...

Pertanyaan Seputar Air Condition/Heating Mobil

December 12, 2017

PERTANYAAN


1. Beberapa bulan yang lalu blower AC mobil saya tidak berfungsi. Blower control module telah diganti  sehingga  blower berfungsi kembali namun hanya dua bulan. Setelah diperiksa ternyata blower control module rusak lagi...


2. Setelah mobil berjalan beberapa saat AC tiba-tiba menjadi tidak dingin. Jika AC dimatikan sebentar kemudian dinyalakan kembali, AC kembali dingin. Saat diperiksa kompresor AC terlihat tetap bekerja saat AC tidak dingin...


3. Setelah melakukan penggantian kompresor AC, AC belakang terasa dingin namun AC depan kurang dingin, apa yang terjadi...?


4. Setelah mengganti baterai sistem kontrol AC dan heater tidak berfungsi. Udara berhembus dengan kecepatan yang sama walaupun selektor sudah dipindah-pindah..?


5. Setelah melakukan penggantian kompresor AC nampaknya terjadi pengisian refrigerant yang berlebihan  sehingga tekanan sangat tinggi. Padahal jumlah refrigerant yang ditambahkan telah sesuai dengan spesifikasi..?


6. Apakah bagian selang AC yang dipress dapat diperbaiki jika mengalami kebocoran...?


7. Apakah gejala sistem AC yang overcharge..?


8. Apakah keausan pada fan belt dapat mempengaruhi kinerja AC mobil...?


9. Apakah  filter kabin AC yang kotor dapat menyebabkan evaporator pada sistem AC mobil menjadi beku...?


10. Bagaimana catalytic converter yang rusak dapat menyebabkan AC menjadi tidak dingin...?


11. Bagaimana sistem AC bisa mengalami over charge...?


12. Bagiamana cara kerja clutch kompresor AC..?


13. Bagaimana cara kerja expansion valve pada sistem AC...?


14. Bagaimana sistem AC dapat menghasilkan udara yang dingin...?




Sistem AC Mobil
Sistem AC Mobil



JAWABAN

1. Beberapa bulan yang lalu blower AC mobil saya tidak berfungsi. Blower control module telah diganti  sehingga  blower berfungsi kembali namun hanya dua bulan. Setelah diperiksa ternyata blower control module rusak lagi...

Kerusakan blower control module dapat dikibatkan karena dilairi arus listrik yang berlebihan dari blower motor. Karena seiring dengan usia pakai blower motor, arus yang digunakan untuk memutar motor blower semakin tinggi. 

Arus listrik yang berlebihan dapat merusak blower control module dan membuat kabel terbakar. Mengganti blower control module hanya menghilangkan gejalanya bukan memperbaiki akar masalah. Periksa arus listrik yang mengalir pada sirkuit motor blower dan periksa kondisi groundnya. Jika arus listrik yang mengalir terlalu besar ganti motor blower atau perbaiki koneksi yang menjadi penyebab hal tersebut.



2. Setelah mobil berjalan beberapa saat AC tiba-tiba menjadi tidak dingin. Jika AC dimatikan sebentar kemudian dinyalakan kembali, AC kembali dingin. Saat diperiksa kompresor AC terlihat tetap bekerja saat AC tidak dingin...

Jika kompresor AC tetap bekerja dan sistem AC berfungsi kemungkinan penyebab hal tersebut adalah evaporator yang membeku. Pertama kali periksalah switch sirkulasi jika ada. Kebanyakan kompresor AC saat ini tidak mempunyai cycle switch melainkan menggunakan sistem variable displacement. Tingkat dingin AC diatur dengan membuat compressor displacement bervariasi. Pengaturan dilakukan berdasarkan input dari low side pressure.

Pada sistem ini jika kompresor mengalami kerusakan maka tidak ada saat cut off sehingga sistem AC menjadi beku dan udara tidak dapat melewati sisrip-sirip evaporator yang tertutup lapisan es.



3. Setelah melakukan penggantian kompresor AC, AC belakang terasa dingin namun AC depan kurang dingin, apa yang terjadi...?

Jika sistem AC bekerja normal sebelum kompresor mengalami kerusakan kemungkinan sumber masalah gejala tersebut akibat pengaturan aliran refrigerant. Beberapa mobil menggunakan ekspansion valve untuk mengontrol aliran refrigerant ke evaporator belakang dan orifice tube untuk evaporator depan.

Saat terjadi kerusakan pada kompresor kemungkinan ada pertikel kotoran yang masuk ke dalam sistem AC. Partikel kotoran tersebut dapat menyebabkan ekspansion valve tersumbat dan tidak berfungsi. Salah satu akibat dari hal ini adalah refrigrant yang tidak terkontrol mengalir ke evaporator belakang sedangkan yang mengalir ke depan sangat kurang.



4. Setelah mengganti baterai sistem kontrol AC dan heater tidak berfungsi. Udara berhembus dengan kecepatan yang sama walaupun selektor sudah dipindah-pindah..?

Pada mobil lama yang masih menggunakan sistem kontrol vakum kemungkinan ada saluran yang terlepas atau rusak saat melakukan penggantian baterai.

Pada sistem yang lebih modern yang menggunakan aktuator elektronik, melepas baterai terkadang membuat sistem kontrol kehilangan memori posisi aktuator. Saat hal ini terjadi sistem secara default akan masuk ke mode defrost. Putar kunci kontak OFF dan kemudian lepaskan kembali baterai selama beberapa menit. Jika langkah ini tidak dapat mereset sistem maka dibuthkan scantool yang mempunyai fungsi reset sistem body control.


5. Setelah melakukan penggantian kompresor AC nampaknya terjadi pengisian refrigerant yang berlebihan  sehingga tekanan sangat tinggi. Padahal jumlah refrigerant yang ditambahkan telah sesuai dengan spesifikasi..?

Jika di dalam sistem AC terlalu banyak oli akan mengakibatkan overcharge walaupun jumlaj refrigerant yang dimasukkan telah sesuai. Hal ini kadang dapat terjadi karena di dalam kompresor yang baru sudah diisi oli dan oli  lama yang ada di dalam sistem AC tidak dikeluarkan seluruhnya sehingga volume oli di dalam sistem AC akan berlebih.



6. Apakah bagian selang AC yang dipress dapat diperbaiki jika mengalami kebocoran...?

Area persambungan antara selang AC dengan pipa AC bukan saja hanya kendor tetapi karena karet selang AC sudah berubah bentuk. Hal ini merupakan gejala bahwa sistem AC mengalami kontaminasi yang harus dianalisa dan diperbaiki sebelum menimbulkan kerusakan yang lebih parah.


7. Apakah gejala sistem AC yang overcharge..?

Gejala yang paling umum adalah  sistem pendinginan yang tidak efisien walaupun AC masih terasa dingin. Hal ini juga kan mengakibatkan peningkatan tekanan yang akan mempercepat kerusakan kompresor AC.



8. Apakah keausan pada fan belt dapat mempengaruhi kinerja AC mobil...?

Ya. Belt yang sudah aus akan mengakibatkan selip dan menimbulkan panas. Bisa saja tidak terdengar bunyi atau gejala belt selip lainnya. Panas yang dihasilkan belt yang selip akan diteruskan ke clutch kompresor dan clutch akan terputus. Panas ini juga dapat merusak clutch secara permanen. Periksa ketegangn belt dengan menggunakan alat khusus untuk mendapatkan tegangan yang sesuai.



9. Apakah  filter kabin AC yang kotor dapat menyebabkan evaporator pada sistem AC mobil menjadi beku...?

Aliran udara yang kecil karena filter AC yang kotor dapat menyebabkan evaporator membeku dan beberapa problem lainnya. Aliran udara yang kecil juga dapat membuat refrigerant tidak berubah seluruhnya menjadi gas setelah melewati evaporator.

 Jika refrigerant yang keluar dari evaporator masih berbentuk cair maka dapat mengakibatkan kerusakan pada kompresor AC.



10. Bagaimana catalytic converter yang rusak dapat menyebabkan AC menjadi tidak dingin...?

Catalytic converter yang tersumbat dapat mengakibatkan mesin menjadi overheat sehingga sistem AC akan dinonaktifkan. Kemungkinan lain adalah jika kerusakan catalytic converter menyebabkan rpm idle mesin menjadi drop. Pada beberapa sistem jika rpm idle berada di bawah spesifikasi maka sistem AC akan dimatikan.



11. Bagaimana sistem AC bisa mengalami over charge...?

Faktor utama adalah perbaikan sistem AC yang tidak tepat. Saat melakukan pengisian freon hanya dengan melihat jarum penunjuk pada pressure gauge. Pengisian freaon yang tepat hanya dapat dilakukan dengan menggunakan alat pengisian yang dapat mengukur freon yang dimasukkan secara presisi. Perbedaan freon seberat 2 ons saja pada sistem AC dari seharusnya sudah dapat menimbulkan gangguan pada beberapa sistem AC. 



12. Bagiamana cara kerja clutch kompresor AC..?

Clutch kompresor AC mempunyai 3 bagian utama yaitu : hub, drive plate dan magnetic coil.

Hub dihubungkan ke kompresor AC melalui sebuah bearing. Hub dapat berputar dengan bebas ketika digerakkan oleh fan belt. Di dalam hub terdapat magnetic coil. Saat swith AC diputar ke posisi ON arus listrik akan mengalir ke magnetic coil dan menarik drive-plate menempel ke hub. Drive plate terhubung dengan shaft kompresor AC, jadi kerika magnetic coli mendapatkan arus listrik drive plate dan shaft kompresor AC akan berputar karena digerakkan oleh fan belt melalui hub.



13. Bagaimana cara kerja expansion valve pada sistem AC...?

Sistem AC bekerja dengan cara merubah refrigrant yang  berbentuk cair dan bertekanan tinggi menjadi gas bertekenan rendah. Hal ini dilakukan dengan menghambat aliran refrigerant cair yang bertekanan tinggi. Saat aliran refrigerant dihambat tekanannya menjadi turun dan refrigerant cair berubah menjadi gas untuk menyerap panas.


Expansion valve merupakan peralatan yang mengontrol temperature dan tekanan agar dapat menurunkan tekanan refrigerant. Saat tekanan dan temperature mendekati titik beku expansion valve dapat menutup dan membatasi aliran refrigerant. hal ini memberikan keuntungan dimana evaporator dapat mencapai suhu serendah mungkin tanpa terjadi freezing. Jika evaporator sampai membeku maka efek pendinginan akan berkurang. Expansion valve menjaga efek pendinginan yang maksimal dengan menjaga evaporator berada pada temperatur  optimal.



14. Bagaimana sistem AC dapat menghasilkan udara yang dingin...?

Sistem AC bekerja dengan menyerap panas dari dalam kabin mobil. Karena panas tersebut dilepaskan ke udara luar maka suhu di dalam kabin mobil menjadi dingin. Proses ini dapat berlangsung karena saat benda berubah wujud (dari cair menjadi gas, padat menjadi cair) maka akan terjadi penyerapan dan pelepasan panas atau energi.

Refrigerant di dalam sistem AC akan masuk ke dalam kompresor dalam bentuk gas bertekanan rendah. Kompresor menaikkan tekanan refrigerant sehingga menjadi gas tekanan tinggi. Refrigerant dalam bentuk gas bertekanan tinggi ini di dorong masuk ke dalam kondensor, dimana refrigerant berubah menjadi cairan bertekanan tinggi. Energi atau panas akan dilepaskan saat refrigerant mengalami perubahan bentuk. Panas dilepaskan ke udara luar oleh aliran udara yang melewati kisi-kisi kondesor.

Cairan refrigerant ini kemudian mengalir melalui expansion valve sehingga tekanannya menjadi turun. Saat tekanannya turun refrigerant berubah menjadi gas. Perubahan bentuk ini menyerap energi panas dari dalam kabin mobil. Penyerapan panas ini membuat kabin mobil menjadi dingin. Refrigerant bertekanan rendah dalam bentuk gas ini kemudian masuk kembali ke kompresor melakukan siklus kerja berikutnya.





Artikel Terkait

Previous
Next Post »