Pemeriksaan Sistem Pengisian Mobil

Gejal awal yang timbul jika terjadi masalah pada alternator atau sistem pengisian adalah lampu depan yang redup atau putaran mesin yang lemah saat distarter atau bahkan tidak dapat distarter sama sekali.
Sistem pengisian berfungsi untuk menjaga baterai selalu dalam keadaan terisi penuh dan menyuplai kebutuhan listrik keseluruh sistem kelistrikan mobil saat mesin dalam keadaan hidup. Jadi jika ada gangguan pada alternator, voltage regulator dan kabel yang menghubungkan sistem pengisian ke baterai maka akan muncul masalah yang cukup serius pada kendaraan.


Masalah sistem pengisian dapat disebabkan oleh kerusakan pada alternator itu sendiri, koneksi yang buruk pada baterai dan drive belt yang selip atau putus. Jika sistem pengisian tidak dapat membangkitkan tegangan listrik maka beban kelistrikan mobil akan ditanggung oleh baterai sehingga baterai akan cepat kosong.  Mungkin mobil masih dapat bertahan untuk dikendarai  sekitar 20 menit sejak alternator mengalami kerusakan sebelum baterai benar-benar terkuras dan suplai kelistrikan benar-benar habis sehingga mobil akan mogok

Pemeriksaan Sistem Pengisian Mobil
Pemeriksaan Sistem Pengisian Mobil


Saat tegangan baterai turun dibawah batas tertentu, sistem pengapian dan sistem bahan bakar akan berhenti bekerja dengan normal dan mesin akan mogok. Baterai tidak  memiliki cadangan listrik yang cukup untuk  digunakan  menghidupkan mesin,  jadi mobil akan tetap mogok sebelum masalahnya didiagnosa dan diperbaiki.

Menyetrum baterai atau mencoba menghidupkan mobil dengan dengan menjumper menggunakan baterai atau mobil lain mungkin dapat membuat mesin berputar sesaat, namun biasanya tidak akan berlangsung lama selama sistem pengisian belum menghasilkan tegangan listrik yang normal.


Warning:
Jangan pernah melepas kabel baterai saat mesin hidup untuk memeriksa kerja alternator. Hal tersebut dapat menyebabkan lncoatan tegangan listrik yang tinggi yang dapat merusak alternator dan kompenen elektronik lainnya.


Tegangan Pengisian Alternator

Alternator merupakan jantung dari sistem pengisian. Alternator berfungsi membangkitkan tenaga listrik yang dibutuhkan untuk menjaga baterai selalu terisi penuh dan mengoperasikan seluruh peralatan kelistrikan pada kendaraan.

Alternator dipasang pada mesin dan digerakkan oleh pulley crankshaft melalui perantaraan drive belt. Alternator menghasilkan arus listrik bolak-balik (AC current) yang kemudian dirubah menjadi arus listrik searah (DC current) oleh 6 buah dioda atau rectifier yang biasanya terletak dibagian belakang alternator.

Dioda merupakan komponen yang dapat mengalirkan arus listrik satu arah, yang digunakan untuk merubah arus listrik AC menjadi listrik DC. Tiga buah dioda positif mengontrol gelombang listrik positif pada listrik AC dan tiga buah dioda negatif digunakan untuk mengatur gelombang listrik negatif.

Tegangan pengisian alternator akan meningkat sesuai dengan beban kelistrikan pada sistem pengisian dan naiknya putaran mesin. Output yang dihasilkan akan rendah saat putaran idle dan akan meningkat saat RPM bertambah. Output maksimum biasanya akan dicapai pada RPM 2.500.


Voltage Regulator Alternator

Output tegangan pengisian alternator dikontrol oleh voltage regulator yang dipasang  didalam atau dibelakang alternator (internal regulator) atau pada beberapa mobil dipasang secara terpisah dari alternator. Pada kebanyakan mobil terbaru output tegangan alternator diatur juga oleh ECU.

Pada sistem pengisian mobil lama, voltage regulator merupakan perangkat elektro mekanikal yang menggunakan kontak magnetik untuk mengontrol tegangan output alternator. Sejak tahun 1980-an voltage regulator merupakan perangkat elektronik yang menggunakan transistor untuk mengontrol tegangan output alternator.

Tegangan output alternator secara aktual sangat bervariasi tergantung temperatur dan beban, namun umumnya  berkisar antara 1,5 sampai 2 Volt lebih tinggi dari tegangan baterai.
Pada putaran idle, sistem pengisian umumnya menghasilkan tegangan 13.8 - 14.3 Volt dengan kondisi seluruh lampu dan sistem aksesoris mobil dalam keadaan Off (Namun beberapa alternator menghasilkan tegangan sedikit lebih tinggi tergantung temperatur, RPM mesin, jenis baterai, dan tingkat kekosongan baterai).

Tegangan output alternator dapat diukur dengan menghubungkan test lead positif dan negatif Volt meter keterminal baterai saat mesin hidup.


Tegangan Pengisian Alternator

Alternator yang berada dalam kondisi baik akan menghasilkan tegangan sekitar 13.8 sampai 14.2 Volt pada putaran idle dengan lampu dan aksesoris kelistrikan mobil OFF.

Saat mesin pertamakali distarter, tegangan pengisian akan terlihat naik dengan cepat hingga mencapai 2 volt lebih tinggi dari tegangan baterai, lalu kemudian berangsur-angsur akan turun mendekati tegangan spesifikasi.

Besarnya tegangan pengisian secara faktual sangat tergantung oleh beberapa faktor, yaitu: tingkat kekosongan baterai, beban kelistrikan mobil, dan temperatur. Semakin rendah temperatur maka tegangan pengisian semakin tinggi, dan sebaliknya semakin tinggi temperatur maka tegangan pengisian akan semakin kecil.

Tegangan pengisian yang normal umumnya berkisar antara 13.9 sampai 15.1 Volt pada suhu 25 derajat celcius. Namun pada suhu yang rendah -5 derajat celcius, tegangan pengisian dapat melonjak sampai 14.9 - 15.1 Volt untuk beberapa saat. Tegangan pengisian pada saat mesin panas dan cuaca luar yang panas akan berkisar 13.5 - 14.3 Volt.


Arus Pengisian Alternator

Sebagai pemeriksaan tambahan pada output alternator adalah dengan memeriksa besarnya arus atau ampere output dari alternator. Ampere adalah besarnya arus listrik yang dihasilkan oleh alternator pada tegangan dan kecepatan tertentu.

Dulu alternator high output dapat menghasilkan arus sebesar 80 Ampere. Saat ini alternator dapat menghasilkan arus listrik 120- 155 Ampere, bahkan lebih. Output arus litrik akan meningkat sesuai dengan kecepatan mesin, mulai 20-25 Ampere saat idle hingga mencapai output maksimum pada RPM 2.500 atau lebih tinggi.

Arus output alternator dapat diukur menggunakan clamp ampere meter pada kabel positif baterai yang terhubung ke alternator.

Tingkat daya alternator biasanya juga dinyatakan dengan Watt. Banyak alternator pada beberapa kendaraan menggunakan spesifikasi watt dibandingkan menggunakan ampere. Poin penting disini adalah memastikan mengganti alternator dengan spesifikasi yang sama baik watt-nya maupun ampere-nya, hal ini sangat penting agar sistem pengisian dapat menghasilkan output power yang sama dengan sebelumnya.

Namun juga disarankan untuk mengganti alternator dengan output yang lebih besar jika ada modifikasi peralatan kelistrikan di mobil yang mengkonsumsi arus listrik cukup besar seperti penambahan sound system aftermarket, penggunaan lampu-lampu tambahan dll.


Beberapa Masalah Pada Sistem Pengisian mobil

Overheat Pada Alternator

Temperatur ruang mesin uang terlalu panas dapat memberikan dampak buruk pada alternator, dan beban kelitrikan yang besar juga dapat membuat alternator semakin panas. Semakin tinggi beban pengisian alternator maka alternator akan semakin panas. Untuk mengontrol panas, alternator mempunyai fan yang dipasang diluar atau di dalam alternator. Fan tersebut akan menarik udara melalui housing untuk membantu mendinginkan rotor dan stator di dalam alternator. Beberapa alternator high output menggunakan dua buah fan untuk meningkatkan efek pendinginan.

Jika alternator bekerja dengan beban berat pada rpm rendah( khususnya pada cuaca panas) maka alternator akan mengalami overheat karena kurangnya pendinginan. Panas yang berlebihan dapat merusak gulungan dan koneksi kabel di dalam alternator sehingga alternator tidak dapat berfungsi. Problem ini sering terjadi pada mobil dimana lokasi alternatornya kurang efektif untuk menerima aliran udara.


Koneksi Kabel Alternator Yang Jelek

Alternator akan bekerja lebih keras dari seharusnya jika kabel baterai, kabel ground atau koneksi kelistrikan pada sistem pengisian mengalami korosi atau kendor. Koneksi yang buruk akan meningkatkan tahanan dan menyebabkan adanya voltage drop pada koneksi tersebut. Hal ini akan mengurangi aliran arus listrik pada sirkuit sistem pengisian.

Sistem kelistrikan merupakan rangkain siklus yang mengalirkan arus listrik dari sistem pengisian menuju ke baterai dan kemudian dari baterai dialirkan keseluruh perangkat kelistrikan kendaraan. Jalur kembali arus listrik biasanya melalui body kendaraan yang berfungsi sebagai sirkuit ground utama untuk semua sistem kelistrikan mobil.

Seluruh koneksi power supply dan ground harus berada dalam kondisi baik untuk meminimalisir tahanan dan beban pada sistem pengisian. Koneksi ground yang buruk merupakan hal yang sangat sering terjadi pada sistem pengisian.


Cara Mengganti Baterai Mobil



Kerusakan Dioda Alternator

Salah satu kerusakan yang juga sering terjadi pada sistem pengisian adalah kerusakan salah satu atau lebih dioda di dalam alternator. Alternator mempunyai 6 buah dioda ( 3 dioda positif, 3 dioda negatif) yang berfungsi untuk merubah arus listrik bolak-balik (AC) menjadi arus listrik searah (DC).

Saat mesin hidup, arus pengisian dari alternator mengalir melalui dioda yang terdapat pada bagian belakang alternator. Arus listrik sebagian kecil juga mengalir ke sirkuit indikator lampu pengisian.

Pada Alternator yang digunakan kendaraan GM, sirkuit indikator pengisian adalah terminal 1. Pada alternator mobil eropa sirkuit indikator lampu pengisian biasanya disebut 61 atau D+. Pada mobil asia biasanya diberli label L.

Terminal ini mengarah kesisi ground dari lampu indikator pengisian. Saat alternator melakukan pengisian , dioda menyuplai tegangan ke sisi ground dari lampu indikator, hal ini akan membuat tegangan beradu dengan tegangan baterai pada sisi positif lampu indikator sehingga lampu indikator akan mati saat mesin hidup. Jika alternator tidak menghasilkan arus listrik , maka arus listrik akan mengalir dari sisi positif lampu indikator dan mengakibatkan lampu indikator menyala.


Jika salah satu dioda mengalami kerusakan  dapat mengakibatkan lampu indikator pengisian menyala dengan redup. Jika dua atau lebih dioda rusak maka lampu indikator akan menyala dengan lebih terang. Pada saat yang sama, arus feedback dari dioda akan meurunkan kemampuan alternator menghasilkan listrik. Jadi semakin banyak dioda yang mengalami kerusakan maka arus listrik yang dihasilkan alternator akan semakin kecil.


Koneksi yang buruk atau koneksi yang terbuka antara terminal output alternator dan terminal posistif baterai akan memaksa arus pengisian mengikuti jalur paralel melalui dioda dan keluar dari alternator. Aliran arus listrik yang lebih besar pada dioda ini akan membuatnya mengalami panas yang berlebihan dan mengalami kerusakan. Oleh karena itu, jika melakukan penggantian alternator akibat dioda yang rusak dan kemudian kerusakannya berulang kembali maka periksa kemungkinan koneksi yang buruk atau koneksi terbuka antara terminal B+ Alternator dengan sirkuit terminal positif baterai. Lakukan pemeriksaa voltage drop pada seluruh sirkuit tersebut.



Pemeriksaan Voltage Drop Pada Sirkuit Alternator

Dengan posisi mesin idle, hubungkan salah satu test lead volt meter ke terminal positif baterai dan test lead yang lain ke terminal B+ Alternator. Idealnya volt meter harus menunjukkan angka 0.2 volt.

Pemeriksaan Sistem Pengisian Mobil
Pemriksaan voltage drop pada sisi positif sistem pengisian

Jika terbaca tegangan lebih dari 0.2 Volt berarti ada tahanan yang berlebihan pada sirkuit tersebut yang menimbulkan tegangan jatuh atau voltage drop di dalam rangkaian. Periksa seluruh koneksi kabel (gunakan electronic cleaner untuk membersihkan koneksi-koneksi kabel) dan pastikan seluruh ujung terminal konektor dalam keadaan bersih dan kencang.

Pemeriksaan sisi negatif dapat dilakukan dengan menempelkan salah satu test lead volt meter ke housing alternator dan test lead yang lain ke terminal negatif baterai dengan posisi mesin idle dan sistem pengisian diberikan beban. Jika bagus maka volt meter akan menunjukkan angka 0.2 volt atau lebih kecil. Jika angka yang ditunjukkan lebih tinggi, periksa dan bersihkan koneksi pada kabel ground. Periksa juga dari kemungkinan kabel ground yang putus, kendor dan kemungkinan tidak terpasang dengan baik antara mesin dan body kendaraan.
Pemeriksaan Sistem Pengisian Mobil
Pemeriksaan voltage drop pada sisi negatif sistem pengisian

Jika jalur output dan ground alternator dalam keadaan baik (voltage drop dibawah 0.2 volt) dan kerusakan alternator karena dioda yang jebol terus berulang, periksalah short circuit pada terminal indikator lampu pengisian.

Melakukan pemeriksaan voltage drop merupakan cara yang tepat untuk mengetahui masalah tersembunyi yang menjadi penyebab gangguan pada sistem pengisian. Pemeriksaan voltage drop harus dilakukan dengan posisi mesin idle dan sistem pengisian mendapatkan beban. Dengan kata lain harus ada aliran listrik pada sirkuit agar pemeriksaan voltage drop dapat mendeteksi terjadinya masalah. Arus listrik akan selalu mencari jalur dengan tahanan yang paling rendah, jadi jika koneksi yang sedang diperiksa mempunyai tahanan yang berlebihan maka sebagian tegangan listrik akan mengalir melalui volt meter dan akan menunjukkan pembacaan tegangan.


Getaran Alternator

Kondisi mounting dan bracket alternator yang kendor dapat menimbulkan getaran yang merusak alternator. Belt tensioner yang rusak juga dapat menjadi salah satu penyebab getaran yang merusak alternator (periksalah kondisi tensioner setiap melakukan penggantian drive belt).

Bunyi dengung yang terdengar dapat menjadi indikator kerusakan bearing alternator atau kerusakan dioda yangmembuat arus listrik mengalir dengan arah yang salah.


Tips Penggantian Alternator.

Apakah alternator Anda sudah diperiksa kembali setelah dilepas dari kendaraan..?

Alternator merupakan salah satu komponen yang sering ditolak klaim warranty-nya karena sering salah diganosa atau adanya masalah lain pada mobil yang menyebabkan kerusakan berulang pada alternator.

Salah satu untuk mencegah hal tersebut adalah dengan melakukan pemeriksaan alternator diluar kendaraan  sebelum melakukan penggantian alternator. Jika memang alternator tersebut tidak berfungsi juga saat dites diluar kendaraan berarti memang alternator tersebut perlu diganti. Namun jika hasil pemeriksaan menunjukkan hasil sebaliknya berarti masalah pada sistem pengisian tersebut bukan diakibatkan oleh kerusakan alternator, mungkin komponen lain di sistem pengisian mobil.

Begitu pula sebaliknya sebelum memasang alternator baru pada mobil alangkah baiknya untuk mengetesnya terlebih dahulu. Karena akan lebih baik untuk mengetahui kerusakannya sebelum unit tersebut dipasang di mobil.


Periksa jalur kabel dan terminal. 

Salah satu cara meminimalisir kerusakan dini alternator dan klaim warranty yang ditolak adalah memeriksa tahanan (voltage drop) pada koneksi - koneksi rangkaian sistem pengisian.
Lakuakan pemeriksaan voltage drop pada kedua sisi rangakaian, yaitu sisi positif dan sisi ground seperti yang telah dijelaskan diatas.


Voltage drop pada sisi positif dapat mengakibatkan underchargingVoltage drop pada sisi negatif dapat mengakibatkan overcharging (voltage regulator akan mengira baterai dalam keadaan kosong).


Gunakanlah selalu battery charger untuk mengisi baterai yang kosong. 

Alternator didesain untuk menjaga baterai jangan sampai kosong bukan untuk mengisi baterai yang sudah kosong. Jika baterai mobil sampai soak  maka sebelum dipasang dimobil harus disetrum sampai penuh terlebih dahulu dengan menggunakan battery charger.  Hal ini akan mengurangi beban allternator dan mengurangi resiko terjadinya over heat pada alternator.


Periksa kondisi baterai selalu dalam keadaan baik. 

Kondisi baterai harus diperiksa jika baterai tidak dapat menyimpan arus listrik atau saat ada masalah pada sistem pengisian. Bisa saja masalahnya adalah baterai yang sudah harus diganti, bukan alternatornya yang rusak.


Pastikan pulley alternator sesuai. 

Pastikan pulley alternator pengganti sama dengan bawaan mobil. Alternator model terbaru banyak yang menggunakan overruning pulley decoupler yang memungkinkan alternator untuk memutuskan pertautan dengan drivebelt sejenak saat terjadinya perubahan kecepatan putaran drivebelt secara mendadak. Jika alternator pengganti yang digunakan tidak mempunyai pulley jenis tersebut maka dapat mengakibatkan kerusakan alternator lebih cepat.


Ganti drivebelt. 

Jika drive belt telah digunakan lebih dari 60.000 Km sebaiknya segera diganti dengan yang baru.


Periksa automatic belt tensioner. 

Jika automatic belt tensioner berkarat, lemah atau macet maka ia tidak dapat menjaga kekencangan belt yang sesuai dan dapat mengakibatkan drivebelt selip.



Pemeriksaan Alternator yang lainnya


Pada beberapa kendaraan GM, voltage drop sebesar 0.5 volt masih dapat ditoleransi (lihat spesifikasi service)

Jika baterai tetap soak dan sistem pengisian berfungsi dengan normal, kemungkinan penyebabnya adalah adanya kebocoran arus listrik saat kunci kontak OFF atau parasitic load. Pada umumnya konsumsi kelistrikan yang normal saat kunci kontak OFF pada mobil sekitar 50 miliamp. Namun pada beberapa model terakhir mobil Ford drain current dapat mencapai 300-400 miliamp dan sedikit lebih besar hingga 850 miliamp selama setengah jam setelah kunci kontak OFF (control modul berada pada kondisi standby saat ini). Setelah semua modul shut down, current drain pada baterai akan turun hingga 50 miliamp atau lebih kecil.


Beban maksimal dan kondisi idle terus menerus dapat menagkibatkan baterai menjadi kosong karena laternator tidak dapat menyuplai kebutuhan listrik. idle dalam waktu yang lama dengan lampu, defroster, heater, radio menyala dapat menyedot arus listrik dari baterai lebih besar dari kemampuan alternator mengisi baterai. Hal ini sering disalah persepsikan sebagai gangguan pada sistem pengisian.



0 Response to "Pemeriksaan Sistem Pengisian Mobil"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel