Transmisi Otomatis : Memahami Jenis Dan Fungsi Valve Pada Body Valve

Pada awalnya transmisi otomatis menggunakan throttle valve, modulator valve (sinyal beban mesin) dan governor valve (sinyal kecepatan kendaraan) untuk mengontrol timing perpindahan gigi pada transmisi otomatis.

Throttle valve dan vacuum line menjadi penghubung antara valve body dengan mesin. Governor valve dihubungkan ke output shaft berfungsi untuk memberikan sinyal tekanan yang bervariasi seiring dengan perubahan kecepatan kendaraan ke valve body. Semakin tinggi kecepatan kendaraan maka semakin tinggi tekanannya.

Valve Body


Saat ini transmisi otomatis sudah dikontrol seluruhnya secara elektronik. Mesin dan  transmisi menggunakan  berbagai sensor dan komputer untuk mengontrol tingkat perpindahan gigi transmisi. Namun walaupun begitu masih dapat dikatakan bahwa  transmisi otomatis, baik yang masih dikontrol secara mekanikal maupun yang sduah dikontrol secara elektrikal masih menggunakan valve body dengan prinsip kerja yang sama.


Jenis - Jenis Valve Yang Digunakan Pada Valve Body Transmisi Otomatis

Valve yang digunakan pada setiap valve body cukup banyak jumlahnya. Secara tampilan dan fungsi,  valve-valve  nampak berbeda satu sama lain, padahal pada kenyataannya hanya ada tiga jenis valve yang digunakan, yaitu;

Regulator Valve

Regultor valve berfungsi untuk menurunkan tekanan yang berasal dari sumber yang menghasilkan tekanan tinggi.
Regulator valve didesain dengan berbagai setingan seperti: didesain selalu statis atau diam, menghasilkan tekanan konstan atau bahkan menghasilkan tekanan output yang bervariasi berdasarkan kekuatan mekanis atau hidrolis.


Switch Valve

Prinsip kerja switch valve dapat diibaratkan seperti switch lampu, yaitu ON dan OFF. Switch valve berfungsi untuk menyuplai oli kekomponen atau valve lainnya atau menyalurkan oli ke oil sump.

Jenis yang paling umum dari valve ini adalah shift valve. Valve ini dapat meneruskan oli ke
komponen shifting seperti servo atau clutch drum. Valve ini juga dapat mengalihkan aliran oli antara dua buah valve.

Servo Valve

Servo valve berfungsi untuk menggerakkan valve yang lain, baik itu switch valve atau regulator valve.


Cara Mengidentifikasi Jenis-Jenis Valve Pada Valve Body Transmisi Otomatis


Regulator Valve

Langkah pertama untuk memahami fungsi valve dan memahami skema jalur oli adalah dengan mengidentifikasi terlebih dahulu ketiga jenis valve pada valve body.

Regulator valve merupakan valve yang paling umum, namun paling sulit untuk dikenali karena ada beberapa jenis regulator.

Ada dua ciri atau tanda khusus yang umum terdapat pada regulator valve  dan dapat dijadikan patokan untuk mengidentivikasi valve ini, yaitu:

  1. Hampir semua regulator valve menggunakan pegas (satu-satunya pengecualian adalah beberapa governor)
  2. Regulator valve memanfaatkan tekanan untuk menggerakkan valve kearah pegas



Semua regulator valve menggunakan balance pressure untuk menjaga regulation. Kebanyakan sistem penyeimbang menggunakan tekanan yang dirubah regulator dan diditerapkan pada area regulator. Tekanan penyeimbang ini bekerja pada valve untuk mendorongnya kearah pegas.


Berikut tiga basic regulator, pada contoh pertama. Oli penyeimbang adalah tekanan yang diatur dan diarahkan ke ujung valve (gambar 1).

Gambar 1


Salah satu contoh yang umum dari kerja jenis regulator valve ini adalah solenoid regulator pada transmisi 6F35N dan actuator feed limit valve pada transmisi 6L80E (gambar 2). Walaupun nama kedua komponen tersebut berbeda namun keduanya mempunyai fungsi yang sama yaitu untuk mengatur suplai oli yang menuju ke shift solenoid. Kedua valve ini juga sangat sensitif terhadap keausan bore atau silinder valve yang dapat menimbulkan gangguan mengenai pertautan dan perpindahan gigi. Periksalah kondisi valve dan borenya secara seksama saat melakukan overhaul.

Gambar 2

Jenis regulator yang kedua menggunakan internal balance system: tekanan tidak diarahkan ke bagian ujung valve, melainkan tekanan menuju diantara kedua land dari valve. Karena Land yang dekat dengan spring mempunyai ukuran yang lebih besar maka tekanan yang dihasilkan oleh tekanan hidrolis akan mendorong valve kearah spring (gambar 3).


Gambar 3


Regulator tipe yang ketiga adalah main pressure regulator  yang bekerja mengeluarkan tekanan langsung dari pump feed untuk menjaga balance pressure. Sumber tekanan untuk main pressure regulator berasal dari pump bukan melalui komponen regulator. Main pressure regulator ini menggunakan mainline pressure untuk menjaga balance pressure. Hal ini mencegah seluruh system melebihi tekanan yang telah ditentukan pada sistem (gambar 4).

Gambar 4

Switch Valve

Switch valve sesuai dengan namanya berfungsi untuk mengaktifkan dan memutus saluran oli. Switch ini dapat mengarahkan oli menuju komponen shifting atau valve yang lain. Switch valve tidak merubah tekanan secara bervariasi , switch ini hanya bekerja dengan dua keadaan membuka atau menutup. Umumnya saat switch valve menutup jalur oli ke sirkuit, secara bersamaan membuka sirkuit keluar atau ekshaust.

Ada satu ciri yang membuat switch valve mudah diidentifikasi: Switch valve tidak menggunakan tekanan untuk menggerakkan valve. Ada tenaga lain (gambar 5) yang menggerakkan valve. Dua contoh berikut menunjukkan dua buah dasar switch valve. Pada contoh pertama, valve dikontrol secara mekanikal. Hal ini sama seperti yang ditemukan pada manual valve atau detent valve (gambar 5).

Gambar 5


Pada contoh yang kedua, switch valve dikontrol oleh tekanan yang lainnya (biasanya berasal dari shift solenoid). Hal ini biasanya merupakan pengaturan untuk shift valve (gambar 6). Contoh umum dari valve ini adalah shift valve 4L60E yang dikontrol oleh shift solenoid.

Gambar 6



Servo Valve

Servo valve mempunyai satu fungsi utama yaitu untuk menggerakkan valve lainnya. namun terkadang pabrikan juga menggunakan servo valve sebagai regulator valve atau switch valve. Kita dapat menyebut valve ini sebagai combination valve.
Combination valve dapat disebut sebagai servo/switch valve atau servo/regulator valve namun fungsi utamanya tetap sebagai servo valve (gambar 7).


Gambar 7



Swich Valve Pengatur Tekanan
Banyak transmisi otomatis saat ini menggunakan pulse width modulation solenoid untuk mengontrol line pressure. Solenoid ini diaktifkan dan dinonaktifkan dengan sangat cepat, dimana hal ini akan mengatur tekanan yang diberikan pada salah satu sisi switch valve. Hal ini menyebabkan switch valve seperti mengambang diantara terbuka atau tertutup penuh, untuk mengatur tekanan ke sirkuit. Walaupun valve ini juga mengatur tekanan namun tetap dianggap sebagai switch valve.


Pada gambar 8, solenoid menerima sinyal pulsa. Pulsa ini terjadi sangat cepat dan mengakibatkan switch valve mengambang diantara posisi terbuka dan tertutup dan mengakibatkan valve bekerja sebagai regulator.


Gambar 8


Valve body transmisi 6R60 pada mobil Ford menggunakan jenis solenoid/switch valve tipe tersebut. hal ini memungkinkan komputer menekan dan membebaskan clutch dengan akurasi yang tinggi.

Memperbaiki transmisi otomatis merupakan suatu pekerjaan yang dilakukan dengan learning by doing. Dibutuhkan bakat sebagai mekanik dan kemauan belajar yang kuat agar dapat menguasainya.

Dengan memahami berbagai jenis valve yang digunakan pada valve body transmisi otomatis, paham fungsi tiap valve dan bagaimana cara kerja tiap bagian akan sangat membantu menganalisa ketika ada masalah.



Ada masalah dengan mobil Anda...??  

Butuh Bantuan...???  

Silahkan hubungi kami..!!




0 Response to "Transmisi Otomatis : Memahami Jenis Dan Fungsi Valve Pada Body Valve"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel