Bengkel Mobil Profesional MontirPro Auto Care

Servis, Perawatan dan Perbaikan Mobil Modern Dengan Teknologi Terkini.

Layanan Bengkel

Diagnosa Scanner

Pemeriksaan kendaraan menggunakan alat modern.

Servis Berkala

Perawatan sesuai standar pabrikan.

Tune Up

Menjaga performa mesin tetap optimal.

AC Mobil

Perawatan dan perbaikan AC kendaraan.

Overhaul Mesin

Perbaikan menyeluruh mesin kendaraan.

Fleet Service

Memastikan armada anda selalu dalam kondisi Prima

Artikel Terbaru Montirpro

Video Terbaru MontirPro Indonesia

Subscribe Channel

Testimoni Pelanggan

⭐⭐⭐⭐⭐

Pelayanan cepat dan profesional.

⭐⭐⭐⭐⭐

Harga transparan dan memuaskan.

⭐⭐⭐⭐⭐

Mekanik berpengalaman dan ramah.

Mobil Bermasalah?

Konsultasikan Sekarang Dengan Tim MontirPro.

Booking Via WhatsApp
💬

Cara Menyimpan Mobil Listrik dalam Waktu Lama agar Baterai Tetap Awet dan Performa Tidak Menurun

Pelajari cara menyimpan mobil listrik dalam waktu lama agar baterai tetap sehat, aman, dan performanya tetap optimal saat digunakan kembali.

Baca Juga

 Mobil listrik semakin banyak digunakan di Indonesia. Bukan hanya sebagai kendaraan harian, tetapi juga sebagai kendaraan operasional perusahaan, armada rental, kendaraan koleksi, hingga mobil yang hanya dipakai saat akhir pekan.

Tidak sedikit pemilik kendaraan listrik yang harus meninggalkan mobilnya selama beberapa minggu, bahkan berbulan-bulan. Alasannya beragam, mulai dari perjalanan dinas ke luar negeri, pekerjaan di luar kota, kendaraan cadangan yang jarang digunakan, hingga armada perusahaan yang sedang tidak beroperasi.

Pertanyaannya, apakah mobil listrik aman jika dibiarkan dalam waktu lama?

Jawabannya adalah aman, tetapi ada syarat yang harus dipenuhi. Berbeda dengan mobil bermesin bensin atau diesel yang lebih banyak menghadapi masalah pada aki, oli, dan bahan bakar, mobil listrik memiliki komponen utama berupa baterai tegangan tinggi (High Voltage Battery) yang membutuhkan perlakuan khusus selama masa penyimpanan.

Kesalahan sederhana seperti menyimpan mobil dalam kondisi baterai penuh 100%, membiarkan baterai benar-benar habis, atau memarkir kendaraan di tempat yang terlalu panas dapat mempercepat penurunan kesehatan baterai (State of Health/SOH). Dampaknya tidak langsung terasa, tetapi dalam jangka panjang dapat mengurangi jarak tempuh, menurunkan performa, hingga mempercepat biaya penggantian baterai yang nilainya mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

Di MontirPro Indonesia, kami sering menerima pertanyaan dari pemilik kendaraan listrik mengenai cara penyimpanan yang benar. Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar masalah sebenarnya bukan disebabkan oleh kendaraan yang tidak digunakan, melainkan karena prosedur penyimpanannya yang kurang tepat.

Artikel ini akan membahas secara lengkap bagaimana menyimpan mobil listrik dalam waktu lama sesuai praktik terbaik industri otomotif, sehingga kendaraan tetap siap digunakan kapan saja tanpa mengorbankan umur baterai maupun sistem kelistrikan.


Mengapa Mobil Listrik Tidak Boleh Disimpan Sembarangan?

Jika mobil konvensional memiliki mesin pembakaran internal sebagai komponen utama, mobil listrik bergantung pada sistem baterai bertegangan tinggi yang dikendalikan oleh Battery Management System (BMS).

BMS bekerja mengawasi berbagai parameter penting seperti:

  • Tegangan setiap sel baterai

  • Suhu baterai

  • Arus pengisian dan pengosongan

  • Keseimbangan antar sel (cell balancing)

  • Status pengisian (State of Charge/SOC)

  • Kesehatan baterai (State of Health/SOH)

Walaupun kendaraan sedang diparkir, BMS tetap melakukan proses pemantauan. Sistem keamanan, modul telematika, alarm, hingga beberapa sensor juga masih mengonsumsi daya dalam jumlah kecil yang dikenal sebagai parasitic drain atau konsumsi daya saat kendaraan tidak digunakan.

Artinya, baterai mobil listrik tidak benar-benar "diam". Energi tetap berkurang sedikit demi sedikit.

Karena itulah penyimpanan kendaraan listrik memiliki prosedur berbeda dibanding kendaraan berbahan bakar minyak.


Perbedaan Mobil Listrik dan Mobil Konvensional Saat Disimpan

Mobil ListrikMobil Bensin/Diesel
Tidak ada oli mesin yang harus bersirkulasiOli dapat mengendap
Tidak ada bensin yang basiBBM dapat menurun kualitasnya
Fokus utama pada baterai HVFokus utama pada aki 12 Volt
Tidak perlu dipanaskan setiap hariKadang disarankan dinyalakan berkala
Sistem elektronik tetap aktifKonsumsi listrik relatif kecil

Perbedaan inilah yang membuat banyak kebiasaan lama dari pengguna mobil konvensional tidak lagi relevan ketika beralih ke kendaraan listrik.


Apa yang Terjadi Jika Mobil Listrik Terlalu Lama Tidak Digunakan?

Banyak orang mengira bahwa tidak menggunakan kendaraan berarti tidak ada komponen yang mengalami keausan. Pada kenyataannya, beberapa bagian tetap mengalami perubahan selama masa penyimpanan.

1. Kapasitas baterai perlahan berkurang

Semua baterai lithium-ion mengalami self-discharge, yaitu pengurangan energi secara alami.

Selain itu terdapat konsumsi listrik dari:

  • Alarm kendaraan

  • Modul komunikasi

  • GPS

  • Sistem keamanan

  • Battery Management System

  • ECU

Penurunan kapasitas ini memang lambat, tetapi akan terus berlangsung.


2. Aki 12 Volt dapat habis lebih dahulu

Banyak pemilik mobil listrik justru terkejut ketika kendaraan tidak dapat dinyalakan meskipun baterai utama masih penuh.

Penyebabnya adalah aki 12 Volt mengalami penurunan tegangan.

Pada hampir semua mobil listrik, aki 12 Volt masih digunakan untuk:

  • Membuka central lock

  • Menyalakan komputer kendaraan

  • Mengaktifkan relay baterai HV

  • Sistem lampu

  • Infotainment

  • Alarm

Jika aki 12 Volt habis, kendaraan dapat terlihat "mati total", padahal baterai utama masih memiliki energi yang cukup.


3. Tekanan ban menurun

Udara di dalam ban perlahan keluar melalui pori-pori karet.

Mobil yang terlalu lama diam berpotensi mengalami:

  • Flat spot

  • Getaran saat digunakan kembali

  • Keausan tidak merata

Semakin berat kendaraan, semakin besar risiko tersebut.

Mobil listrik umumnya memiliki bobot lebih tinggi dibanding mobil bensin karena membawa paket baterai yang besar.


4. Rem dapat berkarat

Piringan rem (disc brake) terbuat dari baja.

Ketika mobil lama diparkir, terutama di daerah lembap, permukaan cakram akan mengalami oksidasi.

Karat ringan biasanya akan hilang setelah beberapa kali pengereman.

Namun apabila kendaraan disimpan terlalu lama di lingkungan yang lembap, karat dapat menjadi lebih serius.


5. Karet dan seal mengalami penuaan

Seal pintu, wiper, serta berbagai komponen berbahan karet tetap mengalami proses penuaan akibat:

  • Paparan sinar UV

  • Perubahan suhu

  • Kelembapan

  • Ozon

Karena itu lokasi penyimpanan sangat menentukan kondisi kendaraan.


Berapa Lama Mobil Listrik Bisa Didiamkan?

Jawabannya bergantung pada jenis kendaraan, kapasitas baterai, kondisi aki 12 Volt, serta rekomendasi pabrikan.

Secara umum:

Lama PenyimpananKondisi
1–2 mingguAman tanpa perlakuan khusus
1 bulanDisarankan mengecek SOC
2–3 bulanMulai perlu perhatian terhadap baterai dan aki 12 Volt
3–6 bulanPerlu prosedur penyimpanan yang benar
Lebih dari 6 bulanSebaiknya mengikuti panduan penyimpanan jangka panjang dari pabrikan dan melakukan pemeriksaan berkala

Apabila kendaraan memiliki fitur pemantauan melalui aplikasi, pemilik dapat memeriksa kondisi baterai tanpa harus datang langsung ke lokasi penyimpanan.


Persiapan Sebelum Menyimpan Mobil Listrik

Persiapan yang benar justru menjadi faktor paling penting dalam menjaga kondisi kendaraan.

Bersihkan kendaraan terlebih dahulu

Debu, lumpur, kotoran burung, garam jalan, maupun getah pohon dapat merusak lapisan cat apabila dibiarkan terlalu lama.

Idealnya lakukan:

  • Cuci bodi kendaraan.

  • Bersihkan kolong bila sering melewati jalan basah.

  • Keringkan kendaraan secara menyeluruh.

  • Bersihkan kabin dari sisa makanan dan sampah.

Langkah sederhana ini membantu mencegah korosi, jamur, dan bau tidak sedap selama masa penyimpanan.

Periksa tekanan ban

Sesuaikan tekanan ban dengan rekomendasi pabrikan. Pada penyimpanan beberapa bulan, tekanan ban yang tepat membantu mengurangi risiko flat spot akibat kendaraan terus bertumpu pada titik yang sama.

Pilih lokasi parkir yang sesuai

Lingkungan penyimpanan berpengaruh besar terhadap umur komponen kendaraan listrik.

Tempat yang ideal memiliki karakteristik berikut:

  • Beratap dan terlindung dari sinar matahari langsung.

  • Memiliki ventilasi udara yang baik.

  • Tidak lembap.

  • Terhindar dari banjir.

  • Bebas dari paparan bahan kimia korosif.

  • Aman dari gangguan hewan pengerat.

Suhu yang terlalu tinggi mempercepat degradasi baterai lithium-ion. Sebaliknya, lingkungan yang stabil akan membantu menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang.

Pastikan pembaruan sistem telah selesai

Apabila kendaraan memiliki pembaruan perangkat lunak (software update) yang direkomendasikan pabrikan, sebaiknya lakukan sebelum kendaraan disimpan dalam waktu lama. Pembaruan tersebut sering kali membawa peningkatan pada sistem manajemen baterai, efisiensi energi, hingga fitur keamanan kendaraan.

Dokumentasikan kondisi kendaraan

Sebelum meninggalkan mobil dalam jangka panjang, dokumentasikan kondisi kendaraan melalui foto atau video. Catat juga nilai odometer, persentase baterai, serta tekanan ban. Dokumentasi ini memudahkan pemeriksaan ketika kendaraan akan digunakan kembali dan membantu mendeteksi perubahan yang mungkin terjadi selama masa penyimpanan.


Cara Menyimpan Mobil Listrik yang Benar

Setelah kendaraan dibersihkan dan lokasi penyimpanan dipastikan aman, langkah berikutnya adalah menjaga kondisi sistem kelistrikan dan baterai tegangan tinggi. Inilah bagian yang paling menentukan apakah mobil listrik akan tetap prima setelah berbulan-bulan tidak digunakan.

Atur Persentase Baterai (State of Charge) pada Level Ideal

Kesalahan paling sering dilakukan adalah menyimpan mobil dalam kondisi baterai 100% penuh atau justru hampir 0%.

Kedua kondisi tersebut sama-sama tidak ideal.

Baterai lithium-ion bekerja paling stabil ketika berada pada tingkat pengisian menengah. Dalam kondisi penuh, tegangan setiap sel lebih tinggi sehingga mempercepat proses penuaan kimia baterai. Sebaliknya, baterai yang terlalu kosong berisiko mengalami over-discharge, yaitu tegangan turun melewati batas aman yang dapat menyebabkan kerusakan permanen.

Sebagai panduan umum:

Lama PenyimpananPersentase Baterai yang Disarankan
Hingga 1 bulan60–80%
1–3 bulan50–70%
Lebih dari 3 bulan40–60% dengan pemeriksaan berkala

Rentang tersebut merupakan praktik terbaik yang juga banyak direkomendasikan oleh produsen baterai lithium-ion karena membantu memperlambat degradasi sel.


Apakah Charger Perlu Tetap Terpasang?

Jawabannya bergantung pada desain kendaraan dan rekomendasi pabrikan.

Sebagian mobil listrik modern memiliki fitur Battery Maintenance Mode atau Storage Mode yang secara otomatis menjaga level baterai tetap ideal saat charger terhubung.

Namun tidak semua kendaraan memiliki sistem tersebut.

Jika kendaraan Anda tidak memiliki fitur tersebut, sebaiknya jangan membiarkan baterai berada di angka 100% terus-menerus selama berminggu-minggu.

Cara yang lebih aman adalah:

  • Isi baterai hingga kisaran yang direkomendasikan.

  • Lepaskan charger.

  • Periksa kembali kapasitas baterai setiap beberapa minggu.

  • Lakukan pengisian ulang bila kapasitas turun mendekati batas minimum yang direkomendasikan.

Selalu ikuti buku panduan kendaraan karena setiap produsen memiliki strategi manajemen baterai yang berbeda.


Perhatikan Kondisi Aki 12 Volt

Meskipun mobil menggunakan baterai tegangan tinggi sebagai sumber tenaga utama, hampir semua kendaraan listrik tetap mengandalkan aki 12 volt untuk menghidupkan sistem elektronik.

Selama kendaraan disimpan, aki inilah yang paling sering menjadi sumber masalah.

Jika kendaraan akan diparkir dalam waktu yang sangat lama, lakukan pemeriksaan tegangan aki secara berkala. Pada beberapa model kendaraan, pengisian aki 12 volt dilakukan secara otomatis dari baterai utama. Namun pada model lain, proses tersebut hanya berlangsung ketika kendaraan berada dalam mode tertentu.

Karena itu, memahami karakteristik kendaraan masing-masing sangat penting.


Jangan Aktifkan Kendaraan Hanya Beberapa Menit

Kebiasaan menyalakan kendaraan selama lima atau sepuluh menit tanpa digunakan sebenarnya tidak memberikan manfaat yang berarti.

Pada mobil listrik, lebih baik kendaraan dijalankan sesekali sehingga:

  • Sistem pendingin baterai bekerja normal.

  • Rem digunakan sehingga mengurangi karat.

  • Ban berubah posisi sehingga mengurangi flat spot.

  • Sistem kelistrikan melakukan siklus kerja secara normal.

Apabila memungkinkan, gunakan kendaraan sekitar 15–30 menit setiap beberapa minggu.


Hindari Lokasi dengan Suhu Ekstrem

Suhu merupakan musuh utama baterai lithium-ion.

Paparan panas yang tinggi dalam waktu lama akan mempercepat penurunan kapasitas baterai.

Idealnya kendaraan disimpan pada suhu yang relatif stabil, terlindung dari sinar matahari langsung, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.

Jika menggunakan garasi tertutup, pastikan ruangan tidak terlalu lembap dan memiliki ventilasi yang memadai.


Hal yang Harus Dihindari Saat Menyimpan Mobil Listrik

Beberapa kebiasaan berikut sering dilakukan tanpa disadari dan justru dapat memperpendek umur komponen kendaraan.

Menyimpan Baterai dalam Kondisi Penuh

Banyak pemilik berpikir bahwa baterai penuh berarti lebih aman.

Faktanya, baterai lithium-ion justru mengalami tekanan kimia yang lebih tinggi ketika berada di level pengisian maksimum dalam waktu lama.

Membiarkan Baterai Kosong Total

Baterai yang benar-benar habis dapat mengalami penurunan tegangan hingga melewati batas aman. Jika hal ini terjadi, proses pengisian ulang bisa menjadi lebih sulit bahkan memerlukan penanganan khusus di bengkel resmi.

Membiarkan Tekanan Ban Terlalu Rendah

Mobil listrik memiliki bobot yang lebih besar dibanding mobil konvensional.

Tekanan ban yang kurang selama masa penyimpanan meningkatkan risiko deformasi ban dan menimbulkan getaran saat kendaraan kembali digunakan.

Menyimpan Kendaraan di Area Terbuka

Paparan sinar matahari, hujan, embun, debu, dan perubahan suhu yang ekstrem akan mempercepat penuaan berbagai komponen, mulai dari cat, karet, hingga baterai.


Tips Menyimpan Mobil Listrik Lebih dari Enam Bulan

Jika kendaraan akan disimpan dalam jangka waktu yang sangat panjang, lakukan pemeriksaan berkala setiap satu hingga dua bulan.

Beberapa hal yang perlu diperiksa meliputi:

  • Persentase baterai utama.

  • Tegangan aki 12 volt.

  • Tekanan ban.

  • Kondisi rem.

  • Kebersihan ruang penyimpanan.

  • Adanya tanda-tanda kebocoran atau gangguan hewan pengerat.

Bila memungkinkan, jalankan kendaraan beberapa kilometer agar seluruh sistem mekanis dan elektronik tetap bekerja secara normal.


Perbedaan Penyimpanan Mobil Listrik Murni, Hybrid, dan Plug-in Hybrid

Walaupun sama-sama menggunakan baterai, prosedur penyimpanan ketiga jenis kendaraan ini tidak sepenuhnya sama.

Battery Electric Vehicle (BEV)

Mobil listrik murni hanya mengandalkan motor listrik sebagai penggerak.

Perhatian utama berada pada:

  • State of Charge baterai.

  • Aki 12 volt.

  • Suhu penyimpanan.

  • Sistem pendingin baterai.

Hybrid Electric Vehicle (HEV)

Selain memperhatikan baterai hybrid, pemilik juga perlu memikirkan kondisi mesin bensin.

Bahan bakar yang terlalu lama tersimpan dapat mengalami penurunan kualitas. Oli mesin juga tetap memiliki umur pakai meskipun kendaraan jarang digunakan.

Plug-in Hybrid (PHEV)

PHEV merupakan kombinasi keduanya.

Artinya, prosedur penyimpanannya harus memperhatikan:

  • Mesin pembakaran.

  • Sistem bahan bakar.

  • Oli mesin.

  • Baterai tegangan tinggi.

  • Aki 12 volt.


Kesalahan yang Paling Sering Dilakukan Pemilik Mobil Listrik

Berdasarkan pengalaman di lapangan, beberapa kesalahan berikut paling sering ditemui:

  1. Menyimpan kendaraan dengan baterai 100%.

  2. Membiarkan baterai habis total.

  3. Tidak pernah memeriksa aki 12 volt.

  4. Memarkir kendaraan di bawah sinar matahari langsung selama berbulan-bulan.

  5. Tidak mengecek tekanan ban.

  6. Tidak membersihkan kendaraan sebelum disimpan.

  7. Mengabaikan pembaruan perangkat lunak kendaraan.

  8. Tidak membaca panduan penyimpanan dari pabrikan.

Kesalahan-kesalahan tersebut memang terlihat sederhana, tetapi dalam jangka panjang dapat memengaruhi umur komponen dan meningkatkan biaya perawatan.


FAQ

Apakah mobil listrik boleh tidak digunakan selama satu bulan?

Boleh. Pastikan baterai berada pada kisaran 50–80% dan kendaraan disimpan di tempat yang teduh serta aman.

Apakah baterai mobil listrik akan habis sendiri?

Ya. Semua baterai mengalami self-discharge dan kendaraan juga memiliki konsumsi daya kecil untuk sistem elektronik.

Apakah mobil listrik harus dipanaskan seperti mobil bensin?

Tidak. Mobil listrik tidak memerlukan proses pemanasan mesin sebelum digunakan.

Apakah aman meninggalkan charger tetap terpasang?

Tergantung desain kendaraan. Ikuti rekomendasi pabrikan karena beberapa model memiliki fitur pengelolaan pengisian otomatis, sementara model lain tidak.

Apakah mobil listrik yang lama disimpan perlu diservis?

Sebaiknya dilakukan pemeriksaan umum sebelum kembali digunakan, terutama kondisi baterai, aki 12 volt, rem, ban, sistem pendingin, dan pembaruan perangkat lunak.


Menyimpan mobil listrik dalam waktu lama bukan sekadar memarkir kendaraan di garasi. Kondisi baterai, aki 12 volt, tekanan ban, suhu lingkungan, dan prosedur penyimpanan memiliki pengaruh besar terhadap performa kendaraan saat digunakan kembali.

Dengan menjaga State of Charge pada kisaran yang ideal, memilih lokasi penyimpanan yang tepat, melakukan pemeriksaan berkala, dan mengikuti rekomendasi pabrikan, umur baterai dapat dipertahankan lebih lama serta risiko kerusakan dapat diminimalkan.

Perawatan sederhana yang dilakukan hari ini dapat menghemat biaya perbaikan yang jauh lebih besar di masa mendatang.


MontirPro Indonesia untuk Masa Depan Kendaraan Listrik

Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru dalam dunia otomotif. Dibutuhkan teknisi yang kompeten, peralatan yang sesuai standar, serta pemahaman mendalam mengenai sistem baterai, motor listrik, dan teknologi kendaraan modern.

MontirPro Indonesia berkomitmen menjadi mitra terpercaya bagi pemilik mobil listrik, perusahaan, armada fleet, institusi pendidikan, dan pelaku industri otomotif melalui layanan inspeksi, perawatan, konsultasi teknis, serta pengembangan kompetensi teknisi kendaraan listrik.

Apabila Anda membutuhkan pemeriksaan kesehatan baterai (battery health check), konsultasi perawatan kendaraan listrik, pelatihan teknisi EV, atau solusi perawatan armada kendaraan listrik, tim kami siap membantu dengan pendekatan profesional dan berbasis praktik lapangan.

🌐 www.montirpro.com

📞 0811-1857-333



Gabung dalam percakapan