Pertanyaan Seputar Rem, ABS & Traction Control

PERTANYAAN

1. Kaliper rem mobil saya macet. Saya menggantinya namun beberapa bulan kemudian macet lagi.


2. Teman saya mengatakan untuk mengganti sekaligus rear brake spring saat melakukan penggantian brake shoe. Apakah harus demikian...?


3. Lampu ABS menyala sesaat mobil melaju, Padahal sistem self check ABS normal (Pada saat kunci kontak ON lampu ABS menyala dan kemudian mati saat mesin dihidupkan) ..


4. Sehabis melakukan penggantian rem depan, pedal rem mobil saya sekarang sangat rendah sekali...


5. Setelah mengganti brake shoe pada rem belakang, wheel cylinder menjadi bocor dan minyak rem mengenai brake shoe. Sebelum melakukan penggantian brake shoe tidak terlihat kebocoran. Mengapa bisa demikian...?


6. Setelah mengganti kanvas rem muncul bunyi mendecit setiap pedal rem diinjak...


7. Bagaimanakah cara memeriksa kerja vacuum booster rem masih berfungsi dengan baik atau tidak...?


8. Apakah kebocoran master cylinder rem dapat merusak booster rem...?


9. Apakah brake disc yang melengkung dapat diperbaiki dengan cara dibubut...?


10. Apakah pemasangan roda yang tidak tepat pada mobil dapat mengakibatkan kerusakan pada brake disc...?


11. Bolehkan mencampur minyak rem DOT 4 dengan DOT 3...?


12. Apakah menguras dan mengganti minyak rem dapat menimbulkan bahaya..?


13. Rem depan mobil saya macet setelah berjalan dalam jarak yang tidak terlalu jauh. Setelah mobil dihentikan beberapa saat rem kembali normal, namun kemudian rem kembali macet. Saya coba mengganti kaliper rem depan namun masalah tersebut tidak hilang...


14. Apakah pengencangan baut roda yang berlebihan dapat membuat brake disc melengkung...?


15. Apakah yang harus dilakukan jika secara tidak sengaja menuangkan minyak power steering ke dalam tabung minyak rem...?


16. Apakah air dapat membuat brake disc melengkung...?



17. Apakah kualitas minyak rem dapat berubah menjadi buruk seiring waktu....?


18. Apa ciri-ciri kerusakan pada kaliper rem...?


19. Bagaimana cara mereset lampu brake fluid level pada Toyota Camry...?


20. Bagiamana prosedur bleeding rem untuk mengeluarkan udara dari sistem rem dengan  benar...?


21. Bagaimana cara kerja sistem ABS...?


22. Berapa lama daya tahan kanvas rem...?


23. Berapakah biaya untuk menguras minyak rem...?


24. Berapakah besarnya kevakuman pada brake booster valve..?


25. Seberapa seringkah brake disc harus diganti...?



Sistem Rem
Sistem Rem



JAWABAN


1. Kaliper rem mobil saya macet. Saya menggantinya namun beberapa bulan kemudian macet lagi. 

Sistem hidrolis yang sangat terkontaminasi dapat menyebabkan kerusakan yang berulang-ulang, oleh karena itu minyak rem harus dikuras sebelum melakukan penggantian komponen. Jika minyak rem yang sudah terkontaminasi tetap digunakan maka dapat dipastikan akan timbul masalah pada sistem rem. selang minyak rem juga dapat menimbulkan partikel-partikel kotoran yang menyangkut pada kaliper rem dan menimbulkan masalah. Baca artikel tentang problem sistem rem yang lebih detail.

KEMBALI KE ATAS

2. Teman saya mengatakan untuk mengganti sekaligus rear brake spring saat melakukan penggantian brake shoe. Apakah harus demikian...?

Pada kendaran yang jarak tempuhnya sudah sangat jauh (diatas 200.000 km)  ide tersebut patut dipertimbangkan karena tekanan rear brake spring akan semakin berkurang seiring usia pakai mobil. Pada saat penggantian brake shoe pada kilo meter yang belum terlalu jauh (100.000 km)  maka spring tersebut harus diperiksa dengan baik, jika belum mengalami kerusakan dapat dipergunakan kembali .
Baca artikel tentang problem sistem rem yang lebih detail.

KEMBALI KE ATAS

3. Lampu ABS menyala sesaat mobil melaju, Padahal sistem self check ABS normal (Pada saat kunci kontak ON lampu ABS menyala dan kemudian mati saat mesin dihidupkan) ..

Sistem self check ABS saat kunci kontak ON belum seluruhnya dilakukan. Pada saat ini sistem hanya memeriksa koneksi kelistrikan sistem ABS. Sebagai contoh jika soket sensor belum dipasang. 

Saat mobil mulai berjalan sistem ABS kembali melakukan self test , sebagai contoh sistem akan membandingkan kecepatan tiap-tiap roda dan jika salah satu roda terbaca diluar spesifikasi maka sistem akan memeriksa apakah sistem rem sudah bekerja atau belum, jika ternyata sistem rem belum bekerja maka sistem akan menganggap telah terjadi masalah pada sistem ABS dan menyalakan lampu indikator ABS di dashboard.

Hal lain yang diperiksa sistem self test ABS adalah berapa lama waktu yang dibutuhkan pompa ABS untuk mencapai tekanan tertentu atau atau berapa lama tekanan dapat bertahan sebelum turun pada titik tertentu. Saat lampu menyala berarti ada kerusakan pada sistem ABS . Memutar kunci kontak OFF akan menghapus kerusakan yang tersimpan dan lampu akan mati sampai self test bekerja dan mendeteksi kembali kerusakan.

Baca artikel tentang problem sistem ABS yang lebih detail.

KEMBALI KE ATAS


4. Sehabis melakukan penggantian rem depan, pedal rem mobil saya sekarang sangat rendah sekali...

Ada beberapa penyebab pedal rem menjadi rendah setelah melakukan penggantian rem depan. Jika tidak ada komponen lain yang dilepaskan, periksalah beberapa hal berikut ini,

Kanvas rem yang tidak orisinil terkadang tidak menghasilkan gaya gesek yang sama dengan kanvas rem asli, sehingga membutuhkan gaya pengereman yang lebih sehingga pedal rem semakin dalam.

Permukaaan brake disc yang kasar (lebih dari 30 micro-inch) akan membutuhkan gaya pengereman yang besar juga untuk menghentikan kendaraan sehingga injakan pedal rem semakin dalam juga.

Kotoran atau kontaminasi pada kanvas rem dan brake disc seperti ada gemuk dan oli juga akan meningkatkan gaya pengereman.

Udara dapat masuk kedalam sistem rem dari berbagai sumber, karena udara dapat dikompresikan maka gerak pedal akan semakin dalam.

Jika mobil menggunakan bearing roda yang dapat disetel , maka bearing yang kendor akan membuat brake disc bergerak mendorong kaliper masuk kedalam sehingga membuat langkah pedal rem semakin panjang.
Baca artikel penyebab rem tidak pakem yang lebih detail.

KEMBALI KE ATAS

5. Setelah mengganti brake shoe pada rem belakang, wheel cylinder menjadi bocor dan minyak rem mengenai brake shoe. Sebelum melakukan penggantian brake shoe tidak terlihat kebocoran. Mengapa bisa demikian...?

Pada saat digunakan piston yang terdapat di dalam wheel cylinder hanya bergerak dalam jarak yang pendek. Saat brake shoe mulai aus, maka piston akan bergerak lebih jauh dari posisi awalnya , yaitu dibagian tengah wheel cylinder. Karena area ini tidak bersentuhan dengan seal dalam jangka waktu yang lama sehingga akan timul korosi pada wilayah tersebut.

Saat brake shoe diganti baru yang ketebalannya lebih besar dari brake shoe yang sudah tipis maka piston dan seanya akan kembali ke posisi awal  yang sudah berkarat. Saat seal piston bergerak apda area yang sudah berkarat tersebut maka akan timbul kebocoran.
Baca artikel penyebab rem tidak pakem yang lebih detail.

KEMBALI KE ATAS

6. Setelah mengganti kanvas rem muncul bunyi mendecit setiap pedal rem diinjak...

Bunyi decitan rem akibat getaran antara kanvas rem dengan brake disc yang dapat disebabkan oleh beberapa hal, namun biasanya berhubungan dengan material kanvas rem yang tidak bagus dan kesalahan pada proses pemasangan. Banyak ditemukan kanvas rem aftermarket (non genuine) menjadi penyebab utama problem rem mendecit.

Hampir setiap mobil juga menggunakan shim metal antara kanvas dan kaliper rem yang berfungsi untuk meredam getaran yang menjadi penyebab bunyi. Terkadang saat melakukan pekerjaan pembongkaran rem shim ini lupa dipasang kembali atau tidak terpasang dengan baik. Ada juga seperangkat alat tambahan yang berfungsi untuk menahan kanvas terpasang dengan kuat pada kaliper yang kadang juga lupa dipasang atau tidak terpasang dengan sempurna saat melakukan pekerjaan sistem rem.

Permukaan brake disc yang sudah tidak rata dapat menimbulkan bunyi pada rem. Permukaan brake disc yang baik agar rem berfungsi dengan baik sekitar 60 micro inch. Permukaan yang lebih kasar dari nilai tersebut dapat meningkatkan getaran. Hal lain yang dapat menimbulkan bunyi pada rem yaitu tidak membersihkan permukaan brake disc dengan baik dan tidak memberikan pelumasan pada caliper mount dan  slide.
Baca artikel penyebab bunyi berdecit pada rem yang lebih detail.

KEMBALI KE ATAS
7. Bagaimanakah cara memeriksa kerja vacuum booster rem masih berfungsi dengan baik atau tidak...?

Ada tiga test sederhana yang dapat dilakukan untuk mengetahui kinerja booster rem. Namun pastikan terlebih dahulu bahwa sumber kevakuman booster rem dalam keadaan normal.

Test pertama, dengan posisi mesin mati pompa pedal rem beberapa kali. Hal ini akan mengeluarkan kevakuman yang ada di chamber booster. Tekan pedal rem dan hidupkan mesin. Pedal rem akan turun menandakan terdapat kevakuman pada chamber booster.

Test kedua, hidupkan mesin untuk mengisi kevakuman pada chamber booster rem. Kemudian pada posisi mesin mati injak pedal perlahan dan lepaskan, lakukan hal ini sebanyak 4 kali dengan waktu setiap 5 detik. Setiap injakan ketinggian pedal rem akan bertambah. Hal ini menunjukkan bahwa release valve bekerja dengan baik.

Test ketiga, Hidupkan mesin selama 1 menit. Kemudian matikan mesin dan injak pedal rem selama 30 detik. Pedal rem tidak boleh naik. Hal ini untuk memeriksa bahwa booster rem bisa mempertahankan kevakuman.

KEMBALI KE ATAS

8. Apakah kebocoran master cylinder rem dapat merusak booster rem...?

Kebocoran minyak rem ke dalam booster rem merupakan penyebab utama kerusakan booster rem. Minyak rem dapat bocor keluar melalui rear seal master cylinder rem dan masuk ke dalam booster rem. Minyak rem akan membuat difragma booster rem mengalami perubahan bentuk. Ironisnya jika hal ini sudah terjadi, penggantian master cylinder rem akan membuat kerusakan muncul kembali. Ketika difragma booster rem sudah rusak maka kebocoran kevakuman dari booster rem akan merusak master cylinder yang baru.

KEMBALI KE ATAS

9. Apakah brake disc yang melengkung dapat diperbaiki dengan cara dibubut...?

Jika brake disc yang masih tebal melengkung kemudian diperbaiki dengan cara dibubut maka kemungkinan besar akan melengkung lagi apalagi setelah dibubut menjadi lebih tipis.

Dari segi efektivitas lebih baik mengganti brake disc yang melengkung dari pada mencoba memperbaikinya dengan dibubut karena biasanya tidak akan bertahan lama.

Yang harus diingat adalah bahwa brake disc melengkung adalah gejala dari adanya problem pada rem. Mengganti brake disc yang melengkung tanpa memperbaiki penyebabnya akan membuat masalah berulang kembali.
Baca artikel penyebab getar pada mobil saat pengereman yang lebih detail

KEMBALI KE ATAS
10. Apakah pemasangan roda yang tidak tepat pada mobil dapat mengakibatkan kerusakan pada brake disc...?

Momen roda yang terlalu kencang atau pengencangan baut roda yang tidak tepat dapat merusak wheel hub. Brake disc biasanya dipasang pada atau terhubung dengan wheel hub. Hal ini akan menimbulkan keolengan pada brake disc dan membuat brake disc melengkung dan mengakibatkan getaran saat pengereman.

KEMBALI KE ATAS

11. Bolehkah mencampur minyak rem DOT 4 dengan DOT 3...?

Minyak rem DOT 4 dan DOT 3 terbuat dari bahan dasar alkohol, sehingga keduanya kompatibel atau dapat dipertukarkan. 

Namun harus diingat minyak rem DOT 4 mempunyai titik didih yang lebih tinggi dari DOT 3. Menambahkan minyak rem DOT 3 ke minyak rem DOT 4 akan menurunkan titik didih minyak rem DOT 4.   Jadi  hal ini tidak boleh dilakukan pada mobil yang mengharuskan menggunakan minyak rem DOT 4.

Bahan kimia tambahan yang membuat titik didih minyak rem DOT 4 menjadi tinggi lebih mudah untuk terkontaminasi. Uap air dapat masuk ke dalam minyak rem dan menurunkan titik didih minyak rem. Minyak rem DOT 3 dapat digantikan oleh minyak rem DOT 4 namun waktu penggantiannya harus lebih sering karena minyak rem DOT 4 yang lebih cepat kotor atau terkontaminasi.
Baca artikel tentang minyak rem yang lebih detail

KEMBALI KE ATAS
12. Apakah menguras dan mengganti minyak rem dapat menimbulkan bahaya..?

Jika dilakukan dengan benar penggantian minyak rem tidak akan merusak sistem rem. Seperti pekerjaan lainnya dapat menimbulkan bahaya jika tidak dilakukan dengan benar. Beberapa penyebab masalah diantaranya :

Menggunakan minyak rem yang sudah terkontaminasi. Minyak rem yang digunakan dari wadah yang terbuka akan membuat uap ari masuk ke dalam sistem rem.

Ada kotoran yang masuk ke dalam sistem rem. Sistem hidrolik rem harus selalu dalam keadaan steril tidak boleh sampai ada kotoran yang masuk ke daalam sistem hidrolis rem.

Membiarkan udara masuk ke dalam sistem rem. Jika melakukan bleeding minyak rem dengan metode dan urutan yang tidak benar akan mengakibatkan masuknya udara ke dalam sistem rem.

Langkah master cylinder yang terlalu panjang. Master cylinder yang sudah lama dapat mengalami kerusakan jika pedal rem diinjak sampai menyentuh lantai, saat melakukan bleeding rem yang tidak sesuai prosedur. Pada area diluar jarak main normal piston biasanya terdapat korosi, mendorong piston sampai area ini akan mengakibatkan kerusakan seal piston. Saat melakukan bleeding minyak rem batasi injakan pedal rem jangan samapai terlalu dalam.
Baca artikel mengenai kuras dan bleeding minyak rem yang lebih detail.


KEMBALI KE ATAS

13. Rem depan mobil saya macet setelah berjalan dalam jarak yang tidak terlalu jauh. Setelah mobil dihentikan beberapa saat rem kembali normal, namun kemudian rem kembali macet. Saya coba mengganti kaliper rem depan namun masalah tersebut tidak hilang...


Kemungkinan penyebab problem tersebut adalah lubang return port pada master cylinder rem tersumbat. Jika piston master cylinder bergerak terlalu jauh ke depan di dalam master cylinder maka seal cup piston akan menutup lubang return port. 

Saat lubang return port yang kecil ini tertutup,  minyak rem tidak dapat kembali ke master cylinder ketika pedal rem dilepaskan. Minyak rem yang terjebak tersebut akan memberikan tekanan pada sistem rem saat temperaturnya panas sehingga rem akan bekerja walaupun pedal rem tidak diinjak. 


Cara mendiagnosa problem ini cukup mudah. Kemudikan mobil sampai rem terkunci dan kendorkan pipa minyak rem di master cylinder, hal ini akan membuat tekanan turun. Jika kemudian rem menjadi bebas maka dapat dipastikan lubang return port yang tertutup penyebab problem tersebut. Hal ini dapat berarti terjadi kerusakan pada master cylinder atau setelan push rod master cylinder yang tidak tepat. Brake booster yang rusak juga dapat menjadi penyebab hal ini dimana push rod bergerak terlalu jauh  ke depan.

KEMBALI KE ATAS

14. Apakah pengencangan baut roda yang berlebihan dapat membuat brake disc melengkung...?

Pengencangan baut roda yang berlebihan dan tidak merata merupakan salah satu faktor yang membuat brake disc melengkung. Saat melakukan pengencangan roda ikuti standard kekencangan yang diberikan oleh pabrikan dan kencangkan dengan pola menyilang. Kekencangan baut roda tergantung pada diameter, besar ulir dan material baut roda.

KEMBALI KE ATAS

15. Apakah yang harus dilakukan jika secara tidak sengaja menuangkan minyak power steering ke dalam tabung minyak rem...?

Minyak rem terbuat dari bahan dasar alkohol sedangkan minyak power steering yang terbuat dari bahan dasar minyak bumi akan dapat terkontaminasi dan diserap dengan mudah oleh karet-karet sistem rem. Hal ini akan merusak karet -karet rem  dan membahayakan sistem rem. Tidak ada cara untuk membersihkan minyak yang sudah menempel pada karet.

Berusaha menguras sistem rem yang terkontaminasi oleh oli power steering hanya akan membuat oli power steering semakin masuk ke dalam sistem rem. Jika hal ini terjadi cara yang paling aman adalah dengan melepas semua karet rem yang terkontaminasi.

Jika hal ini lebih cepat disadari  dimana oli power steering belum semapt masuk ke dalam sistem rem maka cukup dengan melepas dan menguras master cylinder rem.

KEMBALI KE ATAS

16. Apakah air dapat membuat brake disc melengkung...?

Berkendara melewati genangan air saat brake disc dalam keadaan panas merupakan salah satu penyebab brake disc melengkung.

KEMBALI KE ATAS

17. Apakah kualitas minyak rem dapat berubah menjadi buruk seiring waktu....?

Minyak rem DOT 3 dan DOT 4 terbuat dari bahan dasar alkohol. Alkohol sangat bersifat higroskopik artinya bersifat menyerap uap air. Hal ini akan berlangsung lebih cepat jika minyak rem ditaruh pada wadah yang terbuka, dan dapat juga terjadi pada wadah yang tertutup.

Uap air akan menurunkan titik didih minyak rem dan  dapat mengakibatkan korosi. Jika botol minyak rem sudah dibuka sebaiknya segera digunakan dan buang sisanya dengan benar. Lebih baik jangan gunakan minyak rem yang sudah disimpan bertahun-tahun walaupun masih dalam keadaan tertutup rapat.

KEMBALI KE ATAS

18. Apa ciri-ciri kerusakan pada kaliper rem...? 

Seperti komponen-komponen lainnya kaliper rem dapat juga mengalami berbagai kerusakan. Gejala kerusakan yang timbul biasanya tergantung pada jenis dan tingkat kerusakannya.

Beberapa kemungkinan gejala yang timbul akibat kerusakan kaliper rem :


  • Kebocoran minyak rem dari area kaliper rem
  • Kendaraan tertarik ke salah satu sisi saat direm
  • Brake pad cepat aus dan tidak rata
  • Brake disc melengkung
  • Roda sulit berputar
  • Timbul panas disertai asap dari kaliper rem yang macet
  • Terasa getaran pada steering wheel


Namun harus diingat juga gejala-gejala tersebut juga bisa diakibatkan oleh kerusakan komponen lain seperti, mobil tertarik ke satu sisi saat direm akibat keausan komponen suspensi, selang rem yang rusak, brake disc dll. Terkadang dibutuhkan alat test hidrolik untuk menentukan bahwa penyebab kerusakan berasal dari kaliper rem.

KEMBALI KE ATAS

19. Bagaimana cara mereset lampu brake fluid level pada Toyota Camry...?

Lampu brake fluid level akan mati sendiri jika minyak rem ditambahkan samapai level yang sesuai. Jika lampu tetatp tidak mati kemungkinan sensor minyak rem sudah rusak. Pemeriksaan sederhana dapat dilakukan dengan mencabut soket sensor dan lihat apakah lampu mati. Jika lampu tidak mati , harus dipahami bahwa sering lampu tersebut digunakan juga sebgai indikatot parking brake dan untuk memobitor kerusakn sistem hidrolik rem. Periksa area tersebut jika lampu tetap menyala.

KEMBALI KE ATAS

20. Bagiamana prosedur bleeding rem untuk mengeluarkan udara dari sistem rem dengan  benar...?

Ada beberapa metode bleeding sistem rem tergantung dari desain sistem rem. Minyak rem ditekan dan baut kaliper atau baut bleeding dikendorkan untuk mengeluarkan udara dari sistem rem. Saat minyak rem yang jernih telah mengalir keluar tutup baut bleeder dan ulangi pada setiap kaliper rem.

Metode pemberian tekanan pada sistem rem dan urutan bleeding berbeda-beda pada tiap mobil. Pada mobil-mobil tua proses bleeding biasanya dimulai dari roda yang terjauh dari master cylinder rem. Pada mobil-mobil modern ada beberapa pola urutan bleeding rem yang harus diikuti jika tidak nanti akan menimbulkan masalah dimana udara malah akan semakin banyak masuk ke dalam sistem rem.

Sistem rem yang lama normalnya masih direkomendasikan  mengocok pedal rem untuk memberikan tekanan pada minyak rem. Metode ini sudah tidak banyak digunakan lagi karena dapat merusak master cylinder. Saat ini kebanyakan pabrikan merekomendasikan menggunakan pressure tank, vacuum tank untuk mengeluarkan minyak rem. Pada sistem yang terbaru terkadang mengharuskan menggunakan scantool untuk mengaktifkan pompa ABS agar dapat mengeluarkan udara dari dalam sistem.

KEMBALI KE ATAS

21. Bagaimana cara kerja sistem ABS...?

Desain sistem ABS setiap mobil bervariasi. Sistem ABS menggunakan sensor-sensor untuk membaca kecepatan putaran setiap roda. Informasi ini diberikan ke komputer yang akan membandingkan kecepatan setiap roda. Jika salah satu roda atau lebih menunjukkan kecepatan yang berbeda dengan roda yang lainnya maka komputer akan menginprentasikan bahwa roda tersebut mulai terkunci. Jika hal ini terjadi salah satu valve akan menutup untuk mencegah tekanan diberikan pada roda yang mulai terkunci dan satu valve lagi akan terbuka untuk melepaskan tekanan pada saluran rem roda yang terkunci tersebut.


 Saat tekanan pada roda yang terkunci dilepaskan maka putaran roda akan meningkat hingga sama dengan roda-roda yang lain dan dipantau secara terus menerus oleh komputer ABS. Walaupun sistem ABS tidak sesederhana penjelasan diatas namun itu adalah konsep dasar sistem ABS.

KEMBALI KE ATAS

22. Berapa lama daya tahan kanvas rem...?

Jawabannya akan sangat bervariasi, karena keausan kanvas rem tergantung beberapa faktor seperti apakah mobol lebih sering dipakai di jalan bebas hambatan atau di jalan perkotaan yang macet, cara mengemudikan kendaraan dan jenis kendaraan. Menggunakan jarak tempuh atau kilo meter sebagai patokan penggantian kanvas rem kurang tepat. Mobil yang sering digunakan pada jalan tol yang lancar akan membuat kanvas rem lebih awet karena jarang melakukan pengereman. 

Melakukan pengereman secara mendadak merupakan salah satu faktor yang mempercepat keausan kanvas rem. Kebiasaan melakukan deselerasi secara halus sampai mobil berhenti sendiri tanpa melakukan penginjakan pedal rem terbukti dapat meningkatkan usia kanvas rem.

Melakukan pengereman mendadak secara berulang-ulang akan meningkatkan panas pada rem dan mempercepat usia pakai kanvas rem. 

Faktor jenis kendaraan juga sangat mempengaruhi kecepatan keausan kanvas rem, sebagai contoh pada beberapa jenis kendaraan tertentu kanvas remnya didesain lebih awet dari mobil yang lain. 

Sebagai patokan lakukan pemeriksaan kanvas rem setiap 20.000 km dan lakukan penggantian jika ketebalannya sudah berkurang 90 % dari kondisi baru, normalnya jika ketebalan kanvas rem sudah mencapai 2 mm maka sudah harus diganti. Pada beberapa mobil  kanvas rem dapat mencapai 40.000 - 60.000 Km tergantung beberapa faktor yang disebutkan diatas.

KEMBALI KE ATAS

23. Berapakah biaya untuk menguras minyak rem...?

Harga yang diberikan tiap-tiap bengkel untuk melakukan pekerjaan tersebut sangat bervariasi. Biasanya metode pengerjaan dan tingkat kesulitan kendaraan menjadi salah satu faktor ongkos yang harus dibayarkan. Proses pengurasan minyak rem yang sempurna biasanya membutuhkan waktu sekitar 40 sampai 60 menit pada setiap kendaraan. Selain itu juga ada biaya untuk pemebelian minyak rem yang baru sekitar 1 - 2 liter tergantung jenis mobil.

KEMBALI KE ATAS

24. Berapakah besarnya kevakuman pada brake booster valve..?

Kevakuman pada brake booster sama dengan kevakuman pada intake manifold yaitu sekitar 14 - 20 inch of mercury.

KEMBALI KE ATAS

25. Seberapa seringkah brake disc harus diganti...?

Tidak ada patokan waktu untuk mengganti brake disc, penggantian dilakukan dengan melihat kondisi dari brake disc. Jika permukaan brake disc sudah tipis atau jika brake disc sudah tidak rata atau melengkung maka brake disc perlu diganti.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi usia pakai brake disc. Beberapa mobil mengalami keausan brake disc yang lebih cepat karena desainnya seperti yang sering terjadi pada mobil-mobil eropa. Penggunaan kanvas rem after market juga merapakan salah satu faktor yang mempercepat keausan brake disc.

Kerusakan pada sistem rem seperti kaliper dan sliding kaliper rem yang macet juga dapat merusak brake disc. Gaya berkendara seperti sering melakukan pengereman mendadak juga sangat mempengaruhi usia pakai brake disc.

KEMBALI KE ATAS

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel