Memeriksa Dan Memperbaiki Penyebab Kebocoran Oli Mesin

Kebocoran oli mesin merupakan satu hal yang tidak boleh diabaikan. Kebocoran oli mesin dapat membuat mesin terlihat kotor karena adanya bekas oli yang menempel pada bagian mesin yang bocoar. Namun hal yang sangat berbahaya akibat adanya kebocoran oli adalah dapat menimbulkan kerusakan yang sangat parah pada mesin.

Memeriksa Dan Memperbaiki Penyebab Kebocoran Oli Mesin

Kebocoran oli pada bagian belakang mesin, yaitu didaerah flywheel dapat mengakibatkan terjadinya kopling selip pada transmisi manual. Oli juga dapat menimbulkan asap berwarna kebiruan dan bau yang tidak enak jika oli yang bocor menetes mengenai exhaust manifold atau exhasust pipe.


Salah satu tanda adanya kebocoran oli mesin adalah terdapat tetesan oli dibawah mobil setelah diparkir beberapa waktu. Jika cairan tersebut berwarna coklat gelap atau kekuningan dan terasa licin maka kemungkinan tetesan tersebut berasala dari oli mesin yang bocor. Jika tetesan oli tersebut berwarna merah jambu kemungkinan berasal dari transmisi otomatis, sementara jika terlihat berwarna hijau atau orange kemungkinan ada kebocoran air radiator yang menggunakan anti freeze.


Jika kecurigaan mengarah pada kebocoran oli mesin, periksalah ketinggian oli menggunakan dipstick oli (mesin dalam keadaan mati).
Jika oli mesin terlihat kurang kemungkinan telah terjadi kebocoran oli mesin. Jika jumlah oli dalam kondisi normal (antara tanda ADD dan FULL pada dipstic, cek kemungkinan kebocoran dari sistem yang lain sepert ATF, coolant dan power steering.


Lokasi Kebocoran Oli Mesin Yang Paling Sering.
Kebocoran oli mesin sering terjadi pada area seperti valve cover dan gasket oil pan, timing chain cover, sela crankshaft belakang dan depan. Seiring dengan usia mesin, panas dapat menyebabkan gasket yang terbuat dari bahan gabus akan mengeras dan menyusut. Panas juga dapat menyebabkan gasket yang terbuat dari bahan karet (neoprene) mengeras dan kehilangan elastisitasnya. Setelah digunakan 6 sampai 7 tahun maka biasanya akan mulai timbul kebocotan pada mesin. Semakin tua usia mesin maka resiko terjadinya kebocoran oli mesin semakin besar karena faktor masa pakai gasket atau seal.

Kebocoran oli mesin juga dapat diakibatkan jika melakukan pengisian oli mesin secara berlebihan atau jalur Positive Crankcase Ventilation (PCV) tersumbat dan mengakibatkan adanya tekanan di dalam mesin.

lokasi kebocoran oli biasanya mudah dikenali dengan adanya kotoran yang berminyak, karena saat terjadi kebocoran maka kotoran akan menempel pada oli tersebut. Terkadang kebocoran oli juga dapat dilihat dengan adanya tetesan oli saat mesin idle, namun lebig sering kebocoran oli hanya terjadi seperti rembesan yang menyebabkan penumpukan kotoran disekitar lokasi kebocoran.


Memperbaiki Kebocoran Oli Mesin

Crankcase additive terkadang dapat digunakan untuk mengurangi kebocoran kecil yang diakibatkan oleh gasket yang sudah mengeras, namun harus diingat bahwa penggunaan aditif ini tidak akan terlalu berpengaruh untuk mengatasi kebocoran yang besar akibat gasket atau seal yang memang sudah rusak. Cepat atau lambat seal atau gasket yang mengalami kebocoran harus diganti.


CATATAN:
Beberapa jenis oli mesin diformulasikan untuk penggunaan pada mesin dengan jarak tempuh yang sudah cukup tinggi (diatas 100.000 Km). Oli jenis ini mengandung extra seal conditioner untuk menjaga gasket atau seal tetap lentur dan tidak bocor. Penggunaan produk oli ini dapat mengurangi potensi terjadinya kebocoran oli pada mesin-mesin yang sudah cukup tua.


Untuk memperbaiki kebocoran gasket, lepaskan cover atau komponen yang menempel pada gasket dan bersihkan bekas gasket tersebut dari kedua permukaan komponen. Bersihkan permukaan komponen dengan lap yang bersih. Pada paking atau gasket yang terbuat dari bahan gabus dapat diberikan gasket sealer pada kedua sisinya sebelum dipasang. (jangan memberikan sealer pada gasket yang terbuat dari bahan karet atau rubber gasket). Kemudian pasang kembali gasket pada komponen dan kencangkan komponen sesuai spesifikasi.


JANGAN mengencangkan baut karter oli terlalu kencang karena hal ini dapat merusak gasket karter oli . Beberapa jenis gasket karter oli mempunyai lapisan logam di dalamnya sebagai pembatas pengencangan baut. Mulailah dari baut bagian tengah saat akan mengencangkan baut karter oli atau valve cover. Gunakan kunci momen atau torque wrench yang akurat untuk mengencangkan baut sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

Penggantian gasket valve cover cenderung lebih mudah dilakukan dibandingkan mengganti gasket manifold, gasket karter oli atau seal crankshaft. Penggantian seal crankshaft belakang harus terlebih dahulu melepas transmisi dan flywheel.

Untuk memperbaiki sambaungan mesin yang tidak menggunakan gasket dapat menggunakan sealer RTV silicone, lepaskan cover, bersihkan sisa-sisa sealer lama yang masih menempel dan keringkan kedua permukaan dengan lap yang bersih.  Jika tersedia produk gasket aftermarket maka dapat digunakan, namun jika tidak ada maka gunakanlah sealer RTV silicone, pastikan seluruh permukaan tertutup sealer namun jangan samapai berlebihan dimana selaer justru nanti akan masuk ke dalam mesin dan menimbulkan gangguan. Pasang kembali cover dan kencangkan baut-bautnya. Tunggu samapi sekitar 30 menit sebelum menghidupkan mesin untuk memberikan waktu sealer untuk mengeras.



Pada mesin model lama yang sudah menggunakan oksigen sensor gunakan sealer silicone jenis low volatile yang direkomendsikan untuk digunakan pada mesin yang menggunakan oksigen sensor.

Beberapa seler silicone mengandung bahan kimia yang dapat dihisap melalui sistem PCV mesin dan mengkontaminasi oksigen sensor.

Untuk mengganti seal crankshaft depan yang bocor maka terlebih dahulu harus melepas pulley crankshaft atau harmonic balancer. Untuk melakukan ini dibutuhkan tools gear puller.  jangan melepas pulley crankshaft dengan cara memukulnya karena hal tersebut dapat merusak pulley. Jika permukaan crankshaft rusak atau aus perbaiki terlebih dahulu sebelum memasang seal yang baru.

Perbaikan kebocoran dari seal crankshaft belakang merupakan pekerjaan yang memakan waktu cukup banyak  karena harus melakukan berbagai pekerjaan pendahuluuan sebelum dapat mencapai seal seperti melapaskan transmisi, flywheel dan bahkan beberapa mesin mengharuskan untuk melepas karter oli.


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Memeriksa Dan Memperbaiki Penyebab Kebocoran Oli Mesin"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel