Memahami Beban Arus Listrik Pada Mobil

Mengetahui besarnya arus listrik yang seharusnya mengalir pada suatu komponen atau rangkaian merupakan hal dasar yang sangat penting untuk diketahui  saat melakukan perbaikan atau modifikasi pada sistem kelistrikan mobil. 
Untuk melindungi rangkaian atau komponen kelistrikan mobil dari arus listrik yang terlalu besar atau berlebih  diperlukan sebuah komponen yang bernama sekring. 

Jika arus listrik yang mengalir pada suatu rangkaian melebihi dari yang seharusnya maka sekring akan putus, hal ini dirancang untuk mencegah rusaknya komponen di dalam sistem. Jika suatu rangkaian tidak menggunakan sekring atau menggunakan sekring dengan tingkat yang lebih tinggi dari seharusnya, maka saat komponen atau rangkain tersebut dialiri arus listrik yang besar karena adanya malfungsi dapat membuat kabel menjadi terlalu panas atau bahkan meleleh dan terbakar. 






PERINGATAN:
Mengganti sekring dengan tingkat lebih tinggi dari seharusnya merupakan tindakan yang sangat berbahaya, karena sekring tersebut tidak dapat memberikan perlindungan pada rangkaian ketika arus listrik yang mengalir terlalu besar.

Contohnya, mengganti sekring 20 ampere dengan sekring 30 ampere tidak akan membuat sekring tersebut putus saat arus yang mengalir melebih dari seharusnya, namun rangkaian akan dialiri arus listrik sampai 50% dari seharusnya  dimana hal ini akan membuat kabel menjadi terlalu panas dan apabila ukuran kabel yang digunakan tidak mampu menahan peningkatan aliran arus listrik tersebut maka kabel akan terbakar.

Ukuran kabel dan arus sekring yang digunakan pada suatu rangkaian kelistrikan harus disesuaikan dengan besarnya beban arus listrik yang mengalir pada rangkaian tersebut. Sebagai pedoman, kabel dan sekring yang digunakan pada suatu rangkaian harus mampu mengantisipasi peningkatan arus listrik 25-30 % dari arus maksimum yang dirancang mengaliri rangkaian tersebut, dengan demikian ada toleransi saat terjadi beban listrik berlebih yang dapat memutuskan sekring atau merusak kabel.


Konsumsi Arus Listrik Pada Sistem Dan Komponen Mobil

  • Engine Idling (Lampu -lampu dan aksesoris Off) : 35 - 50 ampere. 
    1. Besarnya beban arus listrik juga tergantung:
    2. Jumlah silinder mesin ( semakin banyak jumlah silinder semakin banyak arus listrik yang dibutuhkan untuk injektor dan koil)
    3. Tipe Fuel injector yang digunakan (beberapa jenis injector mengkonsumsi arus listrik lebih besar dari yang lainnya)
    4. Jenis sistem pengapian yang digunakan( single coil atau multi-coil)
    5. Konsumsi arus untuk PCM dan fuel pump (fuel system dengan tekanan bahan bakar yang tinggi membutuhkan  arus listrik yang lebih besar pula)
  • Engine Off (Tidak ada komponen yang ON): 40 - 50 milliampere (konsumsi arus oleh modul-modul pada sleep mode, antitheft system and keyless entry)
  • Ignition Coil (single oil-filled coil ) : 3 -  4 Ampere
  • Ignition Coil (single DIS coil ) : 5 - 6 Ampere
  • Ignition Coil (coil-on-plug) : 6 Ampere per coil.
  • Ignition System (primary circuit) : 6 - 20 ampere
  • Fuel Injectors : 4 - 6 Ampere peak, 1 Ampere hold
  • Electric Fuel Pump (tergantung tekanan dan aliran ) : 4 -  12 Ampere
  • Electric Cooling Fan (tergantung ukuran) : 6 -  30 Ampere
  • Headlights (halogen low beam) : 8 -  9 Ampere (1 pasang) 
  • Headlights (halogen high beam)  : 9 - 10 Ampere (1 pasang) 
  • Headlights (kombinasi halogen high dan low beam) :17 - 19 ampere
  • Headlights (High Energy Discharge) : 12 -14 ampere saat awal On,  7 - 8 ampere saat bulb sudah panas. 
  • Headlights (LED) : 0.6 - 1 ampere per bulb 
  • Small bulbs (incandescent) : 0.3 - 0.4 ampere per bulb 
  • Small bulbs (LED) : 0.04 - 0.06 ampere per bulb 
  • Starter Motor : 200 - 350 ampere
  • 500 Watt Sound System - 42 ampere
  • Electric Rear Window Defroster : 10 - 20 ampere
  • Windshield wipers :  2 - 10 ampere tergantung beban 
  • Heated Seats : 3 - 4 ampere per seat
  • Power Windows : 3 ampere
  • Electric Power Steering : 2 -  40 ampere tergantung beban 
  • Air Conditioner Compressor Clutch :  2.5 - 5 ampere
  • Heater A/C blower motor (tergantung beban, ukuran dan  speed setting) :  2 - 30 ampere


Mengukur  Besarnya Arus Listrik Pada Rangkaian Atau Komponen

Salah satu cara untuk mengukur besarnya arus listrik pada suatu rangkaian atau komponen adalah dengan menggunakan multimeter yang mampu mengukur arus listrik. Hubungkan multimeter secara seri dengan rangkaian yang diukur dan berikan tegangan 12 V. Pastikan multimeter mampu mengukur arus listrik yang besar jika rangkaian kelistrikan yang diukur dialiri arus yang besar. Multimeter yang harganya murah umumnya tidak mampu mengukur arus listrik diatas 10 ampere. 

Cara lain untuk mengukur arus listrik adalah dengan menggunakan inductive amp probe. Alat ini mempunyai probe high amp dan low amp untuk mengukur arus listrik yang mengalir pada suatu rangkaian. Jepitkan probe pada kabel di dalam rangkaian dan meter akan menampilkan besarnya arus listrik yang mengalir saat rangkaian tersebut dalam posisi ON.

Pembacaan ampere meter yang sangat rendah mengindikasikan adanya tahanan yang terlalu besar di dalam rangkaian, sebaliknya jika pembacaan ampere meter yang terlalu tinggi dari seharusnya kemungkinan tahanannya terlalu rendah atau terjadi short circuit.

Mengukur Konsumsi Arus listrik dengan Multimeter
Pengukuran ini dapat digunakan untuk mengetahui komponen atau sirkuit yang mengkonsumsi arus listrik dari baterai atau sistem pengisian yang terlalu besar. 
Konsumsi arus listrik saat mesin dalam keadaan off pada umumnya berkisar antara 40 sampai 50 miliampere, diukur 30 menit setelaj kunci kontak diputar ke posisi off. 

.

Bagaimana Menghitung Konsumsi Arus Listrik Komponen Mobil

Jika kita tidak mengetahui konsumsi arus lsitrik suatu komponen seperti lampu, sound system dan aksesoris lainnya, maka kita dapat menghitungnya melalui tingkat watt yang tertera pada komponen-komponen tersebut. Kita dapat menggunakan rumus I=P/V dimana I=Arus listrik, P= Power listrik dengan satua watt dan V= tegangan listrik.
Untuk menentukan konsumsi arus listrik suatu komponen cukup membagi watt dengan voltage. Sebagai contoh jika pada sebuah lampu tertulis 100 watt maka kita dapat mengetahui arus listrik yang akan dikonsumsi lampu tersebut dengan cara membagi 100/12= 8,3 ampere. 

Pengaruh Konsumsi Arus Listrik Komponen Terhadap Sistem Pengisian Dan Baterai 

Saat mesin dalam keadaan hidup, sumber kelistrikan untuk seluruh komponen di dalam mobil dipenuhi oleh alternator. Baterai di mobil fungsi utamanya adalah sebagai sumber tenaga untuk menghidupkan mesin mobil. Sesaat setelah mesin hidup dan alternator mulai bekerja maka seluruh konsumsi kelistrikan harus mampu ditanggung oleh alternator, sekaligus alternator juga harus mampu mengisi ulang baterai untuk menjaga baterai selalu dalam keadaan penuh. Jika alternator tidak mampu menaggung semua beban kelistrikan mobil, maka arus listrik dari baterai akan tersedot, dimana hal ini dapat mengakibatkan baterai menjadi soak.

Jika kita memodifikasi mobil dengan menambahkan perangkat-perangkat yang mengkonsumsi arus listrik yang besar, seperti lampu rotator atau sound system, maka kita perlu meng-upgrade alternator dengan kapasitas yang lebih besar atau menambahkan baterai backup untuk menyediakan tenaga listrik ekstra yang diperlukan.


Belum ada Komentar untuk "Memahami Beban Arus Listrik Pada Mobil"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1