...

Tips Memilih Kampas Rem Yang Sesuai

July 12, 2018 0
Kampas rem memiliki material yang berbeda-beda dan akan menghasilkan karakteristik yang berbeda pula.

Saat akan melakukan penggantian kampas rem diluar bengkel resmi, pemilik mobil mungkin akan sedikit kebingungan menentukan pilihan mengingat produk kampas rem aftermarket yang beraneka ragam dan belum tentu semua cocok dipasang pada kendaraannya.

Namun ada beberapa tips yang perlu diketahui dan diingat untuk menentukan kampas rem yang cocok dengan mobil Anda.


Pertama, kita tinjau sejenak tentang sejarah kampas rem. Pada awalnya kampas rem atau brake pad banyak yang dibuat dengan bahan dasar asbes. Namun seiring perkembangan, dimana kemudian diketahui bahwa bahan asbes memiliki dampak yang negatif terhadap kesehatan, pabrikan mulai menggunakan material-material lain sebagai bahan dasar kampas rem.


Baca Juga: "Penyebab Rem Tidak Pakem"


Saat ini terdapat tiga kategori kampas rem, yaitu:
  • “NAO” (non-asbestos organic)
  • Semi-metallic dan
  • Ceramic.


Tips Memilih Kampas Rem Yang Sesuai
Kategori Kampas rem



Walaupun ketiga kategori rem tersebut belum mencakup seluruh material kampas rem namun ketiga kategori kampas rem tersebut merupakan material yang paling banyak digunakan untuk penggunaan mobil harian.



PERHATIAN:Sebelum menentukan kampas rem yang akan digunakan periksalah spesifikasi yang direkomendasikan oleh pabrikan mobil.

Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan saat akan memilih kampas rem yang digunakan, karena akan sangat mempengaruhi tipe kampas rem mana yang akan dipilih, faktor-faktor tersebut antara lain:

  • Bobot kendaraan
  • Gaya mengemudi
  • Suhu wilayah tempat tinggal Anda



Kampas rem “NAO” (non-asbestos organic)


Tips Memilih Kampas Rem Yang Sesuai
Kampas rem NAO (Non-Asbestos Organic)


Kampas rem organik atau organic brake pad dibuat dari perpaduan bahan-bahan seperti:
  • Kaca
  • Fiber
  • Karet
  • Karbon dan
  • Kevlar

Bahan-bahan tersebut tidak bersifat abrasif pada piringan rem, dan juga menghasilkan debu yang lebih sedikit tergantung kandungan material  spesifik didalamnya dan juga tidak berisik.
Namun kampas rem jenis ini lebih cepat tipis dibandingkan yang lainnya. Kampas rem NAO saat ini merupakan yang paling umum digunakan dan hampir semua pabrikan mobil menggunakannya.


Baca Juga:"Membersihkan Debu Kanvas Rem Pada Pelek Mobil"

Kampas Rem Semi-metallic


Tips Memilih Kampas Rem Yang Sesuai
Kampas rem semi metallic

Kampas rem Semi-metallic biasanya terbuat dari padauan bahan-bahan seperti:

  • Baja
  • Besi
  • Tembaga dan
  • Friction modifiers and fillers


Kampas rem semi metallic memberikan performa pengereman yang lebih baik. namun ada beberapa sisi negatif penggunaan kampas rem jenis ini, antara lain:

  • Menghasilkan debu yang lebih banyak
  • Lebih berisik dan
  • Lebih bersifat abrasif jika dibandingkan dengan material kampas rem yang lain, sehingga jika Anda menggunakan kampas rem ini piringan atau tromol rem lebih cepat tipis.




Baca Juga: "Pertanyaan Seputar Rem, ABS & Traction Control"

Kampas rem Ceramic


Tips Memilih Kampas Rem Yang Sesuai
Kampas rem ceramic

Kampas rem Ceramic pada umumnya mempunyai umur yang lebih panjang dan lebih terjamin, walaupun harganya jauh lebih mahal dibandingakan dengan kampas rem yang lain, namun harganya cukup sepadan dengan segala kelebihan yang diberikannya.

Kampas rem ceramic terbuat dari bahan keramik padat dengan kandungan serat tembaga yang ditanam didalamnya. Kampas rem ceramic ini sangat tahan terhadap temperatur tinggi, lebih lembut, pengeremannya lebih efisien sehingga piringan rem tidak cepat tipis dan menghasilkan debu kampas rem  dan suara pengereman yang lebih rendah dibandingkan jenis kampas rem lainnya.

Video Cara Mengganti Kampas Rem Mobil



Setelah mengetahui kekurangan dan kelebihan masing-masing jenis kampas rem, sekarang pilihan ada ditangan Anda untuk menentukan kampas rem jenis apa yang ingin digunakan pada mobil Anda. Namun satu hal yang pasti adalah selalu ikuti rekomendasi yang dikeluarkan oleh masing-masing pabrikan.


Ada masalah dengan mobil Anda...??  

Butuh Bantuan...???  

Silahkan hubungi kami..!!






...

Memahami Zat Aditif Pada Oli Mesin

July 12, 2018 0
Pada satu liter oli mesin setidaknya mengandung 25% zat aditif. Zat aditif yang ditambahkan ke dalam oli akan sangat menentukan karakteristik dan kemampuan oli tersebut.


Zat aditif membuat tingkat kekentalan oli mesin menjadi lebih bervariasi dan membuat oli lebih tahan pada tekanan dan beban yang berat dan dapat mengurangi gesekan antar komponen sehingga tenaga mesin lebih bertenaga dan irit bahan bakar.


Memahami Zat Aditif Pada Oli Mesin
Menambahakan aditif oli ke dalam mesin



Salah satu zat aditif yang paling penting adalah  "Viscosity Index (VI) Improvers". Zat ini membuat viskositas oli lebih stabil walaupun tekanan dan temperatur yang diterima oli berubah-ubah.
"Pour point depressants"  berfungsi untuk mencegah oli menjadi lebih kental pada temperatur rendah sehingga mesin mudah untuk dihidupkan.



Memahami Zat Aditif Pada Oli Mesin




Salah satu ciri oli mesin yang modern adalah mengandung detergen dan dispersant untuk mengurangi pembentukan kotoran atau endapan karbon sehingga mesin menjadi lebih bersih.


Zat aditif anti oxidants ditambahkan ke dalam oli untuk mencegah oli terbakar saat temperaturnya terlalu panas dan juga mengurangi pembentukan lapisan karbon di dalam mesin.


Zat anti karat juga ditambahkan untuk mengatasi dampak buruk dari air, bahan bakar yang tidak terbakar yang masuk ke dalam crankcase melalui celah ring piston.
Hal ini akan mencegah pembentukan zat asam yang dapat merusak permukaan bearing.

Foam inhibitor juga digunakan untuk mengurangi pembentukan gelembung udara pada oli akibat diaduk oleh komponen yang berputar.

Wetting Agent membantu agar oli dapat menempel pada permukaan logam yang panas sehingga dapat melumasi dan melindungi logam tersebut.



Terakhir ditambahkan zat aditif anti wear dan extreme pressure. Termasuk diantaranya zinc and phosphorus (ZDDP) yang memberikan perlindungan keausan saat logam dan logam saling bersentuhan.

Oli untuk mesin balap pada umumnya memiliki kandungan zinc yang tinggi untuk memberikan perlindungan maksimal pada putaran mesin yang sangat tinggi dan beban berat.


Baca Juga:" Keunggulan Oli Mesin Sintetis"

Memahami Zat Aditif Pada Oli Mesin
Produk aditif aftermarket



Zat Aditif Aftermarket dan Crankcase Treatment

Zat aditif dan treatment pada oli mesin mengandung friction reducer/modifier, yaitu suatu produk yang dapat menolong mengurangi konsumsi oli dan membersihkan mesin dengan menghilangkan lapisan karbon dan endapan lumpur di dalam crankcase dan aditif crankcase berbahan dasar moly dan teflon yang berfungsi mengurangi keausan dan memperpanjang usia mesin. Produk-produk tersebut tidak memberikan keajaiban, namun mampu mengurangi konsumsi oli pada mesin yang lebih tua dan membantu mesin-mesin baru dari keausan yang prematur.

Kebanyakan pabrikan mobil tidak merekomendasikan penggunaan zat aditif oli aftermarket. Oli mesin yang berkwalitas sudah mengandung zat-zat aditif yang dibutuhkan untuk penggunaan normal dan menjaga daya pelumasan oli smapai waktu penggantian oli berikutnya. Pada sisi lain, ada juga pabrikan yang tidak melarang penggunaan zat aditif oli pada mesin-mesin keluaran terbaru.

Zat aditif oli aftermarket mempunyai dampak uyang cukup signifikan pada mesin yang cukup tua dengan kilo meter tempuh yang sudah cukuo jauh dan konsumsi olinya sudah tinggi dan mengalami kebocoran oli atau pada kendaraan yang digunakan untuk kebutuhan khusus seperti balapan.

Beberapa tahun belakangan ini kandungan phosphorus pada oli mesin mulai dikurangi karena phosphorus dapat mengkontaminasi catalytic converter jika oli masuk ke ruang bakar dan ikut terbakar.


Phosphorus merupakan zat aditif anti-wear, jadi ada sedikit masalah dengan pengurangan kandungan zat ini pada oli mesin yaitu dapat mempercepat keausan pada mesin yang lebih tua yang masih menggunakan flat tappet cam dan belum menggunakan roller cam.


Untuk melindungi mesin yang masih menggunakan flat tappet cam dari keausan disarankan menambahkan zat aditif aftermarket yang mengandung phosporus atau zat aditif anti-wear lainnya untuk memperpanjang umur mesin.


Memahami Zat Aditif Pada Oli Mesin
Keausan yang terjadi pada flat tappet camshaft





Dampak Buruk Oli Mesin Terbaru Pada Mesin Dengan Flat Tappet Camshafts


Waspadalah jika Anda menggunakan mobil lawas yang menggunakan flat tappet camshaft , karena oli API service SM mengandungg lebih sedikit zat aditif anti-wear "ZDDP" (Zinc Dialkyl Dithio Phosphate).

Memahami Zat Aditif Pada Oli Mesin
Flat tappet camshaft VS Roller tappet cam


Kandungan ZDDP pada oli mesin keluaran terbaru tidak lebih dari 0.08% phosporus agar catalytic convereter tidak mudah rusak. Phosphorus dapat mengkontaminasi catalytic ocnverter pada mesin yang konsumsi olinya sudah tinggi dan mengakibatkan meningkatnya emisi gas buang kendaraan.



Memahami Zat Aditif Pada Oli Mesin
Roller cam lebih tahan terhadap keausan

Kandungan ZDDP yang rendah pada oli mesin tidak berbahaya pada mesin yang sudah menggunakan roller lifter karena bebannya lebih rendah dibandingkan camshaft lobe. Namun pada mesin dengan flat tappet cam kandungan ZDDP mungkin tidak cukup untuk mencegah keausan pada cam lobe dan lifter.


Pada beberapa kasus, kerusakan cam dapat terjadi pada beberapa ribu kilometer. Resikonya akan bertambah besar jika mesin menggunakan valve spring yang lebih keras dan rocker arm dengan angkatan yang lebih tinggi.


Untuk menghindari masalah seperti itu, Anda dapat menambahkan zat aditif ZDDP pada ili mesin atau menggunakan oli mesin dengan standard API yang lebih rendah yaitu SL atau menggunakan oli mesin diesel atau oli mesin khusus balap yang mempunyai kandungan ZDDP lebih banyak untuk melindungi camshaft dan lifter.







Jika Anda memasang camshaft baru pada mesin, pastikan untuk menggunakan pelumas camshaft yang dikeluarkan pebrikan dan mengikuti rekomendasi yang diberikan. Namun Anda tetap perlu untuk menambahkan adtif ZDDP pada oli atau menggunakan oli dengan kandungan ZDDP yang cukup untuk melindungi komponen-komponen mesin.



Ada masalah dengan mobil Anda...??  

Butuh Bantuan...???  

Silahkan hubungi kami..!!




...

Cara Mengganti Oli Mesin Dan Filter Oli

July 11, 2018 1
Melakukan penggantian oli mesin dan filter oli secara berkala dapat mengurangi dan memperlambat terjadinya keausan pada komponen-komponen mesin sehingga akan memperpanjang umur mesin. Oli mesin akan menjadi sangat kotor dan berubah menjadi lumpur di dalam mesin jika terlalu lama tidak diganti.

Cara Mengganti Oli Mesin Dan Filter Oli
Oli Mesin


Salah satu sifat oli adalah sebagai pembersih, oli akan menyerap kotoran dari dalam mesin yang kemudian disaring oleh filter oli. Seiring perjalanan waktu oli mesin dan filter oli akan kotor sehingga harus diganti.
Karena sangat sulit untuk memeriksa kwalitas oli hanya dengan penglihatan saja maka oli disarankan untuk diganti secara berkala.


Baca Juga: "Fakta dan Mitos seputar Oli Mesin"

Berapa Lama Oli Mesin harus Diganti...?


Agar oli dapat memberikan perlindungan optimal pada mesin, oli mesin harus diganti secara berkala setiap 6 bulan atau 10.000 Km (mana yang tercapai lebih dahulu)  atau sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh masing-masing pabrikan. Waktu penggantian oli mesin dapat dipercepat jika mobil sering dipakai pada lalulintas yang sangat macet atau pada medan yang berat.



Apa saja yang dibutuhkan untuk penggantian oli mesin.


  • Oli mesin sekitar 4 - 6 liter ( kebanyakan mesin mobil mempunyai kapasitas oli sebanyak 4 liter, lihat petunjuk pada buku pedoman pemilik mengenai jumlah dan tingkat kekentalan oli yang digunakan.
  • Filter Oli yang baru ( pastikan ukuran, ulir dan seal filter oli yang digunakan sama dengan yang terpasang pada mobil).
  • Oil Filter Wrench, Alat khusu untuk membuka filter oli
  • Kunci Ring atau Sok untuk membuka baut pembuangan oli mesin.
  • Wadah untuk menampung oli mesin bekas
  • Corong, agar dapat memasukkan oli ke dalam mesin dengan mudah dan tidak tumpah.
  • Sarung tangan karet untuk mencegah kontak langsung antara kulit dengan oli bekas yang dapat memicu kanker.
  • Dongkrak atau jackstand untuk mengangkat dan menyanggah mobil.



Baca Juga:"Pertanyaan Mengenai Oli Dan Bahan Bakar"

Cara Mengganti Oli Mesin


Penggantian oli mesin dapat dilakukan saat mesin panas atau dingin. Keuntungan melakukan penggantian oli saat mesin panas adalah oli dapat mengalir dengan mudah  keluar dari dalam mesin, namun harus berhati-hati jangan sampai oli yang panas mengenai tubuh. Keuntungan mengganti oli pada kondisi dingin adalah mengurangi resiko tubuh terkena oli panas dan oli sudah berkumpul semua di dalam karter oli.


1. Pasang rem parkir dan naikkan mobil dengan dongkrak lalu ganjal dengan jack stand sehingga mempermudah akase untuk mencapai baut pembuangan oli mesin dan filter oli.

Perhatian :

Jangan masuk ke kolong mobil ketika mobil hanya ditopang oleh dongkrak saja. Gunakan jackstand untuk menopang mobil.

2. Letakkan wadah penampungan oli tepat di bawah lubang pembuangan oli untuk menampung oli yang keluar dari mesin. Pada mesin yang baut olinya dibagian samping atau belakang biasanya oli akan menyembur beberapa centimeter, jadi posisikanlah wadah penampungan oli dengan tepat.

3. Buka baut pembuangan oli dengan kunci ring atau kunci sok, putar berlawanan arah utnuk mengendurkan. kemudian putar dengan menggunakan jari, gunakan lap untuk melindungi jari jika oli masih panas. Biarkan oli mengalir sampai berhenti sendiri.

4. Setelah oli berhenti mengalir pasang kembali baut pembuangan oli, jangan lupa untuk mengganti gasket baut yang terbuat dari alumunium. Pastikan baut pembuangan oli dipasang dengan kencang tapi jangan sampai terlalu kencang yang dapat merusak drat baut atau bahkan membuat karter oli retak.


Catatan :
Jika terjadi kebocoran oli dari baut pembuangan oli dikarenakan kerusakan drat pada karter oli, perbaiki dengan menggunakan alat tap dan ganti baut pembuangan oli dengan yang baru.


5. Buka filter oli dengan memutarnya menggunakan oil filter wrench berlawanan arah jarum jam. Pastikan meletakkan wadah dibawah filter oli untuk menampung oli yang ungkin keluar dari filter oli. Usahan memegang filter oli dengan lubangnya menghadap keatas untuk mencegah oli yang masih tertinggal di dalam firtel tidak tertumpah keluar.



Cara Mengganti Oli Mesin Dan Filter Oli
Filter Oli




Catatan:
Jika filter oli tipe spin-on dikencangkan terlalu berlebihan pada penggantian oli sebelumnyam maka akan sulit untuk dikendorkan. Gunakan kunci filter oli yang lain untuk mencoba mengendorkannya. Trik lain yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan obeng untuk membolongi filter oli tersebut kemudian memutar filter oli dengan obeng tersebut. Metode lain dengan menggunakan pahat untuk memukul bagian pinggir filter oli (Hati-hati jangan sampai merusak permukaan blok mesin tempat kedudukan filter oli)


Cara Mengganti Oli Mesin Dan Filter Oli
Melepas filter oli yang sulit dibuka dengan menggunakan obeng




PERHATIAN:Jangan mengurungkan menggganti filter oli hanya karena filter oli terlalu keras untuk dibuka. Jika filter oli tersumbat karena sudah terlalu kotor, maka oli yang tidak tersaring akan mengalir melalui bypass valve. Hal ini akan mempercepat keausan komponen-komponen mesin dan yang lebih fatal jika bypass valve tidak dapat terbuka maka akan terjadi kerusakan parah pada mesin karean tidak ada oli yang bersirkulasi.


6. Lumasi seal karet pada filter oli dengan menggunakan oli yang bersih supaya seal tidak melejit saat memasang filter oli. Kemudian putar filter oli dengan tangan searah jarum jam sampai filter oli menempel ke blok mesin. Putar filter oli 3/4 putaran saat seal karet sudah bersentuhan dengan mesin. Gunakanlah kunci filter oli jika Anda tidak kuat memutar filter oli 3/4 putaran dengan menggunakan tangan. Jangan mengencangkan filter oli terlalu berlebihan karena akan mempersulit untuk membukanya pada penggantian oli berikutnya.


PERHATIAN:Hati-hati jangan sampai merusak ulir filter oli saat pemasangan. Jika filter oli terasa sangat keras saat diputar, lepaskan kembali filter oli dan periksa dengan seksama kondisi ulir tempat pemasangan filter oli. Pastikan menggunakan filter oli yang sesuai dengan mobil.


TIPS:
Sebelum memasang filte oli, isilah filter oli dengan oli, hal ini untuk mengurangi waktu yang dibutuhkan pompa oli untuk mengisi filter oli dan menciptakan tekanan sesaat setelah mesin dihidupkan. (Ini hanya dapat dilakukan untuk filter oli yang dipasanga secara vertikal ke mesin).


7. Buka oil filler cap pada bagian atas mesin dan masukkan oli mesin sesuai dengan spesifikasi dan jumlah yang tepat. Merk oli yang digunakan tidak terlalu penting, yang harus diperhatikan adalah tingkat kekentalannya (SAE) dan standard kwalitas (API Service) yang sesuai.


CATATAN:
Lihat buku pedoman pemilik kendaraan untuk mengetahui jumlah oli pasti yang harus diisikan saat penggantian oli mesin.
Melakukan pengisian oli mesin secara berlebihan dapat menyebabkan kebocoran oli mesin. Jika oli mesin samapai menyentuh crankshaft maka oli mesin akan diaduk oleh crankshaft sehingga oli mesin akan berbusa dan kehilangan tekanannya serta pelumasannya.

Jika tanpa sengaja melakukan pengisian oli secara berlebihan, buanglah oli tersebut melalui lubang pembuangan dibawah mesin. Tampung oli tersebut dalam wadah yang bersih sehingga dapat digunakan kembali nantinya. Periksa dipstick oli, tambah atau kurangi oli sampai menunjukkan tanda FULL.


Baca Juga:"Keunggulan Oli Mesin Sintetis"



8.Pasang dan kencangkan oil filler cap pada mesin.


9. Tarik dipstick oli keluar, lap menggunakan kain bersih dan masukkan kembali. Tarik kembali dipstick oli dan periksa ketinggian oli pada dipstick oli. Oli mesin harus berada pada level FULL .



Cara Mengganti Oli Mesin Dan Filter Oli
Memeriksa ketinggian oli mesin pada dipstick oli



Baca Juga:"Penyebab Konsumsi Oli Mesin Boros"


9. Hidupkan mesin dan biarkan pada putaran idle. Jangan injak pedal gas untuk menaikkan putaran karena dibutuhkan waktu agar oli dapat bersirkulasi sampai bagian atas mesin.


10. Periksa bagian bawah mobil tidak ada kebocoran dari baut pembuangan oli dan dari filter oli. Jika terlihat ada tetesan oli segera matikan mesin. Periksa dan perbaiki kebocoran yang terjadi.

11. Buat  catatan pada gantungan oli tentang tanggal dan kilo meter penggantian oli serta waktu penggantian oli berikutnya.

12. Tampung oli bekas pada wadah tertutup. Jangan buang oli bekas secara sembarangan karena dapat merusak lingkungan.


13. Cuci tangan sampai bersih dengan menggunakan sabun untuk menghilangkan oli yang mengenai kulit. Oli bekas sangat berbahaya dan dapat menyebabkan penyakit kanker jika terkena kulit dalam waktu yang lama.



Video Cara Mengganti Oli Mesin Dan Filter Oli




Mana Yang Lebih Baik..? Ganti oli di bengkel resmi, bengkel umum, atau bengkel yang khusus melakukan penggantian oli saja. 


Jika Anda memang tidak mau bersusah payah melakukan penggantian oli mesin sendiri dan sedang tidak dalam rangka melakukan penghematan biaya perawatan mobil, melakukan penggantian oli pada bengkel mungkin merupakan salah satu pilihan yang baik dan tidak dipusingkan membuang oli bekas.

Beberapa bengkel ada yang hanya mengenakan harga olinya saja (tapi biasanya harga oli yang diberikan sedikit lebih mahal) namun ada juga bengkel yang mengenakan ongkos jasa penggantian oli antara 100-200 ribu.

Namun jika Anda berkeinginan melakukan penggantian oli di bengkel resmi bersiaplah untuk merogoh kocek lebih dalam lagi. Karena ongkos penggantian oli dibengkel resmi past lebih mahal



Perhatian Saat Melakukan Penggantian Oli Pada Bengkel Khusus Ganti Oli


Sebagian besar orang tidak meragukan pelayanan bengkel delaer resmi atau bengkel umum langganannya untuk melakukan penggantian oli. Namun untuk melakukan penggantian oli pada bengkel-bengkel khusus oli masih banyak yang ragu-ragu.

Bengkel yang hanya melayani penggantian oli saja atau sering disebut quick lube shop mencari keuntungan dari volume oli yang terjual. Banyak bengkel penggantian oli yang berkwalitas, terpercaya dan memberikan kepuasan pada pelanggannya. Namun ada juga cerita-cerita yang kurang mengenakkan tentang layanan bengkel seperti itu.


Cara Mengganti Oli Mesin Dan Filter Oli
Bengkel Khusus Ganti Oli


Salah satu masalah pada bengkel khusus ganti oli adalah penggajian mekanik mereka yang biasanya sangat kecil. Biasanya juga ini hanya merupakan batu loncatan sebelum mekanik menemukan tempat kerja yang lebih baik, sehingga tingkat keluar masuk karyawannya sangat tinggi. Mekanik di bengkel ganti oli biasanya berasal dari lulusan sekolah menengah atau bahkan anak-anak yang putus sekolah dengan pengetahuan yang minim tentang otomotif.

Jika mekanik yang melakukan penggantian oli tidak serius dalam melakukan pekerjaannya atau mengencangkan baut pembuangan oli dan filter oli secara asal-asalan maka dapat menimbulkan masalah yang serius pada mesin mobil.

Banyak sekali terdengar cerita tentang mekanik yang lupa memasang baut pembuangan oli pada mesin atau tidak mengencangkan baut itu dengan benar atau filter oli tidak terpasang dengan tepat sehingga menimbulkan kebocoran oli. Kebocran oli akan mengakibatkan kerusakan yang parah pada komponen mesin dimana proses perbaikannya membutuhkan waktu yang cukup lama dan biaya yang tidak sedikit. Apabila bengkel oli tidak bertanggung jawab  atas kesalahan yang disebabkan kelalalian mekanik mereka hal tersebut tentu saja akan sangat mengecewakan pemilik mobil.


Ketidak jujuran mekanik atau pemilik bengkel juga merupakan salah satu faktor pada layanan bengkel ganti oli. Bukan berarti semua  bengkel-bengkel seperti itu tidak jujur, namun selalu ada saja oknum curang yang berusaha memperoleh keuntungan untuk dirinya sendir dengan tidak jujur.  Ada cerita mengenai mekanik yang tidak mengisikan oli secara utuh ke dalam mobil dan tidak mengganti filter oli yang seharusnya diganti namun justru mengambilnya untuk dijual kembali.


Pemilik bengkel yang tidak jujur dapat meningkatkan keuntungan dengan menggunakan oli yang lebih murah namun mengenakan harga yang mahal. Hal ini sangat mudah dilakukan, khususnya pada bengkel yang menggunakan dispenser pengisian oli, kita tidak bisa memastikan bahwa oli yang dimasukkan adalah benar-benar oli berkwalitas, sangat sulit untuk mendeteksinya. Hal itu akan terlihat jika bearing dan ring piston mengalami keausan pada beberapa waktu tertentu.


Belum lagi masalah mekanik yang mengencangkan baut oli dan filter oli secara sembarangan. Karena mengencangkan terlalu kuat ulir baut oli dan filter oli menjadi rusak atau sangat keras saat dilepaskan saat melakukan penggantian oli berikutnya.


Ada juga mekanik yang tidak mengetahui kapasitas pengisian oli mesin. Mekanik tersebut biasaya asal menuang saja oli yang tersedia dalam bentuk galonan tanpa mengetahui berapa sebetulnya oli yang dibutuhkan mobil tersebut. Bisa saja dengan mengisikan oli galonan (sekitar 4 liter) pada setiap mesin dapat menyebabkan beberapa mesin kekurangan oli namun mesin yang lain kelbihan oli. Bengkel layanan penggantian oli cepat seharusnya memiliki daftar spesifikasi dan kapasitas oli yang digunakan setiap mobil, namun tidak berarti semua mekaniknya akan memahami dan melakukan sesuai informasi tersebut.


Waspada Penggunaan Oli Mesin Berkwalitas Rendah


Isu yang sangat penting menyangkut kwalitas oli mesin. Pada tahun 2013 American Petroleum Institute (API) melakukan survey di Amerika Serikat untuk memeriksa kwalitas oli yang dijual oleh bengkel-bengkel layanan penggantian oli cepat.

Oli yang dianalisa di laboratorium diambil dari dispenser oli pada beberapa bengkel, kemudian diteliti apakah oli yang digunakan memenuhi standard API, rekomendasi pabrikan mobil dan tingakt kekentalan SAE yang sesuai.
Survey tersebut mrngungkapkan bahwa 1 dari 5 sampel yang diperiksa GAGAL pada salah satu atau ketiga pemeriksaan tersebut, dengan kata lain banyak bengkel penggantian oli  menjual oli mesin berkwalitas rendah  yang tidak memenuhi spesifikasi minimum atau tingkat kekentalannya tidak sesuai.


Ada masalah dengan mobil Anda...??  

Butuh Bantuan...???  

Silahkan hubungi kami..!!






...

Memeriksa Saringan Udara Mobil

July 05, 2018 0
Saringan udara berfungsi untuk menyaring partikel kotoran dari udara sebelum masuk ke dalam mesin mobil. Partikel kotoran yang berupa silica dan kontaminan lainnya akan ditangkap oleh saringan udara yang terbuat dari fiber.

Saringan udara  banyak terbuat dari bahan resin selulosa (paper) yang dikombinasikan dengan fiber sintetis.

Memeriksa Saringan Udara Mobil
Saringan udara


Saringan udara kertas akan mampu menyaring partikel dengan ukuran 5-6 mikron. Saringan udara yang sangat bagus bahkan mampu menyaring partikel dengan ukuran 2 mikron.


Saringan udara harus dapat menyaring kotoran secara efektif, namun sekaligus tidak memberikan tahanan yang berlebihan agar udara dapat masuk ke dalam mesin.


Dibutuhkan sekitar 10.000 - 20.000 galon udara untuk membakar 1 galon bahan bakar, sebuah jumlah udara yang sangat banyak yang dapat membuat saringan udara cepat sekali kotor, apalagi jika mobil dioperasikan di daerah yang sangat berdebu.


Jika saringan udara yang sudah sangat kotor tidak diganti, maka partikel-partikel kotoran yang terperangkap akan menyumbat  pori-pori saringan dan menghalangi aliran udara. Efektifitas penyaringan sebuah saringan sebetulnya akan meningkat saat semakin banyak kotoran yang terperangkap,namun pada saat yang bersamaan penumpukan kotoran tersebut akan membuat aliran udara juga ikut tersumbat.


Akibatnya mesin harus menghisap lebih kuat lagi untuk mendapatkan sejumlah udara yang dibutuhkan. Hal ini akan mengakibatkan penurunan respon throttle, performa mesin dan efisiensi bahan bakar. Hal tersebut juga akan menyebabkan emisi CO atau carbon monoxide meningkat.



Baca Juga: "6 Tips agar mobil tetap awet"



Memeriksa Saringan Udara Mobil
Elemen saringan udara yang sudah sangat kotor dan harus diganti



Pabrikan merekomendasikan untuk melakukan penggantian saringan udara setiap 30.000-40.000 km pada kondisi normal.

Namun alangkah baiknya jika melakukan pemeriksaan kondisi saringan udara secara berkala minimal 6 bulan sekali dan menggantinya apabila sudah terlihat sangat kotor.


Baca Juga: "5 Tips Cerdas Menghemat Biaya Perawatan Mobil"


Pemeriksaan saringan Udara

Untuk dapat melakukan pemeriksaan saringan udara terlebih dahulu harus melepaskan air filter housing, kemudian lepaskan elemen saringan dan arahkan saringan ke arah sinar lampu atau matahari.

Jika tidak ada sinar yang dapat menembus elemen saringan berarti saringan udara sudah sangat kotor dan perlu diganti.


Memeriksa Saringan Udara Mobil
Saringan udara di dalam airfilter housing



Jika saringan udara masih dapat digunakan, bersihkan kotoran yang menempel dengan memukulkan saringan udara tersebut kepermukaan yang keras untuk merontokkan kotoran yang menempel atau dengan menggunakan vakum untuk menyedot kotoran dari sisi masuknya udara.


Jangan mencuci elemen saringan udara yang terbuat dari kertas karena hal tersebut akan dapat merusak saringan udara tersebut.



Memeriksa Saringan Udara Mobil
Perbandingan saringan udara yang bersih dan kotor





Memilih Saringan Udara

Berhati-hatilah saat membeli saringan udara aftermarket di toko-toko sparepart, saringan udara yang murah mungkin tidak mempunyai elemen yang dapat melakukan penyaringan secara sempurna untuk melindungi mesin.

Pilihlah saringan udara yang dapat menyaring secara efisien dan tahan lama. Saringan udara premium memang sedikit lebih mahal harganya, namun biasanya menggunakan bahan saringan yang berkualitas tinggi yang memberikan kombinasi terbaik antara efisiensi penyaringan dan kapasitas menyerap kotoran.
Memeriksa Saringan Udara Mobil
Saringan udara high performance


Saringan udara high performance  menawarkan tahanan aliran udara yang rendah juga banyak tersedia dipasaran untuk berbagai aplikasi mobil.

Beberapa produk saringan udara tersebut hanya membutuhkan penggantian elemen saringannya saja, namun ada juga yang mengharuskan mengganti air filter housingnya dengan cold air intake system.


Memeriksa Saringan Udara Mobil
Saringan udara high performance



Saringan udara high performance memiliki elemen saringan yang lebih kasar untuk meningkatkan aliran udara masuk dengan penurunan tekan seminimal mungkin, namun efek sampingnya adalah efektifitas penyaringannya jelas berkurang dan kapasitas menahan kotoran juga kurang.


Hal yang harus diperhatikan pula adalah penggunaan saringan udara aftermarket dengan tahanan rendah yang berbahan dasar katun.

Elemen saringan udara dari bahan katun mempunyai tahanan aliran udara yang lebih rendah dibandingkan elemen saringan udara berbahan dasar paper, sehingga banyak orang yang menggunakan saringan udara jenis tersebut untuk meningkatkan aliran udara dan tenaga mesin.

Memeriksa Saringan Udara Mobil
Elemen saringan udara berbahan dasar katun



Namun elemen saringan udara berbahan katun ini menggunakan lapisan oli tipis yang disemprotkan pada elemennya untuk menangkap partikel kotoran. Hal ini dapat mengakibatkan masalah pada mesin yang menggunakan airflow sensor jika ada oli yang mengenai elemen airflow sensor.

Elemen airflow sensor yang terkontaminasi oleh oli akan melambat responnya atau akan memberikan laporan yang tidak akurat dan akan mempengaruhi performa mesin serta menyalakan lampu cek engine.

Elemen saringan berbahan katun dapat dicuci dan harus dilapisi oli kembali setelah dicuci. Berhati-hatilah saat melapisi elemen dengan oli pada mesin yang menggunakan airflow sensor.




Ada masalah dengan mobil Anda...??  

Butuh Bantuan...???  

Silahkan hubungi kami..!!





...

Memeriksa Koneksi Kelistrikan Mobil Dengan Teknik Voltage Drop

July 03, 2018 2
Apakah motor starter mobil Anda berputar lambat, atau tidak dapat berputar sama sekali..?

Saat baterai dan motor starter diperiksa keduanya dalam keadaan baik.
Bagaimana dengan alternator yang menghasilkan tegangan pengisian yang cukup , namun tidak dapat mengisi baterai.

Penyebab yang sering terlewatkan pada masalah ini adalah tahanan yang berlebihan pada sirkuit kelistrikan arus tinggi.

Kabel baterai atau kabel ground yang kendor, korosi atau rusak dapat menghambat aliran arus listrik pada sirkuit tersebut dan jika arus listrik tidak dapat mengalir dengan sempurna



Terminal baterai yang terlihat kotor dipenuhi oleh korosi harus dibersihkan. Sering kali korosi yang timbul pada baterai sangat tipis dan tidak terlihat mata namun dapat menghambat aliran arus listrik dari terminal bateari ke kabel baterai.

Jika dilihat dengan mata telanjang terminal dan kabel baterai terlihat baik-baik saja. Namun tahan yang terlalu tinggi yang diakibatkan korosi tersebut akan menghalang aliran arus listrik.


Baca Juga: "Cara Aman Mengganti Baterai Mobil"


Memeriksa Koneksi Kelistrikan Mobil Dengan Teknik Voltage Drop



Hal yang sama berlaku pada kabel baterai yang bagian ujungnya dalam keadaan kendor. Kleman kabel baterai yang tidak mengikat dengan kencang pada terminal baterai akan mengakibatkan tahanan yang terlalu tinggi dan menghalangi aliran listrik.

Begitu pula dengan kabel ground yang kendor dan korosi atau tidak mempunyai kontak yang bagus dengan body mobil.

Masalah starter pada mobil juga dapat diakibatkan karena mengganti kabel baterai dengan ukuran yang lebih kecil. Kemampuan kabel mengalirkan arus listrik sangat ditentukan oleh diameter kabel tersebut. Semakin besar diameter kabel semakin mudah arus listrik untuk mengalir.


Beberapa kabel baterai yang dijual dipasaran mempunyai diameter kawat tembaga yang kecil namun menggunakan plastik pembungkus yang tebal, sehingga membuat orang sering tertipu dan menganggap kabel tersebut sama dengan kabel baterai yang asli. Padxahal sebenarnya diameter kabel tersebut terlalu kecil untuk mengalirkan arus besar yang dibutuhkan sistem starter.


Tidak perlu adanya tahanan yang terlalu besar untuk menimbulkan masalah pada sistem kelistrikan. Contohnya saja alternator dengan kemampuan 120 ampere dapat bekerja pada sirkuit yang mempunyai tahanan 0.11 ohm.


Jika tahanan sirkuit tersebut meningkat menjadi 0.17 ohm maka alternator akan menghasilkan output maksimal hanya sekitar 80 ampere saja.
Dengan kata lain peningkatan tahanan sebesar 0.06 ohm saja (hampir tidak terlihat) akan menurunkan output maksimum alternator hampir sepertiga dari kemampuan normalnya.

Pada beban pengisian ringan penurunan arus pengisian tersebut mungkin tidak terlalu terlihat, namun pada beban tinggi maka alternator tidak dapat mengimbangi kebutuhan listrik pada mobil.


Memeriksa Koneksi Kelistrikan

Jika Anda menggunakan ohm meter untuk mengukur koneksi kabel baterai dan kabel ground yang mengalami korosi, atau mengukur kabel yang beberapa kawat tembaganya terputus maka koneksi kabel akan tampak baik-baik saja karena yang diukur adalah kontiunitas bukan kemampuan kabel tersebut mengalirkan arus listrik yang besar.

Koneksi yang seperti itu mungkin tidak mengalami masalah saat dialiri arus listrik yang kecil namun jika yang mengalir adalah arus listrik besar, koneksi kabel tersebut tidak akan mampu mengalirkannya.


Jadi bagaimana caranya untuk memeriksa masalah seperti itu..?

Kita harus melakukan pemeriksaan voltage drop.



Baca Juga:"Pertanyaan Seputar Sistem Kelistrikan dan Lampu Indikator Mobil"


Pemeriksaan Voltage Drop

Pemeriksaan voltage drop merupakan cara yang paling efektif untuk mengetahui tahanan yang berlebihan pada sirkuit kelistrikan yang dialiri arus besar.

Metode ini merupakan pemeriksaan yang mudah dan cepat tanpa membutuhkan melakukan pembongkaran dan akan memperlihatkan dengan cepat apakah koneksi kabel dalam keadaan baik atau tidak.

Untuk melakukan pemeriksaan voltage drop, sirkuit yang akan diperiksa dalam keadaan dialiri arus listrik. Kemudian gunakan Digital Volt Meter (DVM) untuk mengukur voltage drop pada sirkuit yang sedang dialiri arus listrik.
Tegangan listrik akan selalu berusaha melalui jalur dengan tahanan yang paling rendah, jika sirkuit atau koneksi yang diperiksa memilik tahanan yang terlalu besar maka sejumlah tegangan listrik akan menuju ke DVM dan menghasilkan pembacaan tegangan.

Voltage drop yang sangat kecil atau bahkan tidak ada sama sekali akan memperlihatkan tegangan dibawah 0.4 volt pada semua koneksi.

Voltage drop yang ideal  pada setiap keneksi adalah 0.1 volt. Jika terbaca tegangan lebih dari 0.1 volt pada koneksi kabel berarti ada tahanan yang berlebihan pada koneksi tersebut yang mungkin memerlukan perbaikan atau cukup dibersihkan saja.


Memeriksa Koneksi Kelistrikan Mobil Dengan Teknik Voltage Drop



Pemeriksaan Kelistrikan Pada Sirkuit Starter

Untuk memeriksa tahanan yang berlebihan pada sirkuit starter, lakukan pengukuran voltage drop pada baterai, koneksi kabel baterai dan starter saat mesin di starting.


Pertama, periksalah tegangan baterai. Suapaya starter dapat berputar dengan normal, kondisi baterai harus dalam keadaan minimal 75% penuh (12,4 volt atau lebih). Tegangan baterai yang rendah tidak hanya akan mempengaruhi starter namun juga komponen kelistrikan mobil yang lainnya.


Memeriksa Koneksi Kelistrikan Mobil Dengan Teknik Voltage Drop




A. Seting DVM pada skala 20 Volt, hubungkan lead positif ke terminal positif baterai (bukan pada kleman atau kabel baterai) dan hubungkan lead negatif ke terminal negatif baterai.



B. Kondisikan mesin agar tidak dapat hidup saat distarter (lepaskan fuse pengapian atau bahan bakar). Batasi waktu starter dibawah 15 detik


C. Sambil mobil distarter perhatikan pembacaan tegangan pada DVM. Kemudian hubungkan lead meter positif ke terminal kabel baterai pada motor starter dan lead meter negatif ke body motor starter.


E. Perhatikan pembacaan tegangan pada DVM saat mobil distarter.

F. Bandingkan dua hasil pembacaan tegangan diatas. Jika keduanya sama berarti tidak ada voltage drop yang berlebihan pada sisi suplai tegangan positif sirkuit starter.


G. Jika tegangan listrik yang samapi pada motor starter tidak sama dengan tegangan baterai berarti ada voltage drop yang berlebihan pada sirkuit tersebut.


Kemudian lakukan pemeriksaan voltage drop pada bagian positif sirkuit starter.

A. Pastikan baterai dalam keadaan penuh

B. Nonaktifkan sistem pengapian


C. Seting DVM pada skala 2 volt

D. Hubungkan lead positif meter ke terminal positif baterai dan lead negatif meter ke terminal baterai pada motor starter. Perhatikan pembacaan tegangan pada DVM saat mesin distarter.


Votage drop maksimum yang masih dapat ditoleransi pada sirkuit starter, termasuka solenoid dan relay eksternal adalah dibawah 0,6 volt.

Jika votage drop terbaca diatas 0,6 volt pada sirkuit starter, untuk mengetahui titik yang bermasalah lakukan pemeriksaan voltage drop pada setiap koneksi yang ada di dalam rangkaian tersebut,sbb:


  • Periksa koneksi antara terminal baterai dan kabel baterai dengan mengukur voltage drop padakoneksinya saat mesin distarter. Hubungkan lead positif meter ke terminal baterai dan lead negatif meter ke kleman kabel baterai. Jika koneksi antara terminal baterai dan kabel baterai dalam keadaan baik DVM akan menunjukkan angka 0 volt.

  • Periksa kabel positif baterai dengan mengukur voltage drop diantara kedua ujung kabel. Hubungkan lead positif meter ke kleman kabel positif baterai dan lead negatif meter ke ujung kabel pada motor starter. Starter mesin dan baca tegangannya. Kabel yang baik akan menunjukkan angka dibawah 0.2 volt.

  • Untuk memeriksa solenoid starter dan koneksi relay, hubungkan lead positif meter ke terminal baterai pada solenoid atau relay dan lead negatif baterai ke terminal motor starter. Starter mesin dan baca tegangannya. Koneksi yang baik akan menunjukkan angka dibawah 0,2 volt.

  • Kemudian, periksa sisi negatif pada sirkuit starter. Untuk memeriksa seluruh sirkuit hubungkan lead positif meter pada body motor starter yang bersih dan lead negatif meterf pada terminal negatif baterai. Starter mesin dan baca tegangannya. Voltage drop pada sisi negatif sirkuity starter harus menunjukkan angka dibawah 0,3 volt.
Jika voltage drop terlalu tinggi lakukan pemeriksaan pada setiap koneksi sisi negatif dirangkaian tersebut untuk menemukan konektor atau kabel yang bermasalah. Gunakan DVM untuk memeriksa seluruh koneksi sambil mesin distarter.

  • Periksa koneksi terminal negatif baterai dengan kabel ground (harus menunjukkan 0 Volt)
  • Periksa kabel negatif baterai dari baterai ke mesin (dibawah 0,2 volt)
  • Periksa koneksi antara terminal negatif baterai dengan body starter (dibawah 0,3 volt)
  • Periksa koneksi blok mesin dengan body motor starter (harus dibawah 0,1 volt)


Pemeriksaan Koneksi Kelistrikan Pada Sistem Pengisian


Memeriksa tahanan yang berlebihan pada koneksi sisi positif sirkuit alternator:

Memeriksa Koneksi Kelistrikan Mobil Dengan Teknik Voltage Drop




A. Seting DVM pada skala 2 volt

B. Hubungkan lead positif meter ke terminal B+ alternator

C. Hubungkan lead negatif meter ke terminal positif baterai.


D. Dengan posisi mesin hidup dan putaran 1800-2000 rpm, semua lampu hidup dan aksesoris ON (kecuali rear electric defroster), periksa voltage drop. Harus dibawah 0,5 volt. Jika lebih tinggi periksa koneksi antara terminal B+ alternator dan baterai dari kemungkinan kendor, korosi atau ukuran kabel yang terlalu kecil.


Untuk memeriksa koneksi sisi negatif alternator dari tahanan yang berlebihan:

Memeriksa Koneksi Kelistrikan Mobil Dengan Teknik Voltage Drop



A. Seting DVM pada skala 2 volt,Set DVM on 2 volt DC scale.

B. Hubungkan lead negatif meter ke body alternator.

C. Hubungkan lead positif meter ke terminal negatif baterai.

D. Dengan posisi mesin hidup dan putaran 1800-2000 rpm, semua lampu hidup dan aksesoris ON (kecuali rear electric defroster), periksa voltage drop. pada sisi negatif harus dibawah 0,2 volt. Jika lebih tinggi bersihkan koneksi-koneksinya atgau ganti kabel negatif baterai.
Beberapa laternator dipasang ke mesin menggunakan bushing karet dan menggunakan kabel ground sendiri. Periksa juga voltage drop pada kabel ground tersebut.


Baca Juga: "Pemeriksaan Baterai Dan Sistem Peingisian TOYOTA ALL NEW AVANZA"

Teknik Votage Drop Juga Dapat Digunakan Untuk Mendeteksi Arus Listrik Di dalam Sirkuit

Saat arus listrik menaglir pada rangkaian atau sirkuit kelistrikan maka akan menimbulkan panas. Voltage drop dapat digunakan untuk mendeteksi aliran arus listrik di dalam rangkaian dengan mengukur voltage drop pada sekering yang melindungi sirkuit tersebut. Hal ini merupakan meteode sederhana untuk memeriksa kebocoran arus listrik saat kunci kontak Off yang dapat membuat baterai menjadi soak.


Memeriksa Koneksi Kelistrikan Mobil Dengan Teknik Voltage Drop


Dengan posisi kunci kontak Off, hubungkan kedua lead meter pada kedua sisi sekering di fuse box atau power center. Jika tidak ada arus listrik yang mengalir pada sirkuit tersebut maka voltage drop akan terbaca 0 volt. Jika terbaca tegangan (katakanlah 0,1 volt atau lebih) menujukkan adanya arus listrik yang mengalir. Hal ini adalah beban kelistrikan yang normal untuk menjaga memori kontrol modul atau kontrol modul belum masuk ke "sleep mode" .



Ada masalah dengan mobil Anda...??  

Butuh Bantuan...???  

Silahkan hubungi kami..!!







...

Cara Bleeding Sistem Rem ABS

July 02, 2018 0

Prosedur Bleeding Sistem Rem ABS 


Udara akan masuk kedalam sistem saat melakukan pembongkaran untuk melakukan penggantian komponen-komponen seperti, caliper, wheel cylinder, master cylinder, brake line dan hose.

Agar injakan pada pedal rem terasa kuat dan padat maka udara yang masuk tersebut harus dikeluarkan dengan cara melakukan bleeding sistem rem.

Udara yang terjebak pada saluran rem, caliper atau wheel cylinder akan membuat pedal rem terasa lebih dalam saat diinjak.

Udara merupakan zat yang dapat dikompresi, sehingga saat rem diinjak gelembung udara yang berada di dalam sistem rem akan dikompresikan terlebih dahulu sebelum minyak rem meneruskan tekanan pedal rem untuk menghentikan kendaraan.



Sesuai dengan aturan sirkuit rem pada mobil yang menggunakan antilock brake suystem atau ABS dapat dibleeding dengan prosedur biasa, asalkan tidak ada udara yang masuk ke dalam modulator ABS assembly.

Jika komponen rem yang dibongkar berada di bawah modulator ABS, seperti: caliper, wheel cylinder brake hose dan line, melakukan prosedur bleeding rem yang normal kemungkinan dapat mengeluarkan  seluruh udara yang berada di dalam sistem rem.


Sistem rem dapat dibleeding dengan secara manual, menggunakan power bleeder, injector atau vacuum bleeder. Tidak ada perbedaan metode apapun yang digunakan selama seluruh saluran dan komponen sistem rem diisi minyak rem yang cukup untuk mengeluarkan udara yang terjebak.


Prosedur bleeding rem yang paling umum adalah dengan memulai proses bleeding dari rem yang paling jauh dari master cyilinder, kemudian dilanjutkan membleeding rem yang menggunakan sirkuit yang sama (bisa rem belakang yang lain pada mobil rear wheel drive atau rem depan yang berseberangan pada mobil penggerak depan).

Setelah sirkuit tersebut selesai dibleeding, kemudian dilanjutkan proses bleeding pada sirkuit rem yang lain dan dimulai dari yang terjauh dari master cylinder.

Perhatikan selalu petunjuk urutan bleeding rem yang dikeluarkan oleh masing-masing pabrikan karena hal ini sangat bervariasi tergantung bagaimana konfigurasi sistem rem tersebut.


Udara dapat terperangkap di dalam unit ABS jika master cylinder sempat kehabisan minyak rem atau saluran rem pada kedua sisi ABS dilepaskan atau diganti.


Namun bagaimana jika Anda mengganti master cylinder, brake line atau valve yang berada diatas modulator ABS...?

Atau bagaimana jika melakukan penggantian modulator ABS atau high pressure accumulator..??

Ini merupakan salah satu pekerjaan yang cukup sulit.


Udara yang berada di dalam modulator ABS akan sangat sulit untuk dikeluarkan karena celah-celah dan sudut yang sangat sempit di dalam modulator ABS.

Modulator ABS dapat mempunyai 8,atau lebih dari 10  solenoid valve ABS/traction control ditambah berbagai jenis check  valve dan lubang-lubang buntu.

Beberapa modulator ABS mempunyai baut bleeding khusus untuk membantu mengeluarkan udara saat melakukan bleeding rem. Sementara ada juga yang tidak mempunyai baut tersebut dan membutuhkan scantool untuk mengaktifkan solenoid ABS sambil membleeding sistem rem.


Untuk dapat lebih memahami apa saja yang dibutuhkan dan harus dilakukan saat proses bleeding rem ABS, mari kita lihat beberapa prosedur bleeding rem pada beberapa sistem ABS General Motor.


Prosedur Bleeding Sitem Rem ABS  DELCO ABS-VI

Sistem ABS  Delco ABS-VI telah digunakan secara luas pada mobil-mobil penggerak depan General Motor, seperti Chevrolet Lumina dan APV, Chevrolet Beretta, Corsica dan Cavalier, Pontiac Grand Prix, Sunbird, Oldsmobile Cutlass Supreme dan Buick Regal.





Delco VI system merupakan sistem ABS  non-integral dengan master brake cylinder dan power booster konvensional. Sistem ini menggunakan 4 wheel speed sensor namun merupakan  three-channel system.
Rem-rem depan dikontrol secara terpisah, sedangkan rem-rem belakang menggunakan satu sirkuit ABS yang sama.


Hydraulic modulator dan motor pack assy terpasang pada master cylinder. Modulator diikat oleh dua baut pada lubang outlet bagian atas master cylibder, dua transfer tube pada dua lubang outlet dibagian bawah.

Hal penting yang harus diperhatikan saat melakukan pada perbaikan sistem ini adalah kedua transfer tube bagaian bawah dan O-ring harus diganti jika master cylinder dan modulator dilepaskan satu sama lain. Hal ini sangat penting untuk mencegah kebocoran yang dapat menyebabkan sistem rem tidak berfungsi.

Modulator assembly mempunyai beberapa komponen, yaitu:

  • 4 chamber fluid untuk keempat rem,
  • 2 valve isolation solenoid, 
  • 4buah check ball, 
  • Motor pack yang berisi 3 motor DC dua arah dengan electromagnetic brakes (EMBs) dan  expansion spring brakes (ESBs)
  • 3 ball screw assemblies
  • 4 piston
  • Gear drive set dan gear cover

Modulator motor pack, isolation solenoid valves, gear cover dan individual gears merupakan komponen yang dapat diperbaiki dan dapat diganti secara terpisah.

Rem pada mobil GM yang menggunakan sistem Delco ABS-VI dapat dibleeding secara manual. menggunakan vacuum atau pressure bleeding.

Urutan proses bleeding dimulai dari roda belakang kanan, belakang kiri, depan kanan dan depan kiri.
Sebelum memulai proses bleeding, terlebih dahulu pastikan piston belakang di dalam modulator Delco ABS-VI berada pada posisi "home" . Jika hal ini tidak dilakukan , saluran rem bagian belakang tidak dapat dibleeding.


Ada dua cara untuk melakukan hal tersebut:

Pertama, dengan menggunakan Tech1 atau scantool yang serupa, pilih menu Test mode F4 ABS, kemudian pilih pilihan manual control F0, Sekarang rear motor dapat diperintahkan untuk menggerakkan piston ke posisi home.

Kedua, tanpa menggunakan scantool, buka baut bleeder depan pada modulator. Hati-hati disana terdapat dua baut bleeder, pastikan Anda membuka baut bleeder depan. Kemudian bleeding modulator.

Tutup baut, kemudian bleeding kedua rem depan dimulai dari rem sisi kanan terlebih dahulu. Setelah tekanan pedal rem dalam keadaan padat, jalankan mobil dengan kecepatan diatas 5 Km/jam. Secara otomatis kontroler akan mereset sistem dengan memerintahkan rear motor berputar ke posisi home. Hentikan mobil dan bleeding rem belakang.


Sistem Rem ABS DELPHI DBC-7

ABS DELPHI DBC-7 diperkenalkan pada tahun 1999 untuk mobil Buick Regal danCentury, dan Chevrolet Tracker, Antilock Brake System Delphi DBC-7 ABS merupakan pengganti sistem ABS terdahulu Delco ABS-VI system. Sistem ini menggantikan ABS-VI mulai tahun  2000 pada Chevrolet Impala, Monte Carlo, Malibu, Cavalier dan Venture, Pontiac Sunfire and Montana, dan Oldsmobile Cutlass dan Silhouette.


Tidak seperti sistem ABS-VI, DBC-7 tidak menggunakan motor penggerak plunger untuk mensirkulasikan tekanan di dalam saluran rem. Sistem ini menggunakan solenoid seperti sistem ABS pada umumnya. Brake Pressure Modulator Valve mempunyai satu inlet (apply) valve dan satu outlet (release) valve untuk setiap saluran rem, ditambah dua buah akumulator (satu untuk setiap sirkuit rem). Jadi BPMV mempunyai 6 valve ABS untuk sistem ABS 3 channel, 8 valve ABS untuk sistem ABS 4 channel, dan 10 ABS valve untuk mobil yang dilengkapi dengan sistem Traction Control.

Inlet valve normalnya selalu dalam kondisi terbuka, sedangkan outlet valve posisi tertutup. Solenoid pada setiap valve akan diaktifkan saat EBCM memberikan ground ke masing-masing solenoid.

Sistem ABS yang digunakan pada seluruh kendaraan GM adalah sistem 4 channel, sehingga setiap outlet dari BPMV dihubungkan ke setiap saluran rem untuk roda yang terpisah. Saluran-saluran rem tersebut diberi kode warna untuk membedakannya:
  • Belakang kiri warna ungu
  • Belakang kanan warna kuning
  • Depan kiri warna merah
  • Depan kanan warna hijau


Prosedur Bleeding Minyak Rem Pada Sistem ABS DBC-7

Jika tidak ada udara yang masuk ke dalam modulator ABS maka prosedur bleeding biasa dapat dilakukan. Namun jika terdapat udara di dalam modulator ABS maka sistem rem harus di bleeding dengan menggunakan bantuan pressure bleeder dan scantool.

  • Hubungkan pressure bleeder ke reservoir master cylinder
  • Putar kunci kontak ON
  • Dengan posisi bleeder screw tertutup, berikan tekanan pada sistem sebesar 35 psi.
  • Pilih menu Automatic Bleed Procedure pada scantool. Scantool akan mengaktifkan Solenoid ABS di dalam BPMV selama satu menit.


Setelah itu akan muncul perintah pada scantool untuk membleeding tiap-tiap roda. Selama langkah ini pompa akan aktif dan masing-masing siklus release valve akan berlangsung selama satu menit. Hal ini akan diulangi pada setiap roda, Terakhir, scantool akan mengaktifkan solenoid-solenoid ABS selama 20 detik untuk mengeluarkan udara yang masih tertinggal.

Lepaskan tekanan pada alat bleeder dan lepaskan dari master cylinder. Periksa ketinggian pedal dan rasakan tekanannya untuk memastikan tidak ada udara lagi di dalam sistem rem.


Sistem Rem ABS Bosch 5




Pada tahun 1995 sistem ABS Bosch 5 diterapkan pada mobil corvette untuk menggantikan sistem ABS yang sebelumnya digunakan.

Sistem ABS Bosch 5 juga digunakan pada beberapa mobil produksi GM tahun 1995-1996, seperti: Chevy Caprice dan Impala, Buick, Estate Wagon dan Roadmaster, dan Cadillac Deville, Eldorado, Fleetwood dan Seville.

Modulator menggunakan solenoid-solenoid untuk setiap sirkuit rem, namun tidak membutuhkan alat khusus untuk membleeding sistem remnya. Artinya sistem rem dapat dibleeding dengan metode konvensional, dengan urutan sbb: belakang kanan, belakang kiri, depan kanan dan depan kiri.


Prosedur Bleeding Sistem Integral ABS

Sistem ABS integral sudah tidak digunakan sejak lama, namun teknisi perlu memahaminya saat melakukan pekerjaan bleeding rem pada mobil-mobil  tua.
Sistem ini digunakan pada kendaraan GM termasuk dengan sistem Power master Delco III pada 1989-91 Buick Regal, Oldsmobile Cutlass dan Pontiac Grand Prix dan GTU model. Prinsip kerjanya sama dengan sistem ABS  Teves Mark 2, Bosch III , Bendix 9 dan Bendix 10



Sistem ABS integral menggunakan high pressure pump dan accumulator untuk membatu pengereman dan sistem ABS. Sebagai pedoman, tekanan pada accumulator harus dilepaskan sebelum melakukan pekerjaan perbaikan sistem rem apapun. Beberapa dari sistem ini dapat menghasilkan tekanan samapai 2.700 psi, jadi jangan pernah membuka saluran rem atau berusaha melakukan penggantian komponen hidrolik sistem ABS sebelum tekanan pada accumulator dihilangkan. Hal ini dapat dilakukan dengan menekan pedal rem kuat sebanyak 40 kali dengan kunci kontak Off.

Setelah selesai melakukan perbaikan, saluran rem dapat dibleeding secara manual denga alat power bleeder atau vacuum bleeder konvensional. Pada semua metode tersebut, kunci kontak harus selalu dalam keadaan Off agar pompa ABS tidak membangkitkan tekanan pada accumulator. Kemudian sistem rem dapat dibleeding secara biasa dengan mengikuti urutan sesuai dengan rekomendasi pebrikan. Pada kendaraan GM urutannya adalah belakang kanan, belakang kiri, depan kanan dan depan kiri.

Modulator ABS harus dibleeding dengan prosedur khusus apabila melakukan penggantian master cylinder atau modulator ABS atau terdapat udara pada bagian komponen ABS yang lainnya.

Berikut prosedur yang harus dilakukan pada sistem ABS Powermaster III yang diaplikasikan pada kendaraan GM:

Untuk membleeding dua buah valve yang terdapat di dalam modulator disediakan dua bleeder screw. Mulai dari yang paling dekat dengan mesin. Putar kunci kontak ON dan berikan tekanan yang ringan pada pedal rem. Buka bleeder screw dan biarkan minyak rem mengalir sampai tampak jernih. Tutup bleeder screw dan ulangi hal yang sama pada bleeder screw kedua.

Buang tekanan di dalam accumulator dengan menekan pedal rem sebanyak 40 kali dengan posisi kunci kontak OFF. Tunggu dua menit agar udara di dalam minyak rem keluar. Kemudian isi kembali tabung reservoir dengan minyak rem DOT 3.


Sekarang lakukan proses bleeding pada bagaian boost. Lakukan hal ini dengan memberikan tekanan yang sedang pada pedal rem  dan putar kunci kontak ke posisi ON selama 3 detik, dan kemudian OFF-kan. Ulangi prosedur ini sebanyak 10 kali.Periksa injakan pedal rem terasa padat saat sudah selesai dan lakukan tes jalan untuk memastikan sistem rem bekerja dengan sempurna.


Catatan:
Jika Anda mempunyai scantool Tech 2 dapat menggunakan menu solenoid bleed test. Hal ini akan mengaktifkan solenoid ke posisi hold dan release untuk mengeluarkan udara dari booster.


Prosedur Bleeding Pada Sistem ABS Kelsey-Hayes 4WAL

Jika valve depan ABS tidak diganti, sistem rem dapat dibleeding secara manual dengan menggunakan vacuum bleeder atau presure bleeder dengan urutan sbb:
Master cylinder
Rear anti-lock valve
Combination valve
Front anti-lock valve
Left rear wheel
Right rear wheel
Right front wheel
Left front wheel.

Lakukan prosedur bleeding pada valve atau roda satu persatu.


Jika master cylinder diganti, bleeding master cylinder diluar sebelum dipasang.
Jika Valve ABS depan diganti, maka diperlukan prosedur bleeding khusus;
Kendorkan bleed plug pada valve depan yang baru sekitar 1/4 sampai 1 putaran.
Lepaskan tutup bleed valve stem
Pasang SST Valve depressor tool 6670. Geser nok samping pada tool ke arah boss disekitar bleed valve stem. Stem harus ditahan pada posisi terbuka (kearah dalam) agar bagian atas valve yang baru dapat dibleeding dengan sempurna.

Kencangkan thumbscrew pada SST 6670 agar dapat mendorong valve stem kearah dalam sekitar 0.51 mm - 0.76 mm.


Tekan pedal rem, Pedal rem akan jatuh saat bleed plug dibuka penuh dan valve stem didorong kearah dalam oleh tool.

Injak pedal rem 5-10 kali. Hal ini akan mengisi bagian atas dan bawah valve dengan cepat.
Bleeding valve assy yang baru pada setiap saluran rem satu persatu. jangan lupa untuk selalu menutup valve bleed plug sebelum mengocok pedal rem. Lanjutkan proses bleeding sampai miny7ak rem yang keluar dari fitting terlihat jernih dan tidak ada gelembung udara.

Lepaskan tool dari valve stem dan pasang tutup stem. Kencangkan bleed plug dengan momen 7-9 Nm 60-84 in.-lbs).

Catatan;
Jika valve ssy ABS tidak dilepas, bleed plug dan bleed vave tidak perlu dibuka selama proses bleeding. Bleeding saja valve assy pada setiap saluran rem satu persatu.


Catatan:
Selalu ikuti petunjuk yang dikeluarkan setiap pabrikan mengenai prosedur khusu yang harus dilakukan saat melakukan pekerjaan pada sistem rem ABS.



Ada masalah dengan mobil Anda...??  

Butuh Bantuan...???  

Silahkan hubungi kami..!!




...

Penyebab Dan Cara Membersihkan Fuel Injector Yang Tersumbat

June 25, 2018 0
Fuel injector merupakan bagian dari komponen fuel delivery system yang berfungsi untuk menyuplai bahan bakar ke dalam mesin sesuai dengan kebutuhan mesin.

Performa fuel injector akan sangat menentukan performa mesin secara keseluruhan.
Kondisi fuel injector yang bersih merupakan salah satu syarat agar mesin dapat bekerja dengan optimal, hemat bahan bakar dan rendah emisi gas buang.

Jika kondisi fuel injector sangat kotor, maka bahan bakar yang disalurkan akan berkurang dari semestinya sehingga akan mempengaruhi kinerja mesin.

Fuel injector yang kotor tidak dapat mendistribusikan bahan bakar sebanyak fuel injector yang dalam keadaan bersih, dan tidak dapat menciptakan pola semprotan bahan bakar yang bagus, hal yang sangat penting untuk menghasilkan proses pembakaran yang efisien dan bersih.

Saat sistem kontrol feedback bahan bakar sudah masuk mode closed loop, kondisi fuel injector yang kotor akan membuat sistem kontrol tersebut memberikan respon  seolah-olah campuran bahan bakar terlalu kurus, namun tidak dapat memperbaiki kondisi yang menjadi penyebab masalah tersebut.





Fuel injector yang kotor akan menimbulkan beberapa gejala pada mesin, seperti:
  • Lean misfire
  • Idle yang kasar
  • Mesin tersendat saat akselerasi
  • Mesin kurang bertenaga
  • Meningkatnya kandungan hydrocarbon (HC) dan Carbon monoxide (CO) pada emisi gas buang.

Pada mobil-mobil produksi tahun 1996 keatas yang sudah menerapkan sistem OBD II, gejala lean misfire akan memicu munculnya kode DTC misfire dan menyalakan lampu cek engine.

Kode DTC yang muncul dapat berupa kode DTC P0300 random misfire, atau muncul kode DTC misfire yang merujuk pada salah satu  silinder mesin (P0301,P0302 dll), tergantung fuel injector mana yang mengalami masalah.


Fuel Injector Tersumbat

Sumbatan yang kecil saja pada fuel injector dapat membuat campuran bahan bakar menjadi lebih kurus dari semestinya.

Sumbatan sekitar 8% sampai 10 %  saja pada fuel injector sudah cukup untuk memunculkan gejala misfire. Saat hal ini terjadi, oksigen yang tidak terbakar akan masuk ke saluran ekshaust dan oksigen sensor akan mendeteksi  campuran bahan bakar terlalu kurus.

Pada sistem multiport injection, dimana penyemprotan bahan bakar dilakukan secara bersamaan,  ECU akan merespon campuran kurus tersebut dengan memperpanjang waktu ON semua fuel injector, sehingga  campuran bahan bakar di dalam silinder yang fuel injectornya tidak bermasalah akan menjadi terlalu kaya.


Pada mesin yang menggunakan turbocharger, fuel injector yang kotor dapat menimbulkan detonasi karena campuran yang terlalu kurus, detonasi yang terlalu berlebihan dan berlangsung dalam waktu yang lama sangat berbahaya bagi mesin.

Saat turbocharger sedang bekerja pada rpm tinggi, mesin membutuhkan suplai bahan bakar yang mkasimal dari seluruh fuel injector.

Jika saat itu fuel injector dalam keadaan kotor dan tidak dapat menyuplai bahan bakar sesuai dengan kebutuhan mesin, maka campuran bahan bakar menjadi terlalu kurus dan dapat memicu terjadinya detonasi atau knocking.

Pada umumnya semua fuel injector mobil sangat rentan sekali mengalami penyumbatan. Namun salah satu yang paling berisiko mengalami masalah driveablility dan emisi gas buang adalah mesin-mesin tua dengan sistem injeksi pintle-style multiport fuel injector.


Desain fuel injector saat ini dibuat lebih tahan terhadap terjadinya penyumbatan.  Bentuk nozle dan ukuran orifice pada fuel injector tipe pintle-style injector  sangat menentukan volume dan pola semprotan bahan bakar yang disemprotkan.


Fuel injector pintle-style didesain untuk menghasilkan pola semprotan berbentuk kerucut.
Jika terdapat akumulasi kotoran pada area nozle yang menghambat distribusi bahan bakar dan membuat pola semprotan fuel injector menjadi tidak sempurna maka campuran bahan bakar menjadi terlalu kurus  yang selanjutnya akan menimbulkan masalah-masalah seperti yang telah disebutkan sebelumnya.


Deposit Pada Fuel Injector

Darimanakah deposit pada fuel injector tersebut berasal..?

Sebagian besar deposit di fuel injector berasal dari bahan bakar sendiri. Bahan bakar bensin merupakan campuran  dari berbagai jenis hydrocarbon, oilfin dan waxy compound.

Semakin berat hydrocarbon semakin besar energi yang dihasilkan ketika terbakar.

Saat mesin dimatikan, fuel injector mengalami penyerapan panas. Sisa bahan bakar pada nozle fuel injector menguap meninggalkan sisa waxy oilfins.

Karena mesin dalam posisi mati, maka tidak ada aliran udara pendingin yang mengalir melalui port fuel injector dan tidak ada aliran bahan bakar melalui fuel injector yang dapat membasuh sisa oilfin tadi, sehingga panas membakar oilfins menjadi endapan deposit yang mengeras.
Seiring waktu deposit tersebut akan bertambah banyak dan akhirnya menyumbat fuel injector.



Penyebab Dan Cara Membersihkan Fuel Injector Yang Tersumbat
Deposit pada fuel injector


Pembentukan deposit pada fuel injector merupakan konsekuensi normal dari sistem kerja  mesin, sehingga untuk menjaga agar fuel injector tetap bersih ditambahkanlah detergent pada bahan bakar bensin.

Namun pada  mobil-mobil yang sering digunakan untuk perjalanan jarak pendek didaerah macet, pembetukan deposit akan terjadi lebih cepat dibandingkan kemampuan detergent untuk membersihkannya.


Pada mesin 4 silinder, fuel injector nomor 2 dan nomor 3 berada pada lokasi yang lebih panas dan akan cenderung lebih cepat tersumbat dibandingakan fuel injector yang terletak dibagian ujung yaitu nomor 1 dan nomor 4.

Hal yang sama juga berlaku pada fuel injector yang terletak pada silinder bagian tengah dari mesin 6 silinder dan 8 silinder.

Semakin panas lokasi fuel injector maka semakin rentan terjadinya sumbatan pada fuel injector akibat penyerapan panas.

Throttle body injector tidak terlalu rentan mengalami penyumbatan akibat penyerapan panas karena lokasinya yang tinggi diatas plenum intake manifold.



Kandungan Detergent Pada Bahan Bakar Bensin

Agar dapat melakukan penghematan dan meningkatkan daya saing, beberapa perusahaan minyak mengurangi kandungan detergent pada bahan bakar bensin atau menggantinya dengan zat aditif yang lebih murah namun kurang efektif.

Beberapa zat aditif yang umum digunakan untuk mengontrol pembentukan deposit bahan bakar antara lain:

  • Polysibutylamine
  • Polyisbutylene succinimide 
  • Polyisobutylene phenylamine. 


Namun zat-zat aditif tersebut dapat menimbulkan deposit pada bushing intake valve  yang membuat valve menjadi macet. Untuk mencegah hal ini ditambahkan zat aditif lain yang disebut fluidizers ke dalam bahan bakar.

Namun seiring waktu zat ini akan mengakibatkan pembentukan deposit di dalam ruang bakar yang dapat meningkatkan perbandingan kompresi mesin sehingga dibutuhkan bahan bakar dengan oktan lebih tinggi untuk mencegah terjadinya detonasi.

Fuel injector yang kotor membuat campuran bahan bakar menjadi kurus dan dapat mengakibatkan:

  • Lean misfire
  • Mesin tidak stabil 
  • Detonasi 


Salah satu zat aditif yang paling baik adalah polyetheramine. Zat ini mampu menjaga fuel injector, valve dan ruang bakar selalu bersih tanpa bantuan aditif fluidizers, namun harganya sangat mahal, bisa mencapai dua kali lipat dibandingkan harga zat aditif yang umum digunakan.


Berapa banyak jumlah aditif yang harus ditambahkan untuk mencapai level perlindungan yang efektif..?

Para praktisi industri migas mengatakan level yang direkomendasikan adalah 1.000  parts per million (ppm) dispersant- detergent di dalam bahan bakar, yang menambah biaya produksi kurang dari satu sen per gallon-nya.

Meski demikian sekitar 85% bensin yang dijual hanya mengandung 1/10 dari level aditif yang direkomendasikan yaitu hanya sekitar 100 ppm. Konsekuensinya, penggunaan bahan bakar yang murah akan memberi kontribusi pada pembentukan deposit pada fuel injector.



Membersihkan Fuel Injector

Manfaat yang dapat dirasakan dari pembersihan fuel injector sangat tergantung pada kondisi fuel injector sebelum dibersihkan dan seberapa parah fuel injector tersebut tersumbat.

Fuel injector yang sangat kotor akan menunjukkan peningkatan performa yang signifikan dibandingkan dengan fuel injector yang tidak terlalu kotor setelah dibersihkan.

Namun bagaimanpun juga setelah pembersihan fuel injector setidaknyaa ada perubahan yang dirasakan terkait performa mesin, konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang yang lebih baik.


Penyebab Dan Cara Membersihkan Fuel Injector Yang Tersumbat
Pola semprotan fuel injector sebelum dan setelah dibersihkan


Pembersihan fuel injector akan sangat baik dilakukan pada mesin-mesin dengan jarak tempuh yang sudah tinggi dan mesin yang lebih sering digunakan untuk perjalanan jarak pendek.

Beberapa ahli merekomendasikan untuk melakukan pembersihan fuel injector setiap  40.000 atau 60.000 Km untuk menjaga fuel injector selalu berada dalam performa maksimalnya.


Penyebab Dan Cara Membersihkan Fuel Injector Yang Tersumbat
Pembersih fuel injector yang dimasukkan ke dalam tangki bahan bakar




Pembersihan Komponen Yang Lain Pada Sistem Injeksi

Throttle body merupakan salah satu komponen yang juga perlu dibersihkan dari deposit bahan bakar. Uap bahan bakar naik melalui intake manifold  dapat terakumulasi dan menguap disekitar throttle plate dan saluran air bypass yang akan mempengaruhi  campuran bahan bakar saat putaran idle.


Terkadang deposit pada throttle dapat terlihat, namun juga terkadang tidak terlihat. Melakukan pembersihan throttle body dan jalur intake manifold juga sangat penting untuk mengembalikan performa mesin, kualitas putaran idle dan emisi gas buang. Pembersih aerosol atau throttle cleaner dapat diaplikasikan untuk pembersihan tersebut.


Saat melakukan pembersihan fuel injector perlu juga sekaligus melakukan pembersihan intake valve dan ruang bakar untuk melepaskan deposit yang menyebabkan masalah pada driveability dan emisi gas buang .

Deposit pada bagian intake valve dapat bertindak seperti busa yang akan menyerap bahan bakar dan mengakibatkan mesin tersendat sebentar saat throttle valve dibuka secara mendadak.

Deposit di ruang bakar akan menaikkan tekanan kompresi dan memicu terjadinya detonasi yang merusak mesin.


Kandungan detergent pada bahan bakar tidak akan mampu membersihkan deposit karbon yang menempel pada intake valve dan ruang bakar, apalagi jika depositnya sudah terlalu tebal.
Untuk membersihkan deposit seperti itu dapat dilakukan dengan menambahkan zat pembersih aditif ke dalam tangki bahan bakar. atau disalurkan melalui fuel injector menggunakan alat bertekanan.


Untuk menghilangkan deposit dari intake valve dan ruang bakar gunakan jenis pembersih atau cleaning machine yang khusus didesain untuk membersihkan bagian atas mesin dan ikuti petunjuk pemakaiannya.

Fuel injector pada mesin direct injection mempunyai pola semprotan yang sangat presisi dan sangat sensitif terhadap pembentukan deposit dibandingkan dengan fuel injector biasa.

Catatan:
Banyak ahli yang menyarankan untuk melakukan penggantian busi setelah melakukan pembersihan fuel injector atau pembersihan deposit pada mobil.
Kotoran yang rontok dan dibersihkan oleh bahan pembersih dapat meningkatkan resiko busi kotor . Mengganti oli mesin dan filter oli mesin juga merupakan hal yangbaik setelah melakukan perawatan pembesihan karbon di mesin karena ada kemungkinan zat pembersih yang digunakan lolos dari celah ring piston dan masuk ke dalam crankcase oli.


Metode Membersihkan Fuel Injector 

Apakah proses pembersihan fuel injector dapat dilakukan tanpa dilepas dari mesin atau harus dilepaskan dari mesin dan kemudian dibersihkan menggunakan mesin khusus pembersih fuel injector...??


Jawabannya adalah tergantung kondisi.


Cara yang paling mudah adalah dengan melakukan pembersihan di mesin tanpa melepasnya, (pada beberapa mesin melepas fuel injector cukup sulit dan memakan waktu).

Mensirkulasikan zat pembersih melalui fuel injector saat mesin hidup juga akan membersihkan deposit karbon yang menempel pada intake valve dan ruang bakar.

Hal ini akan mengurangi pekerjaan pembersihan ekstra jika mesin memang benar-benar kotor oleh deposit karbon. Proses pembersihan ini hanya memakan waktu sekitar 10 sampai 15 menit dan kita dapat melihat secara langsung apakah proses pembersihan yang telah dilakukan  menunjukkan hasil yang memuaskan (putaran mesin lebih halus, gejala idle misfire hilang dll).


Saat melakukan proses pembersihan itu sendiri , berikanlah tekanan pada alat yang menyuplai cairan pembersih secara langsung ke dalam fuel rail saat mesin hidup.

Hal ini berarti Anda harus menonaktifkan fuel pump dan menutup saluran fuel return atau memasang U-tube sehingga bahan bakar akan bersirkulasi kembali ke tank.

Penonaktifan fuel pump dapat menimbulkan kode DTC, sehingga setelah proses pekerjaan pembersihan selesai jangan lupa untuk menghapus kode DTC tersebut.


Walaupun cara tersebut sangat mudah, ada beberapa kekurangan dengan metode pembersihan fuel injector langsung di mesin. Salah satunya adalah fuel injector yang sangat kotor mungkin tidak akan dapat dibersihkan secara sempurna dengan waktu pembersihan yang normal.

Sebagian deposit yang menempel dengan keras akan sangat sulit untuk dilepaskan, membutuhkan waktu yang lebih panjang atau mengulangi proses pembersihan.

Bagaimana jika proses pembersihan secara langsung di mesin tidak mampu mengatasi masalah ?

Maka fuel injector harus dilepaskan untuk dibersihkan menggunakan mesin pembersih  injector  atau memang harus diganti.

Kekurangan lain membersihkan fuel injector dengan kondisi terpasang di mobil adalah diperlukannya pemeriksaan tambahan untuk memastikan bahwa proses pembersihan memberikan dampak yang signifikan pada fuel injector.

Lakukan test drive untuk melihat apakah masalah driveability telah hilang dengan pembersihan fuel injector dan melakukan pemeriksaan emisi untk memeriksa apakah kadar HC dan CO sudah kembali ke batas normal.

Power balance test juga sesuatu yang perlu dilakukan untuk memeriksa performa mesin dan memeriksa tekanan kompresi silinder yang lemah (perbedaan kompresi antar silinder tidak boleh lebih dari 10 %).

Injector pressure drop test dapat memberitahu apakah semprotan fuel injector pada semua silinder berada dalam jumlah yang sama.

Penggunaan bahan pembersih kimia juga dapat menimbulkan efek samping pada komponen-komponen sistem bahan bakar. Kebanyakan suplier alat pembersih fuel injector mengatakan untk melepas selang fuel return dan menutupnya sehingga larutan pembersih tidak bersirkulasi sampai ke fuel tank.

Larutan pembersih dengan kadar yang terlalu kuat dapat merusak komponen-komponen dari bahan karet dan plastik yang terdapat di dalam fuel pump, regulator dan fuel line, dimana hal ini akan menimbulkan masalah baru yang tidak diinginkan.


Penyebab Dan Cara Membersihkan Fuel Injector Yang Tersumbat
Pembersihan fuel injector di mesin dengan alat bertekanan



Faktor Keselamatan Yang Harus Diperhatikan Saat Melakukan Pembersihan Injector 

Proses pembersihan fuel injector pada mesin harus dilakukan dengan hati-hati karena dapat menimbulkan resiko kecelakaan terhadap orang yang melakukan pekerjaan tersebut.

  • Hati-hati saat melepas selang bahan bakar yang bertekanan agar tidak menyemprot ke mata.
  • Pastikan tidak terjadi kebocoran bahan bakar
  • Larutan pembersih merupakan bahan yang lebih mudah terbakar dibandingkan bensin, jadi berhati-hatilah saat menyalurkannya ke mesin dengan tekanan.



Berikut hal-hal yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan:

  • Gunakanlah kaca mata pelindung
  • Pastikan tidak ada sumber pengapian yang terbuka dan 
  • Hindari kontak langsung dengan larutan pembersih.




Membersihkan Fuel Injector Di luar Mobil

Fuel injector yang sangat kotor mungkin tidak dapat dibersihkan secara maksimal dengan kondisi terpasang di mobil. Dibutuhkan waktu yang lebih lama dan larutan pembersih dengan kadar yang lebih kuat agar dapat merontokkan deposit yang terdapat di dalam fuel injector.

Itulah sebabnya pembersihan fuel injector dengan menggunakan mesin pembersih harganya sedikit lebih mahal.

Pembersihan fuel injector di luar mobil lebih mahal karena biaya yang dikeluarkan termasuk ongkos melepas fuel injector (pada beberapa tipe mobil pekerjaan ini cukup sulit) dan membutuhkan peralatan khusus untuk membersihkan fuel injector.


Deposit kotoran pada fuel injector yang tidak dapat dibersihkan dengan metode pembersihan di mobil kemungkinan dapat dibersihkan dengan metode pembersihan di luar mobil.

Bengkel mobil lebih cenderung memilih metode ini untuk menghindari pengerjaan ulang jika pembersihan di mobil tidak menyelesaikan masalah.


Pembersihan fuel injector di luar mobil membutuhkan waktu yang lebih lama, biasanya sekitar 30 sampai 45 menit diluar waktu pembongkaran fuel injector.

Rata-rata mesin pembersih fuel injector  mempunyai bak ultrasonic yang dapat digunakan untuk membersihkan fuel injector sanmbil direndam.

Beberapa mesin pembersih fuel injector juga mampu membersihkan injector dari arah berlawanan masuknya bahan bakar sehingga hasilnya akan lebih bersih.
Penyebab Dan Cara Membersihkan Fuel Injector Yang Tersumbat
Mesin pembersih fuel injector ultrasonic


Keuntungan lain menggunakan mesin pembersih fuel injector adalah dapat melakukan flow test fuel injector untuk memastikan performanya sudah bagus setelah dibersihkan.

Fuel injector dipasang pada test manifold dan kemudian dialiri listrik agar menyemprotkan larutan pembersih ke dalam gelas pengukur transparant sehingga dapat dilihat apakah volume semprotan setiap injector dalam keadaan yang sama atau rata.


Penyebab Dan Cara Membersihkan Fuel Injector Yang Tersumbat
Mengukur volume semprotan fuel injector 


Dengan melihat pola semprotan fuel injector dapat menunjukkan secar sekilas jika ada kelainan atau terdapat semprotan bahan bakar yang tidak berkabut.

Sebagai patokan variasi volume penyemprotan antar fuel injector tidak boleh lebih dari 5 % sampai 7 % ( Beberapa modifikator mesin high performance mengatakan variasi antar fuel injector tidak boleh lebih dari 1%).

Jika salah satu fuel injector tidak dapat mengalirkan bahan bakar seperti fuel injector yang lainnya maka mungkin perlu dibersihkan lagi, dan jika tetap sama seperti itu  maka tidak diragukan lagi fuel injector perlu diganti.


Penyebab Dan Cara Membersihkan Fuel Injector Yang Tersumbat
Perbandingan hasil pembersihan fuel injector di mobil dan diluar mobil



Fuel Injector Flow Testing

Flow testing juga dapat membandingkan actual flow rata-rata setiap fuel injector dengan spesifikasi pabrikan.
Jika flow fuel injector masih dalam spesifikasi maka dapat dipastikan fuel injector akan berfungsi dengan baik saat dipasang kembali ke mesin.

Flow test juga merupakan salah satu cara untuk mengetahui apakah fuel injector yang digunakan merupakan fuel injector yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh mesin  (satu atau dua fuel injector mungkin pernah diganti sebelumnya).

Flow test yang dilakukan pada mesin pembersih memungkinkan kita untuk melihat pola semprotan fuel injector.

Jika terlihat pola semprotan yang normal, semprotan berupa kabut berbentuk kerucut, maka dapat dikatakan fuel injector dalam keadaan baik.

Jika terlihat tetesan bahan bakar dalam pola semprotan bahan bakar yang tidak sempurna maka fuel injector perlu dibersihkan kembali atau memang sudah waktunya diganti.



Penyebab Dan Cara Membersihkan Fuel Injector Yang Tersumbat
Pola semprotan fuel injector


Pembersihan fuel injector akan selalu dibutuhkan selama mesin masih menggunakan fuel injector. Bahkan fuel injector generasi terbaru pada sistem direct injection juga dapat mengalami gangguan dari penumpukan deposit bahan bakar.

Jadi perhatikanlah gejala yang timbul akibat fuel injector yang kotor dan jangan ragu untuk melakukan pembersihan fuel injector sebagai preventive maintenance.


Diagnosa Fuel Trim 

PCM akan mengatur Short Term Fuel Trim (STFT) dan Long Term Fuel Trim (LTFT) untuk menjaga campuran bahan bakar dan udara yang tepat.

Kedua nilai tersebut dapat dibaca dengan scantool yang dapat menampilkan data display OBD II dan dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan diagnosa kerusakan yang behubungan dengan sistem bahan bakar.

Batas normal untuk STFT dan LTFT adalah + atau- 8 .
Jika nilai  STFT dan LTFT lebih besar +10 artinya  mesin bekerja dengan campuran kurus (kurang bahan bakar).

Jika nilai STFT dan LTFT -10 atau lebih, berarti mesin bekerja dengan campuran gemuk ( terlalu banyak bahan bakar).


Kebocoran kevakuman dapat membuat mesin bekerja dengan capuran kurus dan membutuhkan tambahan bahan bakar untuk menyeimbangkan kembali campuran bahan bakar dan udara.

Jika putaran mesin dinaikkan sampai 1500 - 2000 rpm dan ditahan selama 1 menit dan nilai STFT turun menuju ke angka normal, itu menandakan ada kebocoran kevakuman mesin  saat idle.

Jika nilai STFT tidak berubah banyak, campuran bahan bakar yang kurus kemungkinan besar terjadi bukan karena kebocoran kevakuman. Namunbisa diakibatkan  adanya masalah pada fuel delivery system seperti:

  • Fuel pump lemah
  • Fuel filter tersumbat, atau 
  • Kebocoran pressure regulator


Ada masalah dengan mobil Anda...??  

Butuh Bantuan...???  

Silahkan hubungi kami..!!