Bengkel Mobil Profesional MontirPro Auto Care

Servis, Perawatan dan Perbaikan Mobil Modern Dengan Teknologi Terkini.

Layanan Bengkel

Diagnosa Scanner

Pemeriksaan kendaraan menggunakan alat modern.

Servis Berkala

Perawatan sesuai standar pabrikan.

Tune Up

Menjaga performa mesin tetap optimal.

AC Mobil

Perawatan dan perbaikan AC kendaraan.

Overhaul Mesin

Perbaikan menyeluruh mesin kendaraan.

Fleet Service

Memastikan armada anda selalu dalam kondisi Prima

Artikel Terbaru Montirpro

Video Terbaru MontirPro Indonesia

Subscribe Channel

Testimoni Pelanggan

⭐⭐⭐⭐⭐

Pelayanan cepat dan profesional.

⭐⭐⭐⭐⭐

Harga transparan dan memuaskan.

⭐⭐⭐⭐⭐

Mekanik berpengalaman dan ramah.

Mobil Bermasalah?

Konsultasikan Sekarang Dengan Tim MontirPro.

Booking Via WhatsApp
💬

Cara Melakukan Bleeding Rem Mobil yang Benar: Panduan Lengkap agar Rem Tetap Pakem dan Aman

Baca Juga

Cara Melakukan Bleeding Rem Mobil yang Benar: Panduan Lengkap agar Rem Tetap Pakem dan Aman

Pelajari cara melakukan bleeding rem mobil dengan benar untuk menghilangkan udara dalam sistem rem. Simak langkah-langkah lengkap, urutan bleeding, serta tips penting agar rem tetap aman dan bekerja optimal.

Sistem rem merupakan salah satu komponen keselamatan paling penting pada kendaraan. Sekecil apa pun gangguan yang terjadi pada sistem ini bisa berdampak besar terhadap keamanan saat berkendara.

Salah satu pekerjaan yang wajib dilakukan setelah penggantian atau pembongkaran komponen rem adalah bleeding rem. Proses ini bertujuan mengeluarkan udara yang masuk ke dalam saluran hidrolik rem setelah perbaikan dilakukan.

Udara yang terjebak di dalam sistem rem dapat menyebabkan pedal rem terasa kosong, empuk, bahkan mengurangi kemampuan pengereman secara signifikan. Dalam kondisi yang parah, rem bisa mengalami kegagalan fungsi atau yang sering disebut pengemudi sebagai rem blong.

Perlu diperhatikan bahwa kendaraan yang sudah menggunakan sistem ABS (Anti-lock Braking System) biasanya membutuhkan waktu pengerjaan lebih lama dibandingkan mobil dengan sistem rem konvensional tanpa ABS.

Panduan lengkap bleeding rem mobil


Mengapa Bleeding Rem Sangat Penting?

Sistem rem hidrolik bekerja dengan memanfaatkan tekanan minyak rem untuk meneruskan gaya dari pedal rem menuju brake caliper atau wheel cylinder.

Berbeda dengan cairan rem yang tidak mudah dimampatkan, udara sangat mudah dikompresi. Ketika terdapat gelembung udara di dalam saluran rem, sebagian tekanan dari pedal akan digunakan untuk menekan udara tersebut. Akibatnya, tenaga pengereman yang diteruskan ke roda menjadi berkurang.

Gejala yang sering muncul akibat adanya udara dalam sistem rem antara lain:

  • Pedal rem terasa lebih dalam dari biasanya.
  • Pedal rem terasa empuk atau spongy.
  • Jarak pengereman menjadi lebih panjang.
  • Respons rem terlambat.
  • Pada kondisi tertentu rem dapat kehilangan daya pengereman.

Karena itu, setiap selesai mengganti master cylinder, brake caliper, selang rem (brake hose), maupun komponen lain yang berhubungan dengan sistem hidrolik, proses bleeding wajib dilakukan.

Hal Penting Sebelum Melakukan Bleeding Rem

Sebelum memulai pekerjaan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

Gunakan Minyak Rem Sesuai Spesifikasi

Selalu gunakan minyak rem dengan spesifikasi yang direkomendasikan pabrikan kendaraan, baik DOT 3, DOT 4, maupun spesifikasi lainnya.

Cara Melakukan Bleeding Rem Mobil

Jangan Menggunakan Minyak Rem Bekas

Minyak rem memiliki sifat higroskopis, yaitu mudah menyerap kelembapan dari udara. Oleh karena itu, hindari menggunakan minyak rem yang sudah pernah dipakai atau disimpan dalam wadah terbuka.

Jaga Reservoir Tetap Terisi

Selama proses bleeding berlangsung, level minyak rem di reservoir tidak boleh sampai habis. Jika reservoir kosong, udara akan kembali masuk ke dalam sistem sehingga proses bleeding harus diulang dari awal.

Peralatan yang Dibutuhkan

Pekerjaan bleeding rem dapat dilakukan dengan peralatan sederhana, antara lain:

  • Minyak rem sesuai spesifikasi kendaraan.
  • Selang transparan.
  • Botol penampung minyak rem bekas.
  • Kunci ring atau kunci pas sesuai ukuran baut niple.
  • Kain lap bersih.

Persiapan Sebelum Bleeding Rem

Sebelum memulai proses pengeluaran udara dari sistem rem, lakukan langkah berikut:

  1. Putar kunci kontak ke posisi OFF.
  2. Bersihkan area sekitar tutup reservoir minyak rem.
  3. Lepaskan tutup reservoir.
  4. Isi minyak rem hingga batas maksimum.
  5. Pasang selang transparan pada baut niple dan arahkan ujung lainnya ke dalam botol penampung.

Cara Melakukan Bleeding Rem Mobil

Apabila hanya satu roda yang mengalami pembongkaran dan sistem tidak sampai kemasukan udara secara menyeluruh, bleeding dapat dilakukan pada roda tersebut saja.

Namun jika reservoir sempat kosong atau udara sudah masuk ke seluruh sistem, maka bleeding harus dilakukan pada keempat roda sesuai urutan yang ditentukan.

Langkah Bleeding pada Roda Depan Kiri

Cara Melakukan Bleeding Rem Mobil
  1. Lepaskan tutup karet pelindung baut niple caliper.
  2. Sambungkan selang transparan ke baut niple.
  3. Tekan pedal rem beberapa kali.
  4. Tahan pedal rem pada posisi tertekan.
  5. Buka baut niple secara perlahan.
  6. Tekan pedal rem hingga penuh.
  7. Tahan pedal rem sekitar 5 detik.
  8. Kencangkan kembali baut niple.
  9. Lepaskan pedal rem.
  10. Ulangi proses tersebut sebanyak 3 hingga 5 kali atau sampai tidak terlihat gelembung udara pada selang transparan.
  11. Setelah selesai, kencangkan baut niple sesuai spesifikasi.
  12. Lepaskan selang dan pasang kembali karet pelindung.
Cara Melakukan Bleeding Rem Mobil

Urutan Bleeding Rem pada Semua Roda

Setelah roda depan kiri selesai, lanjutkan ke roda lainnya dengan urutan sebagai berikut:

  1. Roda depan kiri
  2. Roda depan kanan
  3. Roda belakang kiri
  4. Roda belakang kanan

Selama proses berlangsung, selalu periksa ketinggian minyak rem di reservoir dan tambahkan bila diperlukan.

Perhatian Khusus pada Mobil ABS

Mobil yang menggunakan sistem ABS memiliki saluran hidrolik dan modul kontrol yang lebih kompleks dibandingkan rem konvensional.

Pada beberapa tipe kendaraan, proses bleeding biasa sudah cukup untuk mengeluarkan udara. Namun pada tipe tertentu diperlukan bantuan alat scan untuk mengaktifkan pompa ABS sehingga udara yang terjebak di dalam modul ABS dapat keluar sepenuhnya.

Karena itu, apabila setelah bleeding pedal rem masih terasa empuk pada kendaraan ABS, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut menggunakan prosedur yang direkomendasikan pabrikan.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Bleeding Rem

Membiarkan Reservoir Kosong

Ini merupakan kesalahan paling umum. Saat reservoir kosong, udara akan masuk kembali ke sistem dan proses harus diulang dari awal.

Membuka Niple Saat Pedal Tidak Ditahan

Tindakan ini dapat menyebabkan udara tersedot masuk melalui baut niple sehingga proses bleeding menjadi tidak efektif.

Menggunakan Minyak Rem yang Tidak Sesuai

Penggunaan spesifikasi minyak rem yang salah dapat merusak seal karet dan menurunkan performa pengereman.

Tidak Mengencangkan Baut Niple dengan Benar

Baut yang kurang kencang berpotensi menyebabkan kebocoran minyak rem dan masuknya udara ke dalam sistem.

FAQ

Kapan bleeding rem harus dilakukan?

Bleeding rem dilakukan setelah penggantian master cylinder, brake caliper, brake hose, wheel cylinder, atau ketika sistem rem mengalami kebocoran dan kemasukan udara.

Apa tanda ada udara di dalam sistem rem?

Pedal rem terasa empuk, lebih dalam dari biasanya, respons pengereman berkurang, dan jarak pengereman menjadi lebih panjang.

Apakah bleeding rem bisa dilakukan sendiri?

Bisa. Namun pekerjaan ini harus dilakukan dengan benar dan hati-hati. Kesalahan kecil dapat menyebabkan sistem rem tidak bekerja secara optimal.

Apakah semua mobil memiliki urutan bleeding yang sama?

Tidak selalu. Beberapa pabrikan memiliki prosedur khusus. Oleh karena itu, sebaiknya selalu mengacu pada manual servis kendaraan.

Mengapa bleeding rem ABS lebih sulit?

Karena terdapat modul dan pompa ABS yang dapat menyimpan udara di dalam sistem. Pada beberapa kendaraan diperlukan scanner khusus untuk mengaktifkan prosedur bleeding ABS.

Kesimpulan

Bleeding rem merupakan prosedur penting yang tidak boleh diabaikan setelah perbaikan sistem rem. Tujuannya sederhana namun sangat krusial, yaitu mengeluarkan seluruh udara dari saluran hidrolik agar tekanan rem dapat bekerja maksimal.

Dengan prosedur yang benar, penggunaan minyak rem yang sesuai spesifikasi, serta menjaga reservoir tetap terisi selama proses berlangsung, sistem pengereman akan kembali bekerja optimal dan memberikan keamanan maksimal saat berkendara.

Montirpro Auto Care.
Perawatan Mobil Berkualitas untuk Performa Maksimal.
Didukung teknisi berpengalaman dengan layanan profesional dan terpercaya.

🌐 Montirpro.com
📞 0811-1857-333



Gabung dalam percakapan