Penyebab Pedal Rem dan Setir Bergetar Saat Pengereman di Kecepatan Tinggi
Baca Juga
Penyebab Pedal Rem dan Setir Bergetar Saat Pengereman di Kecepatan Tinggi
Pedal Rem Bergetar Saat Mengerem? Jangan Dianggap Sepele
Pernah mengalami setir dan pedal rem bergetar saat menginjak rem ketika mobil melaju di atas 60 km/jam? Kondisi seperti ini cukup sering terjadi pada berbagai jenis kendaraan, baik mobil penumpang maupun SUV.
Banyak pengemudi mengira getaran tersebut merupakan hal yang normal. Padahal, jika muncul saat pengereman biasa dan bukan saat pengereman darurat, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya masalah pada sistem pengereman atau komponen kaki-kaki kendaraan.
Getaran yang muncul biasanya terasa pada pedal rem, setir, bahkan seluruh bodi mobil. Selain membuat berkendara menjadi tidak nyaman, masalah ini juga dapat mengurangi efektivitas pengereman dan berpotensi mengganggu keselamatan.
Mengapa Pedal Rem dan Setir Bisa Bergetar Saat Pengereman?
Pada mobil yang sudah dilengkapi sistem ABS (Anti-lock Braking System), getaran pada pedal rem memang dapat dirasakan saat pengereman mendadak di jalan licin atau tidak rata. Getaran tersebut berasal dari kerja sistem ABS yang mencegah roda terkunci.
Namun berbeda cerita jika getaran muncul saat pengereman normal di jalan yang rata. Dalam kondisi seperti ini, penyebab yang paling sering ditemukan adalah permukaan brake disc atau piringan rem yang sudah tidak rata.
Piringan rem yang sehat harus memiliki permukaan yang rata dan tingkat keolengan (run out) yang sangat kecil. Umumnya batas maksimal keolengan hanya sekitar 0,05 mm. Ketika nilai tersebut terlampaui, kampas rem tidak lagi menekan permukaan disc secara merata sehingga timbul getaran yang terasa pada pedal rem maupun setir.
Selain brake disc, beberapa komponen lain yang juga dapat menimbulkan gejala serupa antara lain:
- Bearing roda yang mulai kendor atau aus.
- Axle shaft yang bengkok.
- Komponen rem yang pemasangannya tidak presisi atau kendor.
- Tromol rem yang mengalami distorsi.
- Hub roda yang tidak rata.
Brake Disc Oleng, Penyebab Paling Umum Getaran Saat Mengerem
Dalam banyak kasus yang kami temui di bengkel, brake disc yang melengkung atau mengalami keolengan menjadi penyebab utama munculnya getaran saat pengereman.
Ciri-cirinya sering kali dapat dilihat secara visual. Permukaan disc biasanya memiliki area yang terlihat lebih mengkilap dibanding bagian lainnya. Terkadang juga muncul bercak kebiruan atau bekas terbakar yang dikenal sebagai hot spot.
Hot spot menunjukkan bahwa sebagian area brake disc pernah mengalami panas berlebih. Akibatnya struktur logam berubah dan ketebalan permukaan menjadi tidak seragam. Saat kampas rem menjepit area tersebut, getaran pun mulai terasa.
Pemeriksaan yang paling akurat dilakukan menggunakan dial indicator untuk mengukur tingkat keolengan piringan rem. Dengan alat ini teknisi dapat mengetahui apakah brake disc masih berada dalam batas toleransi pabrikan atau sudah harus diperbaiki.
Apakah Brake Disc Bisa Dibubut?
Jika tingkat keolengannya masih ringan dan ketebalan piringan rem masih memenuhi spesifikasi minimum, proses pembubutan atau skimming dapat menjadi solusi.
Pembubutan bertujuan meratakan kembali permukaan brake disc sehingga kampas rem dapat bekerja lebih optimal. Namun perlu dipahami bahwa metode ini tidak selalu menjadi solusi jangka panjang.
Saat brake disc pernah mengalami overheating, perubahan struktur logam sudah terjadi. Walaupun permukaannya kembali rata setelah dibubut, area yang mengalami perubahan kekerasan (hard spot) dapat muncul kembali setelah beberapa ribu kilometer pemakaian.
Karena alasan tersebut, banyak bengkel profesional lebih merekomendasikan penggantian brake disc apabila getaran sudah cukup parah atau ketebalan disc sudah mendekati batas minimum.
Tromol Rem Juga Bisa Menjadi Penyebab
Meskipun lebih jarang ditemukan dibanding piringan rem, tromol rem atau brake drum juga dapat mengalami keolengan.
Salah satu penyebabnya adalah penggunaan rem parkir ketika tromol masih dalam kondisi sangat panas. Saat tromol mendingin, tekanan dari brake shoe dapat menyebabkan perubahan bentuk atau distorsi pada permukaan tromol.
Akibatnya, ketika pedal rem diinjak, kampas rem tidak menekan tromol secara merata dan getaran mulai muncul.
Apa Penyebab Brake Disc Menjadi Bengkok atau Oleng?
Banyak orang mengira penyebab utama brake disc melengkung adalah usia pakai. Padahal, faktor terbesar justru sering berasal dari proses pemasangan roda yang tidak benar.
Pengencangan baut roda yang terlalu kuat dan tidak merata dapat memberikan tekanan berbeda pada brake disc. Dalam jangka waktu tertentu kondisi ini bisa menyebabkan piringan rem mengalami deformasi atau keolengan.
Karena itu, setiap pengencangan baut roda sebaiknya menggunakan torque wrench atau kunci momen sesuai spesifikasi pabrikan. Penggunaan impact wrench secara langsung tanpa pengaturan torsi yang tepat berisiko membuat kekencangan baut tidak seragam.
Selain faktor pemasangan roda, penyebab lain brake disc melengkung antara lain:
- Overheating akibat penggunaan rem secara berlebihan saat turunan panjang.
- Kaliper rem macet sehingga kampas terus bergesekan dengan disc.
- Kualitas material brake disc yang kurang baik.
- Ketebalan brake disc yang tidak seragam akibat cacat produksi.
Semakin tinggi suhu kerja yang diterima piringan rem, semakin besar pula risiko terjadinya perubahan bentuk dan timbulnya getaran saat pengereman.
FAQ
Apakah rem bergetar saat mengerem selalu disebabkan brake disc?
Tidak selalu. Selain brake disc yang oleng, masalah juga bisa berasal dari bearing roda, hub roda, axle shaft bengkok, tromol rem yang tidak rata, atau komponen suspensi yang mengalami keausan.
Apakah aman tetap menggunakan mobil yang remnya bergetar?
Mobil masih dapat digunakan dalam kondisi tertentu, tetapi sebaiknya segera diperiksa. Getaran saat pengereman dapat mengurangi kenyamanan dan efektivitas pengereman sehingga berpotensi membahayakan keselamatan.
Kapan brake disc harus diganti dan bukan dibubut?
Brake disc sebaiknya diganti jika ketebalannya sudah di bawah spesifikasi minimum, memiliki retakan, mengalami overheating parah, atau keolengannya terlalu besar untuk diperbaiki dengan pembubutan.
Apakah pengencangan baut roda dapat menyebabkan brake disc bengkok?
Ya. Baut roda yang dikencangkan terlalu kuat atau tidak merata dapat menyebabkan tekanan tidak seimbang pada brake disc sehingga memicu keolengan.
Berapa keolengan maksimal brake disc yang masih diperbolehkan?
Pada sebagian besar kendaraan penumpang, batas keolengan biasanya sekitar 0,05 mm. Namun spesifikasi pasti dapat berbeda tergantung merek dan model kendaraan.
Kesimpulan
Getaran pada pedal rem dan setir saat pengereman normal, terutama pada kecepatan di atas 60 km/jam, umumnya menandakan adanya masalah pada sistem pengereman. Penyebab yang paling sering ditemukan adalah brake disc yang tidak rata atau mengalami keolengan, meskipun bearing roda, tromol rem, dan komponen kaki-kaki lainnya juga dapat menjadi sumber masalah.
Pemeriksaan sejak dini sangat penting untuk mencegah kerusakan yang lebih parah sekaligus menjaga performa pengereman tetap optimal. Jika mulai muncul gejala getaran saat mengerem, sebaiknya segera lakukan inspeksi menyeluruh di bengkel terpercaya agar penyebabnya dapat diketahui dengan tepat.
Montirpro Auto Care
Perawatan Mobil Berkualitas untuk Performa Maksimal.
Didukung teknisi berpengalaman dengan layanan profesional dan terpercaya.
🌐 Montirpro.com
📞 0811-1857-333

Gabung dalam percakapan