...

Cara Bleeding Sistem Rem ABS

July 02, 2018

Prosedur Bleeding Sistem Rem ABS 


Udara akan masuk kedalam sistem saat melakukan pembongkaran untuk melakukan penggantian komponen-komponen seperti, caliper, wheel cylinder, master cylinder, brake line dan hose.

Agar injakan pada pedal rem terasa kuat dan padat maka udara yang masuk tersebut harus dikeluarkan dengan cara melakukan bleeding sistem rem.

Udara yang terjebak pada saluran rem, caliper atau wheel cylinder akan membuat pedal rem terasa lebih dalam saat diinjak.

Udara merupakan zat yang dapat dikompresi, sehingga saat rem diinjak gelembung udara yang berada di dalam sistem rem akan dikompresikan terlebih dahulu sebelum minyak rem meneruskan tekanan pedal rem untuk menghentikan kendaraan.



Sesuai dengan aturan sirkuit rem pada mobil yang menggunakan antilock brake suystem atau ABS dapat dibleeding dengan prosedur biasa, asalkan tidak ada udara yang masuk ke dalam modulator ABS assembly.

Jika komponen rem yang dibongkar berada di bawah modulator ABS, seperti: caliper, wheel cylinder brake hose dan line, melakukan prosedur bleeding rem yang normal kemungkinan dapat mengeluarkan  seluruh udara yang berada di dalam sistem rem.


Sistem rem dapat dibleeding dengan secara manual, menggunakan power bleeder, injector atau vacuum bleeder. Tidak ada perbedaan metode apapun yang digunakan selama seluruh saluran dan komponen sistem rem diisi minyak rem yang cukup untuk mengeluarkan udara yang terjebak.


Prosedur bleeding rem yang paling umum adalah dengan memulai proses bleeding dari rem yang paling jauh dari master cyilinder, kemudian dilanjutkan membleeding rem yang menggunakan sirkuit yang sama (bisa rem belakang yang lain pada mobil rear wheel drive atau rem depan yang berseberangan pada mobil penggerak depan).

Setelah sirkuit tersebut selesai dibleeding, kemudian dilanjutkan proses bleeding pada sirkuit rem yang lain dan dimulai dari yang terjauh dari master cylinder.

Perhatikan selalu petunjuk urutan bleeding rem yang dikeluarkan oleh masing-masing pabrikan karena hal ini sangat bervariasi tergantung bagaimana konfigurasi sistem rem tersebut.


Udara dapat terperangkap di dalam unit ABS jika master cylinder sempat kehabisan minyak rem atau saluran rem pada kedua sisi ABS dilepaskan atau diganti.


Namun bagaimana jika Anda mengganti master cylinder, brake line atau valve yang berada diatas modulator ABS...?

Atau bagaimana jika melakukan penggantian modulator ABS atau high pressure accumulator..??

Ini merupakan salah satu pekerjaan yang cukup sulit.


Udara yang berada di dalam modulator ABS akan sangat sulit untuk dikeluarkan karena celah-celah dan sudut yang sangat sempit di dalam modulator ABS.

Modulator ABS dapat mempunyai 8,atau lebih dari 10  solenoid valve ABS/traction control ditambah berbagai jenis check  valve dan lubang-lubang buntu.

Beberapa modulator ABS mempunyai baut bleeding khusus untuk membantu mengeluarkan udara saat melakukan bleeding rem. Sementara ada juga yang tidak mempunyai baut tersebut dan membutuhkan scantool untuk mengaktifkan solenoid ABS sambil membleeding sistem rem.


Untuk dapat lebih memahami apa saja yang dibutuhkan dan harus dilakukan saat proses bleeding rem ABS, mari kita lihat beberapa prosedur bleeding rem pada beberapa sistem ABS General Motor.


Prosedur Bleeding Sitem Rem ABS  DELCO ABS-VI

Sistem ABS  Delco ABS-VI telah digunakan secara luas pada mobil-mobil penggerak depan General Motor, seperti Chevrolet Lumina dan APV, Chevrolet Beretta, Corsica dan Cavalier, Pontiac Grand Prix, Sunbird, Oldsmobile Cutlass Supreme dan Buick Regal.





Delco VI system merupakan sistem ABS  non-integral dengan master brake cylinder dan power booster konvensional. Sistem ini menggunakan 4 wheel speed sensor namun merupakan  three-channel system.
Rem-rem depan dikontrol secara terpisah, sedangkan rem-rem belakang menggunakan satu sirkuit ABS yang sama.


Hydraulic modulator dan motor pack assy terpasang pada master cylinder. Modulator diikat oleh dua baut pada lubang outlet bagian atas master cylibder, dua transfer tube pada dua lubang outlet dibagian bawah.

Hal penting yang harus diperhatikan saat melakukan pada perbaikan sistem ini adalah kedua transfer tube bagaian bawah dan O-ring harus diganti jika master cylinder dan modulator dilepaskan satu sama lain. Hal ini sangat penting untuk mencegah kebocoran yang dapat menyebabkan sistem rem tidak berfungsi.

Modulator assembly mempunyai beberapa komponen, yaitu:

  • 4 chamber fluid untuk keempat rem,
  • 2 valve isolation solenoid, 
  • 4buah check ball, 
  • Motor pack yang berisi 3 motor DC dua arah dengan electromagnetic brakes (EMBs) dan  expansion spring brakes (ESBs)
  • 3 ball screw assemblies
  • 4 piston
  • Gear drive set dan gear cover

Modulator motor pack, isolation solenoid valves, gear cover dan individual gears merupakan komponen yang dapat diperbaiki dan dapat diganti secara terpisah.

Rem pada mobil GM yang menggunakan sistem Delco ABS-VI dapat dibleeding secara manual. menggunakan vacuum atau pressure bleeding.

Urutan proses bleeding dimulai dari roda belakang kanan, belakang kiri, depan kanan dan depan kiri.
Sebelum memulai proses bleeding, terlebih dahulu pastikan piston belakang di dalam modulator Delco ABS-VI berada pada posisi "home" . Jika hal ini tidak dilakukan , saluran rem bagian belakang tidak dapat dibleeding.


Ada dua cara untuk melakukan hal tersebut:

Pertama, dengan menggunakan Tech1 atau scantool yang serupa, pilih menu Test mode F4 ABS, kemudian pilih pilihan manual control F0, Sekarang rear motor dapat diperintahkan untuk menggerakkan piston ke posisi home.

Kedua, tanpa menggunakan scantool, buka baut bleeder depan pada modulator. Hati-hati disana terdapat dua baut bleeder, pastikan Anda membuka baut bleeder depan. Kemudian bleeding modulator.

Tutup baut, kemudian bleeding kedua rem depan dimulai dari rem sisi kanan terlebih dahulu. Setelah tekanan pedal rem dalam keadaan padat, jalankan mobil dengan kecepatan diatas 5 Km/jam. Secara otomatis kontroler akan mereset sistem dengan memerintahkan rear motor berputar ke posisi home. Hentikan mobil dan bleeding rem belakang.


Sistem Rem ABS DELPHI DBC-7

ABS DELPHI DBC-7 diperkenalkan pada tahun 1999 untuk mobil Buick Regal danCentury, dan Chevrolet Tracker, Antilock Brake System Delphi DBC-7 ABS merupakan pengganti sistem ABS terdahulu Delco ABS-VI system. Sistem ini menggantikan ABS-VI mulai tahun  2000 pada Chevrolet Impala, Monte Carlo, Malibu, Cavalier dan Venture, Pontiac Sunfire and Montana, dan Oldsmobile Cutlass dan Silhouette.


Tidak seperti sistem ABS-VI, DBC-7 tidak menggunakan motor penggerak plunger untuk mensirkulasikan tekanan di dalam saluran rem. Sistem ini menggunakan solenoid seperti sistem ABS pada umumnya. Brake Pressure Modulator Valve mempunyai satu inlet (apply) valve dan satu outlet (release) valve untuk setiap saluran rem, ditambah dua buah akumulator (satu untuk setiap sirkuit rem). Jadi BPMV mempunyai 6 valve ABS untuk sistem ABS 3 channel, 8 valve ABS untuk sistem ABS 4 channel, dan 10 ABS valve untuk mobil yang dilengkapi dengan sistem Traction Control.

Inlet valve normalnya selalu dalam kondisi terbuka, sedangkan outlet valve posisi tertutup. Solenoid pada setiap valve akan diaktifkan saat EBCM memberikan ground ke masing-masing solenoid.

Sistem ABS yang digunakan pada seluruh kendaraan GM adalah sistem 4 channel, sehingga setiap outlet dari BPMV dihubungkan ke setiap saluran rem untuk roda yang terpisah. Saluran-saluran rem tersebut diberi kode warna untuk membedakannya:
  • Belakang kiri warna ungu
  • Belakang kanan warna kuning
  • Depan kiri warna merah
  • Depan kanan warna hijau


Prosedur Bleeding Minyak Rem Pada Sistem ABS DBC-7

Jika tidak ada udara yang masuk ke dalam modulator ABS maka prosedur bleeding biasa dapat dilakukan. Namun jika terdapat udara di dalam modulator ABS maka sistem rem harus di bleeding dengan menggunakan bantuan pressure bleeder dan scantool.

  • Hubungkan pressure bleeder ke reservoir master cylinder
  • Putar kunci kontak ON
  • Dengan posisi bleeder screw tertutup, berikan tekanan pada sistem sebesar 35 psi.
  • Pilih menu Automatic Bleed Procedure pada scantool. Scantool akan mengaktifkan Solenoid ABS di dalam BPMV selama satu menit.


Setelah itu akan muncul perintah pada scantool untuk membleeding tiap-tiap roda. Selama langkah ini pompa akan aktif dan masing-masing siklus release valve akan berlangsung selama satu menit. Hal ini akan diulangi pada setiap roda, Terakhir, scantool akan mengaktifkan solenoid-solenoid ABS selama 20 detik untuk mengeluarkan udara yang masih tertinggal.

Lepaskan tekanan pada alat bleeder dan lepaskan dari master cylinder. Periksa ketinggian pedal dan rasakan tekanannya untuk memastikan tidak ada udara lagi di dalam sistem rem.


Sistem Rem ABS Bosch 5




Pada tahun 1995 sistem ABS Bosch 5 diterapkan pada mobil corvette untuk menggantikan sistem ABS yang sebelumnya digunakan.

Sistem ABS Bosch 5 juga digunakan pada beberapa mobil produksi GM tahun 1995-1996, seperti: Chevy Caprice dan Impala, Buick, Estate Wagon dan Roadmaster, dan Cadillac Deville, Eldorado, Fleetwood dan Seville.

Modulator menggunakan solenoid-solenoid untuk setiap sirkuit rem, namun tidak membutuhkan alat khusus untuk membleeding sistem remnya. Artinya sistem rem dapat dibleeding dengan metode konvensional, dengan urutan sbb: belakang kanan, belakang kiri, depan kanan dan depan kiri.


Prosedur Bleeding Sistem Integral ABS

Sistem ABS integral sudah tidak digunakan sejak lama, namun teknisi perlu memahaminya saat melakukan pekerjaan bleeding rem pada mobil-mobil  tua.
Sistem ini digunakan pada kendaraan GM termasuk dengan sistem Power master Delco III pada 1989-91 Buick Regal, Oldsmobile Cutlass dan Pontiac Grand Prix dan GTU model. Prinsip kerjanya sama dengan sistem ABS  Teves Mark 2, Bosch III , Bendix 9 dan Bendix 10



Sistem ABS integral menggunakan high pressure pump dan accumulator untuk membatu pengereman dan sistem ABS. Sebagai pedoman, tekanan pada accumulator harus dilepaskan sebelum melakukan pekerjaan perbaikan sistem rem apapun. Beberapa dari sistem ini dapat menghasilkan tekanan samapai 2.700 psi, jadi jangan pernah membuka saluran rem atau berusaha melakukan penggantian komponen hidrolik sistem ABS sebelum tekanan pada accumulator dihilangkan. Hal ini dapat dilakukan dengan menekan pedal rem kuat sebanyak 40 kali dengan kunci kontak Off.

Setelah selesai melakukan perbaikan, saluran rem dapat dibleeding secara manual denga alat power bleeder atau vacuum bleeder konvensional. Pada semua metode tersebut, kunci kontak harus selalu dalam keadaan Off agar pompa ABS tidak membangkitkan tekanan pada accumulator. Kemudian sistem rem dapat dibleeding secara biasa dengan mengikuti urutan sesuai dengan rekomendasi pebrikan. Pada kendaraan GM urutannya adalah belakang kanan, belakang kiri, depan kanan dan depan kiri.

Modulator ABS harus dibleeding dengan prosedur khusus apabila melakukan penggantian master cylinder atau modulator ABS atau terdapat udara pada bagian komponen ABS yang lainnya.

Berikut prosedur yang harus dilakukan pada sistem ABS Powermaster III yang diaplikasikan pada kendaraan GM:

Untuk membleeding dua buah valve yang terdapat di dalam modulator disediakan dua bleeder screw. Mulai dari yang paling dekat dengan mesin. Putar kunci kontak ON dan berikan tekanan yang ringan pada pedal rem. Buka bleeder screw dan biarkan minyak rem mengalir sampai tampak jernih. Tutup bleeder screw dan ulangi hal yang sama pada bleeder screw kedua.

Buang tekanan di dalam accumulator dengan menekan pedal rem sebanyak 40 kali dengan posisi kunci kontak OFF. Tunggu dua menit agar udara di dalam minyak rem keluar. Kemudian isi kembali tabung reservoir dengan minyak rem DOT 3.


Sekarang lakukan proses bleeding pada bagaian boost. Lakukan hal ini dengan memberikan tekanan yang sedang pada pedal rem  dan putar kunci kontak ke posisi ON selama 3 detik, dan kemudian OFF-kan. Ulangi prosedur ini sebanyak 10 kali.Periksa injakan pedal rem terasa padat saat sudah selesai dan lakukan tes jalan untuk memastikan sistem rem bekerja dengan sempurna.


Catatan:
Jika Anda mempunyai scantool Tech 2 dapat menggunakan menu solenoid bleed test. Hal ini akan mengaktifkan solenoid ke posisi hold dan release untuk mengeluarkan udara dari booster.


Prosedur Bleeding Pada Sistem ABS Kelsey-Hayes 4WAL

Jika valve depan ABS tidak diganti, sistem rem dapat dibleeding secara manual dengan menggunakan vacuum bleeder atau presure bleeder dengan urutan sbb:
Master cylinder
Rear anti-lock valve
Combination valve
Front anti-lock valve
Left rear wheel
Right rear wheel
Right front wheel
Left front wheel.

Lakukan prosedur bleeding pada valve atau roda satu persatu.


Jika master cylinder diganti, bleeding master cylinder diluar sebelum dipasang.
Jika Valve ABS depan diganti, maka diperlukan prosedur bleeding khusus;
Kendorkan bleed plug pada valve depan yang baru sekitar 1/4 sampai 1 putaran.
Lepaskan tutup bleed valve stem
Pasang SST Valve depressor tool 6670. Geser nok samping pada tool ke arah boss disekitar bleed valve stem. Stem harus ditahan pada posisi terbuka (kearah dalam) agar bagian atas valve yang baru dapat dibleeding dengan sempurna.

Kencangkan thumbscrew pada SST 6670 agar dapat mendorong valve stem kearah dalam sekitar 0.51 mm - 0.76 mm.


Tekan pedal rem, Pedal rem akan jatuh saat bleed plug dibuka penuh dan valve stem didorong kearah dalam oleh tool.

Injak pedal rem 5-10 kali. Hal ini akan mengisi bagian atas dan bawah valve dengan cepat.
Bleeding valve assy yang baru pada setiap saluran rem satu persatu. jangan lupa untuk selalu menutup valve bleed plug sebelum mengocok pedal rem. Lanjutkan proses bleeding sampai miny7ak rem yang keluar dari fitting terlihat jernih dan tidak ada gelembung udara.

Lepaskan tool dari valve stem dan pasang tutup stem. Kencangkan bleed plug dengan momen 7-9 Nm 60-84 in.-lbs).

Catatan;
Jika valve ssy ABS tidak dilepas, bleed plug dan bleed vave tidak perlu dibuka selama proses bleeding. Bleeding saja valve assy pada setiap saluran rem satu persatu.


Catatan:
Selalu ikuti petunjuk yang dikeluarkan setiap pabrikan mengenai prosedur khusu yang harus dilakukan saat melakukan pekerjaan pada sistem rem ABS.



Ada masalah dengan mobil Anda...??  

Butuh Bantuan...???  

Silahkan hubungi kami..!!




Artikel Terkait

Previous
Next Post »