini mungkin merupakan faktor terbesar penyebab borosnya konsumsi bahan bakar mobil. Gaya mengemudi yang agresif dan mengijak pedal gas secara mendadak akan membuat bensin yang dikonsumsi mesin bertambah.

Injak dan lepaskan pedal gas dengan halus untuk menghindari  konsumsi bahan bakar mobil menjadi boros.



Ada masalah dengan mobil Anda...??  

Butuh Bantuan...???  

Silahkan hubungi kami..!!





...

Penyebab dan Cara Memperbaiki Mesin Mobil yang Tidak Mau Hidup

June 17, 2018 0

Apa Yang Harus Dilakukan Saat Mobil Tidak Bisa Hidup...?


Agar dapat hidup dengan sempurna setiap mesin harus memenuhi syarat-syarat berikut ini:

  • Putaran motor starter yang cukup
  • Tekanan kompresi yang baik
  • Pengapian yang baik dengan timing yang tepat
  • Bahan bakar dengan campuran yang tepat



Jadi, jika suatu saat mesin mobil Anda susah dihidupkan atau tidak dapat hidup sama sekali berarti ada salah satu dari keempat syarat tersebut yang tidak terpenuhi.


Tapi, Bagaimana menentukan yang mana penyebabnya...?


Untuk mengetahuinya, Anda perlu menganalisa kondisi mobil tersebut. Jika mobil tidak dapat berputar sama sekali maka kemungkinan masalahnya ada pada baterai atau sistem starting mobil tersebut.

Apakah ada yang janggal dari sistem starter...?
Terdengar suara yang tidak normal atau putarannya terasa lambat dan berat.


Apakah ini pertama kali mobil tidak bisa starting atau hidup, atau hal ini sudah pernah terjadi sebelumnya...?


Apakah pernah melakukan penggantian baterai, kabel baterai atau bahkan motor starter akhir-akhir ini...?


Apakah baterainya sudah soak...?

Mungkin sistem pengisian tidak berfungsi ?

Atau ada masalah sistem kelistrikan yang lain..?


Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan diatas akan dapat memberikan petunjuk yang mungkin menjadi penyebab masalah.


Apakah mesin dapat distarter tapi tidak mau hidup..?
Kemungkinan masalahnya pada sitem pengapian, bahan bakar dan tekanan kompresi.


Apakah mesin tiba-tiba mati saat sedang berjalan..?
Penyebab yang paling mungkin adalah fuel pump yang mati, sistem kontrol pengapian atau timing belt yang putus.

Apakah mesin sangat sulit dihidupkan..?
Jika seperti itu coba pelajari history perawatan dan perbaikan kendaraan.



Analisa Mobil Tidak Bisa Starting


Perhatikan apa yang terjadi saat mobil distarter...?


Jika tidak terdengar suara starter sama sekali saat kunci kontak diputar ke posisi starting coba periksa kondisi baterai mobil.

Motor starter tdiak akan mengeluarkan bunyi sama sekali apabila tegangan baterai berada di bawah 10 Volt.

Tegangan baterai yang rendah bukan serta merta karena baterai yang sudah rusak, bisa juga penurunan tegangan baterai tersebut terjadi karena baterai telah dipakai untuk starting berkali-kali saat akan menghidupkan mesin.

Tegangan baterai yang rendah juga dapat disebabkan kerusakan sistem pengisian yang tidak mampu mengisi baterai saat mesin hidup.

Cara yang paling baik untuk memastikannya adalah dengan melakukan penyetruman baterai dan kemudian melakukan pengetesan kembali. Jika setelah disetrum tegangan baterai tetap rendah berarti baterai memang sudah rusak dan harus diganti.


Jika tegangan baterai memang rendah, langkah logis berikutnya yang harus dilakukan adalah dengan mencoba starting mobil dengan menggunakan baterai lain atau menggunakan alat charger.

Jika mesin mobil dapat berputar dan mau hidup, maka dapat disimpulkan sumber masalah adalah baterai yang soak atau sistem pengisian yang tidak berfungsi dan menyebabkan baterai menjadi soak.

Jika baterai dapat disetrum dan kemudiaan setelah diperiksa ulang menunjukkan hasil yang baik , periksalah tegangan ouput sistem pengisian untuk mengidentifikasi penyebab baterai soak.


Sistem pengisian yang bekerja dengan baik akan menghasilkan tegangan output sekitar 14 volt dengan mesin pada putaran idle dan lampu serta aksesoris kelistrikan dalam keadaan Off.

Saat mesin pertama kali dihidupkan, tegangan pengisian harus meningkat dengan cepat sekitar 2 volt diatas tegangan baterai dan kemudian turun berangsur-angsur  mendekati tegangan output pengisian.

Besarnya tegangan pengisian yang tepat sangat tergantung pada kondisi baterai, beban kelistrikan mobil, dan suhu. Semakin rendah suhu maka semakin tinggi tegangan pengisian, semakin tinggi suhu maka semakin rendah tegangan pengisian.

Tegangan pengisian alternator berkisar antara 13,2 sampai 14,8 volt pada suhu 26 derajat celcius dan akan meningkat menjadi sekitar 14,9 sampai 15,8 volt pada suhu dibawah 0 derajat celcius.


Jika sistem pengisian tidak menghasilkan tegangan pengisian yang dibutuhkan, periksa apakah disebabkan oleh kerusakan alternator atau regulatornya..?

Memberikan tegangan listrik secara langsung ke gulungan alternator tanpa melalui regulator akan memberikan petunjuk apakah kerusakan karena regulator atau memang alternatornya.

Atau Anda bisa melepas alternator dan membawanya untuk diperiksa ke tempat service dinamo yang dapat melakukan pemeriksaan dengan lebih akurat.

Jika tegangan pengisian terlihat naik saat regulator dibypass maka kerusakan disebabkan oleh regulator (atau ECU pada sistem pengisian yang sudah dikontrol komputer). Jika tegangan output tidak berubah maka kerusakan terdapat pada alternator assy.


Sering juga terjadi satu atau dua dioda pada rangkaian rectifier alternator mengalami kerusakan sehingga tegangan pengisian alternator akan turun. Alternator masih tetap menghasilkan arus listrik namun tidak cukup untuk mengisi baterai, apalagi jika sistem aksesoris kelistrikan mobil seperti lampu, AC, wiper dalam keadaan aktif.



Masalah Starting Pada Mesin

Jika mobil tidak bisa hidup karena tidak bisa starter atau putaran starter terlalu lemah sementara baterai dalam keadaan baik dan terisi penuh maka fokus pemeriksaan dapat diarahkan kepada sirkuit starter.

Cara cepat untuk menganalisa masalah starter adalah dengan menyalakan lampu besar dan kemudian memperhatikan apa yang terjadi saat mesin distarter.


Jika lampu besar mati saat kunci kontak diputar ke posisi starter, kemungkinan koneksi kabel baterai yang buruk menjadi penyebab berkurangnya suplai arus listrik.
Periksa dan bersihkan koneksi semua kabel baterai, termasuk kabel ground dari mesin ke chasis mobil.

Melakukan pengukuran voltage drop merupakan cara terbaik untuk menemukan tahanan yang berlebihan pada sirkuit starter. Hasil pengukuran votage drop menggunakan volt meter tidak boleh menunjukkan angka 0.1 volt pada tiap titik koneksi sirkuit starter dan tidak boleh melebihi 0.4 volt pada seluruh rangkaian sirkuit starter.

Tegangan voltage drop yang tinggi menunjukkan adanya tahanan yang berlebihan. Bersihkan dan kencangkan setiap koneksi pada rangkaian starter.


Putaran starter yang lemah juga dapat disebabkan oleh penggunaan kabel baterai dengan ukuran yang terlalu kecil. Kabel baterai aftermarket murahan mempunyai diameter kawat tembaga yang kecil walaupun dibungkus dengan karet insulation yang tebal.

Secara kasat mata kabel tersebut terlihat sama dengan kabel original dari sisi luar, namun didalamnya diameter kabelnya terlalu kecil untuk dapat mengalirkan arus listrik yang besar yang dibutuhkan sistem starter.

Jika lampu besar tetap menyala dengan terang saat mesin distarter dan tetap tidak terdengar suara starter, berarti tegangan listrik tidak sampai ke motor starter.
Kemungkinan penyebabnya:

  • Switch park/neutral terbuka atau tidak disetel dengan benar.
  • Kunci kontak yang tidak baik, atau 
  • Kerusakan pada relay starter atau solenoid.

Periksa juga fuse dan fusible link karena overload yang diakibatkan starting terus menerus dapat memutuskan salah satu fuse pelindung tersebut.


Jika terdengar suara klik dari starter atau solenoid  namun tidak terjadi apapun saat berusaha menstarter mesin, kemungkinan arus listrik yang dibutuhkan untuk memutar motor starter tidak cukup atau motor starter rusak.

Hal ini bisa disebabkan oleh:

  • Kabel baterai yang buruk
  • Koneksi solenoid dan ground yang tidak baik,atau
  • Tahanan yang terlalu tinggi di dalam solenoid itu sendiri.


Pemeriksaan tegangan pada solenoid akan memperlihatkan apakah tegangan baterai mengalir melalui sirkuit kunci kontak. Jika solenoid atau relay menerima tegangan baterai namun kontak tidak tertutup atau tidak mengalirkan arus listrik yang cukup dari baterai untuk memutarkan motor starter, kemungkinan ground dari solenoid tidak bagus atau terminal kontak di dalam solenoid aus, bolong atau korosi, Jika starter dapat berputar saat solenoid dibypass berarti solenoid perlu diganti.


Rata-rata mesin membutuhkan putaran starter sekitar 200-300 rpm agar dapat hidup, jadi jika starter lemah dan tidak dapat menghasilkan putaran yang cukup untuk menghasilkan tekanan kompresi maka mesin tidak akan hidup.

Pada beberapa kasus, motor starter mampu memutarkan mesin dengan kecepatan yang cukup namun mesin tetap tidak bisa hidup karena arus listrik dari baterai tersedot habis oleh motor starter sehingga tidak ada arus listik yang disuplai ke sistem pengapian dan injektor.

Jika lampu besar meredup dan terdengar suara pelan atau sama sekali tidak terdengar suara starting, kemungkinan motor starter macet, tahanan internal yang terlalu tinggi, sikat atau carbon brush sudah pendek, terjadi short atau open circuit pada gulungan starter.

Pemeriksaan konsumsi arus listrik motor starter akan menunjukkan apakah motor starter menyedot arus listrik terlalu besar atau tidak.


Motor starter yang berada dalam kondisi bagus normalnya akan mengkonsumsi arus listrik sebesar 60 sampai 150 ampere tanpa ada beban (no load draw) , dan akan mencapai 200 ampere atau lebih saat starting mesin (cranking amp draw) .

Konsumsi arus tanpa beban motor starter tergantung tipe dan tingkat motor starter, sedangkan konsumsi arus listrik saat starting (cranking amp draw) motor starter tergantung dari kapasitas dan perbandingan kompresi mesin tersebut. Lihat keterangan spesifikasi dari pabrikan mengenai nilai ampere yang tepat.

Sebagai contoh, Motor starter "high torque" produksi GM dapat mempunyai no load draw sampai 250 ampere. Motor starter Toyota dengan mesin 4 silinder  biasnaya mencapai 130-150 ampere dan mencapai 1785 ampere untuk mesin 6 silinder.

Jika konsumsi arus listrik motor starter terlalu tinggi sementara putaran dengan beban dan tanpa bebannya lemah kemungkinan disebabkan beberapa hal berikut ini:

  • Short circuit pada gulungan armature
  • Armature dan field coil short ke ground
  • Gesekan yang berlebihan di dalam motor starter itu sendiri (bushing atau bearing kotor, macet atau aus, armature shaft bengkok atau terjadi kontak antara armature dengan field coil).
  • Magnet permanen pada motor starter yang menggunakan magnet permanen pecah atau lepas dari housingnya dan tersangkut pada armature.



Apabila Motor Starter tidak dapat berputar sama sekali namun konsumsi arusnya tinggi kemungkinan terminal dan field coil short ke ground atau armaturenya rusak.

Pada sisi lain, starting mungkin saja tidak masalah tapi mesin tidak dapat berputar karena masalah mekanikal mesin atau hydrolocked (didalam mesin terdapat cairan yang tidak bisa dikompresi). Jadi sebelum memutuskan motor starter yang bermasalah ,coba putar mesin dengan menggunakan kekeuatan tangan.


Apakah bisa berputar...?

Jika tidak bisa berputar, maka kemungkinan mesin macet diakibatkan kerusakan mekanikal dan hydrolocked.


Motor starter tidak dapat berputar sama sekali dan tidak ada arus listrik yang mengalir kemungkinan ada sirkuit terbuka pada field coil, armature coil, carbon brush aus atau rusak, dan kerusakan solenoid.

Putaran motor starter yang lemah dan arus listrik yang mengalir kecil merupakan indikasi tahanan internal yang tinggi (koneksi yang buruk, carbon brush aus, sirkuit terbuka pada field coil dan armature coil).


Jika motor starter dapat berputar namun tidak dapat memutar flywheel kemungkinan karena kerusakan atau solenoid yang lemah, kerusakan pada penggerak starter  atau kerusakan pada gigi flywheel.

Jika penggerak starter mulai mengalami gejala rusak, motor starter pada awalnya dapat memutar flywheel namun kemudian segera selip.

Lepaskan motor starter dan periksa penggerak sterter. Penggerak starter dapat berputar bebas ke satu arah namun harus terkunci jika diputar kearah sebaliknya. Penggerak starter yang rusak akan dapat berputar bebas kedua arah.

Penggerak starter tidak boleh berputar kedua arah


 Baca Juga: Pemeriksaan Sistem Starter


Mesin Dapat Distarter Namun Mobil Tetap Tidak Bisa Hidup

Apabila mesin dapat distarter dengan normal namun mesin tetap tidak bisa hidup periksalah sistem pengapian, bahan bakar, dan tekanan kompresi.

Sistem pengapian cukup mudah untuk diperiksa dengan menggunakan spark tester atau menempelkan busi yang terhubung ke kabel koil atau ignition coil ke body mesin.


Apakah ada loncatan bunga api dari busi..?

Jika tidak ada, kemungkinan ada masalah pada sistem kontrol pengapian atau crankshaft posisition (CKP) sensor.


Alat seperti Ignition System Simulator dapat mempercepat diagnosa  yang dapat memberitahukan dengan cepat apakah  ignition module atau ignition coil dapat menghasilkan loncatan bunga api dengan bantuan simulasi sinyal input timing pengapian.

Jika simulasi sinyal tersebut dapat menghasilkan loncatan bunga api maka kemungkinan penyebab kerusakan adalah distributor pick up atau crankshaft position sensor.

Jika tidak ada loncatan bunga api berarti kerusakan pada igntion module atau ignition coil. Pengukuran tahanan kumparan primer dan kumparan sekunder dari ignition coil dapat memberi petunjuk komponen yang menjadi penyebab masalah.

Masalah pada ignition module dan pickup sinyal seringkali disebabkan oleh kondisi terminal dan konektor yang kendor, putus atau korosi.

Pada sistem pengapian  distributorless ignition system dengan Hall effect crankshaft position sensor, periksalah tegangan referensi sensor (Vref) dan ground.

Tegangan referensi pada sensor harus berkisar 5 Volt, jika tidak sensor tidak akan dapat menghasilkan crank signal (biasanya akan memunculkan kode DTC).

Ukurlah tegangan referensi (Vref) antara kabel power suplai sensor dengan ground (gunakan block mesin sebagai ground, bukan kabel ground pada sirkuit sensor).



Pengukuran tegangan referensi sensor crankshaft


Apakah terdapat tegangan 5 volt...?

Jika tidak terdapat tegangan referensi 5 volt, periksalah konektor kabel sensor dari kemungkinan kendor dan korosi. Kondisi ground yang tidak baik dapat pula memberikan efek yang sama pada kerja sensor seperti halnya tegangan refernsi yang tidak baik.

Ukur voltage drop antara kabel ground sensor dengan engine block. Voltage drop lebih dari 0.1 volt menunjukkan koneksi ground yang buruk. Periksa kedudukan sensor dan kabel-kabelnya.


Jika power suplai dan koneksi ground Hall effect crank sensor dalam keadaan baik  maka selanjutnya periksalah output yang dihasilkan oleh sensor tersebut.

Dengan posisi tidak ada apapun dibawah sensor, sensor harus "on" dan membaca tegangan refernsi (Vref) sebesar 5 Volt.

Tegangan terbaca 0 Volt saat tonjolan Gear berada tepat dibawah sensor


Ukur output tegangan DC antara kabel sinyal output sensor dengan ground (gunakan kembali engine block, jangan menggunakan kabel ground sensor). Saat mesin distarter, tegangan output sensor akan turun menjadi 0 volt saat tonjolan pada wheel sensor berada tepat dibawah sensor. Jika tidak ada perubahan tegangan merupakan indikasi sensor yang rusak dan perlu diganti.


Baca Juga : Memahami cara Kerja dan Memeriksa Crank shaft Sensor


Jika sirkuit primer sistem pengapian terlihat menghasilkan sinyal triger untuk ignition coil namun tegangan listrik tidak sampai ke busi, lakukan pemeriksaan secara visual untuk memeriksa kondisi igntion coil, distributor cap, rotor dan kabel busi agar dapat menetukan kemungkinan kerusakan yang menjadi penyebab tidak samapainya tegangan listrik ke busi.



Mesin Dapat Distarter, Pengapian OK Namun Mesin Tetap tidak Bisa Hidup

Jika terdapat loncatan bunga api pada semua busi saat distarter namun mesin tetap tidak bisa hidup maka selanjutnya periksalah sistem bahan bakar. Masalahnya bisa saja disebabkan fuel pump yang rusak.

Pada mesin yang masih menggunakan sistem karburator, coba gerakkan mekanisme throttle sambil memperhatikan apakah ada bensin yang menyemprot pada venturi karburator..?

Tidak terlihat semprotan bensin..?

Kemungkinan penyebabnya adalah kerusakan fuel pump mekanikal, needle valve pelampung karburator macet, atau saluran bahan bakar dan fuel filter mampet.


Pada mesin yang sudah menggunakan sisten EFI, hubungkan pressure gauge pada fuel rail untuk mengetahui apakah ada tekanan bahan bakar pada saluran bahan bakar.

Tidak ada tekanan saat kunci kontak On...?

Periksa kemungkinan fuel pump yang tidak bekerja, relay fuel pump, fuse dan wiring. Pada beberapa mobil seperti Ford mempunyai inertia safety switch, switch ini akan menonaktifkan fuel pump saat terjadi kecelakaan. Jika switch tidak sengaja diaktihkan karena sesuatu hal maka harus direset ulang untuk menormalkan aliran bahan bakar ke mesin.

Gangguan suplai bahan bakar juga dapat diakibatkan adanya sumbatan pada saluran bahan bakar dan fuel filter yang terdapat di dalam tangki.

Jangan lupa untuk memeriksa  apakah terdapat bahan bakar di dalam tangki. Kelihatannya sepele, namun tangki yang kosong  sering menjadi penyebab mesin tidak dapat hidup dan sering terabaikan.


Bisa juga penyebab mesin tidak bisa hidup karena adanya kontaminasi bahan bakar dengan air di dalam tangki. Apabila gejala mesin tidak bisa hidup  terjadi setelah melakukan pengisian bahan bakar, periksalah kualitas bahan bakar yang baru dibeli tersebut.


Pada mesin EFI, adanya tekanan bahan bakar di dalam saluran bahan bakar bukan serta merta berarti bahan bakar sudah disemprotkan ke dalam mesin.

Periksa apakah terdengar bunyi klik atau dengung sebagai indikasi injektor bekerja dengan baik menyemprotkan bahan bakar ke dalam mesin.


Jika tidak terdengar bunyi dari injektor..?

Periksa suplai tegangan dan ground dari injektor. Kerusakan ECU dapat mengakibatkan injektor tidak berfungsi atau relay power suplai EFI tidak berfungsi.

Beberapa sistem EFI menggunakan input dari camshaft position sensor untuk menghasilkan sinyal injektor. Kehilangan sinyal dari sensor tersebut dapat mencegah sistem injektor bekerja menyemprotkan bahan bakar.


Sementara itu, sekalipun bahan bakar dapat disemprotkan ke dalam mesin namun terjadi kebocoran kevakuman udara yang besar maka mesin tetap tidak akan bisa hidup.

Kebocoran kevakuman udara yang besar akan membuat campuran bahan bakar dan udara terlalu kurus sehingga sulit untuk terbakar.

Kebocoran kevakuman yang cukup besar dapat disebabkan beberapa hal, dinataranya:

  • EGR valve macet dalam kondisi terbuka penuh
  • Selang PCV valve terlepas
  • Selang vakum booster rem kendor atau terlepas



Periksalah seluruh selang kevakuman dan coba dengarkan adanya bunyi kebocoran udara yang tidak normal saat mesin distarter.


Bahan Bakar Dan Pengapian Ok, Namun Mesin Tetap Tidak Bisa Hidup

Jika mesin tetpa tidak bisa hidup walaupun sistem bahan bakar dan pengapian dalam keadaan baik serta tidak ada kebocoran udara yang signifikan maka kemungkinan penyebabnya adalah tekanan kompresi yang rendah.

Jika mesin tersebut adalah mesin dengan mekanisme overhead camshaft yang menggunakan timing belt, putusnya timing belt merupakan penyebab paling sering mesin tidak bisa hidup, apalagi untuk mobil yang jarak tempuhnya sudah sangat tinggi.

Pabrikan mobol rata-rat merekomendasikan penggantian timing belt setiap 100.000 Km sebagai langkah preventif, namun kenyataannnya banyak sekali pemilik mobil yang mengabaikan waktu penggantian timing belt tersebut hingga akhirnya putus secara mendadak.

Saat timing belt putus maka akan mesin akan mati dan tidak bisa dihidupkan kembali. Pada interference engine yang tidak mempunyai celah antara piston dengan valvenya saat timing belt putus maka akan menimbulkan kerusakan yang cukup parah dimana psiton dan valve akan berbenturan.

Overhead camshaft juga dapat bengkok dan patah jika kepala silinder melengkung cukup parah karena overheating dan kurang pelumasan. Keausan pada camshaft dapat diakibakan terlambatnya oli naik ke bagian atas mesin karena penggunaan oli yang lebih kental dari seharusnya.

Putusnya timing belt dan masalah pada mekanisme camshaft dapat diperiksa dengan membuka valve cover dan melihat pergerakan valve saat mesin distarter dan memeriksa tekanan kompresi mesin menggunakan compression test gauge.

Kerusakan pada gasket kepala silinder juga dapat mengakibatkan mesin tidak bisa hidup jika mesin yang mempunyai 4 silinder dan dua diantaranya mengalami kompresi yang rendah.

Namu pada mesin 6 silinder atau 8 silinder akan tetap hidup jika hanya 2 silinder yang bermasalah, namun biasanya putaran idlenya akan sangat kasar dan tenaganya menjadi drop.


Kerusakan gasket kepala sislinder juga dapat mengakibatkan kebocoran air radiator ke dalam mesin dan mengakibatkan hydrolock yang membuat mesin tidak dapat distarter.