Penyebab Dan Cara Membersihkan Fuel Injector Yang Tersumbat

Fuel injector merupakan bagian dari komponen fuel delivery system yang berfungsi untuk menyuplai bahan bakar ke dalam mesin sesuai dengan kebutuhan mesin.

Performa fuel injector akan sangat menentukan performa mesin secara keseluruhan.
Kondisi fuel injector yang bersih merupakan salah satu syarat agar mesin dapat bekerja dengan optimal, hemat bahan bakar dan rendah emisi gas buang.

Jika kondisi fuel injector sangat kotor, maka bahan bakar yang disalurkan akan berkurang dari semestinya sehingga akan mempengaruhi kinerja mesin.

Fuel injector yang kotor tidak dapat mendistribusikan bahan bakar sebanyak fuel injector yang dalam keadaan bersih, dan tidak dapat menciptakan pola semprotan bahan bakar yang bagus, hal yang sangat penting untuk menghasilkan proses pembakaran yang efisien dan bersih.

Saat sistem kontrol feedback bahan bakar sudah masuk mode closed loop, kondisi fuel injector yang kotor akan membuat sistem kontrol tersebut memberikan respon  seolah-olah campuran bahan bakar terlalu kurus, namun tidak dapat memperbaiki kondisi yang menjadi penyebab masalah tersebut.


Cara Membersihkan Fuel Injector




Fuel injector yang kotor akan menimbulkan beberapa gejala pada mesin, seperti:
  • Lean misfire
  • Idle yang kasar
  • Mesin tersendat saat akselerasi
  • Mesin kurang bertenaga
  • Meningkatnya kandungan hydrocarbon (HC) dan Carbon monoxide (CO) pada emisi gas buang.

Pada mobil-mobil produksi tahun 1996 keatas yang sudah menerapkan sistem OBD II, gejala lean misfire akan memicu munculnya kode DTC misfire dan menyalakan lampu cek engine.

Kode DTC yang muncul dapat berupa kode DTC P0300 random misfire, atau muncul kode DTC misfire yang merujuk pada salah satu  silinder mesin (P0301,P0302 dll), tergantung fuel injector mana yang mengalami masalah.


Fuel Injector Tersumbat

Sumbatan yang kecil saja pada fuel injector dapat membuat campuran bahan bakar menjadi lebih kurus dari semestinya.

Sumbatan sekitar 8% sampai 10 %  saja pada fuel injector sudah cukup untuk memunculkan gejala misfire. Saat hal ini terjadi, oksigen yang tidak terbakar akan masuk ke saluran ekshaust dan oksigen sensor akan mendeteksi  campuran bahan bakar terlalu kurus.

Pada sistem multiport injection, dimana penyemprotan bahan bakar dilakukan secara bersamaan,  ECU akan merespon campuran kurus tersebut dengan memperpanjang waktu ON semua fuel injector, sehingga  campuran bahan bakar di dalam silinder yang fuel injectornya tidak bermasalah akan menjadi terlalu kaya.


Pada mesin yang menggunakan turbocharger, fuel injector yang kotor dapat menimbulkan detonasi karena campuran yang terlalu kurus, detonasi yang terlalu berlebihan dan berlangsung dalam waktu yang lama sangat berbahaya bagi mesin.

Saat turbocharger sedang bekerja pada rpm tinggi, mesin membutuhkan suplai bahan bakar yang mkasimal dari seluruh fuel injector.

Jika saat itu fuel injector dalam keadaan kotor dan tidak dapat menyuplai bahan bakar sesuai dengan kebutuhan mesin, maka campuran bahan bakar menjadi terlalu kurus dan dapat memicu terjadinya detonasi atau knocking.

Pada umumnya semua fuel injector mobil sangat rentan sekali mengalami penyumbatan. Namun salah satu yang paling berisiko mengalami masalah driveablility dan emisi gas buang adalah mesin-mesin tua dengan sistem injeksi pintle-style multiport fuel injector.


Desain fuel injector saat ini dibuat lebih tahan terhadap terjadinya penyumbatan.  Bentuk nozle dan ukuran orifice pada fuel injector tipe pintle-style injector  sangat menentukan volume dan pola semprotan bahan bakar yang disemprotkan.


Fuel injector pintle-style didesain untuk menghasilkan pola semprotan berbentuk kerucut.
Jika terdapat akumulasi kotoran pada area nozle yang menghambat distribusi bahan bakar dan membuat pola semprotan fuel injector menjadi tidak sempurna maka campuran bahan bakar menjadi terlalu kurus  yang selanjutnya akan menimbulkan masalah-masalah seperti yang telah disebutkan sebelumnya.


Deposit Pada Fuel Injector

Darimanakah deposit pada fuel injector tersebut berasal..?

Sebagian besar deposit di fuel injector berasal dari bahan bakar sendiri. Bahan bakar bensin merupakan campuran  dari berbagai jenis hydrocarbon, oilfin dan waxy compound.

Semakin berat hydrocarbon semakin besar energi yang dihasilkan ketika terbakar.

Saat mesin dimatikan, fuel injector mengalami penyerapan panas. Sisa bahan bakar pada nozle fuel injector menguap meninggalkan sisa waxy oilfins.

Karena mesin dalam posisi mati, maka tidak ada aliran udara pendingin yang mengalir melalui port fuel injector dan tidak ada aliran bahan bakar melalui fuel injector yang dapat membasuh sisa oilfin tadi, sehingga panas membakar oilfins menjadi endapan deposit yang mengeras.
Seiring waktu deposit tersebut akan bertambah banyak dan akhirnya menyumbat fuel injector.



Penyebab Dan Cara Membersihkan Fuel Injector Yang Tersumbat
Deposit pada fuel injector


Pembentukan deposit pada fuel injector merupakan konsekuensi normal dari sistem kerja  mesin, sehingga untuk menjaga agar fuel injector tetap bersih ditambahkanlah detergent pada bahan bakar bensin.

Namun pada  mobil-mobil yang sering digunakan untuk perjalanan jarak pendek didaerah macet, pembetukan deposit akan terjadi lebih cepat dibandingkan kemampuan detergent untuk membersihkannya.


Pada mesin 4 silinder, fuel injector nomor 2 dan nomor 3 berada pada lokasi yang lebih panas dan akan cenderung lebih cepat tersumbat dibandingakan fuel injector yang terletak dibagian ujung yaitu nomor 1 dan nomor 4.

Hal yang sama juga berlaku pada fuel injector yang terletak pada silinder bagian tengah dari mesin 6 silinder dan 8 silinder.

Semakin panas lokasi fuel injector maka semakin rentan terjadinya sumbatan pada fuel injector akibat penyerapan panas.

Throttle body injector tidak terlalu rentan mengalami penyumbatan akibat penyerapan panas karena lokasinya yang tinggi diatas plenum intake manifold.



Kandungan Detergent Pada Bahan Bakar Bensin

Agar dapat melakukan penghematan dan meningkatkan daya saing, beberapa perusahaan minyak mengurangi kandungan detergent pada bahan bakar bensin atau menggantinya dengan zat aditif yang lebih murah namun kurang efektif.

Beberapa zat aditif yang umum digunakan untuk mengontrol pembentukan deposit bahan bakar antara lain:

  • Polysibutylamine
  • Polyisbutylene succinimide 
  • Polyisobutylene phenylamine. 


Namun zat-zat aditif tersebut dapat menimbulkan deposit pada bushing intake valve  yang membuat valve menjadi macet. Untuk mencegah hal ini ditambahkan zat aditif lain yang disebut fluidizers ke dalam bahan bakar.

Namun seiring waktu zat ini akan mengakibatkan pembentukan deposit di dalam ruang bakar yang dapat meningkatkan perbandingan kompresi mesin sehingga dibutuhkan bahan bakar dengan oktan lebih tinggi untuk mencegah terjadinya detonasi.

Fuel injector yang kotor membuat campuran bahan bakar menjadi kurus dan dapat mengakibatkan:

  • Lean misfire
  • Mesin tidak stabil 
  • Detonasi 


Salah satu zat aditif yang paling baik adalah polyetheramine. Zat ini mampu menjaga fuel injector, valve dan ruang bakar selalu bersih tanpa bantuan aditif fluidizers, namun harganya sangat mahal, bisa mencapai dua kali lipat dibandingkan harga zat aditif yang umum digunakan.


Berapa banyak jumlah aditif yang harus ditambahkan untuk mencapai level perlindungan yang efektif..?

Para praktisi industri migas mengatakan level yang direkomendasikan adalah 1.000  parts per million (ppm) dispersant- detergent di dalam bahan bakar, yang menambah biaya produksi kurang dari satu sen per gallon-nya.

Meski demikian sekitar 85% bensin yang dijual hanya mengandung 1/10 dari level aditif yang direkomendasikan yaitu hanya sekitar 100 ppm. Konsekuensinya, penggunaan bahan bakar yang murah akan memberi kontribusi pada pembentukan deposit pada fuel injector.



Membersihkan Fuel Injector

Manfaat yang dapat dirasakan dari pembersihan fuel injector sangat tergantung pada kondisi fuel injector sebelum dibersihkan dan seberapa parah fuel injector tersebut tersumbat.

Fuel injector yang sangat kotor akan menunjukkan peningkatan performa yang signifikan dibandingkan dengan fuel injector yang tidak terlalu kotor setelah dibersihkan.

Namun bagaimanpun juga setelah pembersihan fuel injector setidaknyaa ada perubahan yang dirasakan terkait performa mesin, konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang yang lebih baik.


Penyebab Dan Cara Membersihkan Fuel Injector Yang Tersumbat
Pola semprotan fuel injector sebelum dan setelah dibersihkan


Pembersihan fuel injector akan sangat baik dilakukan pada mesin-mesin dengan jarak tempuh yang sudah tinggi dan mesin yang lebih sering digunakan untuk perjalanan jarak pendek.

Beberapa ahli merekomendasikan untuk melakukan pembersihan fuel injector setiap  40.000 atau 60.000 Km untuk menjaga fuel injector selalu berada dalam performa maksimalnya.


Penyebab Dan Cara Membersihkan Fuel Injector Yang Tersumbat
Pembersih fuel injector yang dimasukkan ke dalam tangki bahan bakar




Pembersihan Komponen Yang Lain Pada Sistem Injeksi

Throttle body merupakan salah satu komponen yang juga perlu dibersihkan dari deposit bahan bakar. Uap bahan bakar naik melalui intake manifold  dapat terakumulasi dan menguap disekitar throttle plate dan saluran air bypass yang akan mempengaruhi  campuran bahan bakar saat putaran idle.


Terkadang deposit pada throttle dapat terlihat, namun juga terkadang tidak terlihat. Melakukan pembersihan throttle body dan jalur intake manifold juga sangat penting untuk mengembalikan performa mesin, kualitas putaran idle dan emisi gas buang. Pembersih aerosol atau throttle cleaner dapat diaplikasikan untuk pembersihan tersebut.


Saat melakukan pembersihan fuel injector perlu juga sekaligus melakukan pembersihan intake valve dan ruang bakar untuk melepaskan deposit yang menyebabkan masalah pada driveability dan emisi gas buang .

Deposit pada bagian intake valve dapat bertindak seperti busa yang akan menyerap bahan bakar dan mengakibatkan mesin tersendat sebentar saat throttle valve dibuka secara mendadak.

Deposit di ruang bakar akan menaikkan tekanan kompresi dan memicu terjadinya detonasi yang merusak mesin.


Kandungan detergent pada bahan bakar tidak akan mampu membersihkan deposit karbon yang menempel pada intake valve dan ruang bakar, apalagi jika depositnya sudah terlalu tebal.
Untuk membersihkan deposit seperti itu dapat dilakukan dengan menambahkan zat pembersih aditif ke dalam tangki bahan bakar. atau disalurkan melalui fuel injector menggunakan alat bertekanan.


Untuk menghilangkan deposit dari intake valve dan ruang bakar gunakan jenis pembersih atau cleaning machine yang khusus didesain untuk membersihkan bagian atas mesin dan ikuti petunjuk pemakaiannya.

Fuel injector pada mesin direct injection mempunyai pola semprotan yang sangat presisi dan sangat sensitif terhadap pembentukan deposit dibandingkan dengan fuel injector biasa.

Catatan:
Banyak ahli yang menyarankan untuk melakukan penggantian busi setelah melakukan pembersihan fuel injector atau pembersihan deposit pada mobil.
Kotoran yang rontok dan dibersihkan oleh bahan pembersih dapat meningkatkan resiko busi kotor . Mengganti oli mesin dan filter oli mesin juga merupakan hal yangbaik setelah melakukan perawatan pembesihan karbon di mesin karena ada kemungkinan zat pembersih yang digunakan lolos dari celah ring piston dan masuk ke dalam crankcase oli.


Metode Membersihkan Fuel Injector 

Apakah proses pembersihan fuel injector dapat dilakukan tanpa dilepas dari mesin atau harus dilepaskan dari mesin dan kemudian dibersihkan menggunakan mesin khusus pembersih fuel injector...??


Jawabannya adalah tergantung kondisi.


Cara yang paling mudah adalah dengan melakukan pembersihan di mesin tanpa melepasnya, (pada beberapa mesin melepas fuel injector cukup sulit dan memakan waktu).

Mensirkulasikan zat pembersih melalui fuel injector saat mesin hidup juga akan membersihkan deposit karbon yang menempel pada intake valve dan ruang bakar.

Hal ini akan mengurangi pekerjaan pembersihan ekstra jika mesin memang benar-benar kotor oleh deposit karbon. Proses pembersihan ini hanya memakan waktu sekitar 10 sampai 15 menit dan kita dapat melihat secara langsung apakah proses pembersihan yang telah dilakukan  menunjukkan hasil yang memuaskan (putaran mesin lebih halus, gejala idle misfire hilang dll).


Saat melakukan proses pembersihan itu sendiri , berikanlah tekanan pada alat yang menyuplai cairan pembersih secara langsung ke dalam fuel rail saat mesin hidup.

Hal ini berarti Anda harus menonaktifkan fuel pump dan menutup saluran fuel return atau memasang U-tube sehingga bahan bakar akan bersirkulasi kembali ke tank.

Penonaktifan fuel pump dapat menimbulkan kode DTC, sehingga setelah proses pekerjaan pembersihan selesai jangan lupa untuk menghapus kode DTC tersebut.


Walaupun cara tersebut sangat mudah, ada beberapa kekurangan dengan metode pembersihan fuel injector langsung di mesin. Salah satunya adalah fuel injector yang sangat kotor mungkin tidak akan dapat dibersihkan secara sempurna dengan waktu pembersihan yang normal.

Sebagian deposit yang menempel dengan keras akan sangat sulit untuk dilepaskan, membutuhkan waktu yang lebih panjang atau mengulangi proses pembersihan.

Bagaimana jika proses pembersihan secara langsung di mesin tidak mampu mengatasi masalah ?

Maka fuel injector harus dilepaskan untuk dibersihkan menggunakan mesin pembersih  injector  atau memang harus diganti.

Kekurangan lain membersihkan fuel injector dengan kondisi terpasang di mobil adalah diperlukannya pemeriksaan tambahan untuk memastikan bahwa proses pembersihan memberikan dampak yang signifikan pada fuel injector.

Lakukan test drive untuk melihat apakah masalah driveability telah hilang dengan pembersihan fuel injector dan melakukan pemeriksaan emisi untk memeriksa apakah kadar HC dan CO sudah kembali ke batas normal.

Power balance test juga sesuatu yang perlu dilakukan untuk memeriksa performa mesin dan memeriksa tekanan kompresi silinder yang lemah (perbedaan kompresi antar silinder tidak boleh lebih dari 10 %).

Injector pressure drop test dapat memberitahu apakah semprotan fuel injector pada semua silinder berada dalam jumlah yang sama.

Penggunaan bahan pembersih kimia juga dapat menimbulkan efek samping pada komponen-komponen sistem bahan bakar. Kebanyakan suplier alat pembersih fuel injector mengatakan untk melepas selang fuel return dan menutupnya sehingga larutan pembersih tidak bersirkulasi sampai ke fuel tank.

Larutan pembersih dengan kadar yang terlalu kuat dapat merusak komponen-komponen dari bahan karet dan plastik yang terdapat di dalam fuel pump, regulator dan fuel line, dimana hal ini akan menimbulkan masalah baru yang tidak diinginkan.


Penyebab Dan Cara Membersihkan Fuel Injector Yang Tersumbat
Pembersihan fuel injector di mesin dengan alat bertekanan



Faktor Keselamatan Yang Harus Diperhatikan Saat Melakukan Pembersihan Injector 

Proses pembersihan fuel injector pada mesin harus dilakukan dengan hati-hati karena dapat menimbulkan resiko kecelakaan terhadap orang yang melakukan pekerjaan tersebut.

  • Hati-hati saat melepas selang bahan bakar yang bertekanan agar tidak menyemprot ke mata.
  • Pastikan tidak terjadi kebocoran bahan bakar
  • Larutan pembersih merupakan bahan yang lebih mudah terbakar dibandingkan bensin, jadi berhati-hatilah saat menyalurkannya ke mesin dengan tekanan.



Berikut hal-hal yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan:

  • Gunakanlah kaca mata pelindung
  • Pastikan tidak ada sumber pengapian yang terbuka dan 
  • Hindari kontak langsung dengan larutan pembersih.




Membersihkan Fuel Injector Di luar Mobil

Fuel injector yang sangat kotor mungkin tidak dapat dibersihkan secara maksimal dengan kondisi terpasang di mobil. Dibutuhkan waktu yang lebih lama dan larutan pembersih dengan kadar yang lebih kuat agar dapat merontokkan deposit yang terdapat di dalam fuel injector.

Itulah sebabnya pembersihan fuel injector dengan menggunakan mesin pembersih harganya sedikit lebih mahal.

Pembersihan fuel injector di luar mobil lebih mahal karena biaya yang dikeluarkan termasuk ongkos melepas fuel injector (pada beberapa tipe mobil pekerjaan ini cukup sulit) dan membutuhkan peralatan khusus untuk membersihkan fuel injector.


Deposit kotoran pada fuel injector yang tidak dapat dibersihkan dengan metode pembersihan di mobil kemungkinan dapat dibersihkan dengan metode pembersihan di luar mobil.

Bengkel mobil lebih cenderung memilih metode ini untuk menghindari pengerjaan ulang jika pembersihan di mobil tidak menyelesaikan masalah.


Pembersihan fuel injector di luar mobil membutuhkan waktu yang lebih lama, biasanya sekitar 30 sampai 45 menit diluar waktu pembongkaran fuel injector.

Rata-rata mesin pembersih fuel injector  mempunyai bak ultrasonic yang dapat digunakan untuk membersihkan fuel injector sanmbil direndam.

Beberapa mesin pembersih fuel injector juga mampu membersihkan injector dari arah berlawanan masuknya bahan bakar sehingga hasilnya akan lebih bersih.
Penyebab Dan Cara Membersihkan Fuel Injector Yang Tersumbat
Mesin pembersih fuel injector ultrasonic


Keuntungan lain menggunakan mesin pembersih fuel injector adalah dapat melakukan flow test fuel injector untuk memastikan performanya sudah bagus setelah dibersihkan.

Fuel injector dipasang pada test manifold dan kemudian dialiri listrik agar menyemprotkan larutan pembersih ke dalam gelas pengukur transparant sehingga dapat dilihat apakah volume semprotan setiap injector dalam keadaan yang sama atau rata.


Penyebab Dan Cara Membersihkan Fuel Injector Yang Tersumbat
Mengukur volume semprotan fuel injector 


Dengan melihat pola semprotan fuel injector dapat menunjukkan secar sekilas jika ada kelainan atau terdapat semprotan bahan bakar yang tidak berkabut.

Sebagai patokan variasi volume penyemprotan antar fuel injector tidak boleh lebih dari 5 % sampai 7 % ( Beberapa modifikator mesin high performance mengatakan variasi antar fuel injector tidak boleh lebih dari 1%).

Jika salah satu fuel injector tidak dapat mengalirkan bahan bakar seperti fuel injector yang lainnya maka mungkin perlu dibersihkan lagi, dan jika tetap sama seperti itu  maka tidak diragukan lagi fuel injector perlu diganti.


Penyebab Dan Cara Membersihkan Fuel Injector Yang Tersumbat
Perbandingan hasil pembersihan fuel injector di mobil dan diluar mobil



Fuel Injector Flow Testing

Flow testing juga dapat membandingkan actual flow rata-rata setiap fuel injector dengan spesifikasi pabrikan.
Jika flow fuel injector masih dalam spesifikasi maka dapat dipastikan fuel injector akan berfungsi dengan baik saat dipasang kembali ke mesin.

Flow test juga merupakan salah satu cara untuk mengetahui apakah fuel injector yang digunakan merupakan fuel injector yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh mesin  (satu atau dua fuel injector mungkin pernah diganti sebelumnya).

Flow test yang dilakukan pada mesin pembersih memungkinkan kita untuk melihat pola semprotan fuel injector.

Jika terlihat pola semprotan yang normal, semprotan berupa kabut berbentuk kerucut, maka dapat dikatakan fuel injector dalam keadaan baik.

Jika terlihat tetesan bahan bakar dalam pola semprotan bahan bakar yang tidak sempurna maka fuel injector perlu dibersihkan kembali atau memang sudah waktunya diganti.



Penyebab Dan Cara Membersihkan Fuel Injector Yang Tersumbat
Pola semprotan fuel injector


Pembersihan fuel injector akan selalu dibutuhkan selama mesin masih menggunakan fuel injector. Bahkan fuel injector generasi terbaru pada sistem direct injection juga dapat mengalami gangguan dari penumpukan deposit bahan bakar.

Jadi perhatikanlah gejala yang timbul akibat fuel injector yang kotor dan jangan ragu untuk melakukan pembersihan fuel injector sebagai preventive maintenance.


Diagnosa Fuel Trim 

PCM akan mengatur Short Term Fuel Trim (STFT) dan Long Term Fuel Trim (LTFT) untuk menjaga campuran bahan bakar dan udara yang tepat.

Kedua nilai tersebut dapat dibaca dengan scantool yang dapat menampilkan data display OBD II dan dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan diagnosa kerusakan yang behubungan dengan sistem bahan bakar.

Batas normal untuk STFT dan LTFT adalah + atau- 8 .
Jika nilai  STFT dan LTFT lebih besar +10 artinya  mesin bekerja dengan campuran kurus (kurang bahan bakar).

Jika nilai STFT dan LTFT -10 atau lebih, berarti mesin bekerja dengan campuran gemuk ( terlalu banyak bahan bakar).


Kebocoran kevakuman dapat membuat mesin bekerja dengan capuran kurus dan membutuhkan tambahan bahan bakar untuk menyeimbangkan kembali campuran bahan bakar dan udara.

Jika putaran mesin dinaikkan sampai 1500 - 2000 rpm dan ditahan selama 1 menit dan nilai STFT turun menuju ke angka normal, itu menandakan ada kebocoran kevakuman mesin  saat idle.

Jika nilai STFT tidak berubah banyak, campuran bahan bakar yang kurus kemungkinan besar terjadi bukan karena kebocoran kevakuman. Namunbisa diakibatkan  adanya masalah pada fuel delivery system seperti:

  • Fuel pump lemah
  • Fuel filter tersumbat, atau 
  • Kebocoran pressure regulator


Ada masalah dengan mobil Anda...??  

Butuh Bantuan...???  

Silahkan hubungi kami..!!






Berlangganan update artikel terbaru via email:

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel