Bengkel Mobil Profesional MontirPro Auto Care

Servis, Perawatan dan Perbaikan Mobil Modern Dengan Teknologi Terkini.

Layanan Bengkel

Diagnosa Scanner

Pemeriksaan kendaraan menggunakan alat modern.

Servis Berkala

Perawatan sesuai standar pabrikan.

Tune Up

Menjaga performa mesin tetap optimal.

AC Mobil

Perawatan dan perbaikan AC kendaraan.

Overhaul Mesin

Perbaikan menyeluruh mesin kendaraan.

Fleet Service

Memastikan armada anda selalu dalam kondisi Prima

Artikel Terbaru Montirpro

Video Terbaru MontirPro Indonesia

Subscribe Channel

Testimoni Pelanggan

⭐⭐⭐⭐⭐

Pelayanan cepat dan profesional.

⭐⭐⭐⭐⭐

Harga transparan dan memuaskan.

⭐⭐⭐⭐⭐

Mekanik berpengalaman dan ramah.

Mobil Bermasalah?

Konsultasikan Sekarang Dengan Tim MontirPro.

Booking Via WhatsApp
💬

Teknik Pemeriksaan Sensor Mobil Bagian 1: Cara Diagnosa Sensor Lebih Cepat dan Akurat

Pemeriksaan kerusakan yang menyangkut kerja dari sensor pada mobil dapat berlangsung dengan cepat dan akurat jika teknisi mempunyai pemahaman yang baik tentang rangkaian suatu sensor dan dapat menggunakan alat ukur dengan benar

Baca Juga

Teknik Pemeriksaan Sensor Mobil Bagian 1: Cara Diagnosa Sensor Lebih Cepat dan Akurat

Pelajari teknik pemeriksaan sensor mobil secara praktis dan sistematis. Mulai dari sensor temperatur hingga position sensor, lengkap dengan penggunaan AVO meter, scan tool, dan metode diagnosa yang lebih cepat serta akurat.

Mengapa Teknisi Harus Memahami Cara Kerja Sensor?

Pemeriksaan sensor mobil lebih cepat dan akurat


Saat menghadapi mobil bermasalah, banyak teknisi langsung fokus pada sensor yang dicurigai rusak. Padahal dalam praktiknya, sumber masalah belum tentu berasal dari sensor itu sendiri. Gangguan bisa muncul akibat kabel yang putus, hubungan singkat pada wiring harness, konektor yang bermasalah, bahkan kerusakan pada ECU atau ECM.

Pabrikan kendaraan sebenarnya sudah menyediakan prosedur pemeriksaan yang sangat detail melalui repair manual resmi. Namun prosedur tersebut umumnya dibuat untuk teknisi dealer yang memiliki peralatan khusus dan terbiasa menangani model kendaraan yang sama setiap hari.

Berbeda dengan bengkel umum yang harus menangani berbagai merek dan tipe kendaraan. Karena itu, memahami prinsip dasar kerja sensor dan rangkaian kelistrikannya menjadi kemampuan yang sangat penting. Dengan pemahaman tersebut, proses diagnosa bisa dilakukan lebih cepat tanpa harus selalu mengikuti langkah pemeriksaan yang panjang.

Pada artikel ini, kita akan membahas teknik dasar pemeriksaan sensor yang dapat diterapkan pada berbagai merek mobil, terutama untuk sensor temperatur dan sensor posisi.

Teknik Pemeriksaan Sensor Mobil Bagian 1
Berbagai Jenis Sensor Mobil


Peralatan Dasar yang Wajib Dimiliki Teknisi

Sebelum melakukan pemeriksaan sensor, pastikan peralatan dasar kelistrikan tersedia dan dalam kondisi baik.

AVO Meter Digital

Teknik Pemeriksaan Sensor Mobil Bagian 1
AVO Meter Digital

AVO meter digital merupakan senjata utama teknisi modern. Hampir semua pemeriksaan sensor membutuhkan alat ini untuk mengukur tegangan, tahanan, dan kontinuitas rangkaian.

Gunakan AVO meter yang memiliki tingkat akurasi baik. Pengukuran yang tidak akurat dapat menyebabkan diagnosa menjadi keliru dan berujung pada penggantian komponen yang sebenarnya masih normal.

Testing Probe dan Backprobe Adapter

Teknik Pemeriksaan Sensor Mobil Bagian 1
Testing Probe

Dalam pemeriksaan sensor, sering kali kita harus mengukur sinyal tanpa merusak kabel.

Backprobe adapter menjadi solusi terbaik karena memungkinkan pengukuran dilakukan dari belakang konektor tanpa menusuk kabel. Cara ini jauh lebih aman dibanding menusuk isolasi kabel yang berpotensi menimbulkan korosi atau kerusakan di kemudian hari.

Teknisi profesional juga banyak memanfaatkan low amp probe untuk mengukur arus listrik tanpa harus memutus atau membuka rangkaian.

Jika dikombinasikan dengan Digital Storage Oscilloscope (DSO), alat ini dapat digunakan untuk menganalisis kerja injector, fuel pump, variable valve timing (VVT), hingga sinkronisasi sinyal crankshaft dan camshaft sensor.

Infrared Thermometer

Teknik Pemeriksaan Sensor Mobil Bagian 1
Infrared Thermometer

Infrared thermometer sering dianggap alat pelengkap, padahal manfaatnya sangat besar dalam proses diagnosa.

Misalnya saat mencurigai sebuah relay mengalami keausan pada kontak internalnya. Relay yang bermasalah biasanya menghasilkan panas lebih tinggi dibanding relay lain yang identik.

Alat ini juga sangat membantu untuk memverifikasi pembacaan sensor temperatur. Jika data temperatur pada scan tool terlihat tidak masuk akal, suhu aktual komponen dapat dibandingkan menggunakan infrared thermometer.

Scan Tool

Teknik Pemeriksaan Sensor Mobil Bagian 1
Scantool

Scan tool modern tidak hanya digunakan untuk membaca kode kerusakan atau DTC.

Perangkat ini harus mampu menampilkan data stream secara real time dan melakukan aktivasi komponen. Dengan kemampuan tersebut, teknisi dapat memantau langsung perubahan sinyal sensor saat pemeriksaan berlangsung.


Pemeriksaan Dasar Sebelum Diagnosa Sensor

Sebelum memeriksa sensor apa pun, kondisi baterai wajib dipastikan dalam keadaan prima.

Baterai yang sehat harus memiliki tegangan sekitar 12,6 volt saat kondisi full charge dan terminal baterai dilepas dari kendaraan pada suhu sekitar 15°C.

Selain itu, periksa beberapa hal berikut:

  • Terminal baterai bersih dan kencang.

  • Tidak terdapat korosi pada kabel baterai.

  • Dudukan baterai kokoh dan tidak longgar.

  • Casing baterai bersih dan tidak mengalami kerusakan.

Banyak masalah kelistrikan yang sebenarnya berasal dari suplai tegangan yang tidak stabil. Karena itu, jangan terburu-buru menyalahkan sensor sebelum kondisi baterai dipastikan baik.


Memahami Cara Kerja Sensor Temperatur (ECT)

Prinsip Dasar Sensor NTC

Engine Coolant Temperature Sensor (ECT) termasuk jenis sensor NTC atau Negative Temperature Coefficient.

Karakteristik sensor ini cukup sederhana. Saat temperatur meningkat, nilai tahanannya justru menurun.

Sensor ECT umumnya menggunakan dua kabel:

  1. Kabel tegangan referensi 5 volt dari ECM.

  2. Kabel ground atau signal return.

Ketika suhu mesin naik, tahanan sensor turun sehingga tegangan sinyal bergerak mendekati 0 volt. ECM kemudian mengubah perubahan tegangan tersebut menjadi informasi temperatur yang ditampilkan pada scan tool.

Teknik Pemeriksaan Sensor Mobil Bagian 1
Rangkaian Sensor Temperatur 2 kabel


Cara Cepat Memeriksa Sensor Temperatur 2 Kabel

Salah satu metode diagnosa paling efektif adalah menggunakan data stream pada scan tool.

Lakukan pemeriksaan dengan kunci kontak ON dan mesin mati (KOEO).

Kondisi 1: Konektor Sensor Dilepas

Saat konektor sensor dilepas, scan tool umumnya akan menampilkan temperatur sekitar -40°C.

Kondisi 2: Kedua Terminal Sensor Dijumper

Hubungkan kedua kabel sensor menggunakan jumper.

Pada kondisi ini pembacaan temperatur biasanya melonjak menjadi sekitar 138°C hingga 160°C.

Jika kedua hasil tersebut muncul sesuai harapan, maka dapat disimpulkan bahwa:

  • Jalur wiring bekerja normal.

  • ECM masih mampu memonitor rangkaian dengan baik.

  • Scan tool membaca data dengan benar.


Cara Memastikan Sensor ECT Rusak atau Tidak

Setelah pengujian di atas selesai, pasang kembali konektor sensor.

Bandingkan data temperatur pada scan tool dengan suhu aktual menggunakan infrared thermometer.

Jika suhu aktual mesin masuk akal tetapi data scan tool berbeda jauh, kemungkinan besar sensor ECT mengalami kerusakan dan perlu diganti.


Diagnosa Jika Data Temperatur Selalu Tinggi

Jika scan tool terus menunjukkan temperatur sangat tinggi pada semua kondisi pemeriksaan, kemungkinan terjadi hubungan singkat ke ground pada jalur tegangan referensi 5 volt.

Lakukan pengukuran tegangan referensi di dekat konektor ECM menggunakan AVO meter.

Apabila tegangan 5 volt masih tersedia di sisi ECM, berarti terjadi short to ground pada jalur kabel menuju sensor.

Dalam kasus seperti ini, perbaikan sering kali lebih cepat dilakukan dengan menarik jalur kabel baru dibanding membongkar seluruh wiring harness untuk mencari titik kerusakan.


Diagnosa Jika Data Temperatur Selalu -40°C

Pembacaan temperatur yang terus berada di angka -40°C biasanya menunjukkan adanya rangkaian terbuka.

Penyebabnya dapat berupa:

  • Kabel referensi 5 volt putus.

  • Kabel ground sensor putus.

  • Konektor sensor bermasalah.

Periksa terlebih dahulu keberadaan tegangan referensi 5 volt pada terminal sensor.

Jika tegangan tersedia, lanjutkan pemeriksaan jalur ground.

Metode sederhana yang sering digunakan adalah menghubungkan probe hitam AVO meter ke terminal ground sensor dan probe merah ke terminal positif baterai.

Jika terbaca sekitar 12 volt, jalur ground masih bekerja dengan baik.


Pentingnya Loaded Wire Testing

Ada kondisi tertentu di mana kabel terlihat normal saat diuji kontinuitas, tetapi sebenarnya hanya tersambung oleh beberapa helai serabut tembaga yang tersisa.

Masalah seperti ini sering menipu teknisi.

Karena itu, jika kualitas kabel diragukan, lakukan loaded wire testing.

Caranya cukup sederhana. Lepaskan kedua ujung kabel, hubungkan salah satu ujung ke ground, lalu gunakan lampu headlamp sebagai beban pada ujung lainnya.

Jika kabel mampu mengalirkan arus tanpa hambatan berlebihan, berarti kondisi kabel masih layak digunakan.


Teknik Pemeriksaan Position Sensor 3 Kabel

Mengenal Sensor Posisi

Sensor posisi tiga kabel banyak ditemukan pada:

  • Throttle Position Sensor (TPS)

  • Pedal posisi gas elektronik

  • EGR valve

  • Heater blend door actuator

  • Memory power seat

Sensor jenis ini umumnya memiliki tiga jalur utama:

  1. Tegangan referensi 5 volt.

  2. Ground sensor.

  3. Kabel sinyal.

Saat bekerja normal, tegangan sinyal biasanya bergerak antara sekitar 0,5 volt hingga 4,5 volt. Tegangan tersebut tidak pernah benar-benar mencapai 0 volt atau 5 volt.

Teknik Pemeriksaan Sensor Mobil Bagian 1
Rangkaian Sensor Posisi 3 Kabel


Langkah Pemeriksaan TPS Menggunakan Scan Tool

Mulailah dengan membaca parameter TPS melalui scan tool saat kunci kontak ON dan mesin mati.

Konektor TPS Dilepas

Ketika konektor TPS dilepas, tegangan sinyal biasanya terbaca 0 volt.

Jumper Tegangan Referensi ke Jalur Sinyal

Hubungkan kabel referensi 5 volt ke kabel sinyal.

Scan tool seharusnya menampilkan nilai mendekati 5 volt.

Tambahkan Ground ke Jalur Sinyal

Selanjutnya hubungkan kabel ground ke jalur sinyal.

Tegangan yang terbaca harus turun mendekati 0 volt.

Jika kedua pengujian tersebut berhasil, maka wiring dan ECM pada rangkaian sensor posisi dapat dianggap bekerja normal.

Dengan metode sederhana ini, teknisi dapat mempersempit sumber masalah hanya pada sensor atau komponen mekanis yang terkait.


Mengapa Pemahaman Dasar Sensor Sangat Penting?

Semakin baik pemahaman teknisi terhadap prinsip kerja sensor, semakin cepat pula proses diagnosa dilakukan.

Daripada langsung mengganti komponen berdasarkan dugaan, teknisi dapat menentukan secara pasti apakah masalah berasal dari sensor, kabel, konektor, atau modul kontrol mesin.

Pendekatan seperti ini tidak hanya menghemat waktu pengerjaan, tetapi juga mengurangi risiko salah diagnosa yang dapat merugikan bengkel maupun pelanggan.


FAQ

Apakah semua sensor temperatur mobil menggunakan prinsip NTC?

Mayoritas sensor temperatur pada kendaraan modern menggunakan teknologi NTC, di mana nilai tahanan akan menurun saat suhu meningkat.

Mengapa scan tool menampilkan suhu -40°C?

Biasanya kondisi ini menunjukkan rangkaian sensor terbuka, baik karena kabel putus, konektor bermasalah, atau sensor tidak terhubung.

Apa fungsi tegangan referensi 5 volt?

Tegangan referensi digunakan ECM sebagai sumber sinyal untuk berbagai sensor agar perubahan nilai sensor dapat diterjemahkan menjadi data yang dapat dibaca sistem.

Apakah AVO meter saja sudah cukup untuk diagnosa sensor?

Untuk pemeriksaan dasar, AVO meter dan scan tool sudah sangat membantu. Namun untuk analisis sinyal yang lebih kompleks, penggunaan oscilloscope akan memberikan hasil yang lebih detail.

Kapan loaded wire testing perlu dilakukan?

Metode ini digunakan ketika kabel terlihat normal saat diuji kontinuitas tetapi dicurigai mengalami kerusakan internal yang menghambat aliran arus listrik.


Kesimpulan

Pemeriksaan sensor tidak selalu harus rumit. Dengan memahami prinsip dasar kerja sensor, membaca wiring diagram, serta memanfaatkan scan tool dan AVO meter secara benar, teknisi dapat menemukan sumber masalah dengan jauh lebih cepat.

Pada sensor temperatur dua kabel maupun sensor posisi tiga kabel, pola pemeriksaannya memiliki logika yang sama. Fokus utama adalah memastikan suplai tegangan referensi, jalur ground, sinyal sensor, serta kondisi wiring bekerja sebagaimana mestinya.

Kemampuan memahami pola-pola dasar seperti ini akan sangat membantu teknisi dalam menangani berbagai merek dan model kendaraan secara lebih efisien dan profesional.

Montirpro Auto Care.
Perawatan Mobil Berkualitas untuk Performa Maksimal.
Didukung teknisi berpengalaman dengan layanan profesional dan terpercaya.

🌐 Montirpro.com
📞 0811-1857-333



Teknik Pemeriksaan Sensor Mobil Bagian 1 


Pabrikan mobil biasanya mengeluarkan prosedur pemeriksaan suatu sistem kendaraan agar proses diagnosa di bengkel dapat dilakukan dengan lebih akurat. Prosedur pemeriksaan ini biasanya berupa repair manual resmi yang secara spesifik merujuk pada model mobil tertentu.

Prosedur pemeriksaan dan perbaikan resmi pabrikan didesain untuk mempercepat proses diagnosa dan ditujukan pada teknisi dealer resmi yang dilengkapi dengan special tools dan mempunyai keuntungan menangani jenis mobil yang sama secara berulang-ulang.


Teknik Pemeriksaan Sensor Mobil Bagian 1
Berbagai Jenis Sensor Mobil


Teknik Pemeriksaan Sensor Mobil Bagian 1
Pemeriksaan Sensor 


Teknisi  pada bengkel umum terbiasa menangani problem pada berbagai merk mobil. Dengan memahami kesamaan suatu sistem dari berbagai merk mobil, teknisi dapat menghemat banyak waktu dengan menerapkan "trik-trik khusus" yang berlaku pada sebagian besar mobil.

Pada banyak kasus, dengan memahami wiring diagram, mengembangkan pemahaman tentang kerja suatu sirkuit dan melakukan beberapa langkah pemeriksaan sederhana, kita dapat menentukan sumber masalah kerusakan mobil. Seorang teknisi harus dapat menentukan apakah masalah yang muncul pada kendaraan disebabkan kerusakan pada  ECU, wiring atau pada sensor itu sendiri.

Kita akan mempelajari beberapa sirkuit sensor, memahami cara kerjanya dan menggunakan pemahaman  tersebut untuk melakukan pemeriksaan sederhana pada sirkuit tersebut.

Tujuan yang ingin dicapai adalah bagaimana seorang teknisi dapat menentukan prosedur pemeriksaan yang lebih cepat dan akurat. Berbekal dengan pengetahuan ini, teknisi dapat memperbaiki gangguan pada rangkaian sensor secara cepat, tepat dan efisien.


Pemeriksaan Dasar

Sebelum  melakukan pemeriksaan pada rangkaian sensor pastikan terlebih dahulu Anda mempunyai alat-alat yang dibutuhkan untuk memeriksa sistem kelistrikan kendaraan modern saat ini.

AVO meter digital

Teknik Pemeriksaan Sensor Mobil Bagian 1
AVO Meter Digital


Proses pemeriksaan yang baik membutuhkan sebuah AVO meter digital yang akurat. Gunakanlah AVO meter digital yang berkwalitas. Seorang teknisi mobil jaman sekarang harus mempunyai sebuah AVO meter digital sebagai alat utama melakukan pemeriksaan kelistrikan mobil.


Testing Probe


Teknik Pemeriksaan Sensor Mobil Bagian 1
Testing Probe

Dalam pemeriksaan kelistrikan mobil, terkadang dibutuhkan backprobe adapter. Alat ini merupakan alternatif yang paling baik agar dapat memeriksa kabel tanpa menusuk kabel tersebut. Memeriksa kabel dengan cara ditusuk dapat merusak kabel tersebut dikemudian hari  karena kotoran dan uap air dapat masuk ke dalam kabel.

Probe amp “low amp ” sangat  berguna untuk mengukur aliran arus tanpa menusuk atau merusak kabel. Alat ini dapat dikombinasikan dengan "fuse baddy " current loop sehingga dapat menentukan apakah arus lsitrik yang masuk ke komponen sesuai dengan spesifikasi.

Jika Anda juga mempunyai Digital Storage Oscilloscope (DSO), maka dapat dikombinasikan dengan probe amp untuk memeriksa kerja dari  injector pada mesin direct injection, memonitor data duty cycle pada komponen-komponen, seperti fuel pump, dan memeriksa kerja variable valve timing dan memeriksa korelasi antara posisi crankshaft dan camshaft.

Infrared Thermometer

Teknik Pemeriksaan Sensor Mobil Bagian 1
Infrared Thermometer

Sebuah Infrared thermometer sangat berguna sekali dalam melakukan  pekerjaan analisa terkait sistem kelistrikan.

Contohnya, alat ini dapat digunakan untuk menganalisa kondisi kontak poin sebuah relay yang sudah mulai aus. Jika kontak poin sebuah relay mulai aus maka temperatur relay tersebut akan lebih panas jika dibandingkan dengan relay sejenis yang biasanya jumlahnya lebih dari satu pada kotak sekering. Periksalah temperature relay tersebut dengan menggunakan alat ini.

Apakah Anda curiga temperatur sensor tidak memberikan data yang sesuai dengan kondisi mesin. Periksalah bagian bawah sensor ddengan menggunakan infrared thermometer untuk mengetahui apakah pembacaan temperature sensor masih akurat.



Scan Tool

Teknik Pemeriksaan Sensor Mobil Bagian 1
Scantool

Terakhir, Anda membutuhkan sebuah scantool yang dapat menampilkan data stream dan melakukan aktivasi komponen.

Saat Anda sudah mulai familiar menggunakan alat-alat diatas, mungkin selanjutnya mulai melengkapi daftar tools Anda dengan alat-alat yang lain sepert Infrared Camera dan Color Borescope, namun untuk saat ini alat-alat diatas sudah cukup untuk melakukan analisa dan perbaikan sistem kelistrikan mobil  menyangkut kinerja sensor.


Apa Yang Harus Diperhatikan Sebelum Melakukan Pemeriksaan Pada Kendaraan...??

Hal pertama yang harus diperiksa sebelum melakukan pemeriksaan kelistrikan adalah kondisi baterai yang full charge. Dengan kondisi terminal baterai terlepas pengukuran tegangannya harus mencapai 12,6 volt pada suhu 15 derajat celcius.

Kabel baterai harus dalam kondisi bersih dan terikat kencang pada terminalnya. Casing baterai dalam kondisi bersih dan duduk dengan baik pada mobil.

Jangan lakukan pemeriksaan kelistrikan apapun sebelum hal-hal diatas diperiksa dengan teliti. Jika sudah baru langkah pemeriksaan selanjutnya dapat dilakukan.


Memeriksa Sirkuit  Coolant Temperature (ECT)

Langkah pemeriksaan ini dapat diterapkan pada hampir semua sisrkuit sensor temperatur yang menggunakan jenis sensor NTC atau Negative Thermal Coefficient.

Pada umumnya semua komponen kelistrikan (termasuk kabel) nilai tahanannya akan semakin tinggi saat temperaturnya meningkat. Hal ini dikenal dengan istilah PTC atau Positive Temperature Coeffisient.

Untuk mengukur suhu, pada umumnya sistem di mobil menggunakan sensor NTC. Nilai tahanan sensor akan turun saat temperaturnya meningkat.

Sensor ini dihubungkan dengan 2 buah kabel yaitu, satu kabel  terhubung ke ground dan satu kabel yang lain terhubung dengan tegangan referensi.

Saat sensor mulai panas dan tahanannya menurun tegangan referensi akan bergerak menuju 0 Volt.  Modul kemudian merubah tegangan ini menjadi temperatur.

Jadi bagaimana cara melakukan pemeriksaan secara cepat untuk menentukan apakah penyebab kerusakannya  pada modul, sensor atau kabel...?

Teknik Pemeriksaan Sensor Mobil Bagian 1
Rangkaian Sensor Temperatur 2 kabel


Pertama, Coba lihat rangkain sensor diatas.  Perhatikan bahwa kabel yang menghubungkan sensor dengan modul dalam hal ini ECM hanya dua kabel saja yaitu: Tegangan referensi 5 volt dan ground (sering disebut dengan Low Reference atau beberapa pabrikan menyebutnya "signal return").

Mulailah dengan membaca Parameter Identification (PID) untuk ECM. Dengan posisi kunci kontak OFF dan mesin mati (KOEO) perhatikan data PID dalam kondisi-kondisi berikut ini:


  • Konektor sensor dilepaskan : Pembacaan data menunjukkan -40˚C
  • Kedua kabel sensor dihubungkan dengan menggunakan jumper : Pembacaan data menunjukkan 138˚-160˚C


Nilai diatas berlaku pada hampir semua jenis kendaraan, dan dari hasil pembacaan tersebut ada beberapa hal yang dapat disimpulkan:


  • Sirkuit kabel OK
  • Control module yang memonitor sensor bekerja dengan baik  (setidaknya untuk sirkuit tersebut) 
  • Scantool mampu menampilkan informasi tersebut.


Sekarang pasang kembali konentor sensor dan putar kunci kontak OFF kemudian ON kembali.

Jika pembacaan data temperatur menggunakan scantool dengan konektor terpasang tidak sesuai dengan perkiraan Anda, gunakan Infrared Thermometer dan arahkan ke sensor.

Jika Infrared Thermometer menampilkan nilai yang masuk akal dari kondisi mesin saat itu maka dapat dikatakan sensor rusak dan perlu diganti.


Jika pembacaan data PID menunjukkan nilai yang selalu tinggi pada semua kondisi pemeriksaan, kemungkinan kabel warna kuning (YE = Yellow) mengalami short ke ground.
Lanjutkan pemeriksaan pin konektor ECM untuk tegangan referensi 5 Volt dengan menggunakan AVO meter.

Gunakanlah probe adapter yang lancip untuk menyisip kabel berwarna kuning sekitar 5 cm dari konektor ECM untuk memeriksa pakah disitu terdapat tegangan referensi 5 Volt.

Jika di titik tersebut terukur tegangan referensi sebesar 5 volt  berarti kerusakan yang terjadi adalah short ke ground pada sebuah titik sepanjang kabel warna kuning.

Perbaikannya cukup sederhana. Sisipkan kabel warna kuning tadi beberapa centimeter dari ujung konektor ECT dan tarik kabel baru diatas harness untuk menggantikan kabel yang rusak.

Jika parameter temperatur selalu terbaca  -40°, kemungkinan masalahnya adalah sirkuit terbuka  pada kabel tegangan referensi 5 V yang berwarna kuning tadi atau sirkuit terbuka pada sirkuit low reference (ground) kabel berwarna orange dengan strip hitam (OG/BK).

Kembali dengan menggunakan AVO meter periksa apakah terdapat tegangan referensi pada terminal "B" dari konektor ECT. Jika OK, lanjutkan dengan memeriksa kabel OG/BK dari kemungkinan sirkuit terbuka.

Cara para paling simpel memeriksa kemungkinan sirkuit terbuka pada kabel OG/BK dengan menempatkan kabel probe AVO meter warna hitam pada terminal "A" konektor ECT dan kabel probe warna merah pada terminal positif baterai mobil. Pembacaan tegangan sekitar 12 Volt menunjukkan ground circuit dalam keadaan baik.

Pada beberapa kasus, ada kemungkinan beberapa helai kabel yang putus didalam insulatornya, dimana kondisi ini akan terdeteksi baik-baik saja saat kita melakukan pemeriksaan kontuinitas.

Jika Anda meragukan kwalitas sambungan sebuh kabel maka sebaiknya lakukanlah "loaded wire testing".
Lepaskanlah kedua ujung kabel, tempelkan ujung yang satu ke ground dan gunakan ujung kabel yang satu lagi untuk menghubungkan ground dengan headlight bulb.
Sebuah sealed high beam headlight dapat menyedot arus listrik sebesar 4 ampere. Hal ini sudah lebih dari cukup untuk mengkonfirmasi apakah sebuah kabel sensor, data atau aktuator bekerja dengan baik.

Memeriksa Position Sensor

Dengan menggunakan pemahaman dari pemeriksaan sensor temperatur dengan 2 kabel, maka kita dapat melakukan pemeriksaan pada positional sensor 3 kabel dengan menggunakan pendekatan yang sama.

Positional sensor 3 kabel sering digunakan pada throttle body, gas pedal, EGR valve, heater blend door atau bahkan memory power seat.

Teknik Pemeriksaan Sensor Mobil Bagian 1
Rangkaian Sensor Posisi 3 Kabel


Pada contoh ini, Throttle Position Sensor (TPS) mempunyai tegangan referensi 5 V, sensor ground ( yang bisa berbagi dengan sensor yang lain) dan kabel sinyal yang tegangannya bervariasi antara 0,5 sampai 0,45 volt dan tidak akan pernah mencapai angka 0 Volt atau 5 Volt saat bekerja dalam kondisi normal.

Langkah pertama, tetap dengan menggunakan scantool untuk membaca data para meter untuk TPS. Dengan kunci kontak ON dan mesin mati (KOEO), dan konektor sensor dilepas maka tegangan akan terbaca 0 V.

Jumper pin 1 orange (OR) untuk tegangan referensi 5 V dengan pin 2 kabel orange dengan strip biru (OR/D) , tegangan yang seharusnya terbaca 5 V. Pembacaan tegangan dapat bervariasi 01 volt.

Dengan jumper tetap dalam kondisi terpasang tambahkan jumper kedua dari pin 3 kabel warna hitam strip biru (BK/LB) dengan pin 2. Hubungan ini akan membuat pembacaan tegangan 0 V. Hasil pemeriksaan ini akan mengkonfirmasi bahwa wiring dan ECM dalam kondisi baik.

Berbekal dengan pengetahuan ini diharapkan teknisi dapat lebih cepat dan lebih akurat saat melakukan diagnosa terkait sirkuit sensor temperature dan position. Pada artikel berikutnya kita akan membahas pemeriksaan oksigen sensor, pressure sensor dan speed sensor.

So, keep on line with montirpro.com......


Gabung dalam percakapan