Jenis - jenis Oksigen Sensor Yang Digunakan Pada Otomotif

Tipe Oksigen sensor


Oksigen sensor yang digunakan pada dunia otomotif terdiri dari berbagai jenis, dengan memahami tiap jenis dan karakteristik oksigen sensor tersebut akan mempermudah untuk melakukan analisa jika terjadi kerusakan pada oksigen sensor.


Unheated oxygen sensor



Unheated oxygen sensor
Unheated oxygen sensor dengan satu atau dua kabel merupakan jenis oksigen sensor yang paling sederhana dan pertama kali digunakan
Unheated oksigen sensor tidak mempunyai elemen pemanas didalamnya, tipe ini yang pertama kali digunakan pada otomotif.

Karena oksigen sensor  hanya dapat bekerja ketika suhunya telah mencapai 400 derajat celcius, maka sensor tipe ini membutuhkan panas dari luar sehingga harus diletakkan sedekat mugkin ke lubang exhaust mesin, walaupun sebenarnya lokasi ini sangat  tidak ideal untuk melakukan pengukuran A/F ratio.

Satu lagi kekurangan sensor type ini adalah membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai temperature kerja.

Sensor tipe ini ada yang hanya menggunakan dengan 1 kabel  untuk kabel sinyal, sedangkan groundnya menggunakan casing sensor, dan ada sensor yang menggunakan 2 kabel, 1 kabel sebagai kabel sinyal, sedangkan 1 kabel lagi sebagai kabel ground.

Heated oxygen sensor



Heated oxygen sensor
Heated Oxygen sensor, yang dilengkapi dengan elemen pemanas didalamnya.
Heated oxygen sensor merupakan Oxygen sensor yang mempunyai elemen pemanas didalamnya sehingga oxygen sensor akan lebih cepat mencapai temperatur kerja.
Oxygen sensor type ini biasanya menggunakan 3 atau 4 kabel .

Elemen pemanas di dalam sensor berupa internal resistor yang akan panas saat dialiri arus listrik

Heated oxygen sensor dapat dipasang lebih jauh dari mesin dan dapat berada dalam temperature yang tepat dalam waktu yang lebih lama dibandingkan unheated oxygen sensor. Semua oxygen sensor yang modern menggunakan pemanas, namun jenis dan waktu pemanasannya dapat berbeda – beda.

Saat ini semua oksigen sensor yang digunakan di otomotif telah dilengkapi dengan elemen pemanas, sehingga sensor dapat diletakkan lebih jauh dari mesin dan memberikan beberapa keuntungan diantaranya :

  1. Oxygen sensor tidak terkena panas yang tinggi.
  2. Dapat mencapai temperature kerja lebih cepat. Sehingga dapat mempersingkat periode dimana O2 sensor tidak aktif.
  3. Mencegah pendinginan yang berlebihan pada saat idling, dimana temperature gas buang tidak terlalu tinggi.
  4. Heated oxygen sensor dapat bereaksi lebih cepat yang akan memberikan dampak positif pada pengaturan putaran mesin.

Fast Light Off dan Utra – Fast Light Off sensor 

Fast Light Off dan Utra – Fast Light Off sensor
Oxygen Sensor tipe ini dapat mencapai temepratur kerja dalam waktu kurang dari 20 detik

Fast Light Off dan Utra – Fast Light Off sensor  menggunakan low resistance , high watt density heater untuk mempercepat proses pemanasan. Sensor tipe ini dapat mencapai temperature kerja dalam waktu kurang dari 20 detik.

Emisi gas buang kendaraan lebih berbahaya pada saat temperature dingin 
Sensor FLO dan UFLO mampu membantu mengurangi polusi yang tidak mampu dilakukan sensor jenis lainnya.

Oksigen Sensor type Planar

Oxygen Sensor type planar
Oxygen Sensor type planar

Oxygen sensor type Planar  menggunakan bahan lapisan Zirconia dan alumina yang dijadikan satu, dengan teknologi ini memungkinkan waktu pemanasan sensor berlangsung lebih  cepat karena massa yang dipanaskan lebih rendah dan pemanas terhubung langsung dengan bagian yang di sensor. 
Waktu pemanasan oxygen sensor type planar ini berkisar antara 5 sampai 30 detik.

Oxygen Sensor type Titania

Oxygen Sensor type Titania
Oxygen Sensor type Titania

Titania sensor menggunakan bahan dari titanium oxide ( bukan zirconia ). Tidak seperti sensor zirconia , tipe ini membutuhkan tegangan referensi untuk dapat bekerja dan akan merubah tahanan saat A/F ratio berubah. Sensor titania banyak digunakan kendaraan Nissan pada pertengahan 80- an sampai 90  - an dan pada beberapa kendaraan eropa, saat ini sudah tidak digunakan lagi pada kendaraan terbaru.

Pengukuran berdasarkan resistance.

Jenis Oxygen Sensor ini menggunakan elemen keramik yang terbuat dari bahan titania dioxide dengan teknologi multi-layer-thick-film.

Titanium dioxide mempunyai karakteristik yang akan berubah nilai tahanannya sesuai dengan kandungan oksigen di dalam gas buang.

Jika kandungan oksigen tinggi ( campuran kurus λ > 1 ) maka konduktivitasnya akan berkurang.

Jika kandungan oksigen rendah ( campuran kaya λ < 1 ) maka konduktivitasnya akan bertambah.

Sensor ini tidak membutuhkan udara referensi, tapi harus diberi tegangan suplai sebesar 5 V. sinyal yang dikirimkan ke ECU merupakan voltage drop pada sensor.

Wide band Oxygen Sensor

Wide band Oxygen Sensor
Wide band Oxygen Sensor


Five wire wide band sensor diperkenalkan pada tahun 1994yang bersama dengan four wire air fuel ratio sensor merupakan representasi dari kemajuan teknologi sensor.

Sensor tipe ini menghilangkan Lean Rich Cycling yang melekat pada narrow – bad sensor dan memungkinkan ECU untuk menyetel  injeksi bahan bakar dan timing pengapian  mesin lebih akurat dan cepat.

Jenis - jenis Oksigen Sensor Yang Digunakan Pada Otomotif
Cara kerja wide band oxygen sensor

Cara kerja wide band oxygen sensor

Oksigen sensor menunjukkan keadaan campuran kaya atau kurus λ = 1.
Broadband oksigen sensor memberikan kemungkinan pengukuran campuran yang tepat :

Campuran kurus  λ > 1Campuran kaya  λ < 1

Sensor ini memberikan sinyal elektrikal yang tepat dan dapat mengatur berbagai nilai – nilai referensi seperti mesin diesel, mesin bensin dengan konsep campuran kurus, mesin gas, dan heated boiler gas.

Sebagai tambahan sensor ini memiliki sel elektrokimia tambahan : Pump Cell.
Gas buang mengalir melalui lubang kecil yang terdapat pada Pump Cell menuju area pengukuran yaitu diffusion gap. 

Untuk menyetel perbandingan udara, disini kandungan oksigen gas buang dibandingkan dengan oksigen dari udara luar. Tegangan diberikan ke pump cell dengan tujuan untuk memperoleh sinyal yang dapat di baca oleh ECU. Dengan menggunakan tegangan ini, oksigen dapat di pompa keluar dari gas buang menuju atau keluar dari diffusion gap.

ECU mengatur pump voltage sedemikian rupa sehingga komposisi gas buang di dalam diffusion gap selalu konstan λ  = 1.

Jika campuran terlalu kurus, maka oksigen di pompa keluar melalui pump cell.sehingga menghasilkan Positive pump current.

Jika campuran terlalu gemuk oksigen dari udara luar di pompa masuk. Sehingga menghasilkan negative pump current.

Jika λ  = 1 tidak ada oksigen yang dipindahkan di diffusion gap, sehingga pumping current adalah Nol.

Pumping current ini dievaluasi oleh ECU, sehingga memberikan informasi tentang perbandingan udara dan sekaligus informasi tentang campuarn udara dan bahan bakar.


Pilih mana Oxygen sensor type UNIVERSAL atau DIRECT FIT

Oxygen sensor type UNIVERSAL atau DIRECT FIT
Oxygen sensor type UNIVERSAL atau DIRECT FIT
Oxygen Sensor type Universal  merupakan sensor yang dapat diaplikasikan pada berbagai merk mobil.
Sensor tipe ini dijual tanpa menggunakan soket, jadi ketika akan dipasang harus menggunakan soket dari sensor yang lama atau disambung langsung dengan wiring harness pada mobil. 

Oxygen Sensor type direct fit sesuai dengan namanya merupakan sensor yang dibuat secara khusus untuk tiap - tiap merk mobil, sehingga konektornya pasti sesuai dengan konektor yang ada pada mobil.

Oxygen Sensor direct fit merupakan pilihan utama para mekanik karena lebih mudah untuk dipasang, bentuk konektor yang sesuai juga mempermudah dalam pemilihan part yang tepat.

OEM vs. Aftermarket 

Oxygen Sensor OEM merupakan sensor original yang dipasang pada kendaraan di pabrik perakitan, dan biasanya pabrikan menggunakan sensor dari beberapa supplier yang berbeda-beda.
After market sensor banyak menjadi pilihan orang karena menawarkan barang dengan kwalitas yang sama namun harganya jauh lebih murah.



Ada masalah dengan mobil Anda...??  

Butuh Bantuan...???  

Silahkan hubungi kami..!!




www.montirpro.com  08111857333

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel