Minggu, 19 Agustus 2018

Penyebab Mesin "ngelitik" Saat Akselerasi

Ngelitik atau knocking adalah suara ketukan halus yang terdengar dari dalam mesin saat akselerasi atau saat mobil berada dalam beban berat seperti : Mengemudi pada jalan yang menanjak, Menarik gandengan, saat menyalip mobil di jalan tol dll ). Ngelitik terjadi karena bahan bakar terbakar pada waktu yang tidak tepat.

Knocking atau detonasi terjadi karena bahan bakar terbakar secara "mendadak" diluar waktu yang seharusnya. Hal ini terjadi karena suhu dan tekanan di dalam ruang bakr terlalu tinggi. Kejadian ini hampir sama dengan yang disebut pre-ignition, namun bedanya adalah pada pre ignition bahan bakar dibakar sebelum busi memercikksan bunga api karena adanya titik api atau panas di dalam ruang bakar. Pre ignition dapat membuat bagian atas piston berlubang.

Penyebab Mesin "ngelitik" Saat Akselerasi
Mesin Ngelitik


Detonasi atau knocking yang berlangsung dalam waktu yang lama dapat menimbulkan beberapa kerusakan pada mesin, seperti: kerusakan gasjet kepala silinder, ring piston patah kerusakan pada piston dan bearing con rod.


Beberapa Penyebab Mesin Ngelitik

Berikut adalah beberapa hal yang sering menjadi penyebab munculnya gejala ngelitik:

1. EGR Valve tidak berfungsi. 

EGR valve seharusnya terbuka saat mesin diakselerasi atau sedang dalam beban berat. Hal ini akan membuat kevakuman pada intake manifold menghisap sebagian gas buang masuk melalui EGR valve untuk "merubah" perbandingan bahan bakar dan udara. Akibatnya temperatur ruang bakar akan turun dan mencegah terjadinya knocking atau ngelitik. Periksa kondisi kerja dari EGR valve dan periksa kemungkinan penumpukan lapisan karbon pada valve pintlenya  atau pada lubang valve yang dapat menghambat aliran gas buang masuk kembaliu ke dalam mesin. Bersihkan deposit karbon dengan menggunakan sikat kawat dan pembersih carburetor cleaner atau gantilah valve EGR jika memang sudah rusak.


2. Knock Sensor rusak. 

Mesin mempunyai knock sensor yang berfungsi untuk mendeteksi terjadinya knocking dan memberi informasi ke ECU untuk memundurkan timing pengapian. Jika mesin membutuhkan bahan bakar dengan oktan yang tinggi namun diisi dengan bahan bakar yang lebih rendah, knock sensor akan mendeteksi terjadinya knocking yang mungkin terjadi saat mesin bekerja dalam beban berat sehingga ECM akan memundurkan timing pengapian.
Hal ini akan memb uat tenaga mesin sedikit turun, namun akan melindungi mesin dari knocking. Namun jika knock sensor tidak dapat berfungsi dengan baik, maka timing pengapian tidak dapat dimundurkan saat diperlukan. Konsekuensinya akan muncul bunyi ketukan atau ngelitik saat mesin diakselerasi.

Pemeriksaan knock sensor dapat dilakukan dengan memukul bagian mesin didekat knock sensor menggunakan kuncu pas atau ring sambil memperhatikan timing pengapian atau sensor input menggunakan scantool untuk melihat apakah sensor mengirimkan sinyal untuk memundurkan timing pengapian.


Catatan:
Timing pengapian yang terlalu maju juga dapat menagakibatkan terjadinya knocking. Namun pada mesin-mesin mutakhir, timing pengapian dikontrol sepenuhnya oleh ECU dan tidak dapat disetel secara manual. Satu-satunya cara merubah timing pengapian adalah dengan melakukan reprogram ECU.


3. Pembentukan lapisan karbon yang berlebihan pada ruang bakar dan bagian atas piston. 

Hal ini merupakan hal yang wajar pada mesin yang sudah mencapai jarak tempuh yang cukup jauh. Pembentukan lapisan karbon juga lebih cepat terjadi pada mobil yang sering digunakan pada perjalanan jarak pendek dan tidak pernah melakukan mencapai temperatur yang cukup panas.

Lapisan karbon ini dapat dihilangkan dengan memasukkan cairan cleaner ke dalam mesin atau dengan menggunakan fuel additive pada tangki bahan bakar. Beberapa bengkel ada yang menggunakan mesin carbon cleaner untuk membersihkan lapisan karbon di dalam ruang bakar, mesin carbon clenaer menggunakan detergent concentrate untuk memebersihkan fuel injection system dan ruang bakar.




4. Perbandingan kompresi terlalu tinggi. 

Jika mesin telah dimodifikasi dan sislinder mesin dioversize maka perbandingan kompresi mesin akan menjadi lebih tinggi dari standar. Atau bisa juga jika cylinder head yang mengalami kebengkokan dibubut maka akan mengurangi volume ruang bakar dan menaikkan perbandingan kompresi. Perubahan yang dilakukan tersebut akan meninbgkatkan tenaga mesin namun akan berisiko mengalami knocking apabila menggunakan bahan bakar dengan oktan yang rendah. Perubahan yang merubah perbandinga kompresi mesin harus diimbangi dengan menggunakan bahan bakar oktan yang lebih tinggi dari sebelumnya atau dengan memundurkan timing pengapian. Mesin-mesin yang dilengkapi supercharger atau turbocharger juga berisiko mengalami knocking karena sistem induksi udara yang bertekanan akan menaikkan kompresi mesin. Hal ini juga memerlukan bahan bakar dengan oktan yang lebih tinggi.


5. Oktan Bahan Bakar Yang Rendah. 

Bahan bakar bensin premium mempunyai angka oktan 87, namun terkadang angka yang tertra tidak sesuai dengan kandungan oktan yang sesungguhnya. Berhati-hatilah karena ada beberapa SPBU yang melakukan kecurangan dengan mencampur bahan bakar yang dijual. Bahan bakar dengan oktan yang lebih tinggi mempunyai harga yang lebih mahal namun dibutuhkan beberapa mesin untuk mencegah terjadinya knocking.


6. Mesin Overheat. 

Jika mesin mengalami overheat akibat gangguan pada sistem pendingin seperti: aliran radiator cooalnt tersumbat, cooling fan tidak bekerja, waterpump rusak dan thermostat macet maka dapat mengakibatkan mesin mengalami knocking.


7. Turbo boost terlalu besar. 

Turbo boost yang berlebihan pada mesin yang dilengkapi dengan turbocharger dapat mengakibatkan mesin ngelitik dan merusak mesin. Boost pressure dikontrol oleh ECU, MAP atau Manifold Absolute Pressure sensor dan komponen yang disebut wastegate yang akan membuka saat tekanan turbocharger melabih batas yang diizinkan. Jika MAP sensor tidak dapat memberikan informasi yang akurat mengenai boost pressure ke ECU atau ECU tidak memproses informasi yang diberikan sensor dengan benar atau wastegate tidak dapat terbuka maka mesin akan mangalami boost pressure yang berlebihan dan menimbulkan knocking.


8. Campuran bahan bakar terlalu kurus. 

Campuran bahan bakar yang terlalu kurus (terlalu banyak udara) akan berisiko menimbulkan knocking yang lebih tinggi dibandingakan campuran yang normal atau campuran terlalu gemuk. Campuran yang terlalu kurus dapat disebabkan oleh fuel injector kotor, tekanan bahan bakar terlalu rendah (dapat disebabkan kebocoran fuel pressure regulator atau fuel pump lemah), kebocoran kevakuman mesin atau kerusakan Mass Air Flow (MAF) sensor.


Cara Membersihkan Fuel Injector




Ada masalah dengan mobil Anda...??  

Butuh Bantuan...???  

Silahkan hubungi kami..!!





Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *