...

Memilih Scanner Atau Scantool Mobil Terbaik

June 23, 2018
Penggunaan scanner dalam melakukan diagnosa pada mobil sudah merupakan hal yang wajib saat ini. Ketika lampu cek engine mobil menyala maka kita harus mengakses onboard diagnostic mobil dengan menggunakan code reader, scanttool atau software scanner untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab lampu engine tersebut menyala.


Memilih Scanner Atau Scantool Mobil Terbaik



Membaca Kode Kerusakan Atau DTC

Pada mobil-mobil produksi tahun 1995 ke bawah, dimana masa sebelum penerapan sistem OBD II pada mobil, kode kerusakan dapat dibaca secara manual dengan menggroundkan atau menjumper terminal tertentu pada konektor diagnosa mobil, hal ini akan membuat komputer mobil atau engine control unit (ECU) masuk ke mode tampilan self diagnostic, untuk menampilkan kode kerusakan melalui kedipan lampu check engine atau lampu MIL (Malfunction Indicator Lamp). Kemudian dengan melihat daftar kode kerusakan kita akan dapat mengetahui apa yang menyebabkan lampu cek engine tersebut menyala.

Ada dua kendala yang dihadapi saat melakukan pembacaan kode kedipan DTC secara manual, yaitu:


  • Metode ini sudah tidak digunakan lagi pada kebanyakan mobil produksi tahun 1996 keatas, pengecualian pada mobil Nissan.
  • Menghitung rangkaian kedipan lampu cek engine memerlukan ketelitian.
  • Kebanyakan kode kedipan DTC menggunakan kombinasi kedipan lampu panjang dan pendek untuk membedakan dua digit kode, dan jika terdapat lebih dari dua kode DTC agak sulit untuk mengetahui kapan suatu kode berakhir dan awal dari DTC berikutnya.
  • Jadi cara yang paling mudah untuk membaca kode DTC adalah dengan menggunakan code reader atau scanner.



Pada mobil produksi tahun1996 pada umumnya tidak menggunakan lagi metode pembacaan kode DTC secara manual. Harus menggunakan code reader atau scanner.



CODE READER


Memilih Scanner Atau Scantool Mobil Terbaik

Alat diagnosa paling basic adalah code reader. Code reader dapat mengakses dan menampilkan kode DTC dari sistem komputer mobil. Code reader yang paling murah hanya dapat menampilkan kode DTC saja tanpa penjelasan, sedangkan yang harganya sedikit lebih mahal selain dapat menampilkan kode DTC juga menyertakan  penjelasan tentang DTC terkait. Harga code reader di pasaran cukup bervariasi mulai harga 500 ribuan.

Code reader juga dapat menghapus kode DTC untuk mematikan lampu cek engine. Beberapa code reader dapat menampilkan status "ready" dari berbagai sistem monitor OBD II. Status "Ready" mempunyai arti sistem monitor OBD II telah menyelesaikan proses self check.

Namun code reader bukanlah scantool karena hanya mampu membaca dan menghapus kode DTC. Code reader tidak dapat menampilkan data display sensor-sensor atau informasi sistem operasi yang lainnya. Untuk dapat membaca data display sensor dan sistem data yang lainnya diperlukan sebuah scantool atau software scanner.


Satu hal penting yang harus selalu diingat adalah bahwa kode DTC tidak menunjukkan komponen apa yang harus diganti. Kode DTC tersebut hanya menyatakan bahwa ada  kerusakan yang terdeteksi, bukan memberitahukan apa yang menyebabkan munculnya kode DTC tersebut.

Kode DTC berfungsi sebagai titik awal atau pedoman untuk melakukan diagnosa lebih lanjut. Banyak orang yang tidak mengetahui hal tersebut, kebanyakan beranggapan bahwa sebuah code reader merupakan alat serba bisa yang dapat "mendiagnosa" dan memperbaiki semua kerusakan mobil.



Jangan pula  bahwa sebuah code reader mampu menampilkan semua jenis kode DTC. Semua code reader hanya dapat menampilkan kode DTC  OBD II yang bersifat "generic" atau umum (Kode DTC dengan awalan P0). Tidak semua code reader dapat menampilkan kode DTC spesifik dari tiap pabrikan (Kode DTC dengan awalan P1), atau jika pun code reader tersebut bisa menampilkan kode DTC spesifik biasanya hanya mencakup beberapa merk mobil saja.

Salah satu hal yang harus diperhatikan sebelum membeli sebuah code reader adalah model dan tahun produksi mobil yang dapat diakses oleh alat tersebut. Umumnya  code reader dapat digunakan pada mobil produksi tahun 1996 keatas  yang sudah menggunakan sistem OBD II dengan diagnostic co0nnector 16 pin. Code reader tidak dapat digunakan pada mobil produksi tahun 1995 ke bawah karena bentuk konektornya yang berbeda.

Dipasaran juga beredar code reader hanya untuk  mengakses kode satu  jenis atau merk kendaraan saja seperti GM, Ford, BMW dll.

Hal lain yang harus diingat mengenai code reader atau scantool adalah pengembangan kode DTC baru dan sistem data yang selalu mengalami perubahan sesuai dengan munculnya model-model baru setiap tahunnya.Code reader yang dikeluarkan setahun seblumnya mungkin tidak dapat digunakan untuk mengakses keluaran model terbaru.

Alat diagnosa cepat sekali menjadi out-of-date dan harus di update secara berkala dengan software yang terbaru melalui chip plug-in memory, cartridge atau mendownload dari internet.

Jika Anda membeli code reader atau scantool melalui online, pastikan alat tersebut dapat digunakan pada mobil yang Anda inginkan atau dapat diupdate sesuai dengan perkembangan.

Satu hal yang harus juga diperhatikan saat akan membeli scantool DIY adalah kemungkinan alat tersebut tidang dapat mencakup mobil-mobil baru yang berusia kuran dari 4-5 tahun. Minta kepastian pada produsen atau distributor alat tersebut untuk mengetahui model mobil terbaru yang dapat diakses oleh alat tersebut dan berapa asering update harus dilakukan pada alat tersebut.



SCAN TOOL


Memilih Scanner Atau Scantool Mobil Terbaik

Untuk melakukan diagnosa yang lebih dalam lagi pada mobil-mobil modern maka dibutuhkan sebuah scantool dengan fitur yang lengkap. Scantool-scantool untuk pemakaian pribadi atau DIY dapat menampilkan nilai pembacaan sensor-sensor dan sistem data, namun alat seperti itu tidak dapat melakukan beberapa fitur atau sistem self test seperti memeriksa kerja fuel pump, cooling fan, idle speed control motor atau solenoid, EGR solenoid, AC compressor clutch, fuel injector, EVAP leak test, EVAP purge control dll.Tingkat analisa seperti itu membutuhkan sebuah scantool level profesional (harganya tentu lebih mahal) dengan kemampuan komunikasi dua arah dan software yang sesuai agar mampu mengkases dab menjalankan serangkaian fungsi test komponen atau sistem.


Scantool terdiri dari beberapa tingkat dan kemampuan. Scantool "generic" entry level mempunyai harga kisaran 2 juta rupiah.

Scantool tipe ini mempunyai kemampuan antara lain:

  • Membaca dan menghapus kode DTC
  • Menampilkan status dari berbagai sistem monitor OBD II
  • Menampilkan data berbagai operasi dasar seperti loop status (Open atau Close), air flow, coolant temperature, output oksigen sensor, throttle position dan sensor-sensor lainnya.
  • Nilai fuel trim untuk keperluan diagnosa.


Sebagian besar scantool cukup serbaguna dan dapat bekerja hampir pada semua merk mobil produksi Eropa, Amerika dan Asia.

Scantool entry level yang biasa dijual pada toko-toko peralatan biasanya didesain untuk para pemilik mobil yang senang melakukan perbaikan ringan sendiri dimobilnya dan tidak mempunyai kemampuan melakukan komunikasi dua arah. Alat ini juga hanya mampu menampilkan jumlah PID yang terbatas jika dibandingkan dengan scantool tingkat profesional atau scantool resmi pabrikan. (PID = Performance Information Data seperti nilai sensor-sensor, status switch, dan data operasional lainnya

Informasi Scan Tool  DIY

Klik link dibawah ini untuk melihat informasi produk dari produsen-produsen scantool.


Actron AutoScanner Plus with Code Connect (YouTube)

Actron CP9690 Review Video (YouTube)

Equus_Innova 3040S Scan Tool

Equus_Innova 3040 Scan Tool (YouTube)

Equus_Innova 3050BSRS Scan Tool with Air Bag capability

Equus_Innova 3120-3130 Scan Tools



Fitur-Fitur Scantool Tingkat Profesional

Scantoosacntol aftermarket tingkat profesional mempunyai fitur yang lebih lengkap dan dapat melakukan fungsi  yang sama seperti scantool OEM.  Satu perbedaan besar dengan scantool pemula adalah scantool profesional mempunyai kemampuan komunikasi dua arah dan dapat melakukan fungsi self test (seperti membuka dan menutup solenoid, mengaktifkan injector, mengaktifkan cooling fan dll.).


Memilih Scanner Atau Scantool Mobil Terbaik


Scantool profesional dapat mengakses hampir semua kontrol unit yang ada di mobil, manampilkan hampir semua nilai PID (sensor data, status sistem dll) untuk berbagai sistem di mobil seperti power train, body, suspensi, ABS atau airbag, dan scantool tersebut juga dapat digunakan untuk melakukan prosedur relearn dan initialization (seperti reset steering angle sensor setelah melakukan penyetelan keselarasan roda depan, reset putaran idle dll).


Scantool yang lebih baik juga mempunyai tampilam layar yang lebih baik pula seperti menggunakan layar LCD berwarna dengan ukuran besar dan mempunyai fitur touch screen.
Scantool juga mempunyai fungsi osiloskop multi channel yang memungkinkan menampilkan data dalam bentuk grafik atau gelombang. Hal ini akan mempermudah mendeteksi masalah yang mungkin terjadi sangat cepat untuk dapat dilihat menggunakan tampilan angka pada data display.

Kebanyakan scantool profesional mempunyai kemampuan "flight recorder" yang dapat merekam data sambil mengoperasikan mobil untuk analisa yang lebih lanjut.

Beberapa scantool profesional juga dapat dihubungkan secara wireless dengan wifi atau bluetooth untuk berkomunikasi dengan mobil, laptop atau printer.

Fungsi lain yang juga dimilik oleh scantool profesional adalah kemapuan melakukan flash programming PCM. Melakukan flashing PCM dengan software terbaru mungkin sangat penting untuk memperbaiki masalah drivability atau emisi gas buang.
Flashing juga sangat penting dilakukan saat melakukan penggantian PCM. Opsi lain adalah dengan menggunakan scantool standard  J2534 yang berfungsi sebagai interface antara PCM dan laptop.


CATATAN:
Pastikan scantool yang Anda beli dapat berfungsi pada mobil yang ingin diperbaiki. Beberapa klaim dari penjual kadak menyesatkan.
penjual scantool mungkin mengatakan bahwa produk mereka dapat digunakan pada hampir semua merk dan model mobil, namun mungkin saja hanya menampilkan informasi OBD II umum bukan informasi kode DTC detail pabrikan atau hanya dapat mengakses powertrain system.
Beberapa scantool profesional dapat menyediakan kode DTC generic dan advance namun tidak dapat menampilkan kode DTC untuk ABS atau airbag dan sistem yang lain. Beberapa mungkin memiliki kemampuan diagnosa yang terbatas dan tidak dapat melakukan prosedur self test.
Tanya secara detail mengenai kemampuan scantool sebelum memutuskan untuk membeli.


Biaya lain yang harus dikeluarkan ketika membeli sebuah scantool profesional adalah biaya update software secara rutin, biasanya satu tahun sekali. Update sangat penting untuk mengikuti perubahan yang terjadi setiap tahun. Biaya update bervariasi tergantung pabrikan scantool, biasanya berkisar 500.000 - 1000.000 Rupiah.


Video Training Scan Tool :

Autel scan tool training videos

AutoLogic scan tool training videos

Bosch scan tool training videos

Launch scan tool training videos

OTC scan tool training videos

Snap-On Scan tool training videos 



Informasi Mengenai Scantool Standard OEM

Berikut sumber informasi untuk mencari tahu mengenai sacntool standard OEM . ASA membuat sebuah halaman web yang memberikan link langsung ke service information scantool tiap-tiap pabrikan mobil.

 Klik disini untuk informasi mengenai scantool OEM.

Anda juga bisa mendapatkan informasi tentang scantool OEM pada website NASTF:
NASTF OE Scan Tool Information


Pabrikan mobil selalu memperbaharui scantoolnya secara kontinyu. Kebanyakan scantool OEM berbasis PC dan membutuhkan interface (cable atau wireless) untuk menghubungkan dengan kendaraan ke komputer dan website service information OEM.
Berikut beberapa contoh alat interface OBD dari GM , GM MDI 2 EL-52100-AM produksi AC delco:

Memilih Scanner Atau Scantool Mobil Terbaik
Interface Scantool GM MDI 2 



Deskripsi produk:

GM MDI 2 merupakan Global Diagnostic Interface tool generasi terbaru untuk kendaraan GM saat ini dan yang akan datang. GM MDI 2 merupakan modul komunikasi dengan desain yang kompak dan mempunyai keuatan processing dan security yang meningkat untuk mengatur transfer data  antar jaringan ECU onboard mobil dengan tambahan CAN bus. GM MDI 2 diperkenalkan pada tahun 2007 untuk menggantikan MDI yang menawarkan proses pemrograman secara langsung dengan kecepatan yang lebih baik dibandingkan MDI.

MDI 2 dapat digunakan untuk melakukan programming secara langsung pada semua mobil yang diproduksi sejak tahun 1996 dan yang akan diproduksi. Perbaikan kendaraan mengharuskan menggunakan software GDS 2, Global Diagnostic System 2 yang sudah diinstal pada konputer dan MDI atau MDI 2 dihubungkan dengan mobil.
MDI 2 dihubungkan ke mobil melalui konektor J1962 menggunakan kabel DLC. Hubungan antara MDI 2 dan PC dapat dilakukan menggunakan port USB dan dealership network (CAT5).



Mana Yang Lebih Baik Scantool OEM atau Aftermarket..?


Memilih Scanner Atau Scantool Mobil Terbaik


Scantool OEM prabikan memberikan akses penuh pada semua hal di mobil, namun harganya sanagt mahal jika dibandingkan scantool aftermarket ( walaupun beberapa scantool aftermarket high end mempunyai harga yang cukup mahal pula tergantung fitur-fitur yang ada). Santool pabrikan bisa berharga 60 jutaan atau lebih.

Scantool standard OEM yang lebih awal seperti Tech II untuk General Motor,  New Generation Star (NGS) tester untuk  Ford/Lincoln/Mercury, DRB III untuk Chrysler, dan scantol-scantool lainnya mobil-mobil Eropa dan Asia.

Kebanyakan scantool-scantool lawas tersebut sudah tidak disupport lagi oleh masing-masing pabrikan. Namun scantool tersebut masih dapat digunakan pada mobil-mobil yang memang didesain untuk scantool-scantol tersebut, jadi jika Anda memiliki mobil tua masih dapat menggunakan scantool tersebut. Scantool ini dapat dibeli secara online dengan harga yang lebih murah.

Scantool standard pabrikan mempunyai keunggulan dapat mengakses semua jenis kode DTC, melakukan prosedur self test dan dapat berkomunikasi pada semua kontrol modul yang terdapat dimobil seperti body control module, ABS module, air bag module, suspension module, climate control module dll.

Scantool OEM juga dapat digunakan untuk reset atau programming control module yang baru diganti, termasuk prosedur learning yang hanya dapat dilakukan oleh scantool OEM.


Satu-satunya kekurangan scantool OEM adalah hanya dapat digunakan atau didesain untuk satu merke mobil saja, tidak dapat digunakan pada merk dan model mobil lainnya. Konsekuensinya, scantool OEM hanya cocok digunaka oleh mekanik dealer resmi dan tidak cocok atau kurang efektif untuk dimiliki atau digunakan pada mekanik bengkel umum yang melayani semua merk dan model mobil.


Kebanyakan mekanik umum tidak dapat memiliki alat scantool dari masing-masing pabrikan mobil yang mereka kerjakan, sebgaian besar memilih untuk membeli dan menggunakan general scantool yang berfungsi untuk semua merk mobil dan menambahkan software atau hardware untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan scantool sesuai kebutuhan. Beberapa mungkin membeli satu atau dua scantool OEM jika mereka lebih banyak melakukan pekerjaan pada merk mobil tertentu. Ada juga yang tetap menggunakan basic code reader untuk melakukan pmeriksaan kode DTC secara cepat.



Apakah Semua Scantool Mengadopsi Sistem CAN

Pada beberapa tahun belakangan ini, sistem kelistrikan mobil-mobil modern telah mengadopsi protokol komunikasi onboard yang disebut CAN atau Controller Area Network. CAN mulai secara bertahap digunakan pada awal tahun 2000 dan menjadi standard pada mobil ditahun 2008.
CAN menggunakan baud rate yang lebih tinggi agar komunikasi antar modul dapat berlangsung dengan cepat, oleh karena itu sistem CAN pada mobil membutuhkan scantool  yang sesuai dengan sistem CAN agar dapat melakukan diagnosa.  Banyak scantool lama yang tidak dapat diupgrade untuk mendeteksi mobil yang sudah menggunakan sistem CAN.



SOFTWARE SCANNER 

Selain alat scantool khusus, Anda juga dapat membeli software yang dapat ditanam pada laptop atau PC, PDA, tablet atau smart phone dan menjadikan perangkat tersebut menjadi code reader atau scantool. Bereapa software hanya menawarkan fungsi dasar code reader dan ada juga yang dapat berfungsi seperti halnya scantool OEM.


Paket software paling sederhana dan paling murah yang dijual dapat digunakan untuk menghubungkan laptop, PDA, tablet atau smart phone ke konektor diagnostik mobil produksi tahun 1996 ke atas dan menggunakannya sebagai code reader untuk membaca dan menghapus kode DTC OBD II generic..

Paket software yang lebih baik memiliki kemampuan mebaca kode DTC spesifik dari pabrikan dan juga mapu untuk menampilkan berbagai data PID seperti tegangan sensor, status switch dll. Software yang paling baik mempunyai kemampuan lebih menampilkan data display dalam bentuk grafik.

Software scanner untuk laptop, PC tablet atau smart phone membutuhkan sebuah kabel interface yang dihubungkan ke konektor OBD 2 atau konektor OBD bluetooth atau wifi sehingga mobil dapat berkomunikasi dengan perangkat diagnosa tersebut.

Software scantool tidak akan berguna atau berfungsi tanpa interface baik berupa kabel maupun wireless yang menghubungkan komputer atau perangkat elektronik ke mobil.
Jika Anda cukup paham komputer dan ingin menghemat uang, di internet terdapat banyak sumber  dimana kita dapat membeli kabel interface secara terpisah atau kit untuk membuat kabel USB OBD sendiri.

Salah satu keuntungan menggunakan laptop atau PC sebagai scantool adalah mempunyai layar yang lebar, sehingga lebih mudah untuk membaca dan menampilkan informasi dalam satu halaman.

Laptop mempunyai ukuran layar 12 sampai 17 inchi sedangkan PC mempunyai ukuran layar 16 samapai 22 inchi.

Keuntungan lain menggunakan komputer sebagai scantool adalah lebih mudah untuk melakukan update melalui internet. Hal ini juga dapat dilakukan pada scantool keluaran terbaru (menggunakan PC sebagai interface dengan kabel USB). Update untuk scantool DIY biasanya gratis, namun untuk scantoo profesioanal ada biaya yang harus dibayarkan.

Alat scantool khusus didesain hanya sebagai alat diagnosa, tidak dapat digunakan untuk berselancar di dunia maya mencari informasi dan membuka e-mail. Alat tersebut benar-benar dirancang untuk mendiagnosa mobil saja.

Scantool profesional mempunyai hardware tambahan dan test lead yang dapat difungsikan sebagai multimeter atau osiloskop digital untuk mengukur tegangan, tahanan dan arus listrik. Fitur ini merupakan hal yang sangat penting karena mengurangi kebutuhan alat yang lain.


Scantool Dengan Osiloskop

Scantool-scantool profesional terbaru telah dilengkapi dengan kemampuan untuk berfungsi sebagai multimeter dan osiloskop digital. Dengan dapat menampilkan tegangan listrik dalam bentuk gelombang atau grafik akan memudahkan mendeteksi  masalah yang sangat sulit untuk didiagnosa dengan cara lain.

Jika Anda mencari tool serbaguna yang dapat digunakan sebagai scanner, multimeter dan osiloskop pilihlah yang dapat menampilkan lbih dari satu grafik pada satu layar dalam waktu yang bersamaan.  Kebanyakan scantool profesional dapat menampilkan sampai empat data PID secara bersamaan.


Saat osiloskop dihubungkan ke sebuah sensor atau sirkuit, osiloskop akan menampilkan apa yang saat itu terjadi di dalam sensor atau sirkuit. Tegangan ditampilkan dalam bentuk gelombang berdasarkan waktu pengukuran. Jika Anda mengetahui cara membaca bentuk gelombang, maka Anda akan dapat menentukan mana gelombang yang baik dan jelek.
Anda juga dapat membandingkan bentuk gelombang dengan data scantool untuk mengetahui apakah pengukuran sesuai dengan spesifikasi, hal ini sangat berguna untuk mengidentifikasi kerusakan PCM.

Menggunakan osiloskop juga memungkinkan untuk melakukan dan memverifikasi test "action-reaction". Anda dapat menggunakan satu saluran untuk memonitor action atau input dan menggunakan saluran kedua, ketiga dan keempat untuk melihat hasil dari action tersebut.
Sebagai contoh, Anda mungkin ingin melihat throttle position sensor, fuel injector waveform, crank sensor signal dan ignition pattern saat menginjak pedal gas untuk memeriksa gejala misfire intermittent.

Menggunakan osiloskop memang membutuhkan pengetahuan dasar tentang osiloskop serta mengetahui kemampuan osiloskop. sama seperti scantool, osiloskop juga mempunyai kemampuan yang bgerbeda-beda. Oleh karena itu pelajari dan bandingkan alat yang ingin dibeli agar sesuai dengan kebutuhan dan sesuai harapan.


Scantool Apa Yang Paling Disukai Mekanik..?

Berdasrakan survei yang dilakukan oeh iATN(International Automotive Technicians Network) pada 400 mekanik, didapatkan hasil scantool paling populer yang digunakan oleh para mekanik, yaitu:

61% lebih memilih hand-held scan tool

28% Lebih memilih  laptop dengan software scanner

11%  Lebih memilih menggunakan tablet dengan software scanner


Mekanik yang lebih memilih menggunakan han held scantool mengatakan alat tersebut lebih mudah dan lebih cepat digunakan dibandingkan dengan laptop atau tablet. Namun saat ini, kebanyakan scantool profesional mengunakan scanner software berbasis windows dalam bentuk han held (Snap-On Modis, Verus, Verdict, dll.).


Scantool Untuk Diagnosa Tingkat Advance

Untuk melakukan diganostik tingkat advance, Anda perlu mempelajati bagaimana mengakses informasi Mode 06 pada scantool, kebanyakan scantool yang berharga 2 juta keatas dapat mengakses Mode 06, namun Anda harus jeli untuk mencarinya karena tidak disebutkan secara jelas pada deskripsi scantool.


Mode 06 adalah data kode heksadesimal mentah yang dilihat oleh komputer mesin saat komputer menjalankan sistem monitoring. Ini adalah informasi yang sangat berguna untuk diakses saat mobil mengalami masalah drivability namun tidak memunculkan kode DTC, untuk memverifikasi apakah sebuah sensor atau sirkuit bekerja dalam nilai spesifikasi MIN dan MAX, dan untuk memverifikasi sensor dan komponen bekerja dengan baik setelah diganti.

Informasi untuk menerjemahkan dan mengubah kode hex Mode 06 untuk mobil Ford dan GM dapat ditemukan pada website International Automotive Technicians Network (www.iatn.com). Buka menu "Technical Resources" dan lihat pada section Ford and Toyota. Informasi Mode 06 tersebut merupakan karangan  Paul Baltusis dari  Ford Motor Company, informasi dibuat dalam berbentuk presentasi power point yang dapat diunduh dengan judul "An Introduction to Vehicle Networks, Scan Tools and Multiplexing."


Hal Lain Yang Anda Butuhkan Menyangkut Scantool

Ketika Anda membeli sebuah scantool, jangan berharap Anda akan menjadi seorang ahli diagnosa dalam semalam. Semua scantool mempunyai seluk beluk yang perlu dipelajari, dan dibutuhkan waktu untuk dapat mengetahui apa yang dapat dilakukan oleh alat tersebut (dan apa yang tidak dapat dilakukan), data PID dan sensor mana yang harus diperhatikan saat melakukan trobleshooting dari berbagai jenis kerusakan dan apa makna dari informasi tersebut.

Scantool Companion merupakan petunjuk praktis yang dapat membantu memanfaatkan alat scantool secara mkasimal. Program ini dapat dijalankan menggunakan CD pada laptop atau PC, dan dapat memberitahukan data PID yang perlu dilihat berdasarkan gejala, berdasarkan kode DTC atau berdasarkan sistem. Juga meliputi latar belakang informasi refernsi pada sensor-sensor mesin, monitor OBD II, OBD II emission testing dan kerja engine management system.Ini merupakan program referensi yang harus dimilik oleh pengguna scantool/


Satu hal yang harus selalu diingat adalah bahwa scantool itu sendiri tidak dapat memperbaiki kerusakan apapun. Dibutuhkan pemahaman yang baik untuk dapat mengoperasikan dan menggunakan informasi yang diberikan oleh scantool tersebut. Teknisi harus mempunyai pengetahuan tentang OBD II, engine management system dan diagnosa sensor.
Teknisi juga perlu dapat mengakses service information, technical service bulletin dan electrical wiring diagram.

Bagaimana Anda dapat memperbaiki kerusakan, jika Anda tidak memahami bagaimana cara kerja suatu sensor atau sirkuit, apa yang menyebabkan munculnya kode DTC dan bagaimana suatu sensor atau sirkuit terhubung.....?

Kita tidak dapat hanya mengandalkan Kode DTC saja untuk mengidentifikasi semua masalah. Banyak masalah yang terjadi pada mobil tidak memunculkan kode DTC.

Beberapa kode DTC kadang malah menyesatkan karena kombinasi keadaan yang menyebabkan munculnya kode DTC. Kode DTC yang muncul terkadang merupakan kode DTC palsu  yang tidak akan dapat dihilangkan dengan prosedur perbaikan normal. Anda mungkin harus melakuan flashing komputer untuk memperbaiki kerusakan tersebut.

Saran yang paling baik adalah selalu memeriksa informasi pada TSB terlepas ada atau tidak kode DTC yang muncul.

Pada beberapa kasus, ada informasi TSB yang mencakup masalah problem kendaraan yang sedang dikerjakan, hal ini akan sangat membantu mempercepat analisa dan perbaikan.


Kesimpulan

Semakin banyak riset yang dilakukan sebelum membeli scantool maka kemungkinan mendapatkan alat yang sesuai dengan kebutuhan akan semakin besar.

Jagan sungkan untuk bertanya secara detail mengenai scantool yang akan dibeli kepada penjualnya agar tidak merasa menyesal kemudian. Ingat scantool yang terbaik adalah scantool yang sesuai dengan kebutuhan Anda.


Ada masalah dengan mobil Anda...??  

Butuh Bantuan...???  

Silahkan hubungi kami..!!





Artikel Terkait

Previous
Next Post »