Harga Oli Shell Helix Terbaru 2026: Daftar Harga, Jenis, Spesifikasi, dan Mobil yang Cocok Menggunakannya
Baca Juga
Mobil Terasa Lebih Kasar? Bisa Jadi Bukan Mesinnya yang Bermasalah
Di bengkel, kami cukup sering menerima pelanggan yang mengeluhkan suara mesin mulai kasar, tarikan terasa berat, atau konsumsi BBM sedikit lebih boros. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata penyebabnya bukan karena kerusakan komponen mesin, melainkan oli mesin yang sudah menurun kualitasnya atau penggunaan spesifikasi oli yang kurang sesuai.
Kesalahan memilih oli memang sering dianggap sepele. Padahal, oli berfungsi sebagai pelumas, pendingin, pembersih, sekaligus pelindung komponen internal mesin. Menggunakan spesifikasi yang tidak sesuai dapat mempercepat keausan, meningkatkan endapan karbon, hingga membuat performa mesin menurun.
Melalui artikel ini, kami akan membahas secara lengkap mengenai:
Harga oli Shell Helix terbaru.
Jenis-jenis Shell Helix.
Spesifikasi SAE, API, dan ACEA.
Perbedaan masing-masing produk.
Daftar mobil yang cocok menggunakan Shell Helix.
Jika Anda sedang mencari estimasi biaya servis berkala, informasi tersebut juga dapat ditemukan pada servis 10.000 km Toyota Avanza (https://www.montirpro.com/2026/07/biaya-servis-10000-km-toyota-avanza.html), karena penggantian oli mesin selalu menjadi pekerjaan utama pada interval tersebut.
Daftar Harga Oli Shell Helix Terbaru 2026
Harga berikut merupakan kisaran harga eceran di marketplace, toko oli resmi, maupun bengkel. Nilainya dapat berbeda tergantung wilayah dan promo yang sedang berlangsung.
| Produk Shell Helix | SAE | Kapasitas | Estimasi Harga |
|---|---|---|---|
| Shell Helix HX5 | 15W-40 | 4 Liter | Rp260.000–330.000 |
| Shell Helix HX6 | 10W-40 | 4 Liter | Rp350.000–430.000 |
| Shell Helix HX7 | 10W-40 | 4 Liter | Rp420.000–550.000 |
| Shell Helix Ultra | 5W-40 | 4 Liter | Rp700.000–900.000 |
| Shell Helix Ultra ECT C3 | 5W-30 | 4 Liter | Rp850.000–1.050.000 |
| Shell Helix Ultra Professional AV-L | 0W-30 | 4 Liter | Rp950.000–1.300.000 |
| Shell Helix Ultra Racing | 10W-60 | 4 Liter | Rp1.300.000–1.700.000 |
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung lokasi, distributor, serta promo yang berlaku.
Mengenal Jenis Oli Shell Helix
1. Shell Helix HX5
HX5 merupakan oli mineral yang ditujukan untuk kendaraan dengan usia pakai cukup lama atau mesin yang masih menggunakan spesifikasi oli konvensional.
Cocok untuk
Toyota Kijang Kapsul
Toyota Soluna
Daihatsu Zebra
Suzuki Carry
Mitsubishi L300 bensin
Nissan Grand Livina generasi awal (sesuai rekomendasi viskositas)
Kelebihan
Harga ekonomis.
Cocok untuk kendaraan harian.
Melindungi mesin dari keausan dasar.
2. Shell Helix HX6
HX6 menggunakan teknologi Synthetic Blend (semi sintetis).
Produk ini menjadi pilihan yang cukup populer di bengkel karena memberikan perlindungan lebih baik dibanding oli mineral dengan harga yang masih terjangkau.
Cocok untuk
Toyota Avanza
Daihatsu Xenia
Toyota Rush
Daihatsu Terios
Suzuki Ertiga
Mitsubishi Xpander generasi awal (sesuai spesifikasi pabrikan)
3. Shell Helix HX7
HX7 merupakan salah satu produk Shell yang paling banyak digunakan untuk mobil Jepang.
Dari pengalaman kami di bengkel, HX7 cocok digunakan pada kendaraan yang digunakan setiap hari dengan kondisi lalu lintas padat karena mampu menjaga kebersihan mesin lebih baik dibanding oli semi sintetis biasa.
Direkomendasikan untuk
Toyota Avanza
Toyota Veloz
Toyota Yaris
Honda Mobilio
Honda BR-V
Suzuki XL7
Nissan Livina
Apabila kendaraan Anda memasuki jadwal penggantian oli rutin, estimasi biayanya dapat dilihat pada biaya ganti oli Toyota Rush (https://www.montirpro.com/2026/07/biaya-ganti-oli-toyota-rush.html).
4. Shell Helix Ultra
Shell Helix Ultra merupakan oli Full Synthetic yang dibuat menggunakan PurePlus Technology, yaitu base oil yang berasal dari gas alam sehingga memiliki tingkat kemurnian sangat tinggi.
Keunggulan utamanya:
Perlindungan maksimal terhadap keausan.
Mesin lebih bersih.
Stabil pada temperatur tinggi.
Interval penggantian lebih panjang sesuai rekomendasi pabrikan.
Banyak digunakan pada
Toyota Camry
Toyota Corolla Cross
Toyota Innova Zenix
Honda CR-V Turbo
Honda Civic Turbo
Mazda CX-5
Hyundai Tucson
Hyundai Santa Fe
Wuling Almaz Turbo
Untuk kendaraan seperti Innova Zenix yang menggunakan mesin modern, interval servis juga mencakup pemeriksaan filter dan fluida lain sebagaimana dijelaskan pada servis berkala Innova Zenix 10.000 km (https://www.montirpro.com/2026/07/biaya-servis-10000-km-toyota-innova-zenix.html).
5. Shell Helix Ultra ECT
ECT merupakan singkatan dari Emission Compatible Technology.
Produk ini dirancang khusus untuk kendaraan yang telah menggunakan:
Catalytic Converter modern.
Diesel Particulate Filter (DPF).
Gasoline Particulate Filter (GPF).
Umumnya digunakan pada:
BMW
Mercedes-Benz
Volkswagen
Audi
Porsche tertentu
Beberapa mobil diesel Euro 5 dan Euro 6
6. Shell Helix Ultra Professional
Varian ini dibuat mengikuti kebutuhan OEM tertentu.
Contohnya:
Volkswagen
BMW
Mercedes-Benz
Jaguar Land Rover
Setiap produk memiliki persetujuan (Approval) berbeda sesuai standar pabrikan.
7. Shell Helix Ultra Racing
Merupakan oli performa tinggi dengan viskositas 10W-60.
Lebih banyak digunakan pada:
Mobil performa tinggi.
Kendaraan yang sering digunakan di sirkuit.
Mesin dengan temperatur kerja sangat tinggi.
Tidak direkomendasikan untuk mobil harian yang mensyaratkan oli encer seperti 0W-20 atau 5W-30.
Arti Kode SAE pada Oli Shell Helix
| SAE | Karakteristik | Cocok Untuk |
|---|---|---|
| 0W-20 | Sangat encer | Hybrid dan mesin modern |
| 0W-30 | Efisiensi tinggi | Mobil Eropa terbaru |
| 5W-30 | Hemat BBM | Mobil Jepang modern |
| 5W-40 | Perlindungan maksimal | Turbo dan SUV |
| 10W-40 | Mesin harian | Mobil usia menengah |
| 15W-40 | Mesin lama | Kendaraan dengan jarak tempuh tinggi |
Spesifikasi API Shell Helix
| API Service | Keterangan |
|---|---|
| API SN | Mesin bensin modern |
| API SP | Perlindungan terhadap LSPI dan turbo |
| API CF | Mesin diesel ringan |
| API CK-4 | Mesin diesel modern tertentu |
Mobil yang Cocok Menggunakan Shell Helix
| Merek | Produk Shell Helix yang Umum Digunakan* |
|---|---|
| Toyota | HX7, Ultra |
| Honda | HX7, Ultra |
| Daihatsu | HX6, HX7 |
| Suzuki | HX6, HX7 |
| Mitsubishi | HX7, Ultra |
| Nissan | HX7, Ultra |
| Hyundai | Ultra |
| Kia | Ultra |
| Mazda | Ultra |
| Wuling | Ultra |
| BMW | Ultra ECT |
| Mercedes-Benz | Ultra ECT |
| Audi | Ultra Professional |
| Volkswagen | Ultra Professional |
*Selalu sesuaikan dengan spesifikasi SAE, API, ACEA, dan persetujuan pabrikan yang tercantum pada buku manual kendaraan.
Estimasi Biaya Ganti Oli Shell Helix di Bengkel
Biaya penggantian oli Shell Helix tidak hanya dipengaruhi oleh harga oli, tetapi juga kapasitas oli mesin, jenis filter oli, serta biaya jasa di masing-masing bengkel. Dari pengalaman kami menangani berbagai mobil Jepang, Korea, hingga Eropa, selisih biaya antar bengkel biasanya disebabkan oleh penggunaan filter oli original, jasa inspeksi tambahan, atau paket servis berkala.
Berikut kisaran biaya yang dapat dijadikan acuan.
Estimasi Biaya Ganti Oli Shell Helix
| Komponen | Estimasi Harga |
|---|---|
| Oli Shell Helix HX5 (4 L) | Rp260.000–330.000 |
| Oli Shell Helix HX6 (4 L) | Rp350.000–430.000 |
| Oli Shell Helix HX7 (4 L) | Rp420.000–550.000 |
| Oli Shell Helix Ultra (4 L) | Rp700.000–900.000 |
| Filter Oli Original | Rp50.000–250.000 |
| Ring Baut Tap Oli | Rp5.000–20.000 |
| Ongkos Ganti Oli | Rp50.000–150.000 |
| Pemeriksaan 20–30 titik kendaraan | Gratis–Rp100.000 |
| Total Estimasi | Rp365.000–1.420.000 |
Catatan:
Harga dapat berbeda tergantung kota, jenis kendaraan, kapasitas oli mesin, dan kebijakan masing-masing bengkel.
Kendaraan premium atau Eropa umumnya membutuhkan oli lebih banyak (5–9 liter), sehingga total biaya menjadi lebih tinggi.
Fungsi Oli Mesin Shell Helix
Masih banyak pemilik mobil yang menganggap oli hanya berfungsi sebagai pelumas. Padahal, pada mesin modern, oli memiliki tugas yang jauh lebih kompleks.
1. Mengurangi Gesekan Antar Komponen
Saat mesin hidup, piston, crankshaft, connecting rod, dan camshaft bergerak ribuan kali setiap menit. Tanpa lapisan oli, logam akan bergesekan secara langsung sehingga mempercepat keausan.
Shell Helix membentuk lapisan pelindung yang menjaga gesekan tetap minimum meskipun mesin bekerja pada putaran tinggi.
2. Membantu Mendinginkan Mesin
Sekitar 30–40% panas mesin dibawa oleh oli menuju bak oli (oil pan), kemudian dilepas ke udara atau oil cooler.
Karena itu, kualitas oli sangat memengaruhi kestabilan temperatur mesin.
Jika mobil sering mengalami temperatur tinggi, pemeriksaan sistem pendingin juga penting. Kondisi tersebut sering berkaitan dengan biaya servis radiator mobil (https://www.montirpro.com/2026/07/biaya-servis-radiator-mobil.html) agar performa pendinginan tetap optimal.
3. Membersihkan Endapan Kotoran
Selama proses pembakaran akan terbentuk:
karbon
sludge
varnish
partikel logam halus
Additive detergent dan dispersant pada Shell Helix membantu menjaga kotoran tetap melayang di dalam oli hingga akhirnya tertahan oleh filter oli.
4. Melindungi Mesin dari Korosi
Kondensasi air dan sisa pembakaran dapat menghasilkan senyawa asam yang memicu korosi.
Additive anti-karat pada oli membantu melindungi komponen seperti:
crankshaft
camshaft
rocker arm
bearing
piston ring
5. Membantu Menutup Celah Piston Ring
Lapisan oli membantu menjaga kompresi tetap optimal sehingga:
tenaga mesin lebih baik
konsumsi BBM lebih efisien
oli tidak mudah masuk ke ruang bakar
6. Mendukung Kerja Variable Valve Timing (VVT)
Mobil modern menggunakan sistem seperti:
Toyota VVT-i
Honda i-VTEC
Mitsubishi MIVEC
Hyundai CVVT
Nissan CVTC
Seluruh sistem tersebut memanfaatkan tekanan oli untuk mengatur waktu buka-tutup katup.
Jika kualitas oli menurun, respon VVT bisa melambat sehingga tenaga mesin terasa berkurang.
Gejala Oli Mesin Sudah Harus Diganti
Berikut tanda-tanda yang paling sering kami temui di bengkel.
| Gejala | Penyebab |
|---|---|
| Mesin lebih kasar | Viskositas oli menurun |
| Tarikan terasa berat | Pelumasan berkurang |
| Konsumsi BBM meningkat | Gesekan mesin bertambah |
| Suara mesin lebih bising | Lapisan pelumas menipis |
| Lampu indikator oli menyala | Tekanan oli rendah |
| Mesin cepat panas | Kemampuan pendinginan menurun |
| Warna oli sangat hitam dan kental | Oli sudah jenuh oleh kotoran |
| Timbul sludge saat tutup oli dibuka | Interval ganti oli terlalu lama |
Pada kendaraan dengan turbocharger, gejala di atas sebaiknya tidak diabaikan karena turbo sangat bergantung pada suplai oli yang bersih. Pemeriksaan sejak dini biasanya jauh lebih murah dibanding harus melakukan perbaikan turbocharger mobil (https://www.montirpro.com/2026/07/biaya-servis-turbocharger-mobil.html).
Penyebab Oli Mesin Cepat Rusak
Berdasarkan pengalaman menangani kendaraan pelanggan setiap hari, penyebab paling umum bukanlah kualitas oli, melainkan pola penggunaan mobil.
Terlambat Ganti Oli
Ini merupakan penyebab nomor satu.
Banyak pemilik mobil menunda penggantian hingga dua atau tiga kali lipat dari interval yang direkomendasikan.
Akibatnya:
additive habis
viskositas turun
sludge mulai terbentuk
Sering Terjebak Kemacetan
Walaupun jarak tempuh sedikit, jam kerja mesin tetap tinggi.
Kondisi stop and go membuat oli bekerja lebih berat dibanding perjalanan luar kota.
Mesin Sering Overheat
Temperatur tinggi mempercepat oksidasi oli.
Akibatnya oli:
mengental
berubah warna
kehilangan kemampuan melumasi
Jika mesin pernah mengalami panas berlebih, lakukan pemeriksaan menyeluruh karena kerusakan sering berlanjut ke komponen lain. Estimasi penanganannya dapat dilihat pada biaya turun mesin akibat overheat (https://www.montirpro.com/2026/07/biaya-turun-mesin-akibat-overheat.html).
Filter Oli Jarang Diganti
Filter yang tersumbat membuat sirkulasi oli menjadi tidak maksimal.
Kotoran dapat kembali bersirkulasi ke seluruh bagian mesin.
Menggunakan Spesifikasi Oli yang Tidak Sesuai
Contohnya:
mesin meminta 0W-20 tetapi diisi 20W-50
API lebih rendah dari rekomendasi pabrikan
oli diesel digunakan pada mesin bensin tanpa spesifikasi yang sesuai
Kesalahan spesifikasi dapat menyebabkan performa mesin menurun dan mempercepat keausan komponen.
Mobil Sering Membawa Beban Berat
Mobil yang digunakan untuk perjalanan jauh, towing, atau mengangkut muatan penuh bekerja pada temperatur oli lebih tinggi sehingga umur oli menjadi lebih pendek.
Risiko Jika Oli Tidak Segera Diganti
Menunda penggantian oli memang dapat menghemat biaya dalam jangka pendek, tetapi hampir selalu berujung pada pengeluaran yang jauh lebih besar.
Tabel Risiko Bila Tidak Diganti
| Kondisi | Risiko |
|---|---|
| Oli terlalu lama dipakai | Sludge terbentuk |
| Sludge menumpuk | Saluran oli tersumbat |
| Tekanan oli turun | Bearing cepat aus |
| Pelumasan buruk | Camshaft dan crankshaft rusak |
| Mesin overheat | Komponen internal melengkung |
| Turbo kekurangan pelumasan | Turbocharger rusak |
| Gesekan meningkat | Konsumsi BBM lebih boros |
| Keausan berlebihan | Turun mesin lebih cepat diperlukan |
Di bengkel, kami pernah menemukan kendaraan yang telat mengganti oli lebih dari 30.000 km. Saat tutup klep dibuka, hampir seluruh bagian kepala silinder dipenuhi sludge pekat. Pada kondisi seperti ini, penggantian oli saja tidak lagi cukup karena mesin memerlukan proses pembersihan menyeluruh bahkan overhaul apabila kerusakan sudah meluas.
Interval Penggantian Oli Shell Helix
| Kondisi Penggunaan | Interval Disarankan |
|---|---|
| Oli Mineral (HX5) | 5.000 km atau 6 bulan |
| Semi Synthetic (HX6) | 7.000–8.000 km |
| Semi Synthetic Premium (HX7) | 8.000–10.000 km |
| Full Synthetic (Ultra) | 10.000 km atau sesuai buku servis |
| Full Synthetic ECT | 10.000–15.000 km* |
*Tetap ikuti rekomendasi pabrikan kendaraan. Jika mobil lebih sering digunakan di kemacetan, daerah berdebu, atau membawa beban berat, interval penggantian sebaiknya dipersingkat sekitar 20–30%.
Perbandingan Oli Shell Helix Original, OEM Fill, dan Aftermarket
Saat memilih oli mesin, banyak pemilik mobil bingung dengan istilah Original, OEM, atau Aftermarket. Bahkan tidak sedikit yang mengira seluruh oli Shell Helix yang dijual memiliki kualitas yang sama. Padahal, ada perbedaan dari sisi spesifikasi, sertifikasi, hingga peruntukannya.
Sebagai mekanik, kami selalu menyarankan agar pemilihan oli tidak hanya berdasarkan harga, tetapi juga mengikuti spesifikasi yang direkomendasikan pabrikan kendaraan.
Tabel Perbandingan
| Jenis | Kelebihan | Kekurangan | Estimasi Harga | Rekomendasi |
|---|---|---|---|---|
| Original (Genuine Dealer) | Sesuai standar pabrikan, kualitas terjamin | Harga paling mahal | Rp700.000–1.500.000 | Mobil masih garansi atau kendaraan premium |
| Shell Helix OEM Approved | Memiliki approval pabrikan tertentu (BMW, Mercedes-Benz, VW, dll.) | Tidak semua tipe tersedia | Rp700.000–1.300.000 | Mobil Eropa dan mesin modern |
| Shell Helix Aftermarket Resmi | Mudah diperoleh, pilihan lengkap, harga lebih kompetitif | Harus memastikan spesifikasi sesuai buku manual | Rp260.000–1.050.000 | Sebagian besar mobil harian |
Catatan: Shell Helix yang dijual melalui distributor resmi merupakan produk aftermarket berkualitas tinggi dan tetap memenuhi standar API, ACEA, maupun persetujuan (approval) OEM pada tipe tertentu.
Rekomendasi Shell Helix Berdasarkan Jenis Mobil
Berikut rekomendasi umum berdasarkan spesifikasi mesin. Selalu periksa kembali buku manual kendaraan karena setiap model dan tahun produksi dapat menggunakan viskositas yang berbeda.
| Merek Mobil | Produk Shell Helix yang Disarankan |
|---|---|
| Toyota Agya | HX7 5W-30 / Ultra 0W-20* |
| Toyota Calya | HX7 5W-30 |
| Toyota Avanza | HX7 10W-40 atau 5W-30 |
| Toyota Rush | HX7 |
| Toyota Fortuner | Ultra 5W-30 / 5W-40 |
| Toyota Innova Reborn | Ultra 5W-30 |
| Toyota Innova Zenix | Ultra 0W-20 / 5W-30* |
| Honda Brio | Ultra 0W-20 |
| Honda Mobilio | HX7 5W-30 |
| Honda BR-V | HX7 atau Ultra |
| Honda HR-V | Ultra |
| Honda CR-V Turbo | Ultra |
| Daihatsu Sigra | HX7 |
| Daihatsu Ayla | HX7 |
| Daihatsu Xenia | HX7 |
| Suzuki Ertiga | HX7 |
| Suzuki XL7 | HX7 |
| Mitsubishi Xpander | HX7 |
| Mitsubishi Pajero Sport | Ultra |
| Nissan Livina | HX7 |
| Nissan X-Trail | Ultra |
| Hyundai Creta | Ultra |
| Hyundai Stargazer | Ultra |
| Hyundai Santa Fe | Ultra |
| Kia Sonet | Ultra |
| Mazda CX-5 | Ultra |
| Wuling Almaz | Ultra |
| BMW | Ultra ECT |
| Mercedes-Benz | Ultra ECT |
| Audi | Ultra Professional |
| Volkswagen | Ultra Professional |
*Gunakan viskositas sesuai rekomendasi pabrikan.
Tips Memilih Oli Shell Helix yang Tepat
Dari pengalaman kami menangani berbagai merek kendaraan, beberapa tips berikut dapat membantu menghindari salah pilih oli.
Ikuti spesifikasi SAE yang tercantum pada buku manual.
Pastikan API Service minimal sama atau lebih tinggi dari rekomendasi pabrikan.
Untuk mobil turbo, gunakan oli full synthetic berkualitas.
Hindari mencampur oli dengan spesifikasi berbeda.
Ganti filter oli setiap kali mengganti oli mesin.
Belilah oli di bengkel atau distributor resmi untuk menghindari produk palsu.
Jika kendaraan mulai menunjukkan gejala seperti suara mesin kasar, konsumsi oli berlebih, atau asap knalpot berwarna kebiruan, pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan karena bisa berkaitan dengan diagnosis mesin mobil berasap https://www.montirpro.com/2026/07/diagnosis-mesin-mobil-berasap.html.
FAQ
Apakah Shell Helix bagus untuk semua mobil?
Ya, selama spesifikasi SAE, API, ACEA, dan approval sesuai dengan rekomendasi pabrikan kendaraan.
Berapa kilometer oli Shell Helix harus diganti?
HX5: sekitar 5.000 km.
HX6: sekitar 7.000–8.000 km.
HX7: sekitar 8.000–10.000 km.
Ultra: sekitar 10.000 km atau mengikuti buku servis kendaraan.
Mana yang lebih baik, Shell Helix HX7 atau Ultra?
Untuk penggunaan harian, HX7 sudah sangat baik. Namun, jika mobil menggunakan mesin turbo, sering menempuh perjalanan jauh, atau membutuhkan perlindungan maksimal, Shell Helix Ultra merupakan pilihan yang lebih tepat.
Apakah Shell Helix cocok untuk mobil dengan jarak tempuh tinggi?
Cocok, asalkan viskositas yang dipilih sesuai kondisi mesin. Pada mobil dengan kilometer tinggi, terkadang diperlukan viskositas yang sedikit lebih kental sesuai rekomendasi mekanik dan buku manual.
Apakah Shell Helix bisa digunakan pada mesin diesel?
Bisa, tetapi harus menggunakan varian yang memang dirancang untuk mesin diesel atau memenuhi spesifikasi API dan ACEA yang dipersyaratkan oleh pabrikan.
Bagaimana cara mengetahui oli Shell Helix asli?
Beli di bengkel atau distributor resmi.
Periksa segel kemasan.
Pastikan kode produksi dan label tercetak dengan jelas.
Hindari harga yang jauh di bawah harga pasar.
Shell Helix merupakan salah satu merek oli mesin yang memiliki pilihan produk sangat lengkap, mulai dari oli mineral, semi synthetic, hingga full synthetic untuk mobil Jepang, Korea, Eropa, maupun kendaraan bermesin turbo.
Pemilihan oli sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga memperhatikan spesifikasi SAE, API, ACEA, serta persetujuan pabrikan. Menggunakan oli yang sesuai akan membantu menjaga performa mesin, mengurangi keausan komponen, dan memperpanjang usia kendaraan.
Penggantian oli secara rutin juga jauh lebih ekonomis dibandingkan harus mengeluarkan biaya besar akibat kerusakan mesin karena pelumasan yang buruk. Oleh karena itu, jangan menunggu hingga muncul suara mesin kasar atau indikator oli menyala untuk melakukan penggantian.
Selain rutin mengganti oli, pemeriksaan berkala terhadap filter oli, sistem pendingin, dan kondisi mesin akan membantu menjaga kendaraan tetap dalam kondisi prima. Perawatan preventif hampir selalu lebih murah dibandingkan perbaikan setelah terjadi kerusakan.
Masih ragu menentukan jenis Shell Helix yang paling sesuai untuk mobil Anda? Tim teknisi MontirPro Auto Care siap membantu memilih spesifikasi oli sesuai rekomendasi pabrikan sekaligus melakukan penggantian oli menggunakan prosedur yang benar, termasuk pemeriksaan filter oli dan inspeksi kondisi mesin. Hubungi MontirPro Auto Care di 0811-1857-333 untuk konsultasi atau membuat jadwal servis sehingga kendaraan tetap nyaman digunakan dan mesin lebih awet.
Gabung dalam percakapan