Blow By Gas pada Mesin: Cara Kerja, Penyebab, dan Pengaruhnya terhadap Tenaga Mesin
Baca Juga
Blow By Gas pada Mesin: Cara Kerja, Penyebab, dan Pengaruhnya terhadap Tenaga Mesin
Blow by gas merupakan gas pembakaran yang lolos melewati ring piston dan masuk ke crankcase. Ketahui penyebab, cara mengukur, serta pengaruhnya terhadap tenaga dan umur mesin.
Mengenal Blow By Gas pada Mesin Kendaraan
Saat membahas performa mesin, banyak orang fokus pada kompresi, sistem bahan bakar, atau pengapian. Padahal ada satu faktor penting yang sering luput dari perhatian, yaitu blow by gas.
Blow by gas adalah sebagian kecil gas hasil pembakaran yang berhasil melewati celah antara ring piston dan dinding silinder, kemudian masuk ke ruang crankcase. Menariknya, kondisi ini sebenarnya normal terjadi pada semua mesin, bahkan pada mesin baru sekalipun.
Tidak ada ring piston yang mampu menyegel ruang bakar secara sempurna 100 persen. Selalu ada sedikit kebocoran gas yang lolos melalui celah ring piston. Namun masalah mulai muncul ketika jumlah blow by gas meningkat melebihi batas normal.
Volume blow by yang berlebihan dapat menurunkan performa mesin, mempercepat penurunan kualitas oli, meningkatkan emisi gas buang, hingga membebani sistem Positive Crankcase Ventilation (PCV).
Fungsi Ring Piston dan Hubungannya dengan Blow By Gas
Ring piston memiliki tugas utama untuk menjaga tekanan kompresi tetap berada di ruang bakar. Komponen ini juga membantu mengontrol oli pada dinding silinder serta memindahkan panas dari piston ke blok mesin.
Ketika pemasangan ring piston kurang tepat atau kondisi ring mulai aus, kemampuan penyekatan akan berkurang. Akibatnya, semakin banyak gas pembakaran yang lolos menuju crankcase.
Dalam beberapa kasus, kebocoran yang cukup besar bahkan dapat menyebabkan kehilangan tenaga mesin hingga sekitar 10 hingga 20 horsepower.
Selain kehilangan tenaga, gas pembakaran yang masuk ke crankcase juga dapat mencemari oli mesin. Campuran bahan bakar dan gas hasil pembakaran akan mengurangi kemampuan pelumasan oli sehingga usia pakainya menjadi lebih pendek dan risiko kerusakan komponen internal mesin meningkat.
Cara Mengukur Blow By Gas pada Mesin
Untuk mengetahui seberapa baik ring piston menyegel ruang bakar, teknisi profesional biasanya melakukan pengukuran blow by gas menggunakan alat khusus yang disebut blow-by flow meter.
Berbeda dengan tes kompresi atau leak down test yang mengukur kemampuan silinder menahan tekanan, blow by test secara langsung mengukur volume gas yang bocor ke dalam crankcase saat mesin bekerja.
Apa Itu Blow-By Flow Meter?
Blow-by flow meter merupakan alat yang dirancang untuk mengukur aliran gas dari crankcase secara akurat.
Alat ini dapat dipasang pada saluran ventilasi crankcase, valve cover breather, maupun jalur PCV. Pada mesin konfigurasi V6 atau V8, salah satu lubang ventilasi biasanya perlu ditutup agar seluruh aliran gas melewati flow meter sehingga hasil pengukuran lebih akurat.
Saat mesin hidup, seluruh gas yang lolos melewati ring piston akan mengalir ke crankcase dan keluar melalui sistem ventilasi menuju alat ukur tersebut.
Output yang dihasilkan biasanya berupa sinyal tegangan analog antara 0 hingga 5 volt yang kemudian dikonversi menjadi satuan aliran udara.
Satuan yang umum digunakan adalah:
- CFM (Cubic Feet per Minute)
- CFH (Cubic Feet per Hour)
Blow By Gas Ternyata Paling Besar Saat Idle
Banyak orang mengira kebocoran gas terbesar terjadi saat putaran mesin tinggi. Faktanya, beberapa produsen alat pengukur blow by justru menemukan bahwa volume blow by terbesar sering muncul saat mesin berada pada kondisi idle.
Alasannya cukup sederhana. Ketika putaran mesin meningkat, tekanan gas pembakaran membantu ring piston menempel lebih rapat ke dinding silinder. Efek penyegelan menjadi lebih baik sehingga jumlah gas yang lolos justru cenderung menurun.
Berapa Nilai Blow By Gas yang Masih Normal?
Sebagai patokan umum, volume blow by gas pada mesin dapat diperkirakan dengan membagi tenaga maksimum mesin (horsepower) dengan angka 50.
Misalnya sebuah mesin menghasilkan tenaga sebesar 500 hp dan menggunakan ring piston konvensional dengan celah end gap yang masih sesuai spesifikasi. Maka volume blow by normalnya berada di kisaran:
500 hp ÷ 50 = 10 cfm
Nilai tersebut sering digunakan sebagai referensi awal untuk mengevaluasi kondisi penyegelan ring piston.
Mesin Balap Memiliki Blow By Lebih Rendah
Pada mesin performa tinggi, terutama yang digunakan dalam kompetisi balap, volume blow by biasanya jauh lebih kecil.
Sebagai contoh, mesin balap NASCAR yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 800 hingga 900 hp umumnya hanya memiliki blow by sekitar 5 cfm.
Hal ini dimungkinkan karena penggunaan ring piston dengan toleransi yang sangat presisi, celah end gap yang lebih rapat, serta kualitas finishing dinding silinder yang jauh lebih baik dibanding mesin produksi massal.
Mengapa Blow By Gas Penting Bagi Tuner dan Modifikator Balap?
Di dunia motorsport, pengukuran blow by gas sering dianggap sebagai salah satu indikator paling penting dalam proses pengembangan mesin.
Semakin kecil volume blow by, semakin efektif ring piston menyegel ruang bakar. Artinya, semakin banyak tekanan pembakaran yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan tenaga.
Karena itulah para engine builder dan tuner profesional sering bereksperimen dengan berbagai kombinasi:
- Jenis ring piston konvensional atau gapless
- Pengaturan end gap ring piston
- Material dan desain ring piston
- Kualitas honing dan finishing dinding silinder
Pengukuran blow by juga membantu mendeteksi fenomena ring flutter, yaitu kondisi ketika ring piston kehilangan stabilitas pada putaran mesin tertentu sehingga kemampuan penyegelannya menurun.
Dengan mengetahui kapan ring flutter terjadi, tuner dapat melakukan penyesuaian pada berat ring, desain ring, maupun ukuran celah ring untuk meningkatkan performa mesin.
FAQ
Apakah blow by gas selalu menandakan kerusakan mesin?
Tidak. Semua mesin menghasilkan blow by gas dalam jumlah tertentu. Yang menjadi masalah adalah ketika volumenya jauh melebihi batas normal.
Apa gejala blow by gas berlebihan?
Beberapa gejala yang sering muncul antara lain tenaga mesin menurun, oli cepat menghitam, konsumsi oli meningkat, tekanan crankcase berlebih, serta muncul asap dari breather atau saluran ventilasi mesin.
Apakah tes kompresi bisa menggantikan blow by test?
Tidak sepenuhnya. Tes kompresi dan leak down test mengukur kemampuan silinder menahan tekanan, sedangkan blow by test mengukur volume kebocoran gas yang masuk ke crankcase saat mesin bekerja.
Apakah blow by gas dapat memengaruhi umur oli?
Ya. Gas pembakaran yang masuk ke crankcase dapat mencemari oli mesin dan mempercepat penurunan kualitas pelumas.
Kesimpulan
Blow by gas merupakan fenomena alami yang terjadi pada semua mesin pembakaran dalam. Namun ketika jumlahnya terlalu besar, dampaknya bisa cukup serius, mulai dari penurunan tenaga mesin, meningkatnya emisi, hingga mempercepat kerusakan oli dan komponen internal mesin.
Karena itu, pengukuran blow by gas menjadi salah satu metode yang sangat efektif untuk mengevaluasi kondisi ring piston dan kualitas penyegelan ruang bakar. Tidak heran jika teknik ini menjadi salah satu rahasia yang sering digunakan para tuner dan modifikator profesional untuk memaksimalkan performa mesin.
Jika kendaraan Anda mengalami gejala kehilangan tenaga, konsumsi oli berlebih, atau tekanan crankcase yang tidak normal, pemeriksaan blow by gas dapat menjadi langkah diagnosis yang sangat membantu sebelum melakukan perbaikan lebih lanjut.
Butuh bantuan diagnosa dan perbaikan kendaraan?
Kunjungi MontirPro.com atau hubungi 0811-1857-333 untuk konsultasi dan penanganan kendaraan Anda oleh teknisi berpengalaman.

2 komentar
You cannot reply to comments if the comment location is not embedded